Minggu, 31 Desember 2006

Qurban

Sebenarnya ada makna lain yang perlu direnungkan dari Idul Adha.
Asal-usul Bapak Umat Beriman, Ibrahim mengorbankan Ismail.

Bukan hanya di saat malaikat menggantikannya dengan biri-biri, tapi sudah sejak kelahirannya, Ismail telah dijauhkan bersama ibunda ke tanah gersang, yang untungnya memancarkan Zamzam.
Dan nasib yang berlanjut ke keturunan yang lain, ketika Yusuf putra Yaqub cucu Ishaq dibuang oleh saudara-saudara tirinya sampai tersasar ke Mesir.
Dan perseteruan berabad-abad antarpenganut agama samawi.
Perang Salib, Kolonialisme, Terorisme Modern, dst.

Semua berawal dari masalah poligami, baik rela maupun terpaksa.
Sarah dengan Hajar, Laia dengan Rahil.
Mudah namun sulit, rumit namun sangat sederhana.

Selasa, 12 Desember 2006

Dororo

Kalau Hinotori adalah karya Tezuka Osamu yang pertama saya kenal waktu balita melalui kartunnya Firebird 2772, Dororo adalah manga pertama beliau yang saya sempat baca lengkap, karena memang cuma beberapa jilid. Tamat? Tidak bisa dibilang begitu, karena memang bentuknya adalah babak-babak singkat. Dan akhir ceritanya belum menyelesaikan masalah, masih membuka kesempatan untuk melanjutkan petualangan setiap saat.

Dibandingkan karya lainnya yang sok ilmiah dan futuristik seperti Atom atau BlackJack, atau berlatar sejarah seperti Buddha dan Adolf, Dororo ini malah menggali cerita-cerita hantu. Bagi yang kenal Inuyasha, nah seperti itulah model ceritanya.

Tersebutlah seorang samurai mengadakan perjanjian dengan jin, menukar 48 anggota badan bayinya yang belum lahir dengan anugerah kemenangan dalam setiap perang kekuasaan terhadap seluruh Jepang.
Ketika menemukan bahwa putranya lahir kekurangan 48 anggota tubuh, sang ayah merasa malu dan mengalirkannya ke sungai. Beruntung, sang bayi diselamatkan oleh seorang ilmuwan yang merekayasa anggota tubuh palsu agar ia dapat hidup normal. Apalagi ternyata walaupun tidak punya pancaindra, ia justru memiliki indra keenam dan kekuatan luar biasa lainnya yang membuatnya dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Ketika beranjak dewasa, Hyakkimaru bertekad untuk mengalahkan keempatpuluh delapan jin untuk merebut kembali anggota tubuhnya, dan bertemu dengan seorang anak kecil yang mengaku sebagai pencuri terhebat se-Jepang. Bersama mereka menjelajahi negeri sambil memerangi penindasan yang ditimbulkan oleh berkat dari ke-48 jin tersebut.

Penggambaran cerita yang menggunakan konsep panggung tradisional Jepang, cukup menarik untuk disimak. Nah, ternyata manga ini besok-besok bakal difilmkan pula... Apakah konsep panggung tradisional itu tetap dipertahankan?

Rabu, 06 Desember 2006

Anak-anak Abad 20

Yang kemarin saya sebutkan sebagai salah satu manga musik...
Seharusnya juga saya sebutkan sebagai salah satu manga mikan... Tapi justru gak bisa, karena lambang kan (tamat) sudah dipasang di halaman terakhir 20th Century Boys, manga mutakhir Urasawa Naoki.

Jadi kabarnya, penamatan cerita misteri yang tiba-tiba April kemarin, dengan masih menyisakan banyak alur yang belum tersimpulkan, menimbulkan kegelisahan di kalangan penggemar fanatik manga ini. Disertai ucapan permisi bahwa pengarang akan menghilang sebentar, dan terima kasih telah mengikuti selama tujuh tahun, ditambah pula tulisan aneh yang membuat pembaca bertanya-tanya...

20cbkan

Nisennananen shinshun, saishuushoutoujou!!
(Hayaguchi kotoba desu. Sankai ittemimashou!)

Awal musim semi 2007, bab terakhir akan muncul!!
(Ini latihan silat lidah. Mari sebutkan tiga kali berturut-turut!)

Muncul teori-teori konspirasi:
  1. Ini hanya tindakan Urasawa mempermainkan pembaca.
  2. Urasawa kehabisan ide, sehingga ia meluangkan waktu untuk bersantai menyegarkan diri di bawah mentari tropis sambil memikirkan kelanjutannya matang-matang.
  3. Urasawa menyerah dan kabur, sehingga editornya meletakkan petunjuk tersamar bahwa cerita ini akan berlanjut untuk menenangkan pembaca, dan menambahkan keterangan latihan silat lidah agar itu bisa dijadikan dalih seandainya mereka tidak berhasil menangkap Urasawa demi menamatkan cerita.

Namun di tengah kehebohan museum manga beberapa hari terakhir ini, beliau justru muncul dalam bincang-bincang mengenai hubungan baik antara pengarang manga dengan editornya.
Bahwa betapa keberadaan editor sebagai seorang "produser" sangatlah vital terhadap lahirnya manga yang bagus dan berkelanjutan, dan bahwa hubungan Urasawa dengan sang editor sampai saat ini bisa dinilai cukup sukses...
Setidaknya dengan demikian, teori terakhir runtuh.
Mungkin saja "latihan silat lidah" tersebut dipersiapkan sebagai dalih, namun tentu adalah konspirasi bersama editor-pengarang.

Yang jelas, dengan semakin tegasnya janji bahwa memang mulai awal tahun depan "babak terakhir" yang sesungguhnya akan diterbitkan lagi, dan bahwa manga ini akan diproses sebagai...
FILM LAYAR LEBARRR!!! Tahun 2008!!! Bagian I...!
Otsch. Tentu saja aku semakin bersyukur bahwa aku bukan rocker...
Tapi berhubung produser dan stafnya adalah tim DN kemarin, jangan-jangan hanya setingkat DN...

tomodachi

Sinopsis... Hmmm, saking kerennnnnnya susah dah memilih kata...

Manga yang bersubjudul "Petualangan Sains Sungguhan" ini, mengambil panggung di 1997-2000 menjelang pergantian milenium, dengan alur mundur ke seputar masa kanak-kanak para tokohnya di sekitar tahun 1969-70 dilatarbelakangi saat-saat peluncuran Apollo 11 dan World Expo di Osaka, meloncat maju ke masa depan sekitar tahun 2014 menyambut World Expo 2015 dan kedatangan Paus, sampai digantikannya penanggalan masehi dengan penanggalan tomodachi sang "juru selamat" baru.

Tersebutlah hasil khayalan sekelompok kanak-kanak abad 20 yang bercita-cita menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran oleh robot raksasa dan virus berbahaya, ternyata diwujudkan secara terperinci di masa dewasa oleh salah seorang di antara teman sekelas yang mengetahui rahasia mereka, yang telah menjadi tokoh aliran kepercayaan baru yang berpengaruh besar di bidang politik, ekonomi, dan teknologi.
Menyadari bahwa semua keganjilan dan kekacauan yang muncul di seluruh dunia berawal dari permainan masa kecil mereka yang belum berakhir, mereka pun merasa bertanggung jawab.
Masing-masing meninggalkan keluarga demi angkat senjata melawan dengan segenap keterbatasan yang ada, sehingga malah dicap oleh masyarakat sebagai teroris kelas kakap, terpaksa melakukan gerakan bawah tanah bersama para tunawisma dan mafia, dan tabah mengalami kegagalan yang bertubi-tubi, terus berjuang biarpun sudah menjadi gaek-gaek.

Catatan: World Expo Osaka 1970 benar-benar ada, namun selanjutnya telah diadakan lagi World Expo Aichi 2005 tahun lalu... Yang ini tidak disinggung sama sekali ya.
Kelompok kepercayaan yang aneh-aneh model begitu memang banyak jenisnya di Jepang, tapi Indonesia juga tidak kalah aneh, ada kelompok Eden misalnya.
Virus-virus berbahaya memang sedang menyebar di masa pergantian milenium ini, entah AIDS lah, flu burung lah, jangan-jangan konspirasi tomodachi benar-benar ada.
Istilah tomodachi, di Jepang tampaknya lebih dalam daripada sekedar teman biasa. Lebih berarti sahabat akrab. Komik ini cukup teliti mengupas masalah persahabatan, menyinggung tindak penggencetan, dan berbagai hubungan masa kanak-kanak yang berlanjut pengaruhnya ke kehidupan di masa dewasa.

nijusseikishonen

Kamis, 30 November 2006

Museum Peradaban Manga

Universitas Seika di Kyoto, pelopor berdirinya fakultas khusus manga (Fakultas Seni Komik dan Kartun) pada awal tahun ajaran 2006, kini meluncurkan gebrakan baru: Kyoto Kokusai Manga Myuujiam... alias Museum Internasional Manga Kyoto.

kyotommMuseum ini didirikan di belakang Balai Kota Kyoto, di atas bekas SD Tatsuike, dan diresmikan sejak beberapa hari yang lalu.
Sebagai pembuka, kini sedang diselenggarakan Pameran Manga Dunia: Terjemahan berbagai bahasa tampil di sana.

Kemudian, pada akhir tahun akan diadakan simposium kolaborasi mengenai "manga dan antropologi"...

Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo pun, memandang manga sebagai media komunikasi yang efektif terhadap anak-anak Jepang, sehingga minggu ini beliau memutuskan untuk segera menyebarluaskan kampanye anti penggencetan (ijime/bullying) melalui iklan layanan masyarakat di majalah-majalah shonen/shojo manga.

Manga kini tak sudi dianggap sekadar subkultur (budaya sampingan).
Manga sudah menjadi suatu peradaban tersendiri, peradaban manga.
Agama baru...
Tapi kalau menenggelamkan diri ke sana, kantung duit pun apes, hiks. Terasa betul bagi saya jaring candu yang disebarkan oleh mereka. Tapi yah, seni mana sih sebenarnya yang tidak komersial?


Kyoto Seika telah lama menjadi deret terdepan riset manga di lingkungan akademis. Pada tahun 1973 didirikan kelas manga di dalam sekolah desainnya, dan sejak tahun 2000 dibuka jurusan khusus manga yang kini berkembang menjadi fakultas tersendiri. Fakultas Seni Komik dan Kartun di Kyoto Seika memiliki tiga sekolah. Jurusan Manga akan melatih mahasiswa menciptakan manga dengan satu cerita dan kerangka, mengamati ide satir, humor dan hiperbola. Jurusan Produksi Manga akan berfokus pada penulisan cerita asli untuk manga dan teori manga. Yang terakhir adalah Jurusan Animasi.
Menurut Rektor Kyoto Seika, Prof. Nakao Hajime, sangat perlu
"melawan asumsi bahwa manga itu bersifat anti-intelektual."

Beberapa universitas lain kini juga menyusul membahas manga secara sistematis dan akademis:
Universitas Seni Osaka membuka Jurusan Seni Penokohan Kreatif dengan profesor Koike Kazuo, Go Nagai pencipta Mazinger Z, dan Satonaka Machiko pengarang shojo manga tahun 70-an.
April 2005 Universitas Desain Takara membentuk Sekolah Muatan Media dengan fokus film, animasi, dan game. Profesornya adalah Matsumoto Reiji pengarang Uchuu Senkan Yamato/Ginga Tetsudo 999 yang juga membuat animasi untuk band perancis Daftpunk.
Lalu Universitas Otemae meluncurkan mata kuliah manga&animasi, dengan profesor Monkey Punch, pencipta "Lupin generasi III"
yang sempat saya ikuti dialognya mengenai manga digital, dan cara kreatif pengambilan komposisi melalui jiplakan foto awan...


Beberapa museum manga yang tersebar di Jepang:
Dunia Tezuka Osamu (Perpustakaan dan Teater) di Kyoto
Museum Igarashi Yumiko (pengarang Candy-Candy) di Kurashiki
Museum Mizuki Shigeru di Sakaiminato
Museum Seni Manga di Akita
Gedung Akatsuka Fujio
Museum Memorial Yokoyama di Kochi
Museum Anpanman di Kochi
Museum Ghibli di Mitaka
Museum Animasi Suginami
Museum Gundam Bandai
Museum Ishinomori Shotaro di Miyagi

Selasa, 14 November 2006

Manga Musikal (Nodame, Nana)

Bagaimana dari orat-oret dua dimensi, lantunan bisa terdengar jelas?
Ternyata, cukup banyak juga manga yang berhasil mengangkat tema musik dengan baik dan menarik.

Nodame Cantabile

nodame
Shojo manga karya Ninomiya Tomoko yang sedang melambung saat ini. Telah terbit jilid 16.

chiakishinichiBerhubung desain grafisnya yang sepintas tampak cenderung biasa, saya belum pernah berminat menyentuhnya sampai sejak akhir tahun ini dihebohkan dalam drama musim gugur (Senin, 21.00, Fuji TV) dan animasi noitamina (Rabu, 24.45, Fuji TV).
Seluruh jilid masuk 25 besar buku terlaris di Jepang saat ini.

Menurut adik sepupu yang sangat menggemarinya, manga inilah yang mendorong dia berjuang untuk bisa memainkan piano dengan baik.

Karena penasaran terhadap manga ini, anak-anak muda pun kembali menyimak musik klasik, sehingga cd koleksi dari musik-musik klasik yang disebut di dalamnya turut ketiban rezeki.
Dan setelah saya baca-baca, hihihi memang lucu juga.
Chiaki Shinichi adalah seorang mahasiswa piano tahun terakhir yang berbakat luar biasa, ahli biola, dan bercita-cita menjadi konduktor kelas dunia, namun terpuruk suntuk di Jepang karena terhalang phobia pesawat dan laut. Selain itu, sikap egois dan sok pintar sendiri, membuatnya bermasalah dengan dosen dan rekan-rekannya.
Suatu peristiwa dalam keputusasaan membuatnya dikejar-kejar oleh Noda Megumi, seorang gadis aneh dan jorok yang selalu mencuri makanan teman. Kamar kosnya yang kebetulan bertetangga dengan Chiaki, penuh timbunan sampah dan barang rongsokan tidak jelas. Jarang mandi pula...
Dia belum mampu membaca not balok langsung, namun dapat segera meniru musik yang ia dengar. Kekhasannya dalam memainkan piano membuat Chiaki terjerat tanpa dapat melepaskan diri...
Dimulai dari melakukan kegiatan relawan membersihkan kamar Nodame, berlanjut dengan memasakkan makan setiap malam...
Sepintas lalu terlihat rugi, namun justru berkat keterlibatannya dengan Nodamelah, Chiaki berhasil menyusun masa depannya, memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia, dan melawan phobianya menyeberang samudra...
Chiaki pun mengajak Nodame pergi menuntut ilmu bersama menggapai cita-cita ke pusat-pusat musik klasik Eropa.
Dan berkat Chiaki, Nodame pun mulai berdisiplin untuk menghadapi musik dengan sesungguhnya, menyelami pikiran masing-masing komponis, mempelajari harmoni alam semesta.
(Notabene, tokoh yang menarik di komik ini bagi saya tuh Kuroki-kun, pemain oboe yang seorkes dengan Chiaki dan sempat naksir Nodame. hanya saja, pakaiannya sehari-hari tidak keren...)

Kalau dipikir-pikir, masa sih bisa menampilkan musik sedemikian indah, jarang mandi? Tapi tampaknya itu normal, karena pernah saya ketemu kakek-kakek guru biola lulusan Jerman, hih dari jarak dua meter saja baunya berhembus... Jangan-jangan gaya seniman Eropa memang begitu???


NANA


nanahachiKarya Yazawa Ai ini juga telah terbit jilid 16.
Kalau Nodame adalah hit tahun ini, NANA adalah hit tahun lalu, dengan diluncurkannya film layar lebar pertama di musim panas. Eh, besok-besok (12/9) bakal ada film keduanya ding... Animasinya sedang diputar di NTV setiap Rabu pukul 23.55 (dakke?). Dan kini bahkan ada game PSP juga.

Dua gadis bernama sama dari latar belakang yang berbeda, bertemu di kereta menuju ibu kota, dan akhirnya menyewa kamar yang sama dibagi dua.

Ozaki Nana, cewek kewl yang betah bergaya Vivienne Westwood, turun mengadu nasib ke Tokyo demi menyetarakan harga dirinya di hadapan mantan kekasih yang telah terlebih dahulu tenar di belantika musik populer Jepang. Sesampainya di sana, ia menemukan dirinya terjerumus kembali pada sang kekasih sebelum meraih cita-cita, dan mulai terbayang-bayangi masa lalu keluarganya yang suram.
Komatsu Nana yang ceria tapi tak berpendirian, turun ke Tokyo demi mengejar kekasihnya yang akhirnya putus di tengah jalan. Ia pun mulai menjalani petualangan jatuh cinta dan patah hati susul-menyusul, sambil terlibat mendukung Nana yang satu lagi membangun kembali grup band punknya, Black Stones alias Blast, dan menemani mereka berlatih. Dengan sekejap ia menjadi favorit anggota grup tersebut yang mulai memanggilnya sebagai piaraan mereka, "Hachi".
Lika-liku komersialisasi dan birokrasi ternyata mulai memisahkan jalan hidup mereka satu sama lain, sampai akhirnya terjadi sebuah peristiwa pahit yang sangat menyedihkan...

(Nana = tujuh, Hachi = delapan)
Kalau Nodame menyorot musik klasik, NANA menyorot musik popular. Tapi inti ceritanya lebih ke masalah segala macam jenis saling ketergantungan antartokoh yang amat rumit, yang ternyata merupakan "candu"... Berkembang menjadi keinginan memiliki, kecemburuan yang berlebihan, persaingan ketat, pelampiasan dendam masa kecil, dan perasaan-perasaan tidak jelas lainnya. Bagaimana pengaruh semua ini terhadap lagu yang mereka luncurkan?


Das Fenster von Orpheus

(Orpheus no Mado - Jendela Orpheus)

orpheus no madoIni mah komik jadoel, tapi favorit banget.
Beberapa orang siswa sekolah musik Regensburg di pelosok Austria, saling berjumpa di sebuah jendela yang terkutuk Legenda Orpheus.
Mereka pun terlibat kasih tak sampai bersegi sekian belas dan peristiwa berdarah dalam sebuah keluarga ningrat Jerman yang ternyata berlanjut pada revolusi Rusia dan tragedi Romanov.

Dalam cerita dramatis karya Ikeda Riyoko (yang juga pengarang Rose of Versailles) ini, musik klasik menjadi latar belakang yang mengakar pada kehidupan para tokohnya, namun sorotan utamanya sih sejarah Eropa seputar awal abad 20.
(NB, Saya sempat cukup kecewa begitu menemukan kenyataan bahwa Jenderal Leonid Yuspov yang klimis tampan itu tokoh fiktif belaka, sedangkan pembunuh Rasputin sebenarnya adalah Alexandr Yuspov seorang bangsawan keren tapi brewokan...)


Itsumo Pocket ni Chopin


Ini komik jadoel juga, saya sendiri belum pernah lihat, tapi pernah disebutkan bahwa penggambaran adegan-adegannya membuat kita seakan mendengarkan Chopin secara langsung ketika membacanya.


BECK


Belum pernah baca, tampaknya tentang band juga.
Berhubung jilidnya sudah sekian puluh, dan banyak yang bilang bagus, barangkali patut dibaca.


20th Century Boys


endoukenjiHahaha, terlalu sempit kalau manga ini digolongkan ke dalam sekadar manga musikal, namun patut disebutkan karena judulnya saja jelas mengambil lagu rock T-Rex tahun 70an, dan dalam alurnya, sering muncul perumpamaan berbagai kejadian dengan sejarah musik rock. Woodstock, Janis Joplin, Jimi Hendrix, CSN&Y, CCR, The Rolling Stones, The Doors/Jim Morrison, Eric Clapton, Robert Johnson...

Tokoh utama komik ini adalah seorang satria bergitar Endou Kenji... Lagunya yang meniru Bob Dylan dan John Lennon sebagai Bob Lennon (via cesspit, versi sebelum gutalala sudalala):
Chikyuu no ue ni yoru ga kuru
Boku wa ima ieji wo isogu
Rainen no koto wo iu to oni ga warau tte iu nara
Waraitai dake warawasetokeba ii
Boku wa iitsuzukeru yo gonen saki juunen saki no koto wo
Gojuunen go mo kimi to koushite iru darou to


Apa tuh, katanya kebanyakan rocker meninggal pada usia 27?
Seandainya saya rocker, saya mati tahun ini dong... Haduh...

Friends says it's fine, friends says it's good
Everybody says it's just like Robin Hood
Fly like a plane, drive like a car, hold out your hand
Babe i'm gonna be your man
And it's plain to see you were meant for me, yeah
I'm your boy
Your twentieth century toy


Angklung


Kalau ini, proyek pencarian jati diri komik musik Indonesia.
Berminat membantu? Segera hubungi saya di bambumuda v(^-^)v



Kamis, 09 November 2006

Suikinchikamoku Dottenkororin

suiseiDari sejak kemarin teringat untuk mengecek matahari yang sedang mengalami transit Merkurius alias Hermes sang Dewa Gesit (bukan ceweknya densha otoko) alias sang Bintang Air (hih, bukannya gak ada air di sana?). Nongkrong deh di lantai atas bersama rimbunan tanaman yang berembun oleh sisa hujan tadi malam. Untungnya matahari muncul di sela awan, tapi masih buram.

Hiks, gak punya teropong memang gak praktis, yang penting mengikuti tatacara yang dicontohkan...

Yang penting sih menikmati detik-detiknya, seperti saat oposisi Mars 2003 kebetulan bertepatan dengan kegiatan kunjungan lab ke kepulauan Shikoku, sengaja menginap ramai-ramai di pondokan pengamatan bintang di pegunungan. Saat transit Venus 2004, kebetulan sedang beredar dengan ibunda keliling kota, melewati para astronom amatiran.
Akhir-akhir ini agak sensitif terhadap kegiatan planet-planetan, gara-gara heboh Pluto dan para "planet kerdil" baru (Ceres, Eris dkk), kemudian pameran gambar-gambar menarik Saturnus dari ekspedisi Cassini-Huygens dengan cincin-cincin terbarunya...

dosei
Ngomong-ngomong, kan dalam astrologi (?!!?) sang Planet Tanah ini berpengaruh pada bulan Januari (Janus pun didaulat menjadi nama bulannya Saturnus), nah berdasarkan "rokuseisenjutsu" alias ramalan enam bintang, ternyata aku juga masuk kategori makhluk Saturnus!!!

Saturnus alias Cronos, lambang pembatasan dan keterbatasan...
Ciri-ciri makhluk Saturnus: tinggal dalam dunia pikiran dengan idealisme tinggi, bernasib tak mampu mengakrabkan dengan dunia nyata. Hidup bersih dan penuh rasa keadilan, dan lebih menghargai ketenaran daripada kepraktisan.
Istilah baiknya, risoushugisha alias "idealis".
Istilah buruknya, yuigadokuson alias "mau benar sendiri".


Entah bagaimana mencocokkannya, apakah dari perhitungan di atas atau melalui cara lain, ceritanya yang juga bernasib menjadi makhluk Saturnus itu kan duo unmeikyoudoutai Tsukushi dan Tsukasa. Kebetulan Hana yori Dango ternyata laris manis komiknya terutama dengan tambahan kesimpulan gak penting sebanyak 50 halaman, sementara Januari tahun depan bakal tayang sekuel dramanya, haaa kangen dan penasaran juga sama mereka, apalagi karena musim pertama ternyata jauh lebih menarik dari yang diperkirakan semula. Hmmm, MatsuJun memang lucu.
Tapi, ingat liontin Saturnus yang noraknya gak ketulungan itu? Seiring bom HyD, tampaknya mulai dijual juga. Walaupun sebagai sesama makhluk seplanet, diberi gratisan pun aku gak sudi. Mungkin masih mending kalung meteor yang versi Taiwan.
(Ngomong-ngomong soal meteor, hujan Leonid tahun ini gak kelihatan lagi dari sini ya. Huah sudah lama tidak menikmatinya...)

Keterangan judul:
Sui= Air (水星= Merkurius)
Kin= Emas (金星= Venus)
Chi= Bumi (地球= Bumi)
Ka= Api (火星= Mars)
Moku= Pohon (木星= Yupiter)
Do= Tanah (土星= Saturnus)
Tenkororin= apa ya? Bintik warna-warni? (点コロリン=...)
Lanjutan seharusnya:
TenOu= Raja Langit (天王星= Uranus)
KaiOu= Raja Laut (海王星= Neptunus)
MeiOu= Raja Bawah Tanah (冥王星= Pluto)

まあ、とにかく、寝言は寝ているときに言うもんであって、起きてる時に言うのは寝言じゃないわけだから、寝言なら、起きてる時に言ってもいいけど、寝言じゃないなら、起きてる時に言う。。。もんであって、起きてる時に言うことは、寝てないから。。。つまり、寝言はラム睡眠の最中に言うんだよ! (Masih ngantuk pun...)

Selasa, 31 Oktober 2006

mBahJack dalam kotak ・びっくり箱

Jack-in-the-Box, kotak musik mainan yang kalau tutupnya dibuka, akan muncul boneka badut meloncat mengejutkan kita.

Menurut sebuah sumber yang tak dapat dipercaya, ternyata mainan satu ini punya sejarah berdarah juga, bahwa 'Jack' adalah istilah untuk budak kulit hitam, ketika melarikan diri, ditangkap ke dalam kotak. Anak-anak nakal akan menusuk-nusukkan kayu ke celahnya, mengganggu sang budak sehingga berteriak meloncat keluar kotak.
Nah karena penggambaran budak kulit hitam punya masalah politik, maka dalam produksi mainannya diganti dengan badut lucu.

Ngomong-ngomong soal hitam, istilah yang cukup populer, selain permainan kartu bernilai 21 dan alias untuk tokoh sejarah tertentu, yang teringat adalah Black Jack, manga mengenai Hazama Kuroo si "bajak dokter", adikarya Tezuka Osamu. Dilanjutkan oleh putra beliau, tayangan animasi versi abad 21-nya baru berakhir bulan lalu.




Kembali ke jack-in-the-box, Ada lagi teori bahwa yang meloncat ke luar kotak adalah kelinci liar (Jack and Jill up in the hill).

Mungkin juga berhubungan dengan kisah nabi Zakharia yang bersembunyi di batang pohon ketika dikejar tentara Romawi, namun justru sebaliknya beliau malah diam-diam saja tabah tak bersuara bahkan ketika batang pohon itu digergaji, dan tak jelas juga apakah mayat beliau terbelah dua atau lenyap begitu saja.

Kenangan pribadi yang menyeramkan tentang Jack ini bukan pada kejutannya yang membuat jantung copot, melainkan ketika kecil membaca salah satu dongeng H.C. Andersen, ketika si Jack ini cemburu dan berusaha menghalangi kisah cinta Prajurit Timah pemberani berkaki satu dengan sang Balerina pujaannya.

jackschellingtonNgomong-ngomong soal seram, ternyata Jack-o-Lantern yang dipakai untuk hiasan lentera Haloween ternyata aslinya bukan dari labu, melainkan seharusnya dari lobak, dihubung-hubungkan dengan orang suci yang berhasil menangkap setan ke dalam sepatu bot, yah seperti pemburu hantu menangkap jin ke dalam botol pet.
Jack-o-lantern itu sendiri aslinya adalah sebutan untuk ignis fatuus, yang istilah lainnya foxfire, dan juga kebetulan FireFox2 sudah dirilis dua minggu lalu.

chiisanahakoKalau ini kebetulan yang lebih gak nyambung lagi: Termasuk jajaran buku terlaris minggu ini (diluar Nodame dan DN) adalah jibunno chiisana hako kara dasshutsu suru houho (cara keluar dari kotak kecil berupa diri sendiri), yang baru diterjemahkan dari buku Leadership and Self Deception: Getting Out of the Box oleh Arbinger Institute.

Dan ngomong-ngomong soal kotak, ganti ke soal tabung...
Beberapa hari sebelum lebaran kemarin, pihak media massa Jepang menuntut YouTube menghapus banyak tayangan bajakan yang melanggar hak cipta...
Hasilnya, video-video kegemaran, terutama parodi mBahJack tercerabut juga, dan balik dari liburan aku hanya bisa ternganga...
Et tu, YouTube?

jacksparrowintheboxLalu apa hubungannya antara Jack-in-the-box, Jack-o-lantern, Black Jack dan mBahJack Sparrow?
Entahlah.
Cuma kebetulan "bikkuribako" menjadi judul episode OP terbaru yang isinya memang mengejutkan, secara bertepatan tanggal Haloween, dan secara mBahJack adalah sesama pembajak yang baru dapat tempat di kotak kejutan berbentuk tong kayu.

Gaaah, yang jelas aku sedang perlu membahjack internet lagi.

Sabtu, 28 Oktober 2006

Jenseits von Gut und Böse

Lebaran-lebaran, diseret adik menonton The Departed.

Banyak resensi yang menyebutnya sebagai sekadar "berdasarkan" atau "terilhami dari" Infernal Affairs I-II-III (Mou Gaan Dou, 2002-2003).
Tapi melihat suasananya, yah, sudahlah polos saja bilang "remake".
Tentulah, apa gunanya beli hak cipta kalau dibeda-bedakan.

Alur cerita klimaks konfliknya, desain latar, semua sama lah. Sampai heran juga, apakah memang kantor polisi di mana-mana (setidaknya di Hongkong dan Boston) punya arsitektur yang persis???
Tapi rekomendasi aku dan adikku sih, wajib tonton dua-duanya...

Tentu saja ada pergeseran budaya yang terekam di sini.
TD didukung oleh jajaran aktor Hollywood kawakan yang hampir selalu hanya bermain di film sangat bagus (Jack Nicholson geto loh), sementara IA didukung oleh veteran-veteran Hongkong dengan jam terbang sangat tinggi, tak peduli filmnya bagus atau tidak.

infernal affairsthe departed

TD penuh dengan serif kata-kata sangat kasar, baik dalam ancaman maupun dalam gurauan, sementara IA, apakah mereka bicara kasar? Rasanya nggak ya? (Karena gak paham Mandarin, apa boleh buat).

TD agak memaksakan keholiwutan dengan memasang satu tokoh perempuan terlibat cinta segitiga, sementara IA lebih realistis, masing-masing tokoh utama lelaki punya urusan hidup yang terpisah, dan tokoh perempuan yang bertebaran cukup sebagai hiasan, tidak perlu terlalu terlibat dalam konflik utama.

TD mengangkat Colin Sullivan (Matt Damon) sebagai orang yang benar-benar menekankan kebohongan demi berpihak kepada penjahat dan Bill Costigan Jr (Leonardo diCaprio) sebagai polisi penyamar yang lelah dengan identitasnya, sementara IA mengangkat Ming Lau Kin (Andy Lau) sebagai orang yang sangat berusaha mempertahankan mukanya orang baik dan Yan Chan Wing (Tony Leung Chiu Wai) sebagai polisi penyamar yang agak bersimpati dengan lingkungan penyamarannya. Sepintas lalu sama saja, tapi entah bagaimana, penyelaman tokohnya terasa berbeda, dibandingkan TD, IA lebih terbaurkan dalam nuansa abu-abu...

TD dipadatkan plotnya sebagai satu film utuh dan menampilkan perkembangan yang cepat, sementara IA ditrilogikan sehingga hal-hal yang belum terjawab di film pertama dilengkapi di sekuel-sekuelnya, dan ketegangan saling mengintai kejar-mengejar serta hubungan batin antar tokohnya lebih tereksploitasi.
Demikian pula ending, TD menamatkan nyawa dengan puas, namun IA lebih menekankan kesengsaraan dalam panjangnya usia.

Seandainya Scorsese mengincar penghargaan melalui TD, maka IA mesti kebagian juga.

deathnote13Cerita berhadap-hadapannya dua tokoh kucing-kucingan seperti ini, mengingatkan kembali kepada manga DEATH NOTE, Light vs L...
Yang setelah film layar lebarnya menuai sukses bahkan di Hongkong (tempat produksi IA di atas tadi), sekuel keduanya "The Last Name" tayang di Jepang 3 November ini, dan telah turun pula seri animenya.
Saya sih masih tetap berpihak pada komik 12 jilid dengan 108 dentuman episode itu, cobalah baca.
Death Note How To Read 13, sebagai pelengkap, juga katanya sudah terbit minggu-minggu lalu.
***

Dan berhubung TD dan IA itu urusan mafia-mafiaan ala Godfather, kebetulan OP-Chibi episode Jinginai-Time baru tayang... Hihihi yang ini sih lucu gak penting, tapi sungguh menghibur sebagai tambahan. Selamat menonton.

Selasa, 17 Oktober 2006

Buta Hijau: Suntingan Ramadhan

(Kalau katanya, saat puasa orang melupakan lapar, itu bohong besar.
Buktinya, bagi saya, makanan melulu yang terkenang...)

Berikut adalah hidangan berbuka yang dapat dinikmati di Bandung dan sekitarnya.

う。 Es Cendol Elizabeth


cendolhijauEs cendol yang asalnya parkir di depan toko sepatu Elizabeth di Otista, kini beredar di setiap pelosok bandung dengan 'waralaba' yang sama: sebenarnya sih gak perlu waralaba resmi, cukup penyetaraan mutu saja. Dengan pewarna hijau daun suji asli, gula aren yang mantap, santan yang segar, dan dibubuhi sedikit serpihan buah nangka matang sebagai pewangi. Harganya Rp5000 (lima ribu rupiah) sekantung, bisa untuk 3 gelas.

Paling sering termakan saat Ramadhan, karena demi mempersiapkan dandanan hari raya, pastilah kita beredar di sekitar Alun-alun, Pasar Baru, dan Kebun Kelapa, dan selalu tergiur oleh makhluk satu ini.

ゐ。 Cincau Hijau


cingcauhijauBahasa Inggrisnya, "agar rumput". Lebih senang menyebutnya dalam bahasa Sunda, dengan g: "cingcau". Berbeda dari cingcau hitam, yang hijau ini dibuat cukup dari rendaman daun cingcau hijau, tidak perlu ditambah kanji dan abu. Tapi, karena tidak tahan lama, dan kekenyalannya mudah mencair kembali, cincau hijau ini jarang diperjualbelikan secara umum, hanya secara musiman bisa diperoleh di gerobak kaki lima yang parkir di pinggir jalan atau sekitar pasar.
Dihidangkan dengan santan encer dan peuyeum sampeu' alias tapai singkong, biasanya diberi gula berwarna merah gincu. Nah karena merah gincunya mencurigakan, saya selalu menolaknya dan cukup puas dengan manisnya peuyeum saja. Cingcau hijau ini berkhasiat menurunkan darah tinggi, dan sejuk untuk sariawan.

Secara pribadi sih, ini sebenarnya bukan hidangan berbuka, karena lebih sering dibeli siang hari setiap pulang sekolah di bawah terik mentari di persimpangan Jalan Batik Kumeli, masa SD-SMP-SMA. Kemudian akan disantap sebagai teman menonton Sesame Street... Hmmm nyammm. Saat itu harganya Rp500 (lima ratus rupiah, kalau sekarang naik sekitar tiga kali lipat jadi Rp1.500 (seribu lima ratus rupiah) seporsi. Jangan sudi beli di restoran, bisa-bisa naik lagi 10 kali lipat jadi Rp15.000! Keterlaluan.

の。 Bubur Kacang Hijau


buburkacangBiasa dicampur dengan pulut hitam, dimasak dengan gula merah, santan, dan daun pandan.
Sebenarnya sih ini makanan rutin penambah tenaga, minimal sekali seminggu pasti dihidangkan, dan dimasak sendiri. Tapi terutama awal-awal puasa, selama kios bubur yang sekaligus juga markas Maung Bandung/Viking Persib di sebelah lapangan bulutangkis dekat rumah masih buka tengah malam, lumayan tinggal beli, untuk memuaskan sahur. Selain itu abang penjualnya bertampang lucu sih, kalem agak bopeng dan berponi, seperti tokoh komik.

お。 Jus Alpukat


juspukatYang penting alpukatnya sendiri harus matang, empuk dan manis. Akhir-akhir ini sulit menemukan restoran yang menjual jus alpukat yang enak. Kebanyakan mereka menutup-nutupi keenceran atau kepahitan alpukat dengan menambahkan gula ataupun susu kental manis putih/coklat sebanyak-banyaknya. Yang bisa direkomendasikan, mungkin di kantin Seruni di RS Hasan Sadikin, diseruput setiap menjenguk siapa pun kenalan yang dirawat di sana.

く。 Putu Bambu


putubambuwKemunculannya tuh cukup misterius, karena disertai peluit uap tungku. Dibuat dari tepung dan gula jawa dijejalkan ke tabung bambu, dikukus di atas lubang uap dari kotak kaleng, lalu ditekan keluar dan ditimbuni kelapa parut di atas daun pisang.

Sempat suatu saat kesal menemukan, ada tukang putu goblok yang berani-beraninya mengganti tabung bambu dengan... pipa paralon. Untunglah, tukang-tukang putu yang dipanggil beberapa hari kemudian, tidak ada lagi yang ditemukan melakukan hal yang sama.
Selain itu juga ada putu ayu dan putu mayang, dengan bentuk yang lebih menarik. Putu ayu, mungkin tepungnya agak berbeda, kelapa parutnya dijejalkan juga ke cetakan, lalu gulanya sudah dicampur (???) Kalau putu mayang, dicetak seperti gulungan bihun halus-halus.

や。 Kue Semprong


semprongKue kering, dari adonan tipis digulung atau dilipat-lipat, dengan bumbu pisang dan wijen, biasa dijual di toko keripik berjajar dengan pisang sale.

(Tipisnya ini juga mengingatkan pada dadar gulung, yang duluuu waktu keciiiiil sekali, masa balita menjadi hidangan lebaran favorit yang bisa diperoleh di acara kumpul keluarga. Tapi sekarang, entah apakah karena yang dihidangkan sekarang nyaris tidak ada lagi yang berwarna alami, saya jadi kehilangan selera terhadap dadar gulung.)

ま。 Macchaaa!!!


macchaYang satu ini sih khas Jepang, terutama Kyoto-Uji. Teh hijau, bubuk. Pengalaman yang menarik mengenai upacara minum teh pernah saya ceritakan tahun lalu.
Rasanya memang pahit, apalagi sebelum meminumnya harus terlebih dahulu menelan wagashi (kue Jepang yang sangat manis), sehingga pertama kali mencoba harus siap-siap lidah dulu. Namun, meminjam istilahnya oom Nishikado Sojiro, 'sono nigasa ga ii no.' Seperti belajar tentang hidup.

Kalau sudah terbiasa, bisa mengatakan rasa ini enaaaaak dan segar.
Maccha di jepang biasa juga dipakai sebagai bumbu kue, seperti kastela, biskuit, puding, parfait, yatsuhashi, shiratama, dan lain-lain. Haagen Dazs adalah salah satu merek es krim yang menyediakan rasa maccha yang mantap.

Senin, 16 Oktober 2006

Obahan ・おばはん

Obahan, 「おばはん」 = adalah sebutan logat Kansai (daerah Jepang Barat: Kyoto, Osaka, Kobe, Nara, dll) bagi obasan (ibu-ibu, tante-tante) berusia setengah baya, biasanya mengandung konotasi tambahan. Mungkin kalau di-Indonesiakan, istilahnya menjadi "emak-emak" atau "inang-inang".

Maknanya bisa positif, bahwa mereka adalah ibu-ibu yang penuh semangat tinggi, lihai dalam urusan rumah tangga, aktif bersosialisasi, memberi perhatian penuh pada kebersihan lingkungan, dan hemat cermat...

Negatifnya, adalah bahwa terkadang mereka mengesalkan karena berperilaku kasar dalam menasihati orang, cenderung mau tahu urusan tetangga, hobi bergosip, memanfaatkan semua kesempatan yang gratisan, dan sering menawar semurah-murahnya karena pelit...

Mereka sering berwisata dalam kelompok, menikmati keramaian, dan 'menyingkirkan' siapa saja yang menghalangi jalan mereka...

Selain itu yang terkenal juga adalah selera 'fashion' mereka yang aneh. Dandanannya pasti, rambut mekar sengaja dikeriting. Untuk pakaian, zaman saya kuliah tuh yang sedang ngetrend di antara para obahan adalah... motif macan tutul. Entahlah bagaimana sekarang.

Kali ini tokoh-tokoh OP-Chibi tampil dalam perilaku dan tampang obahan yang lucu abis. Beruntung ada yang bela-belain menerjemahkan. Selamat menonton...

Sabtu, 07 Oktober 2006

Faerie Varth

Hmmm, bulan cemerlang sekali sejak maghrib tadi, mengalahkan daya tarik lampu neon semeriah apa pun. Rencananya mau melanjutkan cerita peri, namun suasana hati malah terlalu nyaman untuk diganggu gugat.

otukimi2Ngomong-ngomong ternyata bulan-bulanan bumi yang alami ada lagi satu, asteroid yang dinamakan Cruithne yang terperangkap gaya tarik bumi-bulan. Selain itu banyak lagi sampah angkasa artifisial yang mengitari bumi, sisa-sisa satelit atau roket rusak. Mungkinkah suatu saat mereka akan membesar dan membulat menjadi bulan kedua, ketiga dst?

Yang belum sempat saya ceritakan dari Expo 2005 tahun lalu, gerai Mitsubishi Miraikan dengan teater IFX-nya dan robot Wakamaru-nya menampilkan kisah bahwa "bila bulan tidak pernah ada", evolusi makhluk hidup terhambat, manusia tidak akan hidup saat ini dan dinosaurus akan masih menjajah bumi. Lah, itu kan cuma kalau percaya teori evolusi???

Manga Jepang sering sekali menjadikan bulan sebagai bulan-bulanan. Piccolo di DB menghancurkan bulan tanpa sisa agar Son Gohan tidak berubah menjadi gorila. Tetsuo di Akira melubangi bulan demi memperlihatkan kekuatannya mengganggu keseimbangan gaya berat. Mokuren dan Shion di BCM adalah dua makhluk luar angkasa sebesar kelingking yang berstasiun di bulan demi meneliti perilaku manusia bumi.

enermoonKini giliran bang Ener yang berhasil mendarat untuk mengadakan penjelajahan ke tanah tanpa batas yang dia idam-idamkan selama ini. Apa yang akan ia temukan di sana? Manusia liliput yang menggali lubang bawah tanah? Kelinci yang penuh pengorbanan? Ular naga?

Dulu waktu masih kecil, memandang bulan purnama selalu ingat cerita Chandrakirana-nya Ayip Rosyidi. Sekarang cukup ingat bang Ener saja lah. Semoga dia bisa hidup bahagia di Faerie Varth. Yahaha...

Jumat, 06 Oktober 2006

Asterix di Jepang (dan AS)

asterixdotcom

Walaupun sejak masa PD I telah memasang Jepang ke pihak antagonis, Tintin dan Snowy masih punya penggemar berat di sini. Namun, tidak demikian halnya dengan Asterix, Obelix dan Idefix. Sampai kini, mereka tetap tak terkenal di negara yang punya tradisi cergam khas: Jepang, juga Amerika.

asterixlangitruntuh
Entah sebagai sekadar sindiran, atau sekaligus pelampiasan kekecewaan, Uderzo pun menerbitkan komik ke-33 Asterix dengan menampilkan masalah ini.
Tersebutlah makhluk-makhluk berperadaban canggih dari luar angkasa datang ke desa Galia berusaha memperoleh senjata rahasia, membuat penghuni desa mengira telah terjadi apa yang paling ditakuti, yaitu langit runtuh di atas kepala mereka...

Yang agak mengganggu adalah, bahwa orang-orang Galia tampak 'minder' terhadap pihak Tadsilweny beserta superklonnya yang doyan hotdog, walaupun masih sempat meledek mereka.
Sedangkan Nagma, digambarkan sebagai makhluk kuning bodoh buruk rupa berbaju besi, bertopeng mata bundar, dan membawa robot tikus saiber (stereotip Jepang???).
asterixarnold

Ini jelas menggambarkan kecemburuan kakek Uderzo... Sejak ditinggal Goscinny memang bisa dimaklumi mutu cerita agak berkurang, namun kali ini adalah yang paling parah. Mungkin dia belum berhasil menghargai manga sebagai karya seni yang indah, karena baru berjumpa dengan contoh judul-judul yang salah kaprah...

Sebagai komik yang selama ini mengangkat isu-isu patriotisme (atau chauvinistisme?) terhadap Prancis, Asterix sebenarnya rancu: kedua penciptanya sendiri bukanlah asli Galia. Albert Uderzo keturunan Italia, sedangkan Rene Goscinny malah keturunan Yahudi Polandia.
Di negara Prancis yang sekarang pun, bangsa Galia Celtic sebenarnya sudah tersingkir oleh bangsa Franca Gothic. Dengan demikian, sensitivitas rasial seharusnya sudah terasah dengan baik.
Mengapa terhadap Jepang belum?

Menumpang perhatian masyarakat Jepang pada negara Prancis sejak Piala Dunia 1998, usaha memperkenalkan jagoan mungil kita dilakukan secara bertahap dengan penayangan animasinya di NHK-BS, dan filmnya di bioskop-bioskop.

Jauh sebelum itu, juga telah dirintis oleh tiga profesor pada tahun 1974, dengan diterbitkannya tiga judul pertama Asterix oleh Futaba Shoten. Namun, komik ini tenggelam oleh kejayaan manga domestik saat itu. Dan kabarnya memang hanya sekian ratus eksemplar yang diterbitkan, untuk komunitas kecil saja.

Padahal, kesulitan penerjemahan antarbudaya seharusnya telah dapat diterobos karena di masa itu (era 70-80an) telah banyak diterbitkan manga-manga yang mengkhususkan diri pada tema sejarah budaya Prancis/Eropa (terutama genre shojo, seperti Versailles no Bara).

eroicasterix
"Waai, Asterix!" "Komik rakyat Prancis ya." "Itu parodi 'Perang Galia'."
(Eroica Yori Ai wo Komete 32, "Celtic Spiral", September 2005)


Sedangkan usaha menerbitkan di Amerika, seperti diceritakan di kumpulan komik ke-32 (Asterix et la rentrée gauloise) dirintis sejak 1969, bahkan sempat promosi pilot di National Geographic. Mungkin juga berkenaan dengan usaha tersebut, dalam edisi lama Superman, orang-orang Galia pernah dimunculkan sepintas. Rencana tersebut batal karena sulit memenuhi tuntutan sindikat suratkabar agar menyesuaikan ukuran gambar dengan komik strip yang biasa beredar. Khalayak Amerika kemudian lebih mengenal Asterix melalui terjemahan Inggris Britania yang lebih memperhatikan pemahaman budaya.

mangasterixBagaimanapun juga, Asterix adalah karya seni dengan kekhasan tersendiri. Belum bisa terbayangkan bila ia tampil dalam format yang berbeda. Dan ia masih tetap berjaya di kandang sendiri, menang dari DB, Naruto maupun OP.
(Tabel penjualan komik vs manga di Prancis tahun 2005, dicaplok dari doubleclixblog)

blog doubleclix

Siapa tahu, sejak Denmark mengambil alih teknologi animasi 2D dari Disney untuk Viking, atau sejak Zidane menghebohkan lapangan, peluang Asterix merambah dunia kembali terbuka.

astericetera

Selasa, 03 Oktober 2006

Jepang-Jerman 2005-2006

Dua tahun terakhir ini ditetapkan sebagai tahun persahabatan antara dua negara unik di belahan benua yang berbeda, yang suatu saat pernah bersekongkol melawan dunia.
Yang satu dengan helm Gothic-nya, yang satu lagi dengan Kabuto-nya.

doitsu-nen.jpTahun 2005 ditandai dengan berlangsungnya World Expo 2005 di Aichi, Jepang.
Gerai Jerman, Bionis, wahana yang menampilkan usaha menyelaraskan teknologi dengan alam, merupakan gerai paling diminati khalayak ramai, terbukti dengan antrian panjang memperebutkan kapasitas yang terbatas.
Selain itu juga dimeriahkan dengan semakin berkembangnya Velotaxi, semacam becak modern yang diproduksi di Berlin dan selama ini sudah beroperasi di Kyoto sejak Mei 2002, kian merambah ke kota-kota besar lainnya, Tokyo, Osaka, Nagoya, dst.

Tahun 2006 ditandai berlangsungnya FIFA World Cup 2006 di Jerman.
Sebagai tuan rumah di kesempatan empat tahun sebelumnya, Jepang berpartisipasi dengan cukup antusias walaupun kalah di babak awal.

Jerman banyak diperkenalkan melalui manga seperti karya-karya Osamu Tezuka (Blackjack, Hitler), Matsumoto Reiji (Kapten Harlock), Ikeda Riyoko (Orpheus no Mado), Aoike Yasuko (Eroica yori...) dannn karya-karya Urasawa Naoki (Monster, Pluto, ...).

Walaupun demikian, bagi Jerman pada umumnya, Jepang masih bisa dirumuskan dalam dua kata: "sudoku" dan "hentai"... sehingga masih harus berjuang lebih jauh agar dikenal baik.

Bagaimanapun juga, ternyata masih ada kelanjutan kerja sama kedua negara ini, bahwa di bulan Maret tahun 2007 akan tinggal landas penerbangan internasional pertama khusus perokok itu (hueks), dari Dusseldorf (DUS) menuju Tokyo (NRT)...

Jerman dan Indonesia


Tentu saja Jepang dan Indonesia punya hubungan sejarah yang sangat erat, lah sekian tahun menjajah begitu. Bagaimana dengan Jerman?
Negeri ini tidak tercatat sebagai penjajah secara langsung, namun sejak abad 16 orang Jerman telah berkeliaran di Indonesia, dalam misi menyebarkan agama Kristen yang telah direformasi oleh Martin Luther. Walaupun sekian orang misionaris habis "dimakan" suku Batak yang menentang penjajahan, dan terjegal oleh gerakan Padri, namun mungkin ada kesamaan sifat antara dua bangsa tersebut, akhirnya pendeta Jerman berhasil menyusup ke dalam adat istiadat Batak pedalaman, dan mendirikan HKBP.

technogermaPada 17 Agustus 1945, sebagai koalisi Jepang di ambang kekalahan terhadap Sekutu, mesin tik Jerman-lah yang dipinjamkan untuk mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Goethe Institut di Bandung cukup aktif menyelenggarakan kegiatan pertukaran kebudayaan, sehingga di masa SD saya bisa menonton berbagai film anak-anak Jerman yang asyik-asyik seperti Pumuckl atau Die Stadtpiraten, kadang sampai bolos sekolah.

Berhubung mantan Menristek/Wapres/Presiden ke-3 RI BJH lama besar dididik di Jerman, berbagai kerja sama Indonesia dengan Jerman terbentuk, termasuk yang agak gila: memborong bekas kapal selam Jerman Timur.
Di masa reformasi beliau juga mengerahkan perbantuan dari para pakar ekonomi Jerman, antara lain Dr. Ackermann dan Dr. Kartte untuk restrukturisasi Bank Indonesia dan penerapan Ekonomi Kerakyatan Berorientasi Pasar, kemudian juga mengadakan pameran Technogerma 1999.
Jerman mengaku menjadi negara pertama Paris Club yang melakukan penghapusan utang Indonesia untuk pendidikan.
Sebuah LSM Jerman, Hanns Seidel Foundation Indonesia, mendukung dan membiayai berbagai kegiatan demokratisasi, termasuk kerjaan Cetro: penerbitan almanak anggota parlemen RI 2004-2009 yang tertib dan sistematis, lengkap dengan biografi dan jumlah kekayaan, baik dalam bentuk buku maupun CD, demi terciptanya transparansi dan akuntabilitas DPR/MPR dan DPD (kayak Indonesia gak bisa buat sendiri saja).

Secara global, Jerman, sama seperti Jepang, sempat mengalami kemunduran karena eksklusivitas bahasa, tidak mau tunduk pada "penjajahan" bahasa Inggris, sehingga komunikasi ilmu pengetahuan agak terhambat. Namun, sebagai bangsa yang menghasilkan pemikir-pemikir hebat sepanjang zaman, sisa-sisa kejayaannya (tsaaah) masih belum luruh.

Rabu, 27 September 2006

Lasso Poso Achso

Mungkin aku sesungguhnya memang sedang hidup di
Negeri Antah-berantah, Negeri Ajaib, Negeri Mimpi
(Neverland, Wonderland, Slumberland), atau apalah istilahnya.
Terbukti dari dua ilustrasi yang terjadi bulan ini:

Ari Lasso


Ketika dua minggu lalu teman-teman (T) heboh mengajakku (H).

T: Woy, ada Ari Lasso tuh di lantai atas! Yu foto-foto!
H: Oya? Siapa?
T: Ari Lasso!
H: Wah. Memangnya Ari Lasso itu siapa?
T: Ya ampun. Hidup di planet mana sih kamu!
H: ... Pluto (?)
T: Itu, penyanyi! Dulunya Dewa 19, sekarang tampil solo.
H: Achsooo... Yang lagunya kayak gimana?
T: Idih, masa gak tahu sih?
H: ... Nggak...

Sepertinya ini pernah juga terjadi di tahun terakhir aku SMP.
T: Bintang tamu bazaar kali ini Hedi Yunus!
H: Oya? Hedi Yunus itu siapa?
T: ... Masa gak tahu Hedi Yunus?
H: (jengkel) Nggak! Memangnya siapa?
dan seterusnya.



Tentu saja kejadian semacam di atas masih layak (wajib) dimaafkan. Tapi mungkin tidak yang berikut ini.

Tibo Poso


Ketika kemarin Bapak Atasan (B) meminta tolong aku (H).

B: Bisa cari informasi tidak, mengenai data hakim kasus Tibo?
H: Kalau ada yang mengunggah ke internet, bisa Pak. Kasus apa?
B: Tibo. Kan ada keluhan dari kalangan internasional bahwa keputusan pengadilan melibatkan agama. Jadi kalau bisa ada data latar belakang hakimnya, sebagai argumen bahwa keputusan tersebut netral dari sisi hukum.
H: Sebentar, siapa Pak? T-I-B-O-? Tango India Bravo Oscar?
B: Iya! Kamu tidak pernah baca berita?
H: Tidak Pak. Memangnya diadili karena masalah apa Pak?
B: Kasus Poso. Biarpun bukan orang hukum tentu kamu harus tahu!
H: Kapan Pak kejadiannya? Baru-baru ini?
B: Hmmm, sudah lama. Zaman Bu Mega kali ya.
H: Achsooo...
B: Jadi kan kemarin dia sudah dieksekusi, sementara Amrozy dkk belum. Yang ingin dibuktikan adalah bahwa perbandingannya bukan keberpihakan agama, melainkan tingkat kriminalitas.
H: Kalau Amrozy itu siapa lagi Pak?
B: ... Yah sudahlah. Mungkin harus tanya orang dalam, di MA begitu.
H: Tohohoh m(_"_)m

Pembelaan diri: Sedemikian bagusnya sistem penyaringan berita yang dimiliki oleh pancaindra yang aku punya, sehingga yang tidak menyenangkan tak perlu terpikirkan olehku. Sip kan? v(^-^)v

NB: Walaupun sampai sekarang masih penuh tanda tanya, kelanjutan ilustrasi pertama aku ikut menyempatkan diri foto bersama.

Lasso

Selasa, 26 September 2006

Detik-Detik yang Menentukan

SPG buku BJH

Bacharuddin Jusuf Habibie, mantan Presiden ke-3 RI, telah meluncurkan catatannya mengenai masa kepresidenan beliau yang singkat cermat padat, berjudul "Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi".

Untuk memenuhi hasrat dan permintaan publik, penerbit akan menghadirkan pengarang untuk memberikan TANDA TANGAN bagi yang telah/akan membeli buku tersebut pada:

Tanggal: 26-30 September,10-12 dan 17-19 Oktober 2006
Pukul: 14.00--15.30 wib
Tempat: The Habibie Center, Kemang Selatan 98, Jakarta 12560
Informasi: (021)781-7211

Disediakan penjualan buku di tempat (selama persediaan masih ada).
Harga paperback Rp150.000, hardcover Rp... deuh, berapa ya? 250.000?

Mohon disebarluaskan kepada pihak-pihak yang tertarik dan berminat.

-THC- (=tetrahidrocannabinol??? Yahaha)

diperbaharui 10/10-2006:

FAQ DdyM



bjhbleh

"Mengapa susah mendapatkan buku ini?"
"Penerbit baru mengeluarkan 5000 eksemplar di cetakan pertama, itu pun masih banyak yang apkir, dan masih banyak typo yang belum diperbaiki. Distribusi ke toko buku pun belum berjalan lancar. Namun, tanggal peluncuran telanjur ditentukan, undangan telah disebarkan. Ternyata, karena pemberitaan media massa yang mengemukakan kontroversi, tanpa disangka buku ini menjadi laris dan habis hanya dalam hitungan hari, menjadi instant bestseller."

"Mengapa sedikit dong mencetaknya?"
"Awalnya, ada pesimisme apakah buku ini akan laris di pasaran. Walaupun isinya dianggap akan menarik dan perlu dibaca oleh kaum tua dan muda, BJH adalah masa lalu, sudah tidak up-to-date. Apalagi harga yang dipatokkan terlalu tinggi bagi khalayak pembaca di Indonesia. Rp150.000 untuk paperback, Rp250.000 untuk hardcover. Itu memang keinginan pengarang, beliau tidak rela bukunya dihargai murah, karena ini nonfiksi. Sebenarnya bila mencetak sekaligus banyak, harganya jauh lebih murah, namun tidak ada yang berani memodali untuk mencetak sekaligus 25.000 eksemplar. Maka rencananya, lihat situasi pasar, resensi dan kritik, serta reaksi masyarakat di saat peluncuran dulu, baru memperhitungkan langkah berikutnya. Ternyata, jumpa pers yang diadakan beberapa hari sebelum peluncuran, berdampak terlalu cepat. Penerbit tidak punya kekuasaan untuk membendung reaksi beruntun yang ditimbulkan. Sehingga, semua mencari. Bahkan ada yang meminta didirikan gerai khusus di BPPT dan Ristek, memangnya dagang pisang goreng?"


"Mengapa tidak capai ya Bapak itu, menandatangani dua ratusan buku tiap hari?"
"Tampaknya sih senang, geer banyak penggemar, dan melipur Post Power Syndrome. Bahkan, beliau ingin berkeliling ke toko-toko buku di seluruh Indonesia, mengadakan jumpa fans. Tapi siapa yang berani membiayai serombongan besar? Sekali jalan ke Plasa Senayan saja harus pakai fore-rider. Jadi rencana itu belum tentu terwujud sih, tergantung keberhasilan penjualan buku juga."


"Mengapa judulnya Detik-Detik, bukan Detik-detik?"
"Kepatuhan terhadap EYD itu kan soal selera juga, dan mempertimbangkan keseimbangan penampilan. Kalau ditulis Detik demi Detik, Detik ke Detik, toh huruf D-nya besar juga. EYD itu sendiri adalah hasil dari saling gertak antara beberapa kubu ahli bahasa yang berbeda pendapat. Siapa yang paling berkuasa, EYD-nya lah yang akan dipergunakan dan dicantumkan di kamus besar. Selain itu, dalam hal ini ejaan yang patut diperhatikan justru adalah yang mengandung muatan political correctness, misalnya Cina yang tercantum empat huruf dalam EYD, dokumen Deplu, dan dipakai di suratkabar terkemuka, tapi negaranya sendiri lebih suka ditulis China, sebagaimana ditampilkan di kedutaan mereka. BJH sendiri, bila mempertahankan gaya khas penulisannya, akan menghantam semua nama benda diberi huruf awal kapital, karena terimbas bahasa Jerman."


"Seperti apa isi bukunya?"
"Polemik yang diliput media hanya satu babak kutipan dari buku tersebut. Mungkin sebaiknya baca saja komentar yang dibagikan pada saat peluncuran buku."

Senin, 25 September 2006

Jeruk Emas dan Agar Biru

(Judulnya nyaris seperti film Tintin dan Jeruk Biru)

Melewati hari-hari pertama Ramadhan di rumah dengan adikku, dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi kesempatan yang sangat langka.

marmaladeemas1Kali ini kami sahur dengan roti dan... heh, marmalade??? Rasanya seumur-umur makan selai jeruk semacam itu bisa dihitung dengan jari. Sebagai fruity monster yang sanggup menghabiskan mentah-mentah sekilo jeruk peras dari pasar kosambi, selai buah apa pun menjadi tidak menarik. Untuk roti cukup mentega, coklat tabur, atau selai kacang. Sesekali selai nanas buatan sendiri, hanya demi mengamankan sekarung nanas murah yang telanjur ranum.
marmaladeemas2Kebetulan hari itu juga ada berita tentang Fine Cut Seville Orange Marmalade with Whisky, Champagne and Gold mixes alias marmalade berhias serpihan emas seharga 5000 pound satu toples. Hmm, dikasih gratis pun gak sudi. Apalagi pakai khamar...

agarbiruSuguhan berbuka, ternyata nutrigel berwarna... Biru! Rasa anggur maksudnya, tapi hueks dah.
Menurut penelitian, warna biru itu menghilangkan selera makan karena mirip racun nila. Orang Jepang pernah melakukan percobaan makanan biru (bahkan ada kue mochi seperti warna si Sully di Monsters inc., di hal.3-nya) dan menjual furikake biru untuk diet.

Deuh, mendingan gembul berselera dah.

Jumat, 15 September 2006

Di Sini Bukan Neraka

Minggu ini aku sedang memperhatikan bang Lucci, sang manusia macan tutul pentolan keadilan kegelapan, yang akhirnya terkalahkan dengan telak. Namun dunia nyata lebih menyedihkan.

Nervi (jantan, 1 tahun 10 bulan) kucing adikku, mati dengan mengenaskan. Entah karena kecemplung atau keracunan, dia ditemukan terkapar di lorong lantai atas sepulang dari petualangan sehari-hari, padahal paginya segar bugar sehat walafiat. Selama ini, kucing yang telah berumur selalu hilang dari pandangan kami, pindah atau bersembunyi. Namun tampaknya Nervi sengaja pulang, meminta pertolongan, atau memang berniat menjemput ajal di rumah.

Nervi dipungut oleh adikku ketika ditemukan telantar di sekitar LFM-ITB pada usia kira-kira dua minggu, kurus dan kucel, bersama saudaranya Peony yang dicuri orang di bulan pertama. Dia tinggal sendiri, disusui dengan botol bayi, namun ada saja malaikat bergantian turun dari langit (maksudnya, kucing tetangga yang jatuh dari pohon mangga di halaman) menemaninya, menambah keriuhan rumah. Ketika kecil, ia dilatih oleh yang lebih besar, dan sebaliknya ketika tumbuh besar tegap kekar, banyak anak kucing yang diasuh dan "disusui"nya.
Nervi memang kucing yang penuh perhatian: terhadap kucing lain, mungkin tidak terhadap kami yang mengasuhnya. Dia paling malas mandi, walaupun bulunya selalu rapi tapi sedikit kelabu berdebu. Pernah trauma karena seekor teman mainnya tertabrak mati di depannya, dan patah hati karena ditolak kecengannya mentah-mentah. Dia agak takut digencet garong kampung, sehingga lebih banyak berlagak di dalam rumah dan di halaman, walaupun rajin keluar lewat kemonomichi celah loteng dan atap. Terkadang, kami merasa dia itu autis. Jarang sekali mengeong dan tidak pernah menatap mata secara langsung, namun selalu tahu kapan saatnya menanti minta makan di dapur, atau mendekat manja minta dipangku.

Nervi mengingatkan kembali bahwa tidak ada sesuatu pun yang bisa kita miliki di dunia ini... Bahkan diri kita sendiri pun tidak...
Semoga ada surga bagi kucing yang baik hati dan penyayang sepertimu Nervi.

(berlanjut di belangjingga)

Jumat, 08 September 2006

Tsukimi #2: Fairy Varth

otukimiBulan purnama mengingatkan kembali kepada Putri Kaguya, yang sudah sepintas lalu dipaparkan di bambumuda: Tsukimi (Memandang Bulan) tahun lalu. Mulai saat ini saya bermaksud mencoba menyoroti cerita Jepang sejenisnya, dan kedudukannya bersanding dengan cerita peri yang kini dinikmati secara mendunia.

Bagaimana sampai mereka digolongkan ke dalam cerita "anak-anak"? Seberapa pantas?

Tentu ada banyak hal yang dapat disingkap dari dongeng-dongeng tersebut... (berlanjut besok-lusa...)

Jumat, 01 September 2006

20 Hal tentang Maut

Kita semua akan mati. Namun ada 20 hal yang mungkin tidak kau ketahui mengenai menjelang ajal...

Oleh LeeAundra Temescu (DISCOVER Vol. 27 No. 09 | September 2006)

  1. Praktik mengubur orang mati tertanggal 350 ribu tahun yang lalu, terbukti dengan lubang sedalam 45 kaki di Atapuerca, Spanyol, berisi fosil 27 hominid dari spesies Homo heidelbergensis, diperkirakan sebagai nenek moyang Neanderthal dan manusia moderen;
  2. Jangan pernah menyebut mati: Setidaknya ada 200 eufemisme untuk kata maut, termasuk to be in Abraham's bosom, just add maggots, dan sleep with the Tribbles (istilah Star Trek);
  3. Tidak ada orang Amerika yang meninggal pada usia tua sejak 1951;
  4. Itu adalah tahun pemerintah menghapus klasifikasi dalam sertifikat kematian
  5. Pencetus kematian, dalam semua kasus, adalah kekurangan oksigen. Kekurangan itu dapat membantu menegangnya otot-otot, atau "fase agonal", dari kata Yunani agon, atau cobaan;
  6. Dalam tiga hari kematian, enzim yang biasa mencernakan makanan Anda, mulai memakan diri Anda. Sel-sel yang pecah menjadi makanan untuk bakteri hidup dalam lambung, yang mengeluarkan gas berbahaya yang cukup untuk mengembungkan badan dan mendorong mata keluar.
  7. Terlalu banyak untuk daur ulang: Penguburan di Amerika membuang 827600 galon cairan balsam -formaldehida, metanol, etanol- ke tanah setiap tahun. Kremasi menghembuskan dioksin, asam hidroklorik, belerang dioksida, dan karbon dioksida ke udara.
  8. Perusahaan Swedia, Promessa, akan membekukeringkan tubuh Anda di dalam cairan nitrogen, menghancurkannya dengan getaran frekuensi tinggi, dan menyegel bubuk yang terjadi dalam peti dari pati jagung. Menurut mereka, "penguburan ekologis" ini akan terurai dalam 6-12 bulan.
  9. Kaum Zoroastrian di India meninggalkan mayat di luar untuk dikonsumsi oleh burung nazar.
  10. Burung-burung nazar kini banyak yang mati gara-gara memakan bangkai ternak yang mengandung diclofenac, obat penenang yang biasa dipakai meredakan demam pasokan hidup.
  11. Ratu Victoria memaksa untuk dikuburkan dengan jubah mandi suaminya yang telah lama meninggal, Pangeran Albert, dan sebuah patung tangannya.
  12. Kalau ini tidak berjalan, kita berusaha in vitro!
    Di Madagaskar, keluarga menggali tulang-tulang saudara yang mati dan mengaraknya keliling kampung dalam sebuah upacara bernama famadihana. Sisa-sisa tubuh ini kemudian dibungkus dalam kain kafan baru dan dikuburkan ulang. Kain kafan lama diberikan kepada pasangan yang baru menikah atau belum punya anak untuk menjadi seprai ranjang pengantin.
  13. Dalam ekspansi jalur rel kereta di Mesir abad 19, perusahaan konstruksi menggali begitu banyak mumi, sehingga digunakan sebagai bahan bakar lokomotif.
  14. Yah, ada kemungkinan akan meletus: Filosof Inggris Francis Bakon, peletak dasar metode ilmiah, meninggal pada 1626 oleh Pneumonia setelah mencekoki ayam dengan salju untuk melihat apakah dingin bisa mengawetkannya.
  15. Demi organ-organ yang terbentuk selama perkembangan embrio, beberapa sel harus melakukan bunuh diri. Tanpa kematian sel yang terprogram sedemikian rupa, kita semua akan lahir dengan kaki berjala, seperti bebek.
  16. Menanti menghembuskan napas: Pada 1907, seorang doktor Massachussetts melakukan percobaan dengan ranjang kematian yang didesain khusus dan melaporkan bahwa tubuh manusia kehilangan 21 gram ketika mati. Hal ini dipegang secara luas sebagai fakta sejak saat itu, padahal tidak.
  17. Dikubur hidup-hidup: Di Eropa abad 19, ada sangat banyak bukti anekdot bahwa manusia hidup dinyatakan mati secara silap, sehingga mayat dibaringkan di "rumah sakit orang mati" sementara para penunggunya menanti tanda-tanda pembusukan.
  18. 80 persen rakyat AS mati di rumah sakit.
  19. Jika kamu tak bisa melakukannya di sini...
    Lebih banyak orang melakukan bunuh diri di kota New York daripada dibunuh.
  20. Diperkirakan bahwa telah meninggal 10 biliun nyawa sejak awal kehidupan manusia.

Jumat, 25 Agustus 2006

Sang Raja Dunia Bawah

Pluto = Dewa Romawi (Yunani: Hades) penguasa neraka/alam kubur
Plutonium = logam radioaktif isotop 239
Plutokrasi = pemerintahan oleh orang-orang kaya


Sejak tahun 1930, Pluto menjadi nama piaraan Mickey Mouse planet kesembilan (huks... lagi sensitif nih sama angka 9) dalam sistem tata surya yang terjauh dari matahari. Namun, selama 20 tahun usiaku, Pluto berjarak lebih dekat dengan matahari dibandingkan planet kedelapan.
Dan setelah berbagai penemuan benda langit yang mengelilingi matahari dan menandingi besarnya makhluk ini, seperti Xena, Sedna, Ceres, serta entah apa lagi, kemarin telah diputuskan melalui pemungutan suara Sidang Umum Uni Astronomi Internasional di Praha, bahwa Pluto diturunkan ke kategori "planet kerdil" di luar delapan planet. (CNN)
Mungkin memang nasib sesuai namanya, dewa Pluto selalu menjadi yang tersisihkan dari puncak kekuasaan... Yahahahaha.

plutoGerakan Perjuangan Pembela Pluto (???) pun bermunculan di mana-mana.
Jawaban Pluto: Planet Juga Manusia Punya Rasa...

Hmm, berhubung janji mampir ke Bosscha sudah tertunda lama... Mendengar berita astronomi jadi merasa agak bersalah.

(Gak nyambung)
Komik Pluto karya Urasawa Naoki tribut untuk Tezuka Osamu, yang menceritakan kembali salah satu episode Tetsuwan Atom (Astroboy) mengenai seorang robot polisi Gesicht di Jerman yang harus menyelidiki pembunuhan berantai sadis terhadap manusia dan robot-robot terkuat dunia. (bisa unduh di sini)
plutoatom

Kamis, 24 Agustus 2006

When Life Hands You Lemons...

Seperti yang pernah saya catat pada BambuMuda: bambumuda: Maruzen dan Lemon, di Jepang, "Lemon" akan mengingatkan pada cerpen karya Kajii Motojiro, yang mengungkapkan buah ini sebagai simbol perubahan zaman dan culture-shock di Jepang.

Lemon itu sendiri adalah buah yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan bau amis lauk-pauk, dan penuh vitamin C untuk kesehatan dan kecantikan. Kabarnya disebarkan oleh para pedagang Arab, bahkan sejak sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, Tak pernah ketinggalan pada bumbu masak di daerah India dan Mediterania (Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Selatan).

chickenlemonzNamun, entah mengapa, di Amerika lemons malah dianggap buruk. Bahkan ada peribahasa:
When life hands you lemons, make lemonade.

Artinya nasihat untuk mengubah keadaan buruk menjadi sesuatu yang bagus, biasa dikutip dalam petuah-petuah bisnis.

Suatu hari, tiba-tiba teman saya yang kini sudah almarhum itu menyerahkan buah lemon ke genggaman saya. Dasar memang hobi, serta-merta saya memakannya seperti biasa.
Karena semboyan saya: When life hands you lemons,
peel it, chew it, and swallow it tastefully.


Dia kaget, dan teriak marah: "Tidaaak! Kamu ngabisin semuanya, itu kan buat bikin lemon tea!" Hahah, gak zaman.
Karena semboyan dia: When life hands you lemons,
slice it thin, and serve with tea to everybody!


Mungkin cuma itu kenangan yang agak positif dan altruis, karena selain itu obrolannya dalam perkenalan singkat tersebut, selalu suram penuh awan kelabu...

N.B: Kajii Motojiro, meninggal pada usia 31 karena sakit paru-paru (??), adalah pelopor sastra Jepang awal abad 20, dengan daya tarik pengungkapan perasaan secara pribadi. Mengkritik masa remaja dan mengucapkan selamat tinggal padanya, menangkap perasaan-perasaan ekstrem yang menguasai bagian hidup seseorang.

You Only Live Twice

Kalau gak salah sih (berhubung gak pernah baca, dan gak nonton dengan seksama), ceritanya pada suatu hari Oom Jimbong terimbas kebudayaan Jepang dan mau belagak ikut-ikutan Matsuo Basho, mengarang haiku tapi rada-rada gagal begitu.

You only live twice:
Once when you were born,
And once when you look death on your face.


Kalau di lirik lagu OSTnya, sedikit berubah.
(Walaupun gak suka filmnya, rata-rata lagunya terasa keren sih)

You Only Live Twice or so it seems,
One life for yourself and one for your dreams.
You drift through the years and life seems tame,
Till one dream appears and love is its name.

And love is a stranger who'll beckon you on,
Don't think of the danger or the stranger is gone.
This dream is for you, so pay the price.
Make one dream come true, you only live twice.


Minggu kemarin beredar isu kiamat sehabis Isra'Mi'raj.
Dini hari tanggal 22, saya naik kereta api tercinta.
Namun baru kali ini mengamati mentari terbit berwarna jingga.

Utsukushii... jinsei tte sou kantan ni suteru mon janai naa.

Ternyata isunya diundur jadi tanggal 12 September? Hahaha.

Terpaksa lebih perhatian juga terhadap hidup. Gara-gara sehabis semangat baca cerita rekaan Death Note, ternyata malah menemukan kenyataan Dying Message teman sendiri.

Kamis, 20 Juli 2006

Karibia, Kimura, dan Kirinjaa

Setelah tahun lalu sempat membahas bedanya Barboussa dengan Barberouge dan Barbarossa, habis-habisan sampai berbusa-busa...
Kemunculannya kali ini memang menggemparkan.

mbahjackDan apakah benar foto mBahJack berseragam Cheng Ho yang beredar ini akan dimunculkan di tayangan berikutnya, juga menimbulkan penasaran...

Yah, demi segala yang berkenaan dengan bajak laut, justru bela-belain bayar nonton ke bioskop. Film-film musim panas lainnya sih tergantung rompakan dvd mBahJack saja. Pokoknya hidup mBahJackkk dah.

Oya, berkat youtube, kini kita bisa menonton ulang tayangan parodi PotC Jack Senchou = Kapten Jack, versi Kimura Takuya dalam acara SMAPxSMAP (semacam extravaganza-nya Jepang lah ya)...

Jack Tenchou = pemilik kissaten (cafe)
melayani pelanggan dengan pipa yang bisa jadi bolpen

Jack Enchou 1 = kepala youchien (TK)
dikerubuti barudak leutik yang bosan bermain

Jack Enchou 2 = kepala doubutsuen (bonbin)
memberi makan kudanil, buah semangka sekali telan



Di pihak lain, OP juga sedang semangat-semangatnya tuh. Rasanya di sini sudah sering sekali mengoceh gak karuan tentang jagoanku...
- sumpah jerapah
- kukukukukakikakakkakekku kaku
- ya makási vs yamakaze
Ternyata dia punya julukan baru pula: Kirinjaa!! Wahahaaah.

kakucp9Bahwa dia:
+ baru saja mendapatkan urutan sembilan dalam pemungutan suara para penggemar di Jepang, hanya kalah dari ketujuh Mugiwara dan seorang Mihawk...
+ ternyata merupakan anggota pasukan rahasia Keadilan Kesembilan CP9 yang paling kalem, cerdas, kreatif, tekun menjalani penyamaran sebagai tukang kapal gadungan...
+ akhirnya terkalahkan secara telak oleh jurus Sembilan Pedang Ashura bang Zoro dengan sikap sportif mengharukan...

Semoga dia tidak hanya berakhir sampai di sini. Jika dia tidak direkrut sebagai kru berikut, maka aku akan memobilisasi semua penggemarnya di seluruh penjuru dunia untuk membujuk bahkan memaksa Oda Sensei menjadikannya kru kesembilan.

kaku kirinjaa


Adikku sih protes, baik terhadap film maupun manga, mengapa kepalang tanggung, ada humornya, tapi banyak kematian yang terjadi. Sama sekali bukan untuk anak-anak, katanya. Tapi entah mengapa aku senang-senang saja. Memang begitu seharusnya bajak laut. Penuh dengan tantangan bahaya. Bukankah di kehidupan nyata, juga banyak kematian yang tampak sia-sia.
Tak perlu jelas mana kawan mana lawan.
Tidak ada aksi heroik, hanya ada aksi egois.
Tapi menjunjung semangat bebas merdeka.

Bagaimanapun juga... Kuakui, aku memang sedang terperangkap jerat kapitalisme dua makhluk ini. Tiap minggu menanti Shonen Jump, dan berkhayal ke Disneyland lagi melihat PotC ride versi baru yang telah dilengkapi Johnny Depp mBahJack (video ke-4 di atas).
Seharusnya kan perbajaklautan adalah gerakan antikemapanan. Tapi yang dua ini, PotC dan OP kan, jelas-jelas sudah jadi mainstream. Yang satu dengan rekor box office seluruh dunia sejak minggu pertama, yang satu dengan rekor cetakan pertama tiap jilid tiga juta eksemplar, dan sudah terbit 42 jilid... Sial betul, yahahah.