Minggu, 30 Oktober 2022

Baca Komik Tibet

Ronde kedua belas (((detoks webtoon))) disela oleh berbagai peristiwa yang bikin senewen dari segala arah sepanjang Oktober. Namun, komik yang dibaca cukup istimewa, terjemahan dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia oleh salah seorang tamu penginapan #SaungBambuMuda 👩🏽‍💻

Agak tersendat menamatkan dan mengulasnya karena buku ini masuk kategori 21+ tahun ke atas sementara saya masih mentok di usia 18 menuju 55 👶
Pemandangan Himalaya digambarkan dengan menakjubkan penuh pengalaman mistis tapi sepertinya isi cerita punya misi meruntuhkan cara pandang masyarakat Barat terhadap kesucian negeri di atas awan yang tercitrakan melalui komik "Tintin di Tibet" atau film "seven years in Tibet" 🏔️
Perempuan jelata diremehkan, diperas, dan dilecehkan oleh pejabat, pendeta, maupun sesama masyarakat walaupun ada kesan bahwa keimanan membuat mereka tetap hidup taat gembira 😇
Betapa berbagai masalah praktis dianggap dapat terurai hanya dengan membaca mantra jutaan kali, bukan bertindak secara langsung 📿
Kepatuhan terhadap dogma agama mengenai kekosongan, kefanaan, dan takdir, menjadi alasan para petingginya menyangkal kemajuan iptek 🤖
Menjadi bahan renungan bagaimana agama yang seharusnya memerdekakan setiap diri dengan tunduk cukup hanya kepada Yang Maha Esa bisa sangat mudah disalahgunakan menjadi alat penindasan dan eksploitasi oleh sistem dan oknum tertentu 🕉️
Sebagai catatan, ini karya orang Barat tentang Tibet, bukan ditulis oleh orang asli daerahnya, bukan pula persaksian pribadi tokoh Barat tentang perubahan cara pandang mereka yang awalnya tersepona pada citra kepolosan luhur kemudian tercerahkan pada kenyataan setelah berkecimpung di lapangan atau semacamnya. Jadi terasa hanya rekaan fiktif tidak otentik tidak dianggap serius ✒️
Entah kenapa juga penerbitan terjemahan ini mendapatkan subsidi pemerintah Belanda, apakah ada maksud politis tertentu?🧧

#bacakomik
#dirumahaja
#danboard
#danbogram
#danbography

Minggu, 16 Oktober 2022

Darah itu Merah

Dua minggu lalu, saya ditolak.
Pedih walaupun hasilnya bisa ditebak. Sebenarnya saya sudah maklum tidak memenuhi syarat, dan hanya datang untuk cek kesehatan, sehingga tidak berencana mengajukan diri, tapi didorong oleh Ndew sebagai pejabat keluarga alumni untuk tetap mendaftar. "Yang penting ada niat berpartisipasi. Siapa tahu boleh. Kalau memang tidak layak nanti juga tidak bakal lolos penyaringan, saya pun lolos karena boosting bit, kurma, buah naga," katanya. Memang, begitu melihat pergelangan tangan saya yang terkena CTS memar-memar masih dibebat, Dokter melarang saya menambah pegal lengan. Cewek-cewek lain juga ditolak, antara lain karena kadar Hb rendah, atau dianggap kelelahan sehabis lari pagi ngos-ngosan.
Tapi Moskow diterima.
Dia menyatakan habis bergadang tapi sudah sempat tidur pagi sehingga masih jumawa. Padahal ternyata itu akibat jetlag sepulang mengantar misi perdamaian di Afrika. Di formulir donor darah, jelas-jelas ada pertanyaan apakah pernah keluar negeri dalam setahun terakhir, dan secara khusus ditanyakan juga apakah baru dari Afrika. Pastinya dia sengaja mencentang "tidak" di semua baris pada saat mengisi, karena tidak mungkin ada dokter yang mengizinkan dia lolos penyaringan jika centangnya berada di kotak "ya". Barangkali sengaja demi meramaikan kegiatan teman seangkatannya.
Donor darah di almamater.
Konon besoknya dia tumbang, masuk RS yang tidak terbiasa menangani kasus malaria ganas, dan tadi malam dia berpulang.


Menurut Selvy, pekerja yang pulang dari Afrika pasti dibekali test kit dan pil serta diberi cuti untuk karantina. Mereka dapat menguji sendiri sehingga jika ada indikasi penularan dapat mencegah dan mengobati sejak dini, begitu demam langsung minum pilnya. Apakah petugas logistik lalai membekali? Atau Moskow lalai melaksanakannya demi pulang ke Bandung menemui keluarga dan teman-teman? Seandainya dia tidak bergadang lalu donor darah, mungkinkah tubuhnya cukup bugar untuk melawan penyakit yang menggerogotinya?
Seandainya tidak mampir ke sekolahan, mungkin saya juga tidak akan sempat bertemu dia lagi. Dia masih sempat menyapa saya sebagai instruktur galak dalam kenangan (padahal saat diklat angkatan dia, saya hanya pelengkap penderita yang bertugas sebagai utusan danlap dan pengawal lari, tidak kebagian posko, tidak mengangkat suara sama sekali). Saya pun sempat menceritakan kedudulan tiga orang polisi milenial yang minggu sebelumnya membayar pesanan Airbnb ke rumah saya untuk dinas di Bandung tapi di hari H-1 disuruh atasan menginap di mess polisi.
Padahal kami semua tentu mengandalkan dan menaruh harapan kepadanya sebagai calon pemimpin polisi masa depan (?) Kami berkumpul tepat setelah tragedi Kanjuruhan bergulir, soal kasus Kadiv Propam masih menjadi topik yang tidak habis-habis dibahas.
Dan ketika tiba giliran dia donor darah, saya pun ikut yang lain, menyemangatinya tanpa menyadari konsekuensi yang menyertai. Sampai berfoto bersama!

Mungkin memang perilaku KKN ini perlu diredam selamanya. Kalau bukan teman sendiri, saya bakal curiga jangan-jangan dia juga merupakan bagian dari lingkaran kriminal terstruktur berkedok penegak hukum pengayom masyarakat. Secara dia sudah pernah menjabat Kapolres di pelosok dan sepulang dari Afrika bertugas di Mabes Polri.
Barangkali mampir ke sekolah dan berjumpa teman-teman lama membuat dia kembali ke masa-masa saat menjadi nakal, melanggar peraturan kaku tidak masuk akal, adalah suatu keniscayaan demi menempa pribadi yang kreatif.
Namun, kali ini yang dilanggar adalah prosedur operasi standar kesehatan dan keselamatan diri sendiri. Jika itu saja diabaikan, bagaimana kita berharap prosedur operasi standar untuk menjaga dan melindungi masyarakat bisa diterapkan?
Konon darahnya sudah ditarik dari peredaran, tapi bagaimana jika tertukar dan menularkan ke orang lain? Sepatutnya PMI memboikot sekolah kami sebagai putra-putri harapan bangsa yang nekad melakukan kelalaian berbahaya (?)

Tapi siapa tahu andaipun kelalaian itu tidak terjadi, maut tetap menjemput. Barangkali dia merasa ajal sudah dekat sehingga memilih mengucapkan perpisahan melalui tindakan gila yang tak dapat terlupakan. Barangkali kehendak Tuhan menghindarkan dia dari badai yang mengombangambingkan lembaganya.
Teman-teman seangkatannya mewanti-wanti saya bahwa tertular wabah dalam mengemban tugas negara berarti mati syahid. Semoga dia mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Ini adalah panggilan untuk bangun.

Semua kita perlu tekun mengawal revolusi mental kepolisian.

Sabtu, 01 Oktober 2022

Baca Komik Lagu

Ronde kesebelas

September ceria dipinjami sebuah komik berukuran raksasa, koleksi kebanggaan berisi antologi yang terilhami oleh lagu-lagu karya seorang penyanyi terkenal 👩🏻‍🎤

Kebetulan saya sedang mengerjakan tugas yang harus mengakses ponsel pintar genggam selama sekian jam tanpa henti, lalu berberes halaman mencangkul tanah. Tanpa sadar, pergelangan tangan saya memar gosong kena CTS sehingga memutakhirkan medsos saja kesulitan sampai catatan ini ketelingsut, apalagi membolak-balik halaman buku sebesar itu 📱

Tapi memang isinya banyak, kalau membaca satu bab sekali seminggu, bisa setahun tamat. Butuh waktu agak lama mengulik untuk memahami musik dan lirik serta keterkaitannya dengan masing-masing cerita yang dipersembahkan 🎧
Saya pribadi tidak akrab dengan lagu-lagu yang disajikan. Barangkali lewat zamannya. Liriknya agak bergaya bebas puisi modern, sementara saya biasa terpesona oleh lirik berima. Penuh kosakata sejarah/budaya Amerika pada masanya, yang saya tidak akrab karena belum pernah ke sana. Musiknya sih enak ya 🎹
Pada saat sang pemilik memesan komik berusia 15 tahun ini sekitar awal tahun lalu, ternyata semacam sekuelnya mulai dipromosikan, kemudian terbit di sekitar tanggal saya meminjam, memperingati 30 tahun peluncuran salah satu album karya sang penyanyi. Beberapa lagu yang sudah dikomikkan di buku ini sepertinya ada ditafsirkan ulang di buku yang terbaru. Kapan bisa baca ya, apakah 15 tahun lagi 🗓️

Sabtu, 17 September 2022

Tetaplah dalam jangkauan

Saya ingin melarang berangkat 
tapi saya tidak berhak mematahkan semangat. 
Semua harus punya kesempatan untuk melebarkan sayap. 
Saya hanya bisa berjanji untuk mempersiapkan tempat kembali. 
Agar ke mana pun terbang, kemarilah pulang. 
Saya ingin memiliki namun saya tidak boleh mengekang. 

Rabu, 31 Agustus 2022

Baca Komik Galau

Syukurlah (((detoks webtoon))) dapat berlanjut setelah ronde 1-4 ronde 5-7 disusul drama di antara ronde 8 dan ronde 9.

Ronde Kesepuluh


Kali ini kembali mengulik karya-karya pengarang komik ronde 2 yang beliau susun semasa remaja-pemuda (bawah 27 tahun). Beberapa bab tampak seperti gagasan awal dari cerita-cerita unik di komik-komik juara yang sudah saya baca di ronde 2, dengan nada lebih sendu lebih galau ✍🏾

Buku besar berisi empat cerita terpisah tentang muda-mudi kesepian, pengangguran atau karier tersendat, mengidap luka pengasuhan atau mengalami perundungan, berusaha menantang masa lalu tapi malah terjebak di kekinian. Cerita pertama tentang penulis yang dibayang-bayangi kesuksesan karya debutnya. Cerita kedua tentang karyawan yang sedang terapi pengelolaan emosi menyaksikan kecengannya asyik mendua dengan teman kuliah dan tetangga sebelah. Cerita ketiga tentang perempuan pengangguran yang usil menelepon orang lewat sembarangan. Cerita keempat tentang perundungan masa SMA di tengah ancaman bom di sekolah ⏳☎️

Buku kecil berisi tujuh jilid komik fotokopian karya awal debutnya, berjumlah 32 cerita acak tentang pengalaman pribadi maupun tokoh-tokoh yang sudah difiktifkan. Bisa diamati perkembangan gaya gambar sang pengarang mulai dari corat-coret spontan yang mendekik-dekik berantakan sampai yang diarsir rapi pakai penggaris 📏📐

Sepertinya komik-komik ini paling ampuh buat detoks karena mengupas masalah mentah-mentah seperti penawar racun kebanyakan konsep webtoon yang biasa membungkusnya dengan gula-gula ketakjuban dunia lain 🧙🏽‍♂️👸🏽.

Kembali saya gegar budaya terhadap hal-hal yang sebenarnya mungkin biasa terjadi juga di sekitar kita. Jadi sedikit paham mengapa @olafmurkenstein pernah bilang suka gambarnya tapi enggak begitu suka ceritanya. Setidaknya membaca ini agak lega bahwa saya tidak merasa semenderita tokoh-tokoh di sini. Atau pernah tapi sudah lupa??? Atau sedang mengalami tanpa sadar??? 🙀

Kepingin tanya sama yang punya, bagaimana karya ini beresonansi dengan keseharian dia sendiri sampai dilengkapi koleksinya tapi katanya hal-hal yang masih terkait pekerjaan bukan untuk dibahas 🤐

Sepertinya memang lebih pas dibaca saat berusia bawah 27 tahun ... Mungkin komik ronde 2 berasa menyambung karena sudut pandang sesuai umur sekarang 🧐

Sabtu, 30 Juli 2022

Baca Komik Koleksionista

Setelah (((detoks webtoon))) ronde 1-4 dan ronde 5-7 yang lumayan lancar, kasus buku ronde 8 membuat peminjaman berikutnya diwarnai drama, tapi tidak sia-sia karena ini karya bergambar menakjubkan.

Ronde kesembilan

Semacam koleksi sketsa masyarakat adat berbagai pelosok dunia yang dimeriahkan oleh arsiran kusut masai terpelintir ✏️

Karya komikus Italia panutan abad lalu, alur ceritanya seperti pas-pasan hanya untuk mengantar kita ke tempat dan adat yang eksotik, kurang gamblang dalam meluncurkan kritik. Tapi mungkin saja memang disengaja untuk memicu pembaca berpikir 📜

Tokoh utamanya makhluk misterius yang menyebalkan. Bertekad kuat, berani menempuh marabahaya asal menang dalam segala cara demi mencapai keinginannya. Entah bagaimana dia merasa berhak mengumpulkan pernak-pernik aneh bin ajaib bekas pakai tokoh-tokoh sejarah raja/panglima/kepala suku berpengaruh sepanjang zaman. Sekali incaran diperoleh, akan disembunyikan untuk kepuasan pribadi tidak untuk dipajang atau dipamerkan kepada siapa pun. Terkadang benda itu dapat memberinya kekuatan magis 🧿

Biaya untuk berburu koleksi didanai melalui pengerukan sumber daya alam kehutanan, peternakan, perkebunan, dan jasa transportasi. Bisa-bisanya dia punya banyak kawan suku terasing, pasti karena tebar pamrih obral senjata. Dia membantu beberapa pihak dalam melawan penjajahan, tapi bertindak dalam pola penjajah juga, orang-orang romawi memang gila 🎩

Nyaris satu-satunya wanita yang muncul adalah tokoh antagonis pada Bab 3, keturunan orang Indonesia yang berebut air mata Timur Lenk dengan sang koleksionista. Pada bab ini, sang koleksionista dipandu orang Bugis melacak hutan belantara sekitar Pulau Morotai, tertangkap oleh orang Dayak upahan, nyaris ditelan komodo, lalu menjegal lawannya ke Afganistan. Pada bab-bab lain, dia beredar ke Amerika, Afrika, Irlandia, Selandia Baru, dan Himalaya 🏯

Pada bab 5, sang koleksionista memutuskan hubungan yang membahayakan nyawanya dengan si wanita untuk selama-lamanya, membuat saya agak kalang-kabut dihantui kecemasan jangan-jangan buku ini juga menjadi ronde terakhir 🙀

#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Selasa, 26 Juli 2022

Fatamorgana

Pemandangan ini akan buyar seketika jika mendekat satu langkah lagi
Laksana pasir dalam genggaman, meluncur melalui celah jari.
Namun mata air itu tampak terlalu teduh dan indah untuk berpaling darinya
Relung yang mengisap segala angkuh dan keluh kesah yang tersisa.
Demi sekadar pembayangan fana yang melayang di udara
kau pun menyangkal kebekuan hakiki atau terik tak terkira

Rabu, 06 Juli 2022

Hosteladan Rumah Yotsuba

Setelah tertatih-tatih menjalankan bisnis ini di tengah pandemi, akhirnya kami mendapatkan medali kebanggaan HosTeladan 🏅
Terima kasih kepada para tamu yang memberi ulasan bagus, serta kepada para keluarga, tetangga, maupun kolega yang turut wara-wara tentang penginapan kami kepada rekan-rekan masing-masing 😽

Banyak cerita kalang-kabutnya pindahan gusuran setiap ada tamu keluar-masuk, kami cenderung tetap bermarkas di sini karena rumah ini masih paling strategis untuk bekerja, letak persis di belakang kantor dan mudah akses ke tengah kota. Kucing-kucing pun masih merasa ini daerah kekuasaan mereka, sehingga walaupun diajak ke tempat lain akan selalu mencari peluang untuk kembali ke dalam. Untuk itu, sejak awal ada peringatan bahwa rumah kami terjajah kucing. Untungnya banyak juga tamu yang senang dengan keberadaan mereka.
Ada pula cerita menolak-nolak calon tamu yang berencana datang bersama pacar. Walaupun ada ketentuan indiskriminasi, kami bisa berpegang pada peraturan kota yang melarangnya.

Tamu terakhir, Dewi, kebetulan adalah anak LFM sahabat dari rekan-rekan geng KineMala. Dia sekeluarga menjadikan rumah kami sebagai pengalaman pertama menggunakan AirBnB. Anak-anaknya sangat menikmati membaca koleksi komik kami terutama Yotsuba&! lalu penasaran ingin ikut mencoba menyapu jalan sehingga kami menyelenggarakan AirBnB experience baru: sweep away.
Sebelumnya di tahun lalu ada juga Angga sekeluarga, adik angkatan di KANST, untuk berlebaran tanpa terlalu merepotkan orang tua. Mulanya sulit mengenali karena dia memesan dengan nama aslinya yang panjang a la bangsawan.
Semuanya hanya kebetulan menemukan rumah ini lewat pencarian dan mengenali kami sebagai tuan rumah. Berarti sudah saatnya lebih mengiklankan rumah ini ke lingkaran-lingkaran dekat yang barangkali berminat, karena tentunya ada perasaan lebih aman menitipkan barang pribadi kita kepada teman sendiri.
Sebenarnya ini juga merupakan kesempatan bagus untuk menambah kenalan baru, namun karena pandemi kami meminimalkan interaksi, dan masih ada perasaan bahwa seharusnya saya mencurahkan perhatian lebih banyak kepada kenalan yang sudah lebih akrab ...

Minggu, 03 Juli 2022

Mangkutak Alam

Nama ini unik juga ya, mengotakkan alam? Apakah menyiratkan kesan picik karena berpikir "inside the box"  atau mungkin maksudnya terbagi-bagi? Tapi bukankah terkadang itu juga perlu? 

Kaba Sabai nan Aluih adalah kisah girl with gun before it was cool, jauh mendahului tren komik amrik yang sepertinya kini fetish terhadap sosok cewek-cewek main senjata api ... 🔫

Disebut sebagai cerita rakyat, mungkin dari suatu peristiwa yang banyak digunjingkan orang di suatu masa dan Tulis Sutan Sati hanya menyadurnya ke dalam buku.

Ceritanya adalah tentang seorang gadis lemah lembut yang diwanti-wanti oleh ayahnya agar duduk manis menenun di rumah kecuali disuruh bepergian oleh orang tua. Namun, ia terpaksa angkat bedil karena ayahnya dibunuh oleh orang yang ditolak meminangnya.
Mangkutak Alam, adiknya tersayang yang dimanja orang tua, berkulit hitam legam karena asyik bermain layang-layang, dianggap pengecut karena tidak mau membantu membalaskan dendam sang ayah.
Benarkah?
Bukannya tindakan Sabai itu emosional impulsif dan berbahaya, tanpa perhitungan, serta main hakim sendiri? Mengapa tidak melapor dan menyerahkannya kepada pihak berwenang? Apakah Sabai tidak ditindak secara hukum begitu melakukan pembunuhan?
Menjadikan tindakan Sabai sebagai suri tauladan adalah bertentangan dengan Pancasila (?)
Tentu saja di masa itu bisa jadi lebih parah daripada sekarang, pihak berwenang tidak dapat diandalkan, pihak lawan punya harta dan kuasa, korban tak berdaya.
Rasanya tidak salah juga jika Mangkutak Alam berusaha menyelamatkan diri, tidak mau terhanyut dalam dendam, daripada mati konyol sia-sia ...
🤔

Kamis, 30 Juni 2022

Baca Komik Gila

Melanjutkan acara baca komik ronde 1-4 dan ronde 5-7.
(((Detoks webtoon))) bulan ini agak tersendat karena yang punya komik kembali menghantu, mungkin sedang hikikomori. Setidaknya dengan demikian jadi ada waktu luang untuk mengecek informasi sana-sini.



Ronde kedelapan


Dipinjami komik yang sampulnya tidak boleh tampak kayak komik. Kenapa harus begitu, ya? Apakah pengarang komiknya juga menganut diskriminasi tentang apa yang tergolong gambar komik?

Isinya selusin episode tentang jaringan internasional beranggotakan 1001 ahli panggilan, tukang beberes dampak perang dingin macam percobaan senjata terbengkalai yang mengancam umat manusia 🏹

Ide cerita lumayan beragam dan cemerlang dengan visi teknologi masa depan, teknik pewarnaan bagus, beberapa episode digambar dengan mewah 🎨

Tokoh utamanya cewek gagah pemimpin misi dan cewek canggih pusat komando pertukaran informasi di balik layar. Sebagian ahli lain cewek juga. Namun, entah kenapa seolah jenis kelamin hanya tempelan, sementara cara penyelamatan tetap diselesaikan dengan pistol dan kekerasan. Intinya saya tidak merasa terwakili 👩🏽‍💻

Ketika saya coba mencari resensi yang mendukung pendapat ini, kebanyakan cuma mengeluhkan pembingkaian yang kurang memberi ruang untuk pendalaman watak. Ya mungkin memang ada masalah itu, tapi saya rasa untuk perwatakan dua tokoh utama sudah cukup dijelajahi dengan saksama.

Terkaget-kaget saya malah menemukan liputan modus operandi "adult grooming" oleh sang pengarang terhadap ratusan perempuan muda putus asa (dan beberapa pihak nonbiner yang menampilkan diri sebagai perempuan) peserta forum daring internasional yang dia kelola 🙀

Testimoni dari sebagian korban bisa dicek di situs somanyofus.com.
Mereka diulurkan persahabatan dan dukungan, didengarkan curhat, dipromosikan karya, dijadikan tokoh komik, tapi di sisi lain dirayu dengan kosakata yang itu-itu saja agar merasa istimewa sehingga merasa berkewajiban untuk rutin kirim foto seksi, bahkan kalau sempat ketemuan diajak mengamar bergantian secara rahasia tanpa saling tahu satu sama lain. Kadang-kadang dia mencela diri sendiri, berbohong mengenai status hubungan pribadinya, dan mengaku tidak berdaya dan kecanduan akan pesona korban, membuat korban merasa kasihan dan bersedia menuruti permintaannya. Begitu dipertanyakan, atau tidak dipatuhi, dihukum dengan menahan perhatian. Begitu mereka mulai mandiri atau ada korban baru menyita perhatian, kontak pun dihentikan dengan kejam ✂️

Konon praktik ini telah berlangsung 20an tahun namun baru terkuak pada Juni 2020 seiring maraknya gerakan #metoo ... atau mungkin berkat pandemi para korban berkesempatan merenung dan kepo satu sama lain 🛰️

Sotoy lah saya beranggapan pantasan, penokohan terasa janggal pastinya ada suatu kemunafikan ...
Tapi naif kalau menyimpulkan dari satu miniseri. Sayang belum pernah baca/dengar satu pun komik dia lainnya, sama sekali lepas dari radar saya 📡

Apakah perilakunya berpengaruh terhadap pengolahan perwatakan perempuan dalam karyanya yang lain?

Para korban bilang mereka bukan mau memboikot WE, karena karya-karya WE juga melibatkan banyak pihak penggambar, pewarna, penata huruf, penyunting, penerbit, dll. Lebih daripada itu, mereka mau mengubah sistem industri komik ataupun lingkungan lainnya yang membuat para korban menjadi rentan sementara orang macam ini bisa aman menerapkan modus operandi seperti itu selama berpuluh tahun.

P.S. Pembuat sampul komik ini, yang juga merupakan pengarang komik yang saya ulas pada ronde 3 dan 4, sepertinya salah satu murid dari pengarang komik yang ini dan ternyata sebelumnya juga pernah dilaporkan melakukan pelecehan juga, entah karena mencoba ikut-ikutan gurunya atau memang dari sananya sekufu ...

Bagaimana memisahkan penilaian terhadap pengarang dari karyanya ketika terjadi pertentangan gagasan dan cara pandang yang disiratkan dalam karya dengan tindak-tanduknya secara pribadi? 🤔

Dunia komik Amrik sungguh gila

(FB IG) #bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Kamis, 23 Juni 2022

Esok tak pernah Mati


Gambar ini saya corat-coret dengan bolpoin pilot biasa, seperempat abad yang lalu saat masih remaja culun galau, pelampiasan sehabis mampus ujian Matematika yang susah muntah di sekolah bahasa persiapan kuliah. Meniru foto yang kebetulan muncul di sampul majalah yang tersedia di ruang santai, lalu saya pajang di depan pintu kamar untuk menyombongkan ke teman-teman seasrama 🖊️🖼️ 
Bukan selera secara khusus, hanya saja waktu masih balita, saya sering dibangunkan nenek tengah malam untuk menemani beliau menonton serial yang dibintangi orang ini, katanya mirip dengan paman saya (mungkin karena televisinya buram bersemut di masa itu 🖥️🐜😹) 
Berhubung pemerannya sedang naik daun, wajahnya dianggap sebagai standar ras arus utama holiwut masa itu yang seputar WASP. Atas saran teman-teman asrama, selanjutnya saya berusaha menggambar tokoh-tokoh ras lain yang dari Asia-Afrika (tapi ujungnya masih arus utama juga 🙈🎦🎭)  (FB)

I doodled this with Pilot ballpoint pen a quarter-century ago, back when I was still an anxious innocent (?) teenager, to overcome an existensial crisis after a disastrous vomit-inducing Math exam just around summer solstice at the college preparatory Japanese language school. I imitated a photo on a magazine cover available in the lounge then installed the drawing at the door of my dormitory room to brag off to my neighbors 
He was a favorite of my grandmother who used to wake me up around midnight when I was still a toddler, to accompany her to watch the tv series starring this person as she thought his face was similar to my uncle (maybe because the television was blurry at that time) 
Move forward to my prep days his fame was on the rise, becoming standard of the mainstream WASP race, so on the suggestion of my dorm mates, the next project I tried to diverse by drawing other prominent figures from Asia-Africa background for a challenge (but in the end they were still mainstream too, weren't they) 


Hari berikutnya, seorang tetangga asrama dari Hungaria menyelipkan kliping koran bergambar orang ini dari dompetnya (?) meminta saya menggambarnya. Ukurannya lebih kecil dari telapak tangan saya ✋💂   
Kali ini, saya tidak akrab dengan raut wajahnya karena belum mengikuti serial televisi yang dia bintangi. Saya berjuang untuk menelusuri ikal rambut, lengkung alis, cibiran bibir, dan kemudian menyerah pada kerut dahi. Ternyata saya belum menguasai seni wajah cemberut 😾🎨 
Saya menganggap ini belum selesai karena saya hanya menggambarnya dengan pensil keras pucat dan masih belum puas dengan kerutannya. Sungguh tersiksa untuk mengakui kepada tetangga kamar saya bahwa saya tidak mampu memenuhi permintaannya 🙈😿  
Untungnya kamera masa kini membuat garisnya cukup gelap untuk terlihat rapi sekarang 📷📝  (FB

The next day, one dearly neighbor slipped a small newspaper clipping of this guy from her wallet (?) to my hand and asked me to draw him. The picture was smaller than my tiny palm 
This time, I was not familiar with his features since I have not watched any of his series at all. I struggled to comprehend the frizzy hair, the curly eyebrows, the sneering lips, and then gave up at the wrinkling forehead. Apparently I haven't mastered the art of frowning  
I considered this unfinished since I only drew it with a pale hard pencil and was still not satisfied with the frown. It was tormenting to admit to her that I could not fulfill her request  
Fortunately the camera made the lines dark enough to be presentable today 

Beberapa bulan kemudian, karena sudah mulai adaptasi menonton drama Jepang, saya mengenal yang ini. 
Menurut keluarga asuh saya saat itu, dia ini orang paling beken sekampung. Jadi terdorong untuk bikin ini buat pajangan pengusir nyamuk menggantikan babang jimbong di depan pintu asrama. 
Mengarsirnya jauh lebih santai, masih sempat hupas-hapus di tengah suasana syahdu menyambut musim gugur 🍁🍂 
Lalu pernah dipakai untuk pengamatan golden section di kelas pengantar gambar teknik ✍🏾📐 
Saya sangka ketinggalan di lab sebelum pulang, ternyata terselip belasan tahun di antara berkas-berkas administrasi. Sudah bulukan akibat panas dan lembap 😿🌦️ 
Gara-gara ucing saya si Kumi mau lahiran sebelum lebaran 2019 saya membongkar kardus, terpaksa isinya disortir, eh ketemu deh. Bayi-bayinya jadi harus dinamai Kimu, Muta, & Taku 🐈🌟 (IG)

A few months later, because I started watching Japanese drama adaptations, I got to know this one.
According to my host family at the time, he was the most famous person in the country. So I was compelled to make this for a mosquito repellent display to replace uncle jimbong in front of the dorm door. 
I was more relaxed hatching this, with enough time to erase and replace in the midst of the serene atmosphere of welcoming autumn   
Then it was used for observing the golden section in the introductory engineering drawing class  
I thought I left it in the lab before going home, but turned out it was tucked for a dozen years in between the administrative files, feathered due to heat and humidity   ️
Because my cat Kumi was about to give birth before Eid of 2019, I unpacked a cardboard box, I found this when sorting the contents. The babies then have to be named Kimu, Muta & Taku 


#ballpointpendrawing #gambarbolpen #pencildrawing #gambarpensil 
#piercebrosnan #jamesbond007 #remingtonsteele 
#theworldisnotenough #tomorrowneverdies
#willsmith #thefreshprinceofbelair #kimutaku #kimuratakuya #takuyakimura 
#collegeprep #sketsawajah #coratcoret #portraitsketch #sketsapotret
#スケッチ #ペンシルスケッチ #鉛筆画 #鉛筆スケッチ 
#ペンスケッチ #ボールペンスケッチ #筆画 #ボールペン画
 #顔でかい #似顔絵 #人物画 
#ピアースブロスナン #ウィル・スミス #キムタク #木村拓哉