
Istana negara pun tidak mau ketinggalan menggunakan teknologi ini dalam video #upacara360° peringatan 17 Agustusan, walaupun mutu rekaman masih rendah.
Tampaknya lebih menarik diterapkan untuk merekam pemandangan alam, tapi kalau untuk foto manusia mengakibatkan distorsi potongan badan ya huhuhuhuhu.
Komik 360°, untuk saat-saat acara khusus tentu keren, tapi untuk diterapkan sepanjang alur cerita rasanya akan memecah konsentrasi. Karena, bagi saya pada dasarnya teknologi komik adalah soal pembingkaian. Setidaknya, perlu diperhatikan pembingkaian pertama, kesan apa yang lebih dulu terlihat sebelum gambarnya mulai diputar ...