Menelusuri jalur-jalur lintas alam di Bukit Bangkirai, diiringi kicauan burung dan gemerisik dedaunan. Di sepanjang jalan terlihat batangan pohon yang dijadikan 'anak asuh', diberi papan nama pengasuhnya. Hutan lindung di Kutai Kartanegara ini menerima sumbangan beasiswa program perawatan pohon langka semacam Meranti, Ulin, atau Kempas, dikoordinasikan oleh JICA.
Di puncak, kita bisa menaiki tangga putar dari kayu ulin, untuk mencapai jembatan kanopi setinggi 30 meter dengan lebar kurang dari 1 meter yang saling menghubungkan antar batangan pohon raksasa.
Pertamanya agak seram juga, bergoyang, tapi begitu sampai di tengah lumayan menyenangkan, dan pemandangan ke arah hamparan hutan sungguh indah menawan. Membayangkan bahwa di luar daerah ini yang ada hanya tanah gersang dengan tunggul-tunggul pohon dan asap-asap dari kebakaran di berbagai tempat, miris juga.
Legenda kota Balikpapan, bernama demikian semata karena suatu saat beberapa lembar papan sumbangan bahan bangunan istana (Kutai?) dikembalikan ke daerah ini... Masalah bea cukai kali ye, hmm. 
"Haha, tak terasa sudah 4 tahun. Padahal rencana semula cuma menghabiskan kontrak 3 tahun, eh keasyikan, dapat perpanjangan terus.
Dan Indonesia pun tak tinggal diam dalam pertarungan ini dengan
Tempat idaman orang Jepang untuk bunuh diri, ada di Toujinbou, daerah Fukui Mikunicho.
Pada musim dingin, buih-buih air laut pecah di karang tertiup angin menampilkan nami no hana (bunga ombak).
Melihat suasana sekeliling, auch, terjatuh dari sini tentu menyakitkan... Karang-karang terjal, hempasan gelombang...