Tampilkan postingan dengan label boga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2022

Baca Komik Lagi

Detoks dari kecanduan menggulir webtoon selama 3-4 tahun terakhir, baca komik buku fisik rasanya sesuatu banget oy seperti menebus rindu 👀📚
Beruntung saya mendapat pasokan penawar secara bergantian dari tetangga seberang kosan, seorang kawan namanya lucu tapi cukup mengesankan pula badannya kecil dan kulitnya hitam baik budi seperti seorang seniman.

Ronde Kesatu

Konon yang dua ini rujukan favorit tetangga saya, antara pewarnaan dan pembingkaiannya.

Satu tentang cowok galau penulis obituari yang hidup dalam bayang-bayang kesuksesan ayahnya, seorang novelis. Lalu berbagai tonggak kehidupannya yang bisa saja menyambut kematian saat itu juga, ditulis ulang dalam bentuk obituari.

Yang kepikiran pas baca, sang tokoh kok enggak pernah tampak curhat ya sama kakaknya? Kayaknya dia murung melulu padahal punya privilese. Temannya juga cuma seorang ya ...

Aroma Brasilnya terasa kental, tapi malah seolah terlalu damai ... Terkenang waktu ke Rio de Janeiro 6 tahun lalu, mau turun dari taksi buat memotret mural saja, supirnya panik lihat kiri-kanan, begitu kelihatan sepintas ada orang lewat langsung saya disuruh naik lagi 🚕

P.S. Teman saya ilustrator @olafmurkenstein ternyata pernah menjadikan komik ini hadiah untuk keponakan. Saya kepikiran juga kalau dapat komiknya sendiri mau menghadiahkan ke ibu saya karena beliau sempat ikut pelatihan menulis obituari tahun lalu. Entahlah apa beliau mau baca.

Ini komik yang menang Eisner, tapi oleh saya terlewatkan di pajangan toko buku mungkin karena tampilannya seperti bacaan packbapack 🙈

Satu lagi digambar dengan pembingkaian yang sangat dinamis dan alur cerita yang sangat gore. Tentang proyek senjata pamungkas menggunakan hewan piaraan kesasar yang dikumpulkan dan dilatih demi menghindari jatuhnya korban tentara manusia.
Kasihan hewannya lucu-lucu. Semoga yang membaca jadi tersentuh untuk semakin menyayangi piaraan masing-masing.
(FB IG)

Ronde Kedua

Berhubung tetangga saya tidak mengoleksi manga (konon satu-satunya manga yang pernah dia koleksi kebetulan adalah Yotsuba&! 🍀 tapi lalu disumbangkan pula ke komunitas sesuatu) mungkin ini yang agak menyambung yang layak dipinjam, karya orang Amerika keturunan Jepang diterbitkan di Kanada 🗾

Buku coklat berisi kumpulan cerita pendek situasi keluarga yang unik, menggelikan sekaligus menjengkelkan, oh ada yang mengerikan juga. Ternyata beberapa di antaranya dapat nominasi bahkan menang penghargaan. Yang kayaknya *gue banget* judul pertama, "hortisculpture". Sepertinya semua anggota keluarga termasuk saya pernah punya fase ingin bikin karya yang enggak jelas 🌵

Buku hijau berisi satu kisah tokoh keturunan Jepang yang rempong mendudukkan jati diri kejepangannya di tengah orang kulit putih. Blak-blakan dan realistis yang cukup bikin saya gegar budaya walaupun sempat banyak bergaul dengan orang Jepang 🎎
Apakah teman-teman saya bakal merasa seperti ini kalau hidup di Amerika?
Barangkali masalah mereka ini khas Jepang atau Asia Timur, orang Indonesia tidak akan mengalami. Tentu lain lagi paket masalah yang kita hadapi.
Satu catatan seperti buku pertama ronde pertama: Orang ini temannya juga cuma satu saja?
Juga perlu introspeksi, apakah saya pernah berpura-pura tertarik pada hobi atau selera orang demi mendapatkan perhatian balasan?
Sepertinya karya lain dari pengarang ini perlu diburu semua ...
(FB IG)


Ronde Ketiga (A)

Mendekati bulan Ramadhan dikasih komik tentang makanan 🍽️

(Karya terlaris pengarangnya ada yang baru diadaptasi ke serial televisi, sayang saya belum baca. Sepertinya ketika judul itu beken, saya sedang menabung buat koleksi Pluto. Juga saat ini suasana hati sedang enggak nyaman untuk menonton jadi dilewat dulu. Konon adaptasi tersebut mengecewakan pula) 📺

Tokohnya adalah juru masak jagoan yang bersembunyi di suatu pulau di Indonesia ketika kariernya bangkrut akibat krisis ekonomi sementara rumah tangganya berantakan gara-gara dia ternyata gay queer.
Ternyata acara televisi yang dia rintis berganti wajah sebagai lomba masak yang sungguh ekstrem melayani elite 1% sehingga dia dicari untuk tampil kembali oleh para penonton dan pengelola jaringan.
Berhubung saya tidak pernah menonton acara lomba masak jadi kurang pembanding, tapi tetap bisa menikmati lah.

Putri sang tokoh mengambil alih karier ayahnya, baru berusia 17 tahu-tahu bisa masak, wow sungguh jenius tapi tampangnya kok dewasa betul ya, waktu saya usia 17 jadi mahasiswi masih sangat unyu.

Garis dan warna yang digunakan di sini sangat gelap untuk komik tentang masak memasak. Mungkin demi membangkitkan kemurungan karena ceritanya ini di masa depan yang tidak jauh dari sekarang, saat ikan segar sudah langka akibat perubahan iklim 😨
Pewarnanya sama dengan yang menggarap komik pertama ronde 1, konon seorang dewa di bidang wawarnaan, telah berkali-kali juara.

Yang aneh itu penghurufan resep, ditulis dengan tinta biru muda di atas kertas bergaris putih, nada yang sangat berbeda dari suasana sekelilingnya. Tidak ada biru tersebut di palet warna dalam setiap bingkainya. Apakah hanya agar menonjol atau ada alasan lain pakem di dunia resep atau dunia masak televisi?

Oh ya sang tokoh seperti komik-komik sebelum ini temannya juga cuma seorang, yang lain dianggap saingan atau tidak dianggap sama sekali.
(FB IG)

Ronde Ketiga (B)

Dipinjamkan berbarengan dengan komik masak yang saya pajang sebelum ini, dari penerbit yang sama, karena katanya para pengarang sering berkolaborasi dalam judul-judul lain yang belum saya baca.
Latar abad pertengahan, trilogi semacam kisah tragedi peri 🧚🏽‍♀️
Nuansa mistis mengingatkan pada manga jadul seperti Pengantin Demos atau Crystal Dragon. Gaya gambarnya juga entah kenapa berasa manga.

Konon pengarangnya adalah cewek pertama yang kebagian menggambar Batman (?)
Tapi dibandingkan dengan kedua manga tadi kok rasanya tidak ada keberpihakan khusus terhadap tokoh-tokoh cewek yang ditampilkan dalam komik ini?
(FB IG)

Ronde Keempat

Kebagian komik tebal kayak buku telepon zaman baheula. Pinjam setelah masuk bulan Ramadhan, harus mencicil baca karena tersisihkan oleh ibadah 🙃🕌
Saya baca loncat-loncat memilih episode yang paling bikin penasaran lebih dulu, lalu sempat bingung mana saja yang terlewat belum dibaca.
Kolaborasi pengarang komik ronde 3a dengan pengarang ronde 3b. Berisi terbitan ulang produk indie awal karier mereka (?) selusin cerita terpisah tentang remaja galau berkekuatan super, ditambah 6 cerita baru tentang orang-orang super yang sepertinya lebih dewasa, yang diolah setelah para pengarang mapan malang melintang di dunia komik ✒️✏️
Eksplorasi gaya berbeda-beda setiap episode, tapi kebanyakan ada ciri khas shojo manga di dalam goresan gambar maupun tema. Kekuatan super hanya latar, yang jadi sorotan adalah aneka ragam gangguan mental yang mengiringinya. Sayang saya tidak mampu mengidentifikasi inspirasinya dari manga mana saja gara-gara saya kurang fokus mengikuti shojo 🧐👧🏽
(FB IG)
#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Kamis, 24 Februari 2022

Jambak

Jambu malaka/malay rose apple
(Syzygium malaccense) 🌹🖤🍎🌳

Semakin hitam semakin manis
Tanaman pribumi yang tersebar alami di Malesia dan Australia ini konon telah ribuan tahun lalu diangkut ke Oseania.
Di Jawa menurut @wintjescake dan @delajaskara disebut sebagai "jambu dersono". Tapi gara-gara sejak 1793 diperkenalkan ke Karibia, kini di lapak daring dijual sebagai "jambu bol Jamaika" 🤦🏾‍♀️

Kata @akumasjok, pada masanya djamboe bol sempat merupakan jenama rokok legendaris di Kudus. Namun karena tidak ada keturunan yang dipersiapkan mewarisi usaha ini, apalagi kalah saing dengan Djarum dkk, lambat laun bangkrut sampai menyisakan masalah perburuhan yang berlarut-larut.
Sebungkus rokok djamboe bol antik saat ini bisa mencapai Rp2,5 juta, orang-orang Kudus memang gila

#manzanadeagua #pomarosa #pomerac #jambubol #jambujamaika #malayapple #malayroseapple #otaheiteapple #pinksatinash #mountainapple #plumrose #syzygiummalaccense #ohiaai #indonesiamakanbuah
#マレーフトモモ #ヤマリンゴ #マウンテンアップル #フトモモ科 #フトモモ属 #インドネシア

Jumat, 24 Mei 2019

Kingkong dan Kaiju

Kabita oleh cerita sepintas lalu seorang teman, sebut saja Bunga, yang menembus kerumunan pengamanan demo sekitar gedung bisul demi berbuka dengan cheese cake ... Pekan kemarin saya bela-belain mampir juga dengan alasan kebetulan melewati jalan yg sama saat belanja keran, walaupun dari tempat tujuan letaknya ujung ke ujung, sedangkan untuk pulang ada jalan pintas belok di tengah 🍰🥧🍮 Sepotong matcha chiizu keeki terasa asam, tetap saya habiskan karena mengira memang begitu rasanya. Dampaknya, saya diare tiga hari berturut-turut. Sungguh kurang ajar penjaga toko tega menjual penganan basi tanpa kortingan harga pula, tapi kok ya saya pun bego amat bisa tergiur oleh ramuan bid'ah. Jelas-jelas teh hijau matcha adalah padanan ronde putih shiratama dan kacang merah adzuki 🍵🤢😩 Minggu ini saya sudah waras kembali ke selera asal, menu iftar colénak beuleum peuyeum digulaan. Kapan ketemu si Bunga lagi saya mesti joged-joged "aku anak singkong, kau anak keju, uwooow uwooow" 🍠🧀🎼🎵🎶💃🏾🕺🏻

Selasa, 27 September 2016

Teh Zaman Edan

::: Zaman ini zaman edan: teh botol dikotakin, teh gelas dibotolin :::
(& teh poci disasetin ...) 󾇎󾀼󾔵☕󾀾󾦄󾁃



Teh Hijau

Baru dua minggu lalu saya mengoreksi teman bahwa teh hijau (ryokucha) itu belum tentu adalah matcha.
Pada dasarnya, teh hijau adalah teh yang dikonsumsi tanpa melalui prosedur pelayuan/pengeringan dan oksidasi. Jenisnya dibedakan antara mutu dan cara tumbuh: yang terpapar matahari dengan yang tumbuh di bawah bayangan pohon lain.
Matcha adalah teh bubuk yang dihidangkan dengan cara dikocok sampai kental berbusa, sedangkan teh hijau bening adalah jenis lain: bisa sencha, gyokuro, kabusecha, tamaryokucha, bancha, kamairicha, macam-macam.


Teh Gula

Kebetulan baru kemarin berteman FB dengan seseorang yang pernah menceritakan anekdot ini kepada saya enam tahun yang lalu.
Kabarnya, orang Sunda kalau pergi ke timur kebingungan kenapa minum teh saja harus bayar. Saking melimpahnya kebun teh di tanah priangan, air teh biasanya menjadi layanan gratisan bagi orang yang membeli sepiring makanan. Sebaliknya, orang Jawa kalau pergi ke barat kebingungan kenapa kalau teh pakai gula harus bayar lebih. Saking melimpahnya kebun tebu, penambahan gula biasanya menjadi layanan gratisan bagi orang yang membeli segelas teh.
Semacam teori kelangkaan terkait perbandingan antara pasokan dan permintaan.


Teh Kaca

Menghindari minuman bersoda, teh botol kaca adalah jajanan masa remaja saya. Namun, ada masanya beli teh botol bukan karena mau diminum melainkan untuk dipecahkan dasar botolnya melalui tekanan dari mulut botol. Sulap yang lebih ajaib daripada kemampuan para keramat yang dipuja-puji oleh orang-orang putus asa itu.

Masa tersebut berlalu karena kini semakin jarang beredar teh botol dari kaca. Kemasan minuman komersial, apa pun bentuknya, telah menyumbang cukup banyak pada gunungan sampah sehingga sebisa mungkin dihindari konsumsinya.


Teh Edan

Bukan sekadar bungkus teh. Ini berlaku pula pada penunjukan jabatan orang yang mempunyai keahlian berbeda, atau penerapan kebijakan seperti mengobral bahan yang seharusnya dihemat sementara membela pihak yang seharusnya dibasmi.

amenangi zaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada ...

Senin, 03 Maret 2014

Lahong dan Elai

Akhirnya jumpa lagi, buah langka yang didamba.
久しぶりに幻の珍果物。
At last I found the desired rare fruits once again.


Sepupu Durian. Ketika matang jalur belahan muncul sehingga mudah dibuka tanpa menggunakan pisau.
ドリアンの従弟達。成熟すると切断経路は表れて、ナイフも使用せずに簡単に開けることができる。
Cousins of Durian. When mature some pathway appears so that it is easily opened without a knife.

Lahong: kulit merah gelap, duri panjang runcing. Daging tipis tapi wanginya agak khas, eksotis. Tidak dibudidayakan, tumbuh liar di hutan.

ラホン:赤黒い皮、長くて尖った刺。果肉は薄いが、香りは典型的エキゾチックなもの。あまり耕作されなく、森の中に自生。

Lahong: Dark red skin, long pointed spines. The meat is thin but with more exotic fragrance. Not cultivated, grows wild in the forest.

...

Elai: warna daging jingga, duri kecil. Rasanya ajaib, manis sedikit asam, entah kenapa mengingatkan pada rasa dodol buah kesemek jepang.

ライ:果肉は橙色、刺が小さく。甘くて少し酸っぱい、不思議な味で、何となく日本の干柿を連想させる。

Elai: orange meat, small spines. Wonderful taste, slightly sour sweet, somehow remind me of the flavor of dried Japanese persimmon fruit.

...

Jumat, 03 Agustus 2012

Jafunisun: Tahu Sumedang




Tahu sumedang, tahu nu matak sono

ceuk kuring can aya anu bisa ngelehan
Tahu sumedang tahu nu pangraosna
komo dicengekan, komo lamun disambelan

Sanes harewos, karasa ku sorangan
nu ieu, can aya anu bisa ngelehan
Tahu sumedang tahu nu pangeunahna
arek disanguan, raos oge ditambulan

Ngeunah ceuk murangkalih, ceuk nu kolot, ceuk nu ngora
Ti peuting nepi ka hayam kongkorongok angger ngeunah ah euuuhhhh

Ceuk sayah (mbeeee) tahu ieu anu ngeunah
Ceuk sayah (mbeeee) tahu nu pangraosna huhuyeee
Ceuk sayah (mbeeee) nu ieu karasa gurih
Ceuk sayah (mbeeee) tahuna teh (mbee) matak hadeeeee


Terjemahan:


Tahu sumedang, tahu yang bikin kangen
kata saya belum ada yang bisa mengalahkan
Tahu sumedang tahu yang paling lezat
pakai cabe rawit, ataupun pakai sambal

Bukan bergosip, dirasakan sendiri
yang ini, belum ada yang bisa mengalahkan
Tahu sumedang tahu yang paling enak
mau dipakai nasi, enak juga jadi camilan

Enak kata anak-anak, kata orang tua dan pemuda
Sejak senja sampai ayam berkokok tetap enak ah euuuhhhh

Kata saya (mbeeek) Tahu ini yang enak
Kata saya (mbeeek) tahu yang paling lezat huhuyeee
Kata saya (mbeeek) yang ini terasa gurihh
Kata saya (mbeeek) tahunya (mbeeek) paling okeeee


Catatan koreksi bahasa Sunda dari Teh Dydy:


ngelehan = mengalah, seharusnya ngelehkeun = mengalahkan
sanes harewos (lemes), karasa (loma). campur-campur dalam satu kalimat
Ga konsisten untuk satu arti pake 2 tingkat (loma-lemes): ngeunah & raos.
Basa Sunda yang benar ngga ada kata 'sayah', agak dipaksakan supaya mirip sama Saint Seiya

Bagi yang belum ngeuh, ini parodi dari lagu OST anime "Saint Seiya".
Aslinya, "Pegasus Fantasy" bisa didengarkan di sini ...

Selasa, 03 Januari 2012

Tumpeng Awug

Sebenarnya sih lebih menantang ulang tahun penanggalan bulan, karena berubah terus musimnya setiap tahun. Apalagi tahun 2011 lalu jadinya saya berulang tahun dua kali, hahaha.
Tapi kenapa ya yang dipakai buat berkas-berkas resmi (Akte, KTP, Paspor, Rapor, SIM dll) dan yang dirujuk untuk layanan gratisan hari ulang tahun, semua memakai penanggalan matahari.



Saya tidak pernah merayakan ulang tahun dengan kue tart dan lilin. Apalagi karena perlu mendukung ketahanan pangan nasional (terigu bahan kue itu impor, bo! Mari dukung petani lokal!) Kecuali kalau ada yang bela-belain membuatkan atau membelikan ya apa boleh buat terpaksa dinikmati juga tentunya.
Biasanya sih ibu saya membuatkan ketan durian, tapi berhubung usia sudah bertambah, perlu hati-hati terhadap gangguan kolesterol hiks... Maka kali ini mari kita memotong tumpeng awug dari tetangga sebelah.

Selamat ulang tahun juga buat JRR Tolkien... Kami sangat menantikan film Hobbit-nya tapi masih lama banget ya...

Jumat, 09 Desember 2011

Bajaj Transformers

Dapat viral dari laman Ekonomi Kreatif Indonesia:

Lakon Pada Suatu Ketika dari lakonanimasi di Vimeo.
Yang tidak bisa akses, silakan cek di youtube.


Bajaj-bajaj dan ojeg-ojeg menjadi Transformers. Wow!

Tapi kenapa Transformers? Bukan Gatotkaca, tulang baja otot kawat?
(Yea Gatotkaca gak mungkin berubah dari bajaj atau ojeglah, paling juga dari tiang jemuran...)

Soal perizinannya bagaimana? Apakah harus membayar royalti kepada pemilik hak cipta Transformers? Atau yang seperti ini tidak akan dianggap plagiat karena merupakan parodi? (Saya tidak menonton satu pun film Transformers jadi belum tahu bedanya.)

Ada yang bilang mirip sama animasi Malaysia dari produser Upin-Ipin juga, berjudul Zaman Dahulu Kala atau semacamnya...

Hebatnya adalah perincian latar belakang yang indah dan meriah tentang kehidupan sehari-hari di Indonesia... Bukan lagi masakan penuh bumbu rempah-rempah, dihidangkan di atas anyaman rotan dan daun pisang, aneka warna buah-buahan dan bunga-bungaan, pelepah bambu, hewan-hewan langka, harta karun emas permata... Tapi makan Indomie, minum kopi sasetan di kios pinggir jalan... Pokoknya segala yang cepat saji dan menyampah plastik...

Sebuah penggambaran rendahnya daya beli rakyat Indonesia, sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga harian, tidak bisa proyeksi secara bulanan dengan belanja borongan yang jatuhnya jauh lebih murah dan hemat daripada eceran...

Apa pun, semoga segera tayang.



 *** 
 Pemutakhiran 14 Desember:


Ini Dia Tanggapan Lakon Animasi Soal "Transformers Cap Bajaj"
KOMPAS.com - Video animasi "Pada Suatu Ketika" terlanjur menyebar luas dan diminati publik. Akibatnya, muncul seruan/ajakan untuk mendukung video itu agar menjadi sebuah film animasi layar lebar.

Sayangnya, seruan itu ternyata berbeda dengan misi yang diinginkan para pembuatnya. Berikut adalah tanggapan dari Lakon Animasi mengenai video itu yang ditayangkan di Facebook Page mereka: 

Menanggapi perkembangan yang terjadi pada terbitan video Lakon "Pada Suatu Ketika" ( LPSK ), kami merasa perlu menginformasikan kembali latar belakang pembuatan video dan mengembalikannya pada misi semula.

Pertama, LaKON animasi bukanlah Studio Produksi Animasi, melainkan lembaga/studi pelatihan animasi yang rencananya akan dilaksanakan di kota Solo. Kami berusaha ikut berpartisipasi, dalam kapasitas yang kami punya, untuk mendukung sektor industri yang kini sudah, sedang, dan akan lebih berkembang, seperti yang sudah dimulai oleh studio-studio animasi di Jakarta-Bandung-Jogja-Batam dll.

Sebagai lembaga penciptaan SDM, kami memposisikan diri sebagai pelengkap dari institusi-institusi pelatihan lain, yang sebelumnya sudah lebih dulu ada dan berjalan. Studio LaKON baru akan dimulai pada tahun 2012, dalam format uji coba.

Kedua, Video LPSK dibuat dalam rangka uji materi pembelajaran dan pelatihan. Reel tersebut dibuat untuk menemukan bugs (cacat, kelemahan, kekurangan) yang terdapat dalam program yang tengah kami susun, baik itu dalam kurikulum, modul dan wawasan pelaksana program.

LPSK pada awalnya ditujukan untuk pemirsa terbatas di forum LaKON FB dan di media publik yang menekankan pada diskusi dan apresiasi, dalam hal ini situs video-sharing vimeo.

Tanpa mengurangi rasa hormat atas atensi dan tanggapan dari publik yang lebih luas, bahwa pada akhirnya reel tersebut melebar ke media lain, adalah di luar tujuan penerbitan video.

Ketiga, tidak ada wacana dalam agenda kami untuk menjadikan reel/showcase kami untuk keperluan produksi komersial (film komersial, tv seri, dll). Showcase studi memang kami buat dalam kemasan 'film' (unsur cerita dan tokoh) dengan maksud untuk menghubungkan relevansi program pelatihan dengan kebutuhan industri.

Meski dalam kerangka non-komersial, kami akan tetap mempublikasikan showcase studi berikutnya ke depan, tentunya dalam forum yang lebih terbatas.

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk memperjelas status dan misi LaKON beserta showcase studi kami.
http://tekno.kompas.com/read/2011/12/14/13105034/ini.dia.tanggapan.lakon.animasi.soal.quottransformers.cap.bajajquot

Jumat, 01 Oktober 2010

Kutukan Zaman Modern

Lontong pakai lembar aluminium (okeeey) itu apa boleh buat dong, saat di luar negeri tidak ada daun pisang.
Ketupat pakai plastik (ngngng...) ditemukan di tukang ketoprak di pengkolan Salihara. Huh padahal kan lebaran sudah berlalu, pasti banyak sisa janur...
Putu bambu pakai... pipa pvc??? (Ehalah gubraggg!) Warnanya hijau emberrr pula!

Alasan bahwa bambu susah dapatnya, itu sangat tidak bisa diterima. Bukankah bambu dalam sehari bisa tumbuh 30 cm?

Untunglah setelah trauma horor itu, masih ketemu tukang putu yang cukup waras, tetap menggunakan bambu asli, daun pandan dan daun suji alami.

yotsuba & putu!

Jumat, 10 September 2010

Hard for Me to Say


Mohon dengan hormat untuk parcel-parcel selanjutnya kirimkan buah-buahan pribumi... Cintailah hasil dalam negeri! Dukung kemandirian bangsa... Demi kemajuan para petani... Dan, supaya bisa enak dirujak... NGAREPPP... Trims p(^o^)q

Sabtu, 17 Oktober 2009

Lapau Minangkabau

Titipan Ibunda, saya tampilkan di mari...

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Seni kuliner adalah warisan Minang, seperti batik warisan Jawa. Bagi pemuda Minangkabau yang terkena wajib merantau demi mencari kemuliaan melalui ilmu dan harta, kecanggihan budaya boga daerahnya menyebabkan tak betah dengan selera setempat. Rindu kampung terpuaskan dengan memasak sendiri resep ibunda, mencoba bersama, sampai buka warung untuk kepentingan perantau dalam jumlah yang kian meningkat. Ternyata, citarasa masakan Minang itu begitu istimewa, langsung disuka di seluruh pelosok rantau Nusantara. Akhirnya membuka "lapau" atau bekerja dari lapau ke lapau sambil "menari piring" menjadi cara mudah untuk alasan dan andalan memulai perantauan.

Unggulnya kuliner Minangkabau, mungkin karena lebih dulu mengisi rapat pojok-pojok, tempat setiap orang pasti kelaparan, dengan niat egaliter menolong selera sesama perantau malang. Harga bisa jadi murah, karena makan enak bisa dengan kuah-kuah. Tak pandang kelas sosial, nan paralu pitih dari omzet berlipat ganda. Baik Nasi Padang dengan hidangan khas pesisir maupun Nasi Kapau dengan keahlian pengawetan daging dan jeroan, Lapau Minangkabau adalah garda depan kuliner Nusantara, dinikmati oleh berbagai kalangan dari elit hingga jelata.

Orkes Gumarang yang berhasil mengantar lagu Minang era '60-an ke Jakarta, berjasa besar menaikkan pamor restoran Padang di ibukota, Kramat dan Puncak, lalu berkumandang ke seluruh Nusantara. Para sopir taksi atau bus yang memutar kaset lagu Minang, pembawa konsumen potensial, selalu dapat jatah makan gratis. Yang sudah akrab jo induak samang lapau, tak lupa diberi oleh-oleh "samba induak bako" dan "bubua kampiun", keduanya sebenarnya sisa-sisa makanan hari kemarin. "Samba induak bako" adalah sisa-sisa serba sedikit dari lauk pauk dan sayur berkuah yang dikeringkan jadi "rendang campur" beraroma khas nan lamaknyo sensasional dimakan jo nasi angek-angek. "Bubur kampiun" adalah aneka bubur, aneka kolak, ketan dan sarikaya yang tak laku, tinggal sedikit, disajikan dalam kombinasi kreatif. Betapa ramah dan murah meriah promosi pengambil hati. Arti "kampiun" adalah juara, champion. Bubur untuk para "juara" silek harimau, atau maksudnya bubur yang juara nomor satu enaknya (nak capek laku habih sampai ka dadak-dadaknyo, sampai ka karak-karaknyo).

Yang bukan Minang, akan terbuai lagu-lagu di bus-bus dan taksi-taksi itu, terdorong masuk ke restoran. Atau yang lidahnya sudah pacak dengan pedas dan harumnya komposisi bumbu, akan makin larut dalam lagu-lagu sendu atau lucu. Bukan kebetulan kalau selain lagu kerinduan perantau, sang pengelola restoran (Kampuang nan Jauah di Mato, Teluk Bayur Permai, Marapi- Singgalang, Laruik Sanjo ...mabuak untuang jo parasaian, patang disangko pagi hari) juga berkumandang lagu-lagu berjudul makanan atau menyindir masalah "lambuang":

Urang gaek mancilok lamang, luko bibianyo dek sambilu...
(Si Nandi-nandi)

Lompong sagu bagulo lawang, sadang katuju diambiak urang...
(Lompong Sagu)

Bareh baru makan jo pangek, indak tampak mintuo lalu...
(Bareh Solok)

Bia tarumuak badan di rantau, rinuak di kampuang takana juo...
(Palai Rinuak)

Kawin saya sama orang Jawa, tahu ka tahu... tempe ka tempe...
(Oslan Husen taragak patai jo jariang)
Oooii lamaaaang..... lamaaaang tapaaai.


Apalagi ya, lagu-lagu lambuang yang jenaka? Apa nama restoran-restoran awal di Kramat dan Puncak? Apa sebab dan sejak kapan sistem "franchise" melanda Simpang Raya, Sederhana, Salero Bagindo, Ampera yang jadi mahal dan eksklusif, yang sifatnya sudah sampiliiik, baretong bana?

Untuak sataguak aia putiah palanca rangkungan sajo, awak musti mambali nan 'kemasan'. Ado 'kemasan' boto, ado 'kemasan' galeh, kaduonyo dari plastik janiah. Dan itu alah jaleh ado haragonyo... masuak ka dalam rekening. Dari rekening 'ko, awak kanai pajak pulo 10%. Yo, sansai badan den. Dunsanak nan ambo baok makan, agak tacangang dek pajak 10%. Jadi sabalun mamasan, harus diputa di kapalo, bara harago nan tacetak di daftar menu dan bara jatuahnyo nan ka di bayia di meja kasir. Kasadonyo kini 'ko... pitih... pitih... pitih. Ba'a ka ba'a lah... caronyo.


Beryl C. Syamwil
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


gulai-gulai

Selasa, 16 September 2008

Onigiri di Konbini

Saat-saat perlu bergadang di lab bulan Ramadhan di Jepang, biasanya sekalian saja pulang bersepeda mendekati waktu imsak, dan mampir ke konbini (convenience store, toko kelontong yang buka 24 jam nonstop) yang tersedia di setiap pengkolan jalan.
onizoro Menu yang paling mudah diperoleh, tentu saja, onigiri. Nasi kepal ala Jepang. Eh, tidak mudah-mudah amat, masih perlu diperhatikan juga apakah isinya halal atau tidak, apakah nasinya diberi perekat yang berasal dari lemak babi, apakah rumput lautnya diberi bumbu alkohol, dst. (Halah, repot juga, ya?)

Ternyata, cara membuat onigiri tidak sesederhana yang disangka.
Berikut liputannya.

Nihon no Katachi (Adat-istiadat Jepang):

Onigiri (Nasi Kepal)


TONTON DI http://www.youtube.com/watch?v=CJZuQvmSR2k



  1. Lakukan sekelompok berdua.
  2. Cuci tangan bersih-bersih.
  3. Taburkan garam untuk penyuci. Saat ini, yang penting adalah garam yang melekat di tangan jangan dijatuhkan semua.
  4. Sucikan sendok nasi dengan sake.
  5. Ambil nasi yang baru dimasak dari bakul ke tangan. Jumlah untuk satu porsi idealnya 110 gram, 2300-2500 butir nasi.
  6. Belah udara sebelah kiri-kanan dengan pedang Jepang.
  7. Kepalkan kencang-kencang. Kepalkan sambil diputar.
    Sekali putar 120 derajat, sehingga dalam setiap tiga putaran akan kembali ke posisi semula. Berikan tekanan sebesar 37 kg. Kalau terlalu keras, tidak dapat dimakan, kalau terlalu lembut, akan berantakan. Di Japan Culture Lab, dijual pelatihan memberi tekanan onigiri melalui katalog. Kalau tidak memberi tekanan yang dibutuhkan, akan tersengat listrik. Ini adalah alat latihan yang sangat ampuh.
  8. Sucikan rumput laut dengan api.
  9. Bungkus. Lihat, inilah Onigiri.
    Ada berbagai macam cara membungkus dengan rumput laut.
    - Satu Tangan
    - Rumah
    - Keliling Dunia
    - Hitam Legam
    - Polos
  10. Belahlah udara sebelah kiri-kanan dengan pedang Jepang.
  11. Bungkus dengan pelepah bambu.
  12. Berangkat ke luar.
  13. Makan.
Laksanakan tahapan-tahapan ini tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Bagaimana? Inilah Nasi Kepal Jepang.
***

Dan demikianlah aku menjadi pelanggan *konbini*. Maklumlah, di sana tidak ada kios pinggir jalan. Konbini akan lebih terasa "manusiawi" daripada berbelanja di jidohanbaiki (vending machine) tentunya. Entah mengapa di Indonesia kini model konbini sudah mulai menjamur, walaupun belum 24 jam... Di Circle K kita bisa memperoleh selembar rumput laut gurih untuk dicemil seharga kurang dari 5000 Rupiah, misalnya.
Tapi yang perlu dicatat, hampir semua konbini di Indonesia meratakan halaman depannya dengan semen yang tidak menyerap air, dan menebang pohon yang ada. Sangat tidak ramah lingkungan. Penggersangan terstruktur. Belum lagi alfamart yang berusaha sebisa mungkin mengembalikan recehan dengan permen-permen gak penting yang merusak gigi.

Senin, 18 Juni 2007

Burger Kucing

Satu hal yang mengganjal di kerongkongan dalam reuni akbar SMA, sebagaimana disinggung adikku:
Reuni SMA 3: kesan utama adalah... burgernya, yang bahkan kucingku gak berminat memakannya


ichc?.comKucing kami ini sebenarnya pemakan segala, karena selalu ikut berselera melihat tuan mereka makan. Makanya mereka bisa mencuri pisang goreng, kue spekulas, bubur pulut hitam ataupun capcay. Tapi, begitu disuguhi segepok daging McD, puih, mereka memalingkan muka!!! Selera mereka jauh lebih tinggi daripada kucing-kucing di ICHC? dotcom.

Heran, apa tak ada makanan khas Bandung yang bisa dihidangkan di acara sebesar ini. Batagor, Pisang Molen kek... Di dua acara sebelumnya dalam rangkaian reuni tersebut, masih mendingan: Ada jajanan kantin bazar gratisan untuk nostalgia di Jumat petang, dan kami bisa beli bubur ayam di olahraga Sabtu pagi. Mengapa di acara malam Minggu tidak ada suguhan yang menyelerakan???
Padahal kami angkatan abad 20 harus bayar 65000 untuk undangan masuk, pin kaleng, buklet tipis dan kupon makan. Mengapa kupon ini hanya bisa ditukar McD?

Sementara yang datang banyak sekali angkatan tua, '60-'70-an yang jauh lebih kompak dibandingkan yang mudanya (pakai kaos, topi, rompi seragam segala). Biasanya kan pasaran McD ditujukan kepada kaum muda. Tapi memang siasat dagang dan promosi McD tidak bisa diduga, dan berteknologi canggih...

Terhitung sejak heboh "Super Size Me" yang saya bahas beberapa tahun lalu, sudah ada segala macam yang aneh-aneh. Bahkan kini, MegaMac telah menjajah Jepang. Sampai orang bertanya-tanya, kapan ada GigaMac, TeraMac, IotaMac?

mcgrandmapa


Misalnya di Jepang ada si badut Ronald tiba-tiba berubah jadi sosok cewek seksi dan cowok emo mempromosikan McGrand, burger tomat.

Atau meluncurkan situs "I am Asian" dengan sasaran utama orang-orang beretnis Timur Jauh (Cina, Jepang, Korea) di Amerika, berusaha mencitrakan bahwa McD bisa membaur dengan jatidiri ke-Asia-an mereka. Kampanye yang sama kabarnya juga disasarkan kepada kaum Afro-Amerika...

Kemarin kita dengar pula usahanya menghapus istilah yang sudah tercantum dalam kamus sekelas Oxford, McJob yang diartikan sebagai "jenis pekerjaan bergaji rendah yang tidak membutuhkan keterampilan khusus dan tidak menjanjikan kesempatan berkembang di masa depan".

Ketika heboh-heboh penggunaan warna Sudan Red yang menyebabkan kanker, setidaknya McD Indonesia mengklaim bahwa produknya menggunakan bahan lokal 95 persen.

Ailing vomit.

Selasa, 23 Januari 2007

Ada-ada saja, Nattou Miihaa



Nattou bisa dibilang "Tempe Jepang", dibuat dari kacang kedelai yang dibusukkan dalam bungkusan jerami.
Bahan makanan ini memang yang paling mengundang reaksi ekstrem.
Nattou umumnya merupakan makan pagi rutin sebagai pengganti lauk orang Kantou (daerah timur Jepang: Tokyo dan sekitarnya) dan orang Hokkaido, bisa dirunut sejarahnya sejak sebelum zaman Edo.
Biasa diaduk dengan telur, mustard, shoyu, dan daun bawang untuk teman makan nasi, bisa juga dijadikan gunkanzushi (kapal perang) atau makizushi (gulung).

Namun, masyarakat di kampung halaman kedua saya, yaitu Kansai (daerah barat: Osaka, Kyoto dan sekitarnya), umumnya membenci nattou, mungkin karena sumber daya alam melimpah sehingga lebih banyak pilihan bahan makanan lain yang jauh lebih enak. Walaupun begitu mereka terkadang mengonsumsinya juga, karena dianjurkan sebagai menu makanan sekolah sesuai keputusan monbu(kagaku)sho (Kementerian Pendidikan Jepang).

Waktu saya di Kyoto, kebetulan ada pengrajin tempe profesional, menjual khusus di masjid dan tempat-tempat bahan makanan impor. Tapi karena repot memesan dan mengolah tempe, saya terpaksa mengganti menu dengan nattou, yah sekali seminggu dua minggu. Setidaknya nattou bukan berbau pesing seperti petai atau jengkol, sehingga saya masih bisa tahan walaupun sebenarnya tidak suka. Yang sulit hanyalah ketika meragukan apakah ada tambahan zat yang tidak halal sebagai pengawet atau pelembut.
Ternyata, bahkan Sensei (dosen) saya pun mengernyitkan dahi ketika memergoki saya sedang menyantapnya di kantin sekolah.
"Idih, kamu suka nattou? Dengan bau memuakkan begitu, mana benang-benang hifanya lengket menjuntai-juntai seperti ingus pula, menjijikkan! *Orang Jepang* saja benci, apalagi orang asing."
"Bukan begitu, sebenarnya tetap aneh sih terasa di lidah, tapi 'kan ini dibela-belain demi keseimbangan gizi, Sensei."


Awal 2007 ini, sebuah siaran televisi yang cukup ternama di Jepang, "Hakkutsu: Aru-aru Daijiten II" (Tergali: Ensiklopedia Ada-ada II) mengemukakan penelitian yang mencengangkan:
Bahwa dengan mengonsumsi nattou dua porsi setiap harinya setelah dikocok dan didiamkan selama 20 menit, zat-zat yang terkandung di dalamnya akan meningkatkan metabolisme tubuh sedemikian rupa, menurunkan berat badan 3-4 kilogram hanya dalam dua minggu, dan membuat awet muda!!!
Oh betapa idealnya.

It's smelly, slimy and Japan can't get enough...

Setahu saya program siaran ini memang banyak membual. Kalaupun penelitian yang dilakukan memang benar adanya, yang ditayangkan bukanlah dokumentasi kegiatan penelitian asli, melainkan rekonstruksi yang dibuat-buat khusus untuk acara ini. Saya juga menyangka itu sudah rahasia umum, semua orang tahu. Namun, ternyata sekian banyak khalayak percaya dan setia menjadikan siaran ini sebagai referensi.
Terbukti selama dua minggu setelah penayangan tersebut, penjualan nattou meningkat pesat laku keras dan dalam sekejap menghilang dari pasaran. Produsen pun pontang-panting tak mampu memenuhi permintaan masyarakat. Mereka berusaha mengingatkan berulang kali, bahwa memang nattou makanan yang sangat sehat, namun bukan merupakan elixir atau panacea yang menimbulkan keajaiban dalam sekejap.

Ternyata, sebelum minggu kedua berakhir, pihak produser, yaitu Kansai Terebi (saluran televisi dari... daerah pembenci nattou) menayangkan mengumumkan permintaan maaf terhadap adanya beberapa kebohongan dalam siaran tanggal 7 Januari tersebut:
  • bahwa komentar dari profesor asing ahli nutrisi yang dikutip dalam tayangan tersebut sebenarnya tidak secara spesifik merujuk pada nattou;
  • bahwa foto pengurusan badan "sebelum" dan "sesudah" sebenarnya menampilkan dua orang yang berbeda, bahwa eksperimen yang disebutkan belum pernah dilakukan; dan
  • bahwa angka-angka perubahan metabolisme yang dimunculkan hanyalah rekayasa.

Masyarakat (terutama orang gemuk yang tidak suka nattou tapi nekad bersusah payah mengikuti program diet ini tentunya) kecewa berat. Akhirnya pasaran kacau-balau, harga saham nattou anjlok, orang-orang kebingungan menghabiskan stok nattou yang sudah mereka sembunyikan di dalam kulkas selama beberapa hari terakhir, dan yang paling parah adalah hilangnya kredibilitas media televisi Jepang sebagai sumber informasi absah tepercaya.
Tentunya penayangan Aru-aru pun dihentikan, sponsor menarik dana.

(Wah kalau mengikuti alur 20th century boys jilid 18, hattori nattou yang sesungguhnya memang berkemampuan super bergizi tinggi, gara-gara *namanya tercemarkan akibat pembatalan siaran televisi*, akan dendam dan berencana menghancurkan dunia... hahaha arieru wa)

Ada-ada saja. Sudah jelas ARU-ARU itu artinya memang "ada-ada". Dasar para miihaa.
Yang jelas saya malah ingin makan nattou lagi! Siapa yang mau menemani???

Selasa, 17 Oktober 2006

Buta Hijau: Suntingan Ramadhan

(Kalau katanya, saat puasa orang melupakan lapar, itu bohong besar.
Buktinya, bagi saya, makanan melulu yang terkenang...)

Berikut adalah hidangan berbuka yang dapat dinikmati di Bandung dan sekitarnya.

う。 Es Cendol Elizabeth


cendolhijauEs cendol yang asalnya parkir di depan toko sepatu Elizabeth di Otista, kini beredar di setiap pelosok bandung dengan 'waralaba' yang sama: sebenarnya sih gak perlu waralaba resmi, cukup penyetaraan mutu saja. Dengan pewarna hijau daun suji asli, gula aren yang mantap, santan yang segar, dan dibubuhi sedikit serpihan buah nangka matang sebagai pewangi. Harganya Rp5000 (lima ribu rupiah) sekantung, bisa untuk 3 gelas.

Paling sering termakan saat Ramadhan, karena demi mempersiapkan dandanan hari raya, pastilah kita beredar di sekitar Alun-alun, Pasar Baru, dan Kebun Kelapa, dan selalu tergiur oleh makhluk satu ini.

ゐ。 Cincau Hijau


cingcauhijauBahasa Inggrisnya, "agar rumput". Lebih senang menyebutnya dalam bahasa Sunda, dengan g: "cingcau". Berbeda dari cingcau hitam, yang hijau ini dibuat cukup dari rendaman daun cingcau hijau, tidak perlu ditambah kanji dan abu. Tapi, karena tidak tahan lama, dan kekenyalannya mudah mencair kembali, cincau hijau ini jarang diperjualbelikan secara umum, hanya secara musiman bisa diperoleh di gerobak kaki lima yang parkir di pinggir jalan atau sekitar pasar.
Dihidangkan dengan santan encer dan peuyeum sampeu' alias tapai singkong, biasanya diberi gula berwarna merah gincu. Nah karena merah gincunya mencurigakan, saya selalu menolaknya dan cukup puas dengan manisnya peuyeum saja. Cingcau hijau ini berkhasiat menurunkan darah tinggi, dan sejuk untuk sariawan.

Secara pribadi sih, ini sebenarnya bukan hidangan berbuka, karena lebih sering dibeli siang hari setiap pulang sekolah di bawah terik mentari di persimpangan Jalan Batik Kumeli, masa SD-SMP-SMA. Kemudian akan disantap sebagai teman menonton Sesame Street... Hmmm nyammm. Saat itu harganya Rp500 (lima ratus rupiah, kalau sekarang naik sekitar tiga kali lipat jadi Rp1.500 (seribu lima ratus rupiah) seporsi. Jangan sudi beli di restoran, bisa-bisa naik lagi 10 kali lipat jadi Rp15.000! Keterlaluan.

の。 Bubur Kacang Hijau


buburkacangBiasa dicampur dengan pulut hitam, dimasak dengan gula merah, santan, dan daun pandan.
Sebenarnya sih ini makanan rutin penambah tenaga, minimal sekali seminggu pasti dihidangkan, dan dimasak sendiri. Tapi terutama awal-awal puasa, selama kios bubur yang sekaligus juga markas Maung Bandung/Viking Persib di sebelah lapangan bulutangkis dekat rumah masih buka tengah malam, lumayan tinggal beli, untuk memuaskan sahur. Selain itu abang penjualnya bertampang lucu sih, kalem agak bopeng dan berponi, seperti tokoh komik.

お。 Jus Alpukat


juspukatYang penting alpukatnya sendiri harus matang, empuk dan manis. Akhir-akhir ini sulit menemukan restoran yang menjual jus alpukat yang enak. Kebanyakan mereka menutup-nutupi keenceran atau kepahitan alpukat dengan menambahkan gula ataupun susu kental manis putih/coklat sebanyak-banyaknya. Yang bisa direkomendasikan, mungkin di kantin Seruni di RS Hasan Sadikin, diseruput setiap menjenguk siapa pun kenalan yang dirawat di sana.

く。 Putu Bambu


putubambuwKemunculannya tuh cukup misterius, karena disertai peluit uap tungku. Dibuat dari tepung dan gula jawa dijejalkan ke tabung bambu, dikukus di atas lubang uap dari kotak kaleng, lalu ditekan keluar dan ditimbuni kelapa parut di atas daun pisang.

Sempat suatu saat kesal menemukan, ada tukang putu goblok yang berani-beraninya mengganti tabung bambu dengan... pipa paralon. Untunglah, tukang-tukang putu yang dipanggil beberapa hari kemudian, tidak ada lagi yang ditemukan melakukan hal yang sama.
Selain itu juga ada putu ayu dan putu mayang, dengan bentuk yang lebih menarik. Putu ayu, mungkin tepungnya agak berbeda, kelapa parutnya dijejalkan juga ke cetakan, lalu gulanya sudah dicampur (???) Kalau putu mayang, dicetak seperti gulungan bihun halus-halus.

や。 Kue Semprong


semprongKue kering, dari adonan tipis digulung atau dilipat-lipat, dengan bumbu pisang dan wijen, biasa dijual di toko keripik berjajar dengan pisang sale.

(Tipisnya ini juga mengingatkan pada dadar gulung, yang duluuu waktu keciiiiil sekali, masa balita menjadi hidangan lebaran favorit yang bisa diperoleh di acara kumpul keluarga. Tapi sekarang, entah apakah karena yang dihidangkan sekarang nyaris tidak ada lagi yang berwarna alami, saya jadi kehilangan selera terhadap dadar gulung.)

ま。 Macchaaa!!!


macchaYang satu ini sih khas Jepang, terutama Kyoto-Uji. Teh hijau, bubuk. Pengalaman yang menarik mengenai upacara minum teh pernah saya ceritakan tahun lalu.
Rasanya memang pahit, apalagi sebelum meminumnya harus terlebih dahulu menelan wagashi (kue Jepang yang sangat manis), sehingga pertama kali mencoba harus siap-siap lidah dulu. Namun, meminjam istilahnya oom Nishikado Sojiro, 'sono nigasa ga ii no.' Seperti belajar tentang hidup.

Kalau sudah terbiasa, bisa mengatakan rasa ini enaaaaak dan segar.
Maccha di jepang biasa juga dipakai sebagai bumbu kue, seperti kastela, biskuit, puding, parfait, yatsuhashi, shiratama, dan lain-lain. Haagen Dazs adalah salah satu merek es krim yang menyediakan rasa maccha yang mantap.

Senin, 25 September 2006

Jeruk Emas dan Agar Biru

(Judulnya nyaris seperti film Tintin dan Jeruk Biru)

Melewati hari-hari pertama Ramadhan di rumah dengan adikku, dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi kesempatan yang sangat langka.

marmaladeemas1Kali ini kami sahur dengan roti dan... heh, marmalade??? Rasanya seumur-umur makan selai jeruk semacam itu bisa dihitung dengan jari. Sebagai fruity monster yang sanggup menghabiskan mentah-mentah sekilo jeruk peras dari pasar kosambi, selai buah apa pun menjadi tidak menarik. Untuk roti cukup mentega, coklat tabur, atau selai kacang. Sesekali selai nanas buatan sendiri, hanya demi mengamankan sekarung nanas murah yang telanjur ranum.
marmaladeemas2Kebetulan hari itu juga ada berita tentang Fine Cut Seville Orange Marmalade with Whisky, Champagne and Gold mixes alias marmalade berhias serpihan emas seharga 5000 pound satu toples. Hmm, dikasih gratis pun gak sudi. Apalagi pakai khamar...

agarbiruSuguhan berbuka, ternyata nutrigel berwarna... Biru! Rasa anggur maksudnya, tapi hueks dah.
Menurut penelitian, warna biru itu menghilangkan selera makan karena mirip racun nila. Orang Jepang pernah melakukan percobaan makanan biru (bahkan ada kue mochi seperti warna si Sully di Monsters inc., di hal.3-nya) dan menjual furikake biru untuk diet.

Deuh, mendingan gembul berselera dah.

Jumat, 17 Maret 2006

Beras Beru-Bara

Jinsei ni komattara kome komikku wo tabeyou

Dalam sebuah peragaan oleh LSM Jepang di pameran tahun lalu, anak-anak kecil diajak menyingkap gambar pintu lemari es. Di baliknya, ada gambar isi lemari es yang penuh bahan makanan.
"Coba, adik-adik, seandainya Jepang tidak mengadakan hubungan dagang dengan negara lain, apa yang terjadi?"
Pintu ditutup dan kembali dibuka seperti sulap: nyaris kosong, yang tersisa hanya semangkuk nasi, jeruk mikan, sejenis sayur hijau dan sepotong ubi.

Jangan tanya apa yang tidak ada di Jepang, durian pun ada di Meidi-ya, tapi jelas impor. Demikian tergantungnya Jepang pada pasokan bahan makanan dari negara lain. Walaupun berupa negara maritim yang terkenal dengan sushi dan sashimi-nya, namun ikan, teri, udang, cumi, gurita, semua masih impor.
Yang heboh baru-baru ini, diresmikan perjanjian pasokan besar-besaran satoimo (semacam talas) dari Indonesia. Satoimo yang hambar tak enak (menurutku) itu pun, kalau tak ada dalam menu hidangan, takkan terasa lengkap bagi mereka.

Namun setidaknya, dalam perihal beras (sebagai hal yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari baik di Jepang maupun Indonesia) Jepang masih unggul dengan kemampuan memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri, ketika Indonesia yang mengaku negara agraris malah sibuk mengimpor beras...

Dan inilah contoh strategi jual mereka yang cukup sukses...
Beras Akitakomachi dari propinsi Akita merek Crystal Dragon, dan Koshihikari dari Fukuyama merek Rose of Versailles...

mangakomeberubarakuridora

Entah siapa yang bertanggung jawab mengarungkan berasnya seperti ini. Apakah distributor, dinas pertanian propinsi, atau jangan-jangan berdasarkan selera petaninya sendiri...???
Lalu, berapa royalti yang diperoleh para mangaka dari penggunaan gambar-gambar ini, atau jangan-jangan kerja sukarela?

Yang mengherankan, adalah bahwa kedua komik ini justru berlatar belakang budaya yang tidak kenal beras dan nasi.
Arianrod adalah calon dukun di daerah Celtic Irlandia, sementara Oscar de Jarjayes dan Marie Antoinette itu bangsawan kerajaan Perancis...

Dan begitu dicicipi, yah tetap sajaaa berasnya berasa akitakomachi dan koshihikari, tidak ada bau wangi eropa-eropanya sama sekali. Macam mana pula, yahahahaha... (^o^;)
Tentunya masih akan lebih serasi kalau beras Indonesia-lah yang dipasarkan dengan gambar "Panji Koming" "Konpopilan" "Nagageni 212" "Jampang Jago Betawi" dannn lain-lain.

Minggu, 09 Oktober 2005

Ichi Go, Ichi E ・「一期一会」

chasen
Wakatake monogatari #

Dalam satu kesempatan,
hanya ada satu perjumpaan.
Setiap saat sangat berharga, sehingga harus dilewatkan dengan penuh kesadaran.
Dan benda yang tak dapat dipisahkan dari filosofi minum teh ini, adalah Chasen.

Sebuah adikarya yang bahkan bisa dianggap pengganti bunga bambu.


rumahbambu


Takayama, sebuah daerah di prefektur Nara, dekat NAIST (tempat neng Yayu), bekas kekuasaan klan Takayama yang menciptakan chasen, adalah satu-satunya perkampungan perajin chasen. Dan di Chikurin-En, taman hutan bambu, ada sebuah musium yang menampilkan berbagai jenis bambu hidup, aneka bentuk chasen, dan kerajinan bambu lainnya, termasuk rumah berpapan bambu.

Di sana setiap minggu pengunjung bisa mengamati cara kerja para ahli ini. Khususnya pada hari Izayoi (malam ke-16, entah kenapa tahun ini diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober, tapi karena hujan diundur ke tanggal 9) dari stasiun Ikoma, setiap jam ada bis gratis bolak-balik mengantar jemput para tamu langsung ke Chikurinen. Maklum, di ujung dunia jadi sulit transportasi biasa.

chasenjissaku2chasenjissaku1

Pembuatan chasen memerlukan konsentrasi penuh tingkat tinggi, dari sejak memanen bambu, mengeringkannya di musim dingin, mematahkan dan membelah ujung-ujungnya dalam dua ukuran tertentu sesuai alur serat, menyerutnya dari bagian dalam dan menyisakan serat terkuat di sebelah luar, dan melengkungkannya dengan hati-hati dan penuh cinta ke dua arah yang berbeda.

chasenjissaku4chasenjissaku3

Dan dari siang sampai sore, di bekas halaman Enrakuji, kuil yang telah terbakar, diselenggarakan Enraku Dairakukai, upacara minum teh yang menggunakan peralatan terbesar yang pernah ada... Chasen sebesar sapu lidi. Penyeduhnya pun harus laki-laki yang besar, tampaknya karena ibu-ibu berkimono mungkin bakal kurang tenaga untuk mengangkatnya...

macchareigimacchatate

Sesuai dasar-dasar upacara minum teh, yang dilakukan untuk bersantai, bersenang-senang dan bergaul, acara ini memang sangat meriah. Terutama, karena mengangkat cawan segede gentong harus dibantu oleh rekan di sebelahnya, namun sangat sulit mengatur ketepatan memiringkannya. Kabarnya, setiap tahun pasti saja kejadian orang berkimono yang bersikap rapi, ketumpahan juga.

macchagokunmacchamawashi

Dan malam harinya, para tamu disuguhi sajian spektakuler seni instalasi penerangan lilin terapung dalam bambu di seputar taman hutan. Selain itu juga diselenggarakan pertunjukan kesenian adat dan konser harpa. Berhubung bulan Ramadhan tak bisa ikut minum di siang hari, para pribumi yang kasihan padaku, mentraktir secawan maccha di saat berbuka... Nyam.

takeakarinoyuube

Minggu, 26 Juni 2005

Ce, Ce, Ce, Charlie, Charlie!

chocosneakerCharlie pertama dalam kenangan, merek sepatu sandal langgananku di masa balita, dibelikan ayah di jalan Braga, terbuat dari kulit aseli atau dilapis solnya dengan karet alam. Mantap.
Ngomong-ngomong sudah pernah lihat sepatu N-ke dari cokelat?

Suara cewek ceria vs bapak-bapak medok sok aristokrat

"Halo, Tommynya ada, oom?"
"Dengan siapa ini?"
"Eci, oom."
"Ooooo, Edi."
"Eci, oom!"
"Ooooo, Egi."
"Eci, oom! C, C, C, Charlie, Charlie!"
"Ooooo, Charlie. Kok, suaranya kayak perempuan?"
"Aaaaarrrggghhh...!"

Have a break, have a K-+K@+

Nama Charlie disebut di sini karena memang merupakan kode internasional radio alfabet untuk huruf C. Biasanya digunakan dalam nomor pemesanan tiket melalui telepon. KA9Q-NOS akan dibaca "... kilo-alpha-niner-quebec, november-oscar-sierra!" Entahlah siapa petugas komunikasi ketentaraan masa perang dunia yang memilihkan kata-kata itu seenaknya.
Urutan resminya Alpha - Bravo - Charlie - Delta - Echo - Foxtrot - Golf - Hotel - India - Juliet - Kilo - Lima - Mike - November - Oscar - Papa - Quebec - Romeo - Sierra - Tango - Uniform - Victor - Whiskey - Xray - Yankee - Zulu.

chaplinskeeterLalu ada Charlie teman sekelas penataran P4, konduktor PSM bersuara emas.
Charlie dalam Charlie's Angels, juga hanya dikenal sebagai suara yang cuma berani memerintah trio cewek genit itu...
Padahal, tokoh Charlie yang paling berpengaruh dalam dunia hiburan, justru pakar film bisu...


Tapi tentu saja Charlie yang ingin dibicarakan adalah anak kecil yang berbahagia dengan limpahan cokelat, dan perkenalan dengan seorang manusia eksentrik.

wonkaMenonton versi jadulnya di televisi hitam putih adalah kenangan masa kecil yang cukup menyenangkan.
Dan kata kunci "cokelat" "anak-anak" dan "nyentrik" terasa sangat pas dan menjanjikan dengan pemeran Willy Wonka yang sekarang, ya kan? Ya kan?
Kalimat-kalimat Roald Dahl dalam cerita si Charlie ini, terutama dalam ucapan-ucapan Mr. Wonka, mengandung suatu protes terhadap produksi makanan anak-anak modern dan penolakan terhadap kedewasaan...

Oh, my sainted aunt! Don't mention that disgusting stuff in front of me! Do you know what breakfast cereal is made of? It's made of all those little curly wooden shavings you find in pencil sharpeners!
+++++++
Supervitamin Chocolate contains huge amounts of vitamin A and vitamin B. It also contains vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin F, vitamin G, vitamin I, vitamin J, vitamin K, vitamin L, vitamin M, vitamin N, vitamin O, vitamin P, vitamin Q, vitamin R, vitamin T, vitamin U, vitamin V, vitamin W, vitamin X, vitamin Y, and, believe it or not, vitamin Z! The only two vitamins it doesn't have in it are vitamin S, because it makes you sick, and vitamin H, because it makes you grow horns on the top of your head, like a bull. But it does have a very small amount of the rarest and most magical vitamin of them all - vitamin Wonka...
+++++++
Mind you, there are thousands of clever men who would give anything for the chance to come in and take over from me, but I don't want that sort of person. I don't want a grown-up person at all. A grown-up won't listen to me; he won't learn.

Sampai-sampai bukunya sempat dihujat dengan tuduhan espoused a poor philosophy of life... Yahahahaha.

Yang jadi perhatian khususku, adalah kenyataan bahwa N*stlé seakan mengklaim Wonka sebagai salah satu produknya, sejajar dengan KK... Padahal baruuu saja beberapa minggu yang lalu, aku memprotes cerpen yang menampilkan merek tersebut.
"Tante bawa apaan tuh ?" Rayhana ingin tahu seraya mendekat.
"Ayo coba tebak ?" tantang Yasmin.
"K-+ K@+!" teriak Fathan dan Rayhana berbarengan.
Yasmin tergelak. Dia pun segera menyodorkan sekantong coklat merek K-+K@+.
"Nih, jangan berebutan ya. Habis makan, terus sikat gigi, biar giginya nggak bolong ya!" pesan Yasmin.

Komentar: Wah wah wah... iklan merek beginih... Emangnya KK di jepang punya cap halal, gak subhat yah? Masalah emulsifier kek apa kek... Atau karena produsernya membiayai Israel yahahahah

chocofactoryKebetulan walaupun jauh lebih suka cokelat daripada permen, aku tak suka mengemil merek KK itu andaipun ada yang menyajikan gratisan. Lebih memilih Dark Chocolate atau bubuk kakao untuk dibuat kue sekalian.
Yah, bagaimanapun, N*stlé turut mensponsori film-film Ghibli. SWGTL, nikmati saja lah ya. Sila kunjungi Industri Wonka, siapa tahu ada yang berminat menanam saham di sana.
Banyak permainannya pula, dijamin asyik...

Selasa, 15 Maret 2005

Ransum

ransumasterix
Pasar-pasar telah cukup ramai, sehingga kami dapat berbelanja setiap hari. Untuk lauk-pauk, pak penanggung jawab logistik (seorang ganteng dengan perut bercorak kura-kura, sebut saja Ichiro) mewajibkan kami menghabiskan perbekalan yang telah disediakan sejak pendirian posko.

Dan baru di sinilah aku bisa paham mengapa Ronald Weasley gak doyan sandwich isi sapi korned!!!!!
Menu makanan terpaksa hanya berputar di situ-situ saja. Dendeng manis, korned dan sarden kalengan, Mie instan, Bihun, merica bubuk, gula merah dan berkardus-kardus biskuit dan susu sisa pembagian untuk pengungsi.

ransumpicarosTernyata, banyak yang tidak terpuaskan oleh hal ini. Aku sendiri gerah dengan lauk awetan, segera mencanangkan gerakan anti MSG dan memastikan pasokan sayur-mayur (daun ubi, daun paku, bahan-bahan sayur asam) dan tempe setiap belanja. Kedua teman putri vegetarian, hanya mau makan telur sambil membuka bekal serundeng masing-masing dan mereka malah tak begitu suka sayur-mayur. Sementara ada rekan yang alergi telur, dan ada yang muntah kalau menelan ikan. Walah.
dapurbiruSaat aku sendiri asyik memasak kolak atau agar-agar, anak-anak IMG sibuk mencoba menggoreng bala dua kali, sementara AD, seorang pengkhayal inovatif menyusun resep efisien: Korned campur Marie Regal!!! Dan oootttccchhh pokoknya ampuuun deh. Selain itu, cowok-cowok selalu melaporkan bahwa di dalam masakan yang mereka garap pasti ada abu rokok dan ganja tenggelam di dalamnya...
cornednanasAkhirnya giliran berikutnya kami membujuk relawan transportasi, si pemilik blackhawk ("helikopter" kami) yang ternyata pernah kerja di hotel. Ia berhasil menggarapnya dengan teknik penumisan canggih dan disajikan dengan sentuhan dekorasi dari para desainer kami walaupun masih agak gimana gitu (tetap saja korned) tapi yang penting lebih bisa dinikmati.

Angin baru yang dihembuskan oleh tim 3½ ini menggusarkan penanggung jawab logistik. Beliau sebenarnya gape sekali akan pekerjaan dapur umum di kondisi genting ini, ditilik dari caranya memotong bawang putih, namun tak bisa lepas dari bersachet-sachet Masako rasa Sapi. Prinsip dasar dalam memasak seperti ini sebenarnya tak bisa kuterima, karena MSG bagiku adalah fenomena baru, yang tanpa benda ini, budaya boga selama berabad-abad bisa juga mencapai tingkat peradaban yang sangat tinggi. Dan pertentangan prinsip ini terbawa-bawa ke dalam kekesalan memuncak... Sampai aku meminta secara terus terang untuk mengganti giliran piket sehingga beliau tidak perlu bentrok di dapur denganku. Namun bom waktu sudah tertanam.
Suatu sore aku pulang menenteng markisa, tiba-tiba beliau membentak:
"Kalau kau taruh itu di dapur, aku buang semua!"
Lho, apa lagi salahku kali ini? Dan apa salah markisa diletakkan di dapur? Melihat ia kembali berkutat dengan laptopnya, aku rasa tak ada gunanya protes. Bersama teman-teman yang ikut heran dan penasaran, aku segera menghabiskan markisa itu licin tandas. Lagian cuma sedikit.
Besoknya ternyata beliau protes-protes lagi dengan dapur yang tidak seperti kehendaknya, aku balas mendebat bahwa kertas-kertas pekerjaannya juga berserakan di meja makan, bahwa dia juga melakukan pelanggaran. Satu tutup dandang diremukkannya setelah dia berusaha papelong-pelong denganku selama beberapa menit. Hihi, lihat dulu dong siapa yang ditantang... Aku, gitu. Tapi dengan tenang aku berusaha memperbaiki bentuk tutup dandang yang tak karuan itu, toh masih akan dipergunakan menanak nasi. Dia mogok makan masakanku dan menyalakan rokok. Oi, sudah seceking itu...(bersambung)