Sabtu, 29 November 2014

Semarak Minang Bersoda

Onde mandeh ... Baa pulo rang awak ko ...
Pasanglah sakalian tungku randang jo piriang2 dendeng balado ...
Kegagalan hreatipitas ... ??? OMGWTHDNA


NATIONAL COSTUME MISS EARTH INDONESIA 2014Kostum nasional “The Glory of Sparkling Minang” yang dikenakan oleh Annisa...
Dikirim oleh Indonesian Pageants pada Senin, 24 November 2014


KOMENTAR DUNSANAK SADONYO

  • Puti nan baduri...???
  • Iyo bana rang awak tu? ... Indak malu nyo?
  • Seram ... Sieun ... Yaiks ... tatutt ...
  • Kayak monster ... Maleficent atau Cruella de Vil versi minang
  • Bisa buat kouhaku uta gassen iniii

  • Indak barek jam gadang di kapalo?
  • Bentar lagi jadi Leher beton.. Ngalahin mike tyson ...
  • Mirip menara Sauron ya?
  • Kayaknya bakal sakit ketusuk2 gonjongnya di sana sini :)))
  • Kan gak mesti bagonjong, atap kajang padati lebih vernakular ...

  • Songketnyo cabiak, tarompahnyo sirah, jam gadang batenggek
  • Manga lo paha pamer2 cando iko. Mambangkik batang tarandam
  • Benar-benar memahami spirite urang awak tuh designernya *sigh
  • Duh... Arwah Tuanku Imam Bonjol bisa bangkit dari kubur nih
  • Misi mendangkalkan filosofi baju kuruang padusi islami.

  • Moderennyooo... iyo. Tapi ... Apo indak marah rang minang ??????
  • Pakai istilah sekarang ... "gak segitunya kaleeeee ..."
  • Kok urg kampuang pasti indak mangarati bantuak koh...
  • Perancang tu ingin manunjuakkan rancaknyo tanun Silungkang ...
  • Sayang kreativitas indak manenggang budaya urang Minang...

Sabtu, 08 November 2014

Ada Apa dengan Rangga?

Terus, salah LINE? Salah teman-teman LINE?
Ada apa dengan Rangga setelah 12 tahun berlalu?
Ada apa dengan banyaknya jam tangan, jam meja, dan jam dinding yang menumpuk di berbagai sudut kamarnya?
Lho, itu Rangga, Anis Matta, atau Moeldoko???



Cowok semacam Rangga berserakan di sekitar saya, walaupun bisa jadi makhluk langka di sekitar cewek sosialita semacam Cinta. Itulah sebabnya, jangan-jangan hanya saya yang menemukan perubahan watak dalam iklan ini. Bahkan, Cinta pun mungkin tidak menyadarinya.

Rangga kan tipe pujangga gaul jadul yang bakal rajin berkirim surat panjang bersambung mingguan, atau sekepepetnya tetaplah rutin melayangkan barang selembar kartu pos bergambar setiap bulan. Kalau gak sanggup telepon, masa sih gak sempat sekali pun menghubungi via irc, ym, fs, mp, fb, skype ...? Banyak cara untuk berhubungan jarak jauh, asal niat mah. Menonton kesehariannya, toh dia bukan cowok galau tak berdaya seperti tokoh-tokoh di film-film Wong Kar-wai atau Shinkai Makoto.

Andaipun hilang kontak, dibuat heboh dong latar belakangnya, misalkan sempat AWOL gara-gara blusukan ke pelosok Afrika, atau gak usah jauhlah, cukup kehabisan ongkos perahu di sungai rimba Kalimantan, secara lumayan nasionalis dia. Atau yang lebih ekstrem, diciduk gara-gara kegiatan politik seperti napak tilas jejak Saman, kek gitu. Ini kok malah kandas menjadi pebisnis global alay sok sibuk jeprat-jepret kamera géjé, yang entah bagaimana tetap terpenjara oleh ruang dan waktu???

Masa coba, sudah usia segitu (dengan asumsi jenjang karier segono) dia mampir ke Jakarta hanya dua hari, nggak ambil libur tambahan. Lalu, kok cuma kirim sebaris pesan, dan jinak menanti di bandara. Mana bandaranya malah di Korea pula??? Benarkah kecengannya telanjur pindah ke Bekasi, sampai segitu berat untuk langsung tancap naik ojeg ketok rumah, bawa sogokan oleh-oleh coklat bekal sungkem ke mantan bakal calon mertua? Apakah uang saku keburu habis buat koleksi aneka ragam jam di atas?

Bahwa si Cinta masih ngupi-ngupi cantik dengan teman SMA itu-itu juga, bisalah dimaklumi. Walaupun demikian, setidaknya saya sempat berharap agar pengalaman positif berekskul mading mengantarkannya bukan sekadar jadi pegawai kantoran chic yang duduk manis berdandan apik di balik meja, melainkan terjun ke kegiatan kreatif inovatif dinamis beredar menjangkau masyarakat di lapangan, dengan mobilitas yang jauh lebih tinggi daripada hak sepatunya.

Namun apa hendak dikata, dalam selisih satu purnama, Cinta kepalang jadi menantu keluarga mafia pengusaha konglomerat dan kini sudah beranak dua.
Sementara itu, Rangga menikah dengan anak seorang politisi gagal, mengambil gelar Doktor di Eropa, terus narsis-narsisan bikin film sama istrinya sebelum pulang ke Jogja, dan baru kemarin, mobil mertuanya ditembak?! #eh
(Ahaha paciweuh, memangnya ini film aksi mata-mata apa ya ...)

Terlepas dari sisi populer cerita cinta SMA, AADC adalah tonggak sejarah perfilman nasional berlatar semangat pascareformasi, yang berupaya menggugah remaja untuk lebih prihatin terhadap keadaan masyarakat sekeliling. Namun, melalui iklan ini, tampak jelas suatu kegagalan.
Betapa Rangga, mewakili generasi kita, generasi AADC, meninggalkan masa muda kekiri-kirian, terhempas menjadi sekadar kelas menengah ngéhé budak konsumtivisme... ??? MARI MELAWAN LUPA


Rabu, 27 Agustus 2014

Tiga kesempatan, tiga perjumpaan ・「三期三会」

(Maksudnya pelesetan Ichi Go, Ichi E ...
Euh tapi dibaca apa ya? mitsugo mitsue atau sanki sankai? 8|)

Kebetulan kemarin ini kebagian jadwal mengamen di tiga sesi, kepergok tiga kenalan lama yang tidak disangka-sangka.


  1. Pagi-pagi di antara tamu-tamu, kok ada yang cengar-cengir menyapa. Saya melongo saja, lah siapa pula ini? Padahal, dia ternyata senior yang memang sudah lama saya kontak melalui FB kalau-kalau suatu saat punya kegiatan yang nyambung. Sialnya, saya sama sekali gak hafal tampangnya karena orangnya jarang pasang foto narsis. Baru menyadari setelah pembawa acara menyebutkan namanya. Duh, sungguh malu banget.
    Ah, baiklah perlu dicatat... JANGAN sekali-kali lagi SKSD sok kenal sok dekat sebelum sempat ngopi darat. Atau setidaknya, kebagian pas foto dulu lah ya.

  2. Siang-siang pindah ke tujuan berikutnya, melewati segerombolan makhluk berseragam yang sedang bersandar di pagar beranda. Ujug-ujug ada yang menyapa lirih, "MBAK Kanti?" Lah siapa pula anak sekolahan berondong di pelosok kota ini yang bisa-bisanya mengenal saya? Eeeh bayi tetangga semasa kuliah yang dulu saya asuh, cubit-cubit, kejar-kejar, keloni, kini telah menjadi seorang remaja SMA ganteng! Dan bisa-bisanya berpapasan tanpa sengaja! Waaah...
    Tapi hei ujang, jang, coba itu ya, secara saya sama sekali bukan mbak-mbak, tapi BIBI KANTI gitu loh! Tanteu! XD

  3. Keesokan harinya, salah satu pendamping tamu ternyata adalah teman nongkrong bergadangan minum kopi nonton bioskop 10 tahun yang lalu! Tapi saya salami senyumi colek-colek di sela acara, kok dia malah kabur menghindar? Menghilang pula di setiap acara istirahat! Salah apa saya ya? Tanya teman-teman nongkrong yang lain yang masih terdampar di belahan bumi lain, katanya memang terakhir tiba-tiba dia menarik diri dari pergaulan, gak sudi lagi beramah-tamah. Berarti bukan persoalan pribadi dengan saya? Semoga tidak ada masalah khusus, yang penting syukurlah dia tampak sehat-sehat saja.


Rasanya, jadi ingin menyanyi ...
wasure nai yo tooku hanare te mo  忘れないよ 遠く離れても
mijikai hibi mo asai enishi mo  短い日々も 浅い縁も
wasure nai de watashi no koto yori  忘れないで 私のことより
anata no egao wo wasure nai de ...  あなたの笑顔を 忘れないで

Tak akan kulupakan, walau jauh terpisah
hari-hari yang singkat pun, ikatan yang dangkal pun
janganlah kaulupakan, daripada diriku
senyumanmu itu tolong, janganlah kaulupakan

Rabu, 02 Juli 2014

Tim Edward dan Tim Jacob

(1)
Dunia alay gonjang-ganjing oleh perseteruan antara dua tim fanatik.
Tim Edward mengagumi sosok penghisap darah berkepribadian misterius yang terkutuk namun gagah perkasa, cerdas, kaya-raya, dan mengendarai mobil mewah. Mereka tidak peduli ia pelaku KDRT atas nama cinta. Mereka percaya, sesungguhnya ia pemuda berhati mulia yang tabah menahan diri.
Tim Jacob meyakini bahwa pujaan mereka lebih hangat, lebih manusiawi daripada saingannya, dan membela kepentingan mereka tanpa pamrih sebagai sesama rakyat jelata. Mereka abai bahwa serigala sering dianggap rendah oleh sesama manusia sedangkan sejatinya adalah makhluk liar pengincar ternak yang tak bakal sanggup mereka jinakkan.
***
Selama kedua belah tim berseteru cakar-cakaran jambak-jambakan dengan sia-sia, tidak ada yang menyadari masalah paling mendasar, yakni bahwa sesungguhnya Bella itu hanyalah seorang cewek manja bodoh yang tidak terlalu penting untuk diperebutkan, sedangkan mereka telah terjebak dalam kisah rembang petang demokrasi omong kosong belaka.

Young Kim: New Moon


(2)
"Tapi Bella tidak bisa hidup tanpa Edward, masa kalian tega membiarkannya mati rindu, malah mendukung si anjing buduk?" tantang tim Edward kepada tim Jacob.
"Apa sih yang kalian lihat dalam diri lintah keparat itu? Makhluk gentayangan di balik kabut!" sanggah tim Jacob. "Mendekatinya berarti cari gara-gara dengan Volturi!"
Tim Edward terhenyak. Tidak ada seorang pun yang menyadari betapa Bella terpikat oleh Edward akibat hal remeh: menemukan suatu rahasia, bahwa sosoknya gemerlapan memantulkan pelangi jika terpapar sinar mentari.
***
Dan bumi pun perlahan ditelan kegelapan bulan baru.

(3)
Tim Edward menganggap Jacob sekadar keset kaki kumal yang terhampar di depan pintu untuk menjegalnya, sementara bagi tim Jacob, Edward bagaikan kucing porselin rapuh dengan cakar melambai-lambai yang dipajang di samping kasir, sekali tersenggol akan hancur berkeping-keping.
***
Dalam ketegangan yang semakin meningkat, tiba-tiba segelintir rombongan tim Jacob melolong-lolong menyayat hati ke arah sang rembulan jagung biru. Seakan-akan mereka juga turut menjelma menjadi gerombolan serigala yang terinjak-injak oleh ujung sepatu. Beberapa moncong yang paling bising di kalangan mereka menyenandungkan beredarnya desas-desus bahwa Jacob berbulu hitam, yang mereka tuduhkan dipicu oleh pihak tim Edward.
Para penonton pun saling berpandangan kebingungan... "Lho, lalu apa salahnya dia dibilang hitam? Bukankah namanya memang Jacob B-l-a-c-k?"
***
Suasana pun diperkeruh oleh gerhana yang dalam sesaat menelan sinar mentari ke dalam kelam yang mencekam.
(Catatan redaksi, untuk pengetahuan Anda: Berdasarkan bukti-bukti baik yang tercantum pada kartu jati diri kelompok serigala maupun pernyataan para saksi, warna bulu Jacob disebut sebagai cokelat karat.)


(4)
Menurut tim Jacob, Edward menyia-nyiakan seabad lebih keabadiannya hanya sebagai remaja kolot yang tidak pernah benar-benar beranjak dewasa. Dia hanya meniru-niru kharisma Gilbert Blythe, kebangsawanan Mr Darcy dan keangkuhan Mr Rochester, tanpa menebar daya tarik keCullenan yang asli.
Sementara bagi tim Edward, Jacob hanyalah domba karbitan agar menumbuhkan bulu-bulu serigala terlalu cepat dewasa akibat ancaman yang membayang-bayangi sukunya. Padahal, dia adalah bagian dari generasi yang kehilangan akar jati diri, buktinya namanya pun kebarat-baratan, bukan menggunakan bahasa Quileute lagi.
***
Diam-diam di pinggir tebing berbatu karang,
diiringi deburan ombak menggapai pantai,
Edward dan Jacob duduk bersulang,
memecahkan gelas biar ramai.
Mereka sepakat untuk mengambil dua jalan,
sebelah kanan dan sebelah kiri,
semata-mata demi mengecoh lawan,
menjaga Bella dari intaian Volturi.
Semua demi Bella, dan hanya Bella,
si cewek manja egois histeris tak tahu diri.
Tentang tingkah laku tim-tim masing-masing,
ternyata kedua alay itu sama sekali tidak peduli.
***
Dan fajar pun menyingsing menyibak hari.

(5)
Tim Jacob berlaku seolah-olah mereka telah menjadi bagian dari suku Quileute, memandang tim Edward sebagai pelanggar tapal batas yang harus segera diusir dari wilayah ini. Tim Edward pun berlaku layaknya keluarga Cullen, dengan serta-merta mengernyitkan hidung setiap ada tim Jacob lewat, seolah-olah mereka telah tertular bau khas yang menjijikkan. Apakah mereka siap berdamai ketika kisah ini tamat?
***
Dalam naskah aslinya, di akhir hayat Bella jelas-jelas memilih Edward sekaligus beserta keabadiannya. Kemudian, mereka berdua menerima Jacob sebagai calon menantu. Dari satu sisi, tampak semua berakhir bahagia. Namun belum tentu demikianlah pendapat pihak yang berada di sisi lain.
Jika sebaliknya Bella memutuskan untuk tidak tertarik menjadi bagian dari mayat hidup sehingga memilih Jacob, apakah mereka berdua bersedia menyambut Edward sebagai calon menantu?
Edward berumur panjang, namun apakah ia dapat hidup tanpa Bella? Apakah ia dapat menerima putri dari Jacob, dengan bau khas yang akan membuat hidungnya mengkerut, sebagai jodoh sepanjang hayat?
***
Berbagai pertanyaan akan muncul dari berbagai kemungkinan alur yang berbeda, selanjutnya terserah Anda. Kita hanya bisa menanti dan berharap agar karya para penggemar dapat menyinari kegelapan masa depan bagaikan mentari di tengah malam.

(Penafian: Untuk menghindari kesalahpahaman bahwa saya penggemar cerita sampah dengan tokoh bernama sama, dengan ini saya tegaskan bahwa judul di atas sesungguhnya dapat diganti dengan Tim Sasuke dan Tim Naruto.)

Kamis, 10 April 2014

Vandalisme Taman Vanda

Sebuah huruf yang bernilai penting -namun masih terdengar asing- itu lenyap, hanya beberapa hari setelah dipasang sebagai judul taman sejak awal tahun ini.
Taman Vanda @ Jalan Merdeka, pascavandalisme

Entah karena pitnah bahwa orang Sunda sentimen terhadap huruf V mewujud nyata, atau ada pejuang bahasa yang ingin menjunjung kosakata Indonesia, atau ada yang takut daerah ini salah disangka Kebun Binatang Langka...
Entah semata kegagalan konstruksi, atau ada yang bermaksud meloakkannya sebagai besi tua gara-gara kepepet secara ekonomi -sialnya hanya satu saja yang paling rapuh mudah tercerabut- atau sekadar alay-alay nekad pompa adrenalin dengan tantangan maksimal penggarongan terencana...
Entah barangkali memang kutukan nama bekas bioskop penuh kenangan itulah yang kebetulan terlalu mirip dengan istilah "vandal" (atau jangan-jangan tadinya di ujung memang ada huruf L yang juga ikut hilang)...

Ironis, letaknya tepat di pusat kota, delta pertigaan antara Bank Indonesia Jabar-Banten, Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, dan Balai Kota Bandung. Apalagi, taman ini direncanakan menjadi percontohan penataan taman Kota Bandung (PR) untuk dikelola oleh BI sebagai semacam taman tematik uang (Detik). Apakah ini pertanda dari apa yang akan terjadi dengan UANG RAKYAT Bandung, bisa raib tanpa jejak meskipun sudah berada dalam pengawasan segitiga strategis Bank Sentral, Polisi dan Pemda?

Yang mengherankan saya, kenapa sih semua taman harus dipasang judul mencrang berhuruf kapitalis begini? Menjiplak dari kota londo belah mananya hongkong tuh? Dan kenapa lebih heboh buang energi demi benda-benda pajangannya daripada mengatur jenis daun bunga umbi apa yang layak ditanam di sana? Saya sendiri diam-diam berharap ada yang mencabut semua judul taman di seluruh penjuru kota ini sekalian supaya dipertimbangkan ulang penataan dan perlambangannya. Masa orang Bandung ngga punya ide kreatif lain untuk menghias taman dengan sentuhan budaya khas milik sendiri?

Tampaknya warga Bandung masih salah kaprah dengan istilah "Kota Kreatif", sehingga yang ada malah menambah sampah bukannya menyelesaikan masalah (Baca: Kota Kreatif dan Ekonomi Kreatif -Marco Kusumawijaya). Beberapa bukti lain, walaupun meraih penghargaan Kemendagri sebagai kota terbaik sektor infrastruktur, masih banyak kebingungan seperti dalam pembangunan halteu-halteu di bawah ini.

@ Kolong Pasupati
@ Jalan Tamansari

Sabtu, 29 Maret 2014

Angin Terbit

"... Jepang ketinggalan teknologi 20 tahun, bikin pesawat keren-keren tapi untuk turun ke lapangan masih harus ditarik lembu..." -suatu saat sebelum Perang Dunia II-



Karya Miyazaki Hayao yang (untuk kesekian kalinya diaku) terakhir, Kaze Tachinu 「風たちぬ」 (The Wind Rises), mengisahkan tokoh nyata teladan beliau, Horikoshi Jiro (1903-1978), seorang pendesain pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero yang membuat Jepang percaya diri terjun ke medan perang.

Boleh dibilang semacam 'Habibie-Ainun' Jepang, a la animasi Ghibli tentunya, dengan latar sekitar 30 tahun lebih jadul, lengkap babak pergi studi banding ke Jerman dan dibumbui sepintas kisah kasih dengan istri tabah yang jatuh sakit... Tapi penuh khayalan ajaib dan proses ngoprek pesawatnya lebih banyak disorot.
Suara-suara mesin dan deru api kabarnya diolah dari suara manusia, sehingga gemanya menggetarkan kalbu huhuhu.
Sedang diputar di Blitz dalam bahasa Jepang terjemahan Inggris dan Indonesia, berharap versi sulih suara Inggris bisa turun juga ke 21 suatu saat nanti.

Btw kayaknya jarang lihat Miyazaki mengambil sudut pandang melintas horizontal begini, tumben ikut-ikutan gaya anaknya (atau Wes Anderson?)
Jarang juga melihat film Ghibli yang tokoh utamanya cowok, cewek-cewek hanya sampingan, dan tidak memunculkan monster-monster lucu seperti biasa.

Pesawat buatan Indonesia sendiri, mungkin ketinggalan berpuluh tahun lagi karena untuk membeli materialnya harus ditukar dengan berkarung-karung beras, eeeh itu pun sudah impor pula.

Minggu, 16 Maret 2014

Muslim Show ke Bandung

Komikus Perancis Le Muslim' Show yang telah mendunia lewat FB versi bahasa Inggrisnya, menyelenggarakan lokakarya di FSRD ITB serta bincang-bincang di Pasar Komik Bandung, dalam rangka mengusung penerbitan dua bukunya yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Beberapa kiat menarik:
  • Sebagai muslim harus lebih mengikuti akal, bukan rasa. Ada banyak cara mencari ide melalui berbagai media, tapi yang lebih penting adalah pengalaman sendiri. Lalu dipastikan kebenarannya, misalnya dibahas dengan ulama atau orang tepercaya.
  • Le Muslim Show bertujuan dakwah, komik hanya sebagai alat. Maka apa pun gaya gambarnya, baik gaya khas Perancis maupun terpengaruh manga Jepang layaknya anak zaman sekarang, bukan masalah. Persoalannya adalah bagaimana supaya pesan tersampaikan.
  • Keahlian Le Muslim' Show adalah cara mengungkapkan pesan melalui metafora, tanpa terlalu gamblang apa adanya, supaya gambar itu sendiri bisa menjelaskan melalui lambang, penanda warna, cerita dan perbandingan, kalau perlu sekalian dilebih-lebihkan (hiperbola), tanpa kesan sok tahu menggurui.
  • Setelah itu temukan 'punchline', kunci kelucuan, 'tukgling'nya, pelengkap untuk membuat pembaca mengerti apa yang ingin disampaikan.
  • Supaya nggak salah sasaran, pengarang harus menggambarkan dulu keseluruhan peristiwa, tapi lalu dihapus bagian tengahnya. Hasil yang disuguhkan ke pembaca cukup bagian awal dan akhir saja, biarkan pembaca mengkhayalkan apa yg terjadi di balik itu semua.
  • Mereka menciptakan komik ini bertiga, tapi bagi tugas masing-masing. Sang Abang Noredine yang mencari ide dan menyusun alur storyboard, Greg bule berjambul penggemar dragonball yang meninta dan menentukan keputusan akhir bentuk ilustrasinya, lalu si adik Karim mewarnai.
  • Greg ini non-muslim, dipekerjakan karena latar belakangnya memang resmi berpendidikan desain (sedangkan Allam bersaudara belajar otodidak) tapi merasa cocok bekerja sama dengan dua saudara ini karena kebetulan memang nyambung, di samping itu menurut dia kisah kehidupan muslim dalam komik ini cukup universal bisa dinikmati semua orang.
  • Hasil riset tentang ungkapan perasaan di seluruh dunia ternyata rata-rata sama, cukup digambarkan lewat perubahan mata dan bibir, walaupun bisa juga dipertegas dengan gerak-gerik tubuh keseluruhan. Kali ini sang trio mengambil tantangan menggambar enam macam ungkapan perasaan. Tapi mereka jadi bingung sendiri karena para peserta meminta contoh rumit, semacam galau, miris dll... Sungguh peserta yang kejam.

Pihak penerbit dari DAR Mizan menerangkan bahwa komik tentang muslim di Indonesia sebenarnya tidak asing lagi. Misalnya, sudah pernah terbit komik sindiran pedas karya Aji Prasetyo, Hidup itu Indah, dll. Menanggapi permintaan hadirin untuk menggambar tentang Islam Indonesia, rekan-rekan The Muslim Show menepisnya, karena perlu hidup 20 tahun di lokasi atau menikah dengan pribumi supaya bisa menangkap kelucuan sehari-hari yang ada. Komik tentang Indonesia, sebaiknya digambar oleh komikus lokal, pesan mereka.

Saya sendiri sempat menanyakan tentang bagaimana proses mereka menampilkan tokoh perempuan dalam komik ini, berhubung mereka bertiga laki-laki semua, apakah mengamati perempuan di sekeliling mereka atau ada informan khusus soal ini? Dan, bagaimana kedudukan perempuan dalam dunia profesi komikus Perancis?
Mereka menjawab, tentu saja mereka mendapatkan ilham lewat pergaulan dengan ibu, saudara, istri dan anak-anak mereka sendiri. Kaum perempuan dan laki-laki pada dasarnya mengalami tantangan yang sama sebagai muslim yang ingin menunjukkan identitas, bedanya sesuai jenis kelamin, perempuan bermasalah dalam berhijab, laki-laki bermasalah dalam menumbuhkan janggut, atau kedudukan dalam rumah tangga, namun di luar itu sama-sama kesulitan mencari tempat shalat, memilih makanan halal, misalnya.
Mengenai perempuan komikus, jangankan di Perancis, di seluruh Eropa saja hampir tidak ada, sementara komikus Muslim tidak sampai sepuluh orang. Namun seorang peserta meralat, ada beberapa komikus perempuan yang ia kenal di Jerman. Barangkali profesi komikus tidak menjanjikan bagi perempuan di Perancis? Atau ada semacam pernyataan sikap terkait feminisme? Hahaha. Menarik juga, sementara di Jepang ada generasi 24nen gumi sejak tahun 1970an sedangkan di Indonesia juga cukup banyak komikus perempuan.

Senin, 03 Maret 2014

Lahong dan Elai

Akhirnya jumpa lagi, buah langka yang didamba.
久しぶりに幻の珍果物。
At last I found the desired rare fruits once again.


Sepupu Durian. Ketika matang jalur belahan muncul sehingga mudah dibuka tanpa menggunakan pisau.
ドリアンの従弟達。成熟すると切断経路は表れて、ナイフも使用せずに簡単に開けることができる。
Cousins of Durian. When mature some pathway appears so that it is easily opened without a knife.

Lahong: kulit merah gelap, duri panjang runcing. Daging tipis tapi wanginya agak khas, eksotis. Tidak dibudidayakan, tumbuh liar di hutan.

ラホン:赤黒い皮、長くて尖った刺。果肉は薄いが、香りは典型的エキゾチックなもの。あまり耕作されなく、森の中に自生。

Lahong: Dark red skin, long pointed spines. The meat is thin but with more exotic fragrance. Not cultivated, grows wild in the forest.

...

Elai: warna daging jingga, duri kecil. Rasanya ajaib, manis sedikit asam, entah kenapa mengingatkan pada rasa dodol buah kesemek jepang.

ライ:果肉は橙色、刺が小さく。甘くて少し酸っぱい、不思議な味で、何となく日本の干柿を連想させる。

Elai: orange meat, small spines. Wonderful taste, slightly sour sweet, somehow remind me of the flavor of dried Japanese persimmon fruit.

...