Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2022

Baca Komik Tibet

Ronde kedua belas (((detoks webtoon))) disela oleh berbagai peristiwa yang bikin senewen dari segala arah sepanjang Oktober. Namun, komik yang dibaca cukup istimewa, terjemahan dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia oleh salah seorang tamu penginapan #SaungBambuMuda 👩🏽‍💻

Agak tersendat menamatkan dan mengulasnya karena buku ini masuk kategori 21+ tahun ke atas sementara saya masih mentok di usia 18 menuju 55 👶
Pemandangan Himalaya digambarkan dengan menakjubkan penuh pengalaman mistis tapi sepertinya isi cerita punya misi meruntuhkan cara pandang masyarakat Barat terhadap kesucian negeri di atas awan yang tercitrakan melalui komik "Tintin di Tibet" atau film "seven years in Tibet" 🏔️
Perempuan jelata diremehkan, diperas, dan dilecehkan oleh pejabat, pendeta, maupun sesama masyarakat walaupun ada kesan bahwa keimanan membuat mereka tetap hidup taat gembira 😇
Betapa berbagai masalah praktis dianggap dapat terurai hanya dengan membaca mantra jutaan kali, bukan bertindak secara langsung 📿
Kepatuhan terhadap dogma agama mengenai kekosongan, kefanaan, dan takdir, menjadi alasan para petingginya menyangkal kemajuan iptek 🤖
Menjadi bahan renungan bagaimana agama yang seharusnya memerdekakan setiap diri dengan tunduk cukup hanya kepada Yang Maha Esa bisa sangat mudah disalahgunakan menjadi alat penindasan dan eksploitasi oleh sistem dan oknum tertentu 🕉️
Sebagai catatan, ini karya orang Barat tentang Tibet, bukan ditulis oleh orang asli daerahnya, bukan pula persaksian pribadi tokoh Barat tentang perubahan cara pandang mereka yang awalnya tersepona pada citra kepolosan luhur kemudian tercerahkan pada kenyataan setelah berkecimpung di lapangan atau semacamnya. Jadi terasa hanya rekaan fiktif tidak otentik tidak dianggap serius ✒️
Entah kenapa juga penerbitan terjemahan ini mendapatkan subsidi pemerintah Belanda, apakah ada maksud politis tertentu?🧧

#bacakomik
#dirumahaja
#danboard
#danbogram
#danbography

Sabtu, 01 Oktober 2022

Baca Komik Lagu

Ronde kesebelas

September ceria dipinjami sebuah komik berukuran raksasa, koleksi kebanggaan berisi antologi yang terilhami oleh lagu-lagu karya seorang penyanyi terkenal 👩🏻‍🎤

Kebetulan saya sedang mengerjakan tugas yang harus mengakses ponsel pintar genggam selama sekian jam tanpa henti, lalu berberes halaman mencangkul tanah. Tanpa sadar, pergelangan tangan saya memar gosong kena CTS sehingga memutakhirkan medsos saja kesulitan sampai catatan ini ketelingsut, apalagi membolak-balik halaman buku sebesar itu 📱

Tapi memang isinya banyak, kalau membaca satu bab sekali seminggu, bisa setahun tamat. Butuh waktu agak lama mengulik untuk memahami musik dan lirik serta keterkaitannya dengan masing-masing cerita yang dipersembahkan 🎧
Saya pribadi tidak akrab dengan lagu-lagu yang disajikan. Barangkali lewat zamannya. Liriknya agak bergaya bebas puisi modern, sementara saya biasa terpesona oleh lirik berima. Penuh kosakata sejarah/budaya Amerika pada masanya, yang saya tidak akrab karena belum pernah ke sana. Musiknya sih enak ya 🎹
Pada saat sang pemilik memesan komik berusia 15 tahun ini sekitar awal tahun lalu, ternyata semacam sekuelnya mulai dipromosikan, kemudian terbit di sekitar tanggal saya meminjam, memperingati 30 tahun peluncuran salah satu album karya sang penyanyi. Beberapa lagu yang sudah dikomikkan di buku ini sepertinya ada ditafsirkan ulang di buku yang terbaru. Kapan bisa baca ya, apakah 15 tahun lagi 🗓️

Rabu, 31 Agustus 2022

Baca Komik Galau

Syukurlah (((detoks webtoon))) dapat berlanjut setelah ronde 1-4 ronde 5-7 disusul drama di antara ronde 8 dan ronde 9.

Ronde Kesepuluh


Kali ini kembali mengulik karya-karya pengarang komik ronde 2 yang beliau susun semasa remaja-pemuda (bawah 27 tahun). Beberapa bab tampak seperti gagasan awal dari cerita-cerita unik di komik-komik juara yang sudah saya baca di ronde 2, dengan nada lebih sendu lebih galau ✍🏾

Buku besar berisi empat cerita terpisah tentang muda-mudi kesepian, pengangguran atau karier tersendat, mengidap luka pengasuhan atau mengalami perundungan, berusaha menantang masa lalu tapi malah terjebak di kekinian. Cerita pertama tentang penulis yang dibayang-bayangi kesuksesan karya debutnya. Cerita kedua tentang karyawan yang sedang terapi pengelolaan emosi menyaksikan kecengannya asyik mendua dengan teman kuliah dan tetangga sebelah. Cerita ketiga tentang perempuan pengangguran yang usil menelepon orang lewat sembarangan. Cerita keempat tentang perundungan masa SMA di tengah ancaman bom di sekolah ⏳☎️

Buku kecil berisi tujuh jilid komik fotokopian karya awal debutnya, berjumlah 32 cerita acak tentang pengalaman pribadi maupun tokoh-tokoh yang sudah difiktifkan. Bisa diamati perkembangan gaya gambar sang pengarang mulai dari corat-coret spontan yang mendekik-dekik berantakan sampai yang diarsir rapi pakai penggaris 📏📐

Sepertinya komik-komik ini paling ampuh buat detoks karena mengupas masalah mentah-mentah seperti penawar racun kebanyakan konsep webtoon yang biasa membungkusnya dengan gula-gula ketakjuban dunia lain 🧙🏽‍♂️👸🏽.

Kembali saya gegar budaya terhadap hal-hal yang sebenarnya mungkin biasa terjadi juga di sekitar kita. Jadi sedikit paham mengapa @olafmurkenstein pernah bilang suka gambarnya tapi enggak begitu suka ceritanya. Setidaknya membaca ini agak lega bahwa saya tidak merasa semenderita tokoh-tokoh di sini. Atau pernah tapi sudah lupa??? Atau sedang mengalami tanpa sadar??? 🙀

Kepingin tanya sama yang punya, bagaimana karya ini beresonansi dengan keseharian dia sendiri sampai dilengkapi koleksinya tapi katanya hal-hal yang masih terkait pekerjaan bukan untuk dibahas 🤐

Sepertinya memang lebih pas dibaca saat berusia bawah 27 tahun ... Mungkin komik ronde 2 berasa menyambung karena sudut pandang sesuai umur sekarang 🧐

Sabtu, 30 Juli 2022

Baca Komik Koleksionista

Setelah (((detoks webtoon))) ronde 1-4 dan ronde 5-7 yang lumayan lancar, kasus buku ronde 8 membuat peminjaman berikutnya diwarnai drama, tapi tidak sia-sia karena ini karya bergambar menakjubkan.

Ronde kesembilan

Semacam koleksi sketsa masyarakat adat berbagai pelosok dunia yang dimeriahkan oleh arsiran kusut masai terpelintir ✏️

Karya komikus Italia panutan abad lalu, alur ceritanya seperti pas-pasan hanya untuk mengantar kita ke tempat dan adat yang eksotik, kurang gamblang dalam meluncurkan kritik. Tapi mungkin saja memang disengaja untuk memicu pembaca berpikir 📜

Tokoh utamanya makhluk misterius yang menyebalkan. Bertekad kuat, berani menempuh marabahaya asal menang dalam segala cara demi mencapai keinginannya. Entah bagaimana dia merasa berhak mengumpulkan pernak-pernik aneh bin ajaib bekas pakai tokoh-tokoh sejarah raja/panglima/kepala suku berpengaruh sepanjang zaman. Sekali incaran diperoleh, akan disembunyikan untuk kepuasan pribadi tidak untuk dipajang atau dipamerkan kepada siapa pun. Terkadang benda itu dapat memberinya kekuatan magis 🧿

Biaya untuk berburu koleksi didanai melalui pengerukan sumber daya alam kehutanan, peternakan, perkebunan, dan jasa transportasi. Bisa-bisanya dia punya banyak kawan suku terasing, pasti karena tebar pamrih obral senjata. Dia membantu beberapa pihak dalam melawan penjajahan, tapi bertindak dalam pola penjajah juga, orang-orang romawi memang gila 🎩

Nyaris satu-satunya wanita yang muncul adalah tokoh antagonis pada Bab 3, keturunan orang Indonesia yang berebut air mata Timur Lenk dengan sang koleksionista. Pada bab ini, sang koleksionista dipandu orang Bugis melacak hutan belantara sekitar Pulau Morotai, tertangkap oleh orang Dayak upahan, nyaris ditelan komodo, lalu menjegal lawannya ke Afganistan. Pada bab-bab lain, dia beredar ke Amerika, Afrika, Irlandia, Selandia Baru, dan Himalaya 🏯

Pada bab 5, sang koleksionista memutuskan hubungan yang membahayakan nyawanya dengan si wanita untuk selama-lamanya, membuat saya agak kalang-kabut dihantui kecemasan jangan-jangan buku ini juga menjadi ronde terakhir 🙀

#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Kamis, 30 Juni 2022

Baca Komik Gila

Melanjutkan acara baca komik ronde 1-4 dan ronde 5-7.
(((Detoks webtoon))) bulan ini agak tersendat karena yang punya komik kembali menghantu, mungkin sedang hikikomori. Setidaknya dengan demikian jadi ada waktu luang untuk mengecek informasi sana-sini.



Ronde kedelapan


Dipinjami komik yang sampulnya tidak boleh tampak kayak komik. Kenapa harus begitu, ya? Apakah pengarang komiknya juga menganut diskriminasi tentang apa yang tergolong gambar komik?

Isinya selusin episode tentang jaringan internasional beranggotakan 1001 ahli panggilan, tukang beberes dampak perang dingin macam percobaan senjata terbengkalai yang mengancam umat manusia 🏹

Ide cerita lumayan beragam dan cemerlang dengan visi teknologi masa depan, teknik pewarnaan bagus, beberapa episode digambar dengan mewah 🎨

Tokoh utamanya cewek gagah pemimpin misi dan cewek canggih pusat komando pertukaran informasi di balik layar. Sebagian ahli lain cewek juga. Namun, entah kenapa seolah jenis kelamin hanya tempelan, sementara cara penyelamatan tetap diselesaikan dengan pistol dan kekerasan. Intinya saya tidak merasa terwakili 👩🏽‍💻

Ketika saya coba mencari resensi yang mendukung pendapat ini, kebanyakan cuma mengeluhkan pembingkaian yang kurang memberi ruang untuk pendalaman watak. Ya mungkin memang ada masalah itu, tapi saya rasa untuk perwatakan dua tokoh utama sudah cukup dijelajahi dengan saksama.

Terkaget-kaget saya malah menemukan liputan modus operandi "adult grooming" oleh sang pengarang terhadap ratusan perempuan muda putus asa (dan beberapa pihak nonbiner yang menampilkan diri sebagai perempuan) peserta forum daring internasional yang dia kelola 🙀

Testimoni dari sebagian korban bisa dicek di situs somanyofus.com.
Mereka diulurkan persahabatan dan dukungan, didengarkan curhat, dipromosikan karya, dijadikan tokoh komik, tapi di sisi lain dirayu dengan kosakata yang itu-itu saja agar merasa istimewa sehingga merasa berkewajiban untuk rutin kirim foto seksi, bahkan kalau sempat ketemuan diajak mengamar bergantian secara rahasia tanpa saling tahu satu sama lain. Kadang-kadang dia mencela diri sendiri, berbohong mengenai status hubungan pribadinya, dan mengaku tidak berdaya dan kecanduan akan pesona korban, membuat korban merasa kasihan dan bersedia menuruti permintaannya. Begitu dipertanyakan, atau tidak dipatuhi, dihukum dengan menahan perhatian. Begitu mereka mulai mandiri atau ada korban baru menyita perhatian, kontak pun dihentikan dengan kejam ✂️

Konon praktik ini telah berlangsung 20an tahun namun baru terkuak pada Juni 2020 seiring maraknya gerakan #metoo ... atau mungkin berkat pandemi para korban berkesempatan merenung dan kepo satu sama lain 🛰️

Sotoy lah saya beranggapan pantasan, penokohan terasa janggal pastinya ada suatu kemunafikan ...
Tapi naif kalau menyimpulkan dari satu miniseri. Sayang belum pernah baca/dengar satu pun komik dia lainnya, sama sekali lepas dari radar saya 📡

Apakah perilakunya berpengaruh terhadap pengolahan perwatakan perempuan dalam karyanya yang lain?

Para korban bilang mereka bukan mau memboikot WE, karena karya-karya WE juga melibatkan banyak pihak penggambar, pewarna, penata huruf, penyunting, penerbit, dll. Lebih daripada itu, mereka mau mengubah sistem industri komik ataupun lingkungan lainnya yang membuat para korban menjadi rentan sementara orang macam ini bisa aman menerapkan modus operandi seperti itu selama berpuluh tahun.

P.S. Pembuat sampul komik ini, yang juga merupakan pengarang komik yang saya ulas pada ronde 3 dan 4, sepertinya salah satu murid dari pengarang komik yang ini dan ternyata sebelumnya juga pernah dilaporkan melakukan pelecehan juga, entah karena mencoba ikut-ikutan gurunya atau memang dari sananya sekufu ...

Bagaimana memisahkan penilaian terhadap pengarang dari karyanya ketika terjadi pertentangan gagasan dan cara pandang yang disiratkan dalam karya dengan tindak-tanduknya secara pribadi? 🤔

Dunia komik Amrik sungguh gila

(FB IG) #bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Selasa, 31 Mei 2022

Baca Komik Terus

Kegiatan (((detoks webtoon))) dengan baca komik lagi masih dilanjutkan selama persediaan masih terjamin.

Ronde Kelima

Menjelang lebaran dimeriahkan oleh sepasang komik bertema superhero.
Pelintiran alurnya adalah bahwa di dunia dalam kedua buku ini, superhero itu dianggap hanya khayalan dalam komik, sementara tokoh-tokoh kita ketiban pulung dapat nama yang sama atau mirip-mirip.
Kemudian, ternyata mereka juga mengalami peristiwa-peristiwa hidup yang bisa dicocok-cocokkan dengan cerita dalam komik itu ... Sampai diam-diam memperoleh kekuatan super yang harus dipertanggungjawabkan 💪🏼💪🏾

Cerita Superman semanis permen, dimulai dari tokoh yang muak disama-samakan dengan Clark Kent versi komik, tapi lalu betulan jadi super kuat bisa terbang, kemudian bertemu Lois versi India dan sibuk berkeluarga 🦸🏽‍♂️🍬

Cerita Batman gelap suram, dimulai dari tokoh yang semasa kecil terobsesi komik Batman, lalu mengalami musibah yang mirip sejarah asal-usul Batman. Sampai dia mengendalikan kekuatan alam berwujud manusia kelelawar untuk membasmi korupsi di kotanya, namun terjebak untuk membuat skenario kriminalnya sendiri demi menjaring para tersangka pelaku 🦹🏽‍♂️🦇
(FB IG)

Ronde Keenam

Menyusul pahlawan super di ronde 5, kali ini penjahat-penjahat super menyerbu dunia nyata sehingga hanya penggemar komik sajalah yang mampu menyelamatkannya 🧟‍♂️👨🏽‍🚀

Karya dari pencipta [tokoh jahat yang bisa membeku sekeras s@mb@lit mencair seencer m@ncr@t] dan [superman komunis] eta tea 💩🛠️

Sepertinya nostalgia terhadap satu seri khusus di komik Marvel tapi mana saya kenal tokoh-tokoh maupun ceritanya, secara tahun 1985 komik bacaan saya hanya seputar Tintin, Asterix, dan komik injil terjemahan H. Oppusunggu 🦘📝

(Oh ya, bukkankah tahun 1985 itu saatnya saya dan adik saya ikut menongkrong, makan bareng, kadang juga menginap di rumah berbagai tokoh masyarakat yang nantinya pascareformasi menjadi presiden, ketua MPR, menteri-menteri, ataupun petinggi lainnya ... lalu menjelang akhir tahun mendapatkan sorotan di panggung kecanggungan yang mengakibatkan kami diliput oleh sedikitnya lima media massa nasional).

Catatan: Di sini tokoh ceweknya antikomik semua: emak si tokoh utama, suster dari teman bapaknya ... Apakah pada 1985 komik Amrik masih cuma jadi boys toys?

Tamatnya jadi kepikiran, kalau bisa ketemu betulan sama kecengan dalam komik, siapa pilihan saya? Kok asa gak ada tokoh komik Amrik ya. Dulu tersepona sama komik Yoropah Lucky Luke kayak ganteng tapi sebagai taksirabel material ya enggak lah, dia perokok sibuk sama kuda. Di manga, Piccolo bukan manusia dan berkembang biak secara vegetatif. Sekarang tokoh di film-film DC/Marvel kayak keren-keren tapi waktu lihat di komik belum segitunya
(FB IG)

Ronde Ketujuh

Kebagian dua jilid buku hijau yang ilustrasinya indah-indah ... tapi ternyataaa ceritanya sangat amat gore! 🌿👹


Satu tentang peri-peri mungil lucu yang terhempas ke alam luar ketika inangnya mati terkapar. Mereka harus berusaha menyintas bertahan hidup dengan berdarah-darah 🐞☠️
Tokohnya seorang gadis lugu yang sigap dan berjiwa kepemimpinan harus menghadapi keegoisan dan pengkhianatan dari teman-teman maupun kekasihnya sendiri 🧚🏽‍♀️🧚🏻‍♂️

Satu lagi terilhami oleh foto jurnalistik dari suatu peristiwa nyata.
Tokohnya seorang ahli dinamit. Demi cari nafkah buat bayinya yang akan lahir, ia menempuh tugas rahasia negara meledakkan gunung untuk ekstraksi bahan tambang di daerah konflik Asia Tenggara ⛰️💣
Rasa kemanusiaannya teruji begitu harus menghadapi pasukan gerilya anak kecil perokok yang bekerja sama dengan kekuatan mistis Naga pelindung 🧒🏽🐉

Sungguh gore!!!
Jauh lebih bikin mual ngilu daripada penjahat berwajah tahi, bahkan daripada semua ke-gore-an komik superhero digabungkan.

Sempat kagum oh wawww ternyata komik Amrik sudah berevolusi sampai bisa sekeren inih! Eh begitu dibolak-balik ternyata keduanya adalah terjemahan komik Yoropah 🗼
(FB IG)
#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Sabtu, 30 April 2022

Baca Komik Lagi

Detoks dari kecanduan menggulir webtoon selama 3-4 tahun terakhir, baca komik buku fisik rasanya sesuatu banget oy seperti menebus rindu 👀📚
Beruntung saya mendapat pasokan penawar secara bergantian dari tetangga seberang kosan, seorang kawan namanya lucu tapi cukup mengesankan pula badannya kecil dan kulitnya hitam baik budi seperti seorang seniman.

Ronde Kesatu

Konon yang dua ini rujukan favorit tetangga saya, antara pewarnaan dan pembingkaiannya.

Satu tentang cowok galau penulis obituari yang hidup dalam bayang-bayang kesuksesan ayahnya, seorang novelis. Lalu berbagai tonggak kehidupannya yang bisa saja menyambut kematian saat itu juga, ditulis ulang dalam bentuk obituari.

Yang kepikiran pas baca, sang tokoh kok enggak pernah tampak curhat ya sama kakaknya? Kayaknya dia murung melulu padahal punya privilese. Temannya juga cuma seorang ya ...

Aroma Brasilnya terasa kental, tapi malah seolah terlalu damai ... Terkenang waktu ke Rio de Janeiro 6 tahun lalu, mau turun dari taksi buat memotret mural saja, supirnya panik lihat kiri-kanan, begitu kelihatan sepintas ada orang lewat langsung saya disuruh naik lagi 🚕

P.S. Teman saya ilustrator @olafmurkenstein ternyata pernah menjadikan komik ini hadiah untuk keponakan. Saya kepikiran juga kalau dapat komiknya sendiri mau menghadiahkan ke ibu saya karena beliau sempat ikut pelatihan menulis obituari tahun lalu. Entahlah apa beliau mau baca.

Ini komik yang menang Eisner, tapi oleh saya terlewatkan di pajangan toko buku mungkin karena tampilannya seperti bacaan packbapack 🙈

Satu lagi digambar dengan pembingkaian yang sangat dinamis dan alur cerita yang sangat gore. Tentang proyek senjata pamungkas menggunakan hewan piaraan kesasar yang dikumpulkan dan dilatih demi menghindari jatuhnya korban tentara manusia.
Kasihan hewannya lucu-lucu. Semoga yang membaca jadi tersentuh untuk semakin menyayangi piaraan masing-masing.
(FB IG)

Ronde Kedua

Berhubung tetangga saya tidak mengoleksi manga (konon satu-satunya manga yang pernah dia koleksi kebetulan adalah Yotsuba&! 🍀 tapi lalu disumbangkan pula ke komunitas sesuatu) mungkin ini yang agak menyambung yang layak dipinjam, karya orang Amerika keturunan Jepang diterbitkan di Kanada 🗾

Buku coklat berisi kumpulan cerita pendek situasi keluarga yang unik, menggelikan sekaligus menjengkelkan, oh ada yang mengerikan juga. Ternyata beberapa di antaranya dapat nominasi bahkan menang penghargaan. Yang kayaknya *gue banget* judul pertama, "hortisculpture". Sepertinya semua anggota keluarga termasuk saya pernah punya fase ingin bikin karya yang enggak jelas 🌵

Buku hijau berisi satu kisah tokoh keturunan Jepang yang rempong mendudukkan jati diri kejepangannya di tengah orang kulit putih. Blak-blakan dan realistis yang cukup bikin saya gegar budaya walaupun sempat banyak bergaul dengan orang Jepang 🎎
Apakah teman-teman saya bakal merasa seperti ini kalau hidup di Amerika?
Barangkali masalah mereka ini khas Jepang atau Asia Timur, orang Indonesia tidak akan mengalami. Tentu lain lagi paket masalah yang kita hadapi.
Satu catatan seperti buku pertama ronde pertama: Orang ini temannya juga cuma satu saja?
Juga perlu introspeksi, apakah saya pernah berpura-pura tertarik pada hobi atau selera orang demi mendapatkan perhatian balasan?
Sepertinya karya lain dari pengarang ini perlu diburu semua ...
(FB IG)


Ronde Ketiga (A)

Mendekati bulan Ramadhan dikasih komik tentang makanan 🍽️

(Karya terlaris pengarangnya ada yang baru diadaptasi ke serial televisi, sayang saya belum baca. Sepertinya ketika judul itu beken, saya sedang menabung buat koleksi Pluto. Juga saat ini suasana hati sedang enggak nyaman untuk menonton jadi dilewat dulu. Konon adaptasi tersebut mengecewakan pula) 📺

Tokohnya adalah juru masak jagoan yang bersembunyi di suatu pulau di Indonesia ketika kariernya bangkrut akibat krisis ekonomi sementara rumah tangganya berantakan gara-gara dia ternyata gay queer.
Ternyata acara televisi yang dia rintis berganti wajah sebagai lomba masak yang sungguh ekstrem melayani elite 1% sehingga dia dicari untuk tampil kembali oleh para penonton dan pengelola jaringan.
Berhubung saya tidak pernah menonton acara lomba masak jadi kurang pembanding, tapi tetap bisa menikmati lah.

Putri sang tokoh mengambil alih karier ayahnya, baru berusia 17 tahu-tahu bisa masak, wow sungguh jenius tapi tampangnya kok dewasa betul ya, waktu saya usia 17 jadi mahasiswi masih sangat unyu.

Garis dan warna yang digunakan di sini sangat gelap untuk komik tentang masak memasak. Mungkin demi membangkitkan kemurungan karena ceritanya ini di masa depan yang tidak jauh dari sekarang, saat ikan segar sudah langka akibat perubahan iklim 😨
Pewarnanya sama dengan yang menggarap komik pertama ronde 1, konon seorang dewa di bidang wawarnaan, telah berkali-kali juara.

Yang aneh itu penghurufan resep, ditulis dengan tinta biru muda di atas kertas bergaris putih, nada yang sangat berbeda dari suasana sekelilingnya. Tidak ada biru tersebut di palet warna dalam setiap bingkainya. Apakah hanya agar menonjol atau ada alasan lain pakem di dunia resep atau dunia masak televisi?

Oh ya sang tokoh seperti komik-komik sebelum ini temannya juga cuma seorang, yang lain dianggap saingan atau tidak dianggap sama sekali.
(FB IG)

Ronde Ketiga (B)

Dipinjamkan berbarengan dengan komik masak yang saya pajang sebelum ini, dari penerbit yang sama, karena katanya para pengarang sering berkolaborasi dalam judul-judul lain yang belum saya baca.
Latar abad pertengahan, trilogi semacam kisah tragedi peri 🧚🏽‍♀️
Nuansa mistis mengingatkan pada manga jadul seperti Pengantin Demos atau Crystal Dragon. Gaya gambarnya juga entah kenapa berasa manga.

Konon pengarangnya adalah cewek pertama yang kebagian menggambar Batman (?)
Tapi dibandingkan dengan kedua manga tadi kok rasanya tidak ada keberpihakan khusus terhadap tokoh-tokoh cewek yang ditampilkan dalam komik ini?
(FB IG)

Ronde Keempat

Kebagian komik tebal kayak buku telepon zaman baheula. Pinjam setelah masuk bulan Ramadhan, harus mencicil baca karena tersisihkan oleh ibadah 🙃🕌
Saya baca loncat-loncat memilih episode yang paling bikin penasaran lebih dulu, lalu sempat bingung mana saja yang terlewat belum dibaca.
Kolaborasi pengarang komik ronde 3a dengan pengarang ronde 3b. Berisi terbitan ulang produk indie awal karier mereka (?) selusin cerita terpisah tentang remaja galau berkekuatan super, ditambah 6 cerita baru tentang orang-orang super yang sepertinya lebih dewasa, yang diolah setelah para pengarang mapan malang melintang di dunia komik ✒️✏️
Eksplorasi gaya berbeda-beda setiap episode, tapi kebanyakan ada ciri khas shojo manga di dalam goresan gambar maupun tema. Kekuatan super hanya latar, yang jadi sorotan adalah aneka ragam gangguan mental yang mengiringinya. Sayang saya tidak mampu mengidentifikasi inspirasinya dari manga mana saja gara-gara saya kurang fokus mengikuti shojo 🧐👧🏽
(FB IG)
#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Kamis, 21 Januari 2021

Selasa, 01 Mei 2018

Kamar Belajar 304


Nasib terparah dari mengikuti serial komik bukanlah ketaksabaran menunggu pemutakhiran yang hanya sekali sekian bulan diselang jeda tak terjadwal; bukan pula kecewa akan kesimpulan akhir cerita yang tidak sesuai kehendak pribadi. Kepatahhatian karena terancam putus di tengah jalanlah yang paling membuat sengsara.
Demikian pula ujung nasib ruangan hotel yang sedianya hanya bakal dihuni selama 40 hari (minggu?) setelah lewat dua tahun malah tumbang di "karantina" sebelum berlaga ... 😖
Yang saya maksud adalah "304th Study Room", salah satu serial LINE webtoon Indonesia yang sempat memasung perhatian saya.


- Tentang komiknya
- Kasus yang terjadi
- Renungan

Tentang komiknya

  • Judul. Ini menjengkelkan saya pribadi. Mengapa tidak Bahasa Indonesia? Padahal tidak terdengar catchy penginggrisan ini. Kalau suatu saat mau diluncurkan secara internasional, silakan diterjemahkan dengan pakai judul itu, tapi tidak perlu sekarang. Seandainya bukan karena bengong di KRL, saya tidak bakal menyempatkan diri melirik judul seperti itu. Semoga suatu saat ada yang memprakarsai penggantian judul yang lebih mengakar. Walaupun jangan menilai suatu cerita hanya dari judulnya.
  • Kabut asap. Untunglah ceritanya cukup kedaerahan. Sebagai yang turut megap-megap terjebak di lapangan penelitian dan terkuras tenaga pikiran dan perasaan menggalang masker dan obat, saya sangat menyambut komik yang mengangkat isu pembakaran hutan gambut. Sayang OSN diselenggarakan pada semester pertama (kalau tidak salah) sehingga belum mencapai puncak kepekatan sekitar September 2015. Seandainya cerita berlanjut, atau dimodifikasi kalender sehingga para peserta mengalami sesak napas di hotel mewah tanpa bisa keluar kota, tentu dapat menjadi sarana meningkatkan keprihatinan dan kewaspadaan masyarakat.
  • Korupsi. Dengan latar yang khas Riau, cerita ini termasuk satu dari segelintir webtoon yang terasa otentik. Pendekatan masalah masih terlalu vulgar dan kebanyakan nongkrong di hotel mewah saja kurang beredar, tetapi isu sosial politik yang diangkat di sekitar mereka ternyata lumayan terjalin erat ke dalam keseharian pelatihan yang membosankan. Penyelewengan izin pembukaan lahan, kolusi pengadaan infrastruktur, nepotisme akses pendidikan, bukankah memang asupan sehari-hari warga provinsi Riau?
  • Korea. Sayang, gambarnya yang rapi jali menyaingi Lookism (walaupun masih kalah ragam tema cerita) sangat tidak Indonesia (setuju dengan penilaian Pak Ichsan, geli-geli geuleuh). Apalagi kebanyakan adegan fans service buat cewek-cewek fujoshi yang berupaya menandingi pelecehan a la cowok dengan cara mencocokkan bentuk otot perut dengan berbagai jenis roti. Ditambah lagi memaksakan muncul tokoh artis pengusaha Korea dalam alurnya... Mungkin komik ini memang mengincar pasar generasi alay milenialz yang kesengsem sama boiben-boiben sipit genit. Setidaknya, sang pengarang --yang kabarnya orang Indonesia asli-- cukup tekun kokoreaan dalam menampilkan perbedaan sosok para tokoh; palingan memang selera pribadi.
  • Pribumi. Entah bermaksud menampilkan keberagaman, nyaris semua tokoh malah keturunan asing. Bejo sang pangeran minyak medok adalah bule naturalisasi sehingga ditolak paskibra; Reihan sang putra gubernur rebel without a cause bermata kuning adalah anak haram melayu campuran antah berantah; Dirga sang seleb emo traumatik dan Yanjie sang sisbro complex beserta keluarga masing-masing jelas cina; Juna sang lolikon bertampang shota punya nama menak Sunda dan logat Betawi, tapi bapaknya diketahui bernama mesir berwajah pakistan; sementara Pak Zam sang jomblo ngenes, sebagai orang Aceh mungkin saja keturunan turki atau maroko. Tokoh utama yang boleh dibilang pribumi mungkin hanya Desyca dan Bu Nurul? Saya berharap ada upaya menampilkan kekhasan suku asli yang lebih ajaib: Kenapa enggak muncul tokoh Papua ganteng kayak Dosen Fisika saya almarhum Pak Hans Wospakrik misalnya ..?
  • Fisika. Mengapa hampir semua makhluk Tuhan ini mengikuti OSN dengan terpaksa? Dirga ingin menyanyi, Juna ingin menggambar, Reihan ingin memasak. Dan semuanya ikut lomba demi orang tua: karena tidak tega memberatkan, bermaksud balas dendam, atau untuk pembuktian kemampuan pribadi. Hanya Bejo yang wajar seperti remaja biasa, masih ikut-ikutan teman tanpa dorongan tertentu. Haruskah sedemikian ekstrem agar timbul drama? Apakah anak SMA zaman now lebih mudah bercita-cita menjadi seniman yang (dianggap) jauh dari beban Matematika dan IPA? Tak bisakah sekadar ikut lomba iseng saja menikmati proses semata karena suka pelajarannya, tanpa perlu dikaitkan dengan rencana karier masa depan?
  • Astronomi. Tiba-tiba kisah tersedak jauh ke pertengkaran suami-istri antara memilih adopsi atau usaha sendiri ... disangka tentang anak ternyata tentang bintang. Apakah suaminya yang disuruh membayar? Lalu mengapa istri yang astronom yang tidak sabar minta adopsi? Padahal kalau sang suami yang mengeluh ditinggal begadang tiap malam, jauh lebih masuk akal. Mengapa tidak percaya diri bakal menemukan sendiri? Toh jika teguh berkiprah di bidang ilmu astronomi suatu saat akan ada pihak yang menganugerahkan planet kerdil atau asteroid atas nama beliau, seperti pengalaman Ibu Premana Wirdayanti 12937 Premadi.
  • Feminisme. Di antara kelima peserta tim OSN Fisika, Desyca satu-satunya yang tulus ingin meniti karier sebagai astronaut, justru terjegal keinginan orang tua agar menikah secepatnya. Klise sekali! Tapi bisa jadi pandangan seperti ini masih mendarah daging di kalangan generasi kita sehingga masih perlu dibahas. Pertanyaannya, apakah pengarang mengalami hal seperti itu? Seharusnya kedua keinginan tersebut tidak perlu saling bertolak belakang, bisa diselaraskan dengan skala prioritas tertentu. Lalu mengapa penamatan mendadak ditutup dengan pernikahan juga? Apakah itu tetap syarat agar dia dapat menggapai cita-cita?


Kasus yang terjadi

Riau oh Riau ... berkat KKN yang tersistematis mengurat mengakar sampai ke sendi-sendi kehidupan, dan rasa ketidakadilan antara pusat-daerah yang berkepanjangan, tidak aneh lagi jika negara api menyerang sang pengarang pun mengidap mentalitas korban sebagaimana runutan peristiwa ini:
https://chirpstory.com/li/384841
Tersebutlah tiba-tiba terbit preview epilog di tengah jalan, sementara epilog yang dijanjikan pun terlambat satu minggu, sehingga komik sempat dicap jeda sebelum kemudian ditamatkan dengan sengsara.

Selidik punya selidik, konon sudah lama dibahas masalah penipuan yang dilakukan oleh pengarang, sejak sekitar 7 tahun lalu sampai saat sedang menerbitkan komik ini. Ada kasus jualan rambut palsu, krim wajah, gambar komisi, stiker, kartu pos, gantungan kunci, sampai guling idola.
Polanya pun tampak berulang: banyak penggemar ---> dagangan laris ---> pesanan melimpah ---> gagal produksi/gagal kirim --> janji mengembalikan uang ---> mengeluhkan masalah keluarga/kuliah/penyakit/putus cinta ---> tidak bisa dikontak ---> ganti akun media ---> diam-diam menunggu masa tenang ---> promosi produk baru lagi ketika orang sudah lupa.

Karena jualannya kecil-kecilan, para pelanggan masa lalu yang lelah menagih malas mengusut lebih jauh, tak sampai melaporkan ke polisi. Begitu namanya naik daun di webtoon, melakukan penawaran baru, kejadian lagi hal yang serupa, mulailah mereka merasa layak untuk mengungkit kembali. Akhirnya beredarlah berbagai kompilasi dari masalah yang dialami berbagai pihak dengan sang pengarang.

Salah satu kekesalan utama para pelanggan adalah nama pena yang digunakan merujuk cina, padahal dia asli pribumi, sehingga terkesan mencemari nama baik keturunan cina. Konon sebelumnya dia memakai nama spanyol. Di dalam komiknya, ada adegan muslimah berkerudung rapat mengucapkan salam, lalu pengarang menyatakan sudah konsultasi dengan pemuka agama dalam menampilkan adegan tersebut, padahal dia sendiri berasal dari keluarga muslim (walaupun entah agama apa yang dianut dalam hatinya saat ini).
Terkadang terselip juga beberapa nasihat anti-hate speech, padahal yang bersumpah serapah di kolom komentar adalah mantan pelanggan yang murka.

Kekesalan lain mereka adalah, dia mengeluhkan bahwa tekanan dari pelanggan tersebut membuatnya terhambat menerbitkan komik 304 secara rutin. Dia juga merendahkan beberapa pengarang lain yang menampilkan percintaan pria-wanita; sementara komik 304 dibanggakan mengabaikan seputar romantika. Tetapi seperti munafik karena ternyata dia tampil di webtoon berbahasa inggris di kategori challenge (amatiran pendatang baru), menggambar cerita gak penting yang bermuatan seksual pasangan sesama pria, omegaverse (entahlah apa pula itu), dengan tokoh tiruan idola Korea.
Alasannya karena ingin menyalurkan hobi. Dicurigai tujuan sesungguhnya untuk menarik sponsor pendana maupun penggemar baru yang akan membela dia dari komentar-komentar miring para pelanggan lama. Semestinya orang yang telah kompeten sebagai profesional tidak perlu lagi melalui tahap tersebut... Jangan-jangan imbalan webtoonist pro tidak sebesar sumbangan lewat patreon? Atau kelelahan mengejar jadwal mingguan membuat episode-episode tunggang-langgang sehingga mencetuskan keinginan menggambar ulang.

Renungan


Beberapa isu yang terlintas gara-gara kasus ini (maaf ya kalau acak banget):

  • Hak anonimitas pengarang seharusnya dapat tetap dilindungi; pengarang berhak memakai nama pena apa pun tanpa perlu diungkit-ungkit oleh penggemar maupun pembencinya, selama bukan mencaplok jati diri manusia nyata. Hal ini penting agar mereka leluasa mengungkapkan curahan hati melalui karya yang toh punya penafian sebagai fiksi belaka. Namun hendaknya dipertimbangkan pula bahwa:
  • Kepercayaan bisnis memerlukan identitas yang jelas; hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pelantar jual-beli daring yang dapat dipertanggungjawabkan: jelas ada konsekuensi berbagi keuntungan dan harus patuh bayar pajak, namun data pesanan, transaksi pelanggan, prosedur pengembalian dana terorganisasi secara sistematis, sementara anonimitas penjual tetap dapat terlindungi di balik pelantar tersebut.
  • Produksi dalam negeri vs bea cukai; bisa jadi awal kekacauan adalah masalah penebusan barang dagangan di bea cukai. Sebagai penjual amatiran, tentu sang pengarang tidak punya izin impor yang layak untuk jumlah besar. Mana tahu tertagih bea masuk atau PPnBM yang tidak diperhitungkan sebelumnya, tapi gengsi untuk mengakui. Di sisi lain, menurut saya impor barang mahal untuk cosplay adalah tindakan yang tidak kreatif. Kreativitas sejatinya harus didasari kemampuan mengolah sumber daya alam milik sendiri. Contohlah @lowcostcosplay.
  • Mutu percetakan; tentang karya sendiri, bisa jadi hasil cetakan terlalu butut, warna belang bonteng, sehingga dianggap gagal. Akibat obsessive compulsive disorder, tidak sudi menjual apa adanya, tapi juga terbengkalai tidak sempat mengurus ganti rugi ke percetakan lalu bingung sendiri. Tentu saja jika belum mampu mengendalikan risiko, mestinya jangan terjun ke bisnis dulu.
  • Keterlibatan keluarga; adik dan ibunya telah membantah berbagai kilah pengarang tentang drama keluarga ataupun penyakitnya, dan berjanji akan menebus semuanya. Namun, jika tidak mengenal lebih jauh, belum bisa serta-merta disimpulkan dia berbohong. Kurangnya rasa tanggung jawab, mentalitas korban, dan ketegaan menyalahkan keluarga pun pasti bersumber dari lingkungan keluarga juga. Sebaliknya, tentu tidak ada keluarga yang mau mengakui kegagalan mengasuh seseorang. Sementara itu, banyak kasus KDRT yang terjadi sangat tertutup sulit diintervensi justru ketika korbannya menyangkal keadaan.
  • Masalah psikologis dapat terbentuk melalui cosplay dan fanfic; keinginan mencintai diri yang tampil beda sebagai orang lain, bisa jadi pemicu rasa percaya diri tapi bisa juga menimbulkan kepribadian ganda yang tidak tertanggulangi. Sementara mengkhayalkan dunia sesuka hati ke mana kapal hendak berlabuh, adalah sarana pelarian dari kenyataan hidup.
  • Rentang evolusi sebuah adikarya; selama menelusuri kontroversi ini, saya terarahkan ke berbagai profil medsos jadul sang pengarang. Ternyata, di sana bisa kita temukan jejak-jejak pengolahan naskah 304 ini sejak tujuh tahun silam.
    Ide untuk mengomikkan pengalaman pribadi selama OSN setidaknya telah mengemuka pada 2011 (atau bahkan lebih lama lagi). Para tokoh utama telah tampil dengan raut wajah dan nama yang berbeda, watak yang lumayan mirip versi finalnya. Beberapa adegan pun dapat ditelusuri telah muncul dalam sketsa-sketsa yang dicicil selama itu. Barangkali di tengah jalan kehabisan bahan, tanggapan tak semeriah yang diharapkan, semangat pun buyar semua. Seolah-olah tidak ada gagasan lain yang lebih cemerlang daripada kisah ini.
  • Genre supokon inspiratif tidak cocok di negara ini; kalau ini manga, masuk kategori semangat bersaing yang menggugah orang untuk maju. Walaupun tamatnya menggantung, rencana awal adalah memenangkan sebagian tokoh untuk maju ke IPhO. Namun, seperti yang pernah kami bahas ngalor-ngidul dalam suatu diskusi KineMala, ada kebutuhan untuk lebih membumikan media fiksi kita pada realisme, agar ambisi maupun obsesi dirumuskan lebih terencana, dan siap menghadapi berbagai risiko, jangan sampai kandas sebagai sekadar bunga mimpi tak tergapai. Bagaimana mengelola cerita komik yang mampu menampilkan sebuah kekalahan dengan lapang dada?
  • Kegagalan pengembangan industri kreatif; belum ada jaring pengaman untuk menanggulangi kegilaan para seniman dalam kadar yang layak. Mereka dituntut untuk 'waras' sebagai pebisnis profesional yang bertanggung jawab atas komersialisasi produknya, sehingga terjebak antara menjadi sekrup mesin raksasa yang rutin melakukan plagiasi membosankan; atau menjadi pengacau tak terkendali yang sama sekali gagal terjun ke masyarakat ...
    Pada dasarnya industri kreatif adalah sebuah kerancuan. Dalam skema ini, tidak ada harapan untuk menyaksikan karya otentik cemerlang yang dapat menggugah peradaban dunia.