Tampilkan postingan dengan label literasimedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label literasimedia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2022

Mangkutak Alam

Nama ini unik juga ya, mengotakkan alam? Apakah menyiratkan kesan picik karena berpikir "inside the box"  atau mungkin maksudnya terbagi-bagi? Tapi bukankah terkadang itu juga perlu? 

Kaba Sabai nan Aluih adalah kisah girl with gun before it was cool, jauh mendahului tren komik amrik yang sepertinya kini fetish terhadap sosok cewek-cewek main senjata api ... 🔫

Disebut sebagai cerita rakyat, mungkin dari suatu peristiwa yang banyak digunjingkan orang di suatu masa dan Tulis Sutan Sati hanya menyadurnya ke dalam buku.

Ceritanya adalah tentang seorang gadis lemah lembut yang diwanti-wanti oleh ayahnya agar duduk manis menenun di rumah kecuali disuruh bepergian oleh orang tua. Namun, ia terpaksa angkat bedil karena ayahnya dibunuh oleh orang yang ditolak meminangnya.
Mangkutak Alam, adiknya tersayang yang dimanja orang tua, berkulit hitam legam karena asyik bermain layang-layang, dianggap pengecut karena tidak mau membantu membalaskan dendam sang ayah.
Benarkah?
Bukannya tindakan Sabai itu emosional impulsif dan berbahaya, tanpa perhitungan, serta main hakim sendiri? Mengapa tidak melapor dan menyerahkannya kepada pihak berwenang? Apakah Sabai tidak ditindak secara hukum begitu melakukan pembunuhan?
Menjadikan tindakan Sabai sebagai suri tauladan adalah bertentangan dengan Pancasila (?)
Tentu saja di masa itu bisa jadi lebih parah daripada sekarang, pihak berwenang tidak dapat diandalkan, pihak lawan punya harta dan kuasa, korban tak berdaya.
Rasanya tidak salah juga jika Mangkutak Alam berusaha menyelamatkan diri, tidak mau terhanyut dalam dendam, daripada mati konyol sia-sia ...
🤔

Senin, 21 Maret 2022

Pawang Uang

Tampaknya linimasa sedang sibuk mengupas tuntas pawang hujan. Ada yang mengecam ke mana saja orang ini saat terjadi kebakaran hutan? Ada yang menafikan bahwa sebenarnya teknologi sedang berperan di balik layar, hanya saja yang dikedepankan adalah hiburan "marketing gimmick". Banyak juga yang kecewa akan betapa tindakan syirik kini secara blak-blakan direstui negara.

Kalau ada yang perlu nomor kontak sang pawang, saya ada dapat dari teman seangkatan adik saya, seorang praktisi paranormal yang beberapa kali saya tumpangi berangkat ke Jakarta 🤭

Sementara itu, teman panggung waktu di Kyoto, seorang ahli teknologi modifikasi cuaca, dengan latar belakang pengalaman sebagai ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia selama pandemi ini diangkat menjadi eselon 1 untuk menjabat sebagai direktur jenderal pembinaan masyarakat Hindu. Namun, akhir tahun kemarin bersama Dirjen Bimas agama lainnya diberhentikan tanpa alasan yang layak. Kini mereka membawa masalah tersebut ke pengadilan, menggugat Presiden.

Saya sendiri belum tahu apakah setelah turun jabatan beliau dapat kembali menekuni TMC.
Mengenai fenomena pawang ini, begini tanggapan beliau
 


Kamis, 31 Mei 2018

Rokok Bikin Patah Hati


... tepatnya merusak jantung.

Saat melayat saudara jauh sepengajian beberapa waktu lalu, anak-anaknya bercerita dengan kesal bahwa sang ayah meninggal sakit kanker paru-paru karena rokok. Lah, dia kan bukan perokok, dan hidup sehat olahraga, tanya ibu saya. Bukan ayah yang merokok, jelas anak-anaknya, tapi ibu, sambil melirik tajam pada ibu mereka yang cengengesan. Ya, anak-anak mempersalahkan sang ibu, sayang peristiwa tersebut belum juga mendorong sang ibu untuk segera berhenti merokok.

Tembakau menyebabkan 1 dari 10 kematian karena sakit jantung sedangkan menghirup asap rokok secara pasif menyebabkan strok dan serangan jantung. Ratusan juta pengguna tembakau tidak sadar bahwa tembakau menyebabkan penyakit jantung. Lindungi jantung anda, pilihlah sehat bukan tembakau.

Tembakau membunuh 7 juta manusia setiap tahun, artinya setiap hari lebih dari 19 ribu orang mati karena penggunaan tembakau atau sebagai perokok pasif.  Kebanyakan kematian terkait tembakau tejradi di negara berpenghasilan rendah/menengah; penduduk yang menjadi sasaran pemasaran industri tembakau secara intensif. Tembakau mematikan bahkan yang bukan perokok: asap rokok yang dihirup dari orang sebelah turut menyumbang penyakit jantung, kanker dan lain-lain, menyebabkan 890 ribu kematian dini setiap tahunnya.

Skala perusakan terhadap kesehatan manusia sangat mengejutkan, namun kematian ini dapat dicegah. Industri tembakau secara agresif terus mengusung penggunaan produk tembakau dan menyembunyikan bahaya pemakaian tembakau, tetapi kita melawan balik untuk menolong mencegah berlangsungnya kehancuran ini.

Rabu, 31 Mei 2017

Ancaman Tembakau

Tembakau mengancam kita semua. 
Katakan tidak pada tembakau. Lindungi kesehatan, kurangi kemiskinan, dan usung pembangunan. 

Lingkungan. Sampai 10 miliar rokok terbuang di lingkungan setiap hari. Limbah tembakau mengandung lebih dari 7000 zat kimia beracun. Puntung rokok bertanggung jawab atas 30-40% semua benda yag dikumpulkan di pembersihan pantai dan kota. Emisi asap tembakau menyumbang ribuan ton karsinogen, racun, dan gas rumah kaca manusia. 

Perempuan dan anak. Industri tembakau menyasar perempuan dengan menyiratkan bahwa pemakaian tembakau meningkatkan kesetaraan gender, glamor, pergaulan, dan kesuksesan. Sampai 7 dari 10 buruh tani tembakau adalah perempuan dan berkontak langsung dengan zat kimia berbahaya. 
1 dari 2 anak terpapar rokok secara pasif. Sampai 14% anak dari keluarga yang bertani tembakau tidak masuk sekolah dan malah bekerja di ladang tembakau. 
Dampak kesehatan dan ekonomi. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun. Tembakau mengancam kesehatan, ekonomi, dan pembangunan. 12% kematian orang berusia di atas 30 tahun akibat tembakau. Biaya tahunan global dari pemakaian tembakau adalah 1,4 triliun dolar AS dalam belanja perawatan kesehatan dan kehilangan produktivitas dari penyakit dan kematian dini. 

Kemiskinan. 226 juta pemakai tembakau dewasa hidup dalam kemiskinan. Terkadang lebih dari 10% penghasilan rumah tangga dihabiskan untuk produk tembakau, artinya lebih sedikit dana untuk pangan, pendidikan, dan kesehatan. Penyakit terkait tembakau, termasuk penyakit jantung, paru-paru, dan kanker, meninggalkan banyak keluarga tanpa pencari nafkah utama, sementara dalam waktu yang sama meningkatkan biaya perawatan kesehatan. 

Selasa, 12 Juli 2016

Mohon maaf lahir batin

Masih dalam suasana lebaran, muncul perdebatan tentang hoax pemberitaan menteri energi Jepang membungkuk selama 20 menit untuk meminta maaf atas pemadaman listrik. Adalah fakta bahwa Jepang tidak memiliki jabatan menteri energi, adanya Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri yang membawahi Badan SDA dan Energi; sedangkan foto yang digunakan mendampingi berita tersebut adalah foto direktur Honda menyapa pers.
Namun jangan sampai kita serta-merta menampik fakta bahwa ruku' (御辞儀 ojigi) memang merupakan salah satu cara pengungkapan permohonan maaf dalam adat jepang, dalam tahap sebelum sujud (土下座 dogeza).



Membungkuk dilakukan oleh berbagai pihak demi menenangkan hati masyarakat umum, mulai dari direktur perusahaan yang harus menarik produk cacat dari peredaran, kepala cabang makanan cepat saji yang ditemukan gigi dalam hidangannya, sampai boyband tenar yang nyaris berpisah. Kondektur kereta akan membungkuk pada para pelanggan kalau kereta terlambat 5 menit. Eksekutif Tokyo Electric Power Company (Tepco) membungkuk atas terjadinya pelelehan reaktor nuklir Fukushima.



Dalam masyarakat patriarki Jepang, bahkan ada aturan khusus permintaan maaf untuk perempuan!
Untuk kesalahan paling fatal seperti menghabiskan simpanan pacar di pasar berjangka; atau mendaftarkan pacar kultus tanpa permisi.



Pada 2013, film Raja Permohonan Maaf (謝罪の王様 shazai no oosama) menampilkan berbagai kasus yang perlu diselesaikan dengan teknik-teknik canggih dalam meminta maaf, disesuaikan dengan peristiwa dan tingkat keparahan masing-masing.
Ada permohonan maaf disertai salto, piramida, dll sesuai situasi dan kondisi.








Cerita tersebut adalah versi lebay dari kenyataan saat ini.

Permohonan maaf adalah masalah yang kita semua harus hadapi pada titik tertentu hidup kita. Walaupun kita ingin menganggap diri sempurna dan telah memperhitungkan semuanya, pada kenyataannya tidak ada yang lepas dari kesalahan dalam kehidupan pribadi dan profesi. Melalui permaluan menebus kesalahan tersebut kepada orang-orang yang telah kita dzalimi, kita tumbuh sedikit dewasa dan hasilnya menjadi manusia yang lebih baik.
Namun, berkat jalur baru bisnis di Jepang, kita tidak perlu lagi dipermalukan! Mengapa harus menempuh semua rasa takut dan jijik menghadapi kenyataan tersebut, ketika kita mampu membayar orang lain melakukannya untuk kita? Dengan demikian kita dapat kembali kepada hal-hal penting dalam hidup, seperti menangkap Pokemon atau menonton sinetron.

Bukan serta-merta berarti jasa ini hanya untuk orang yang bermaksud melalaikan tanggung jawab. Banyak orang cemas akan ketidakmampuan mengungkapkan penyesalan, dan di sanalah sepatah "maaf" yang diwakilkan dapat lebih ampuh ketimbang ucapan langsung yang buruk.
Cara lembaga ini menangani situasi beraneka ragam tergantung kebutuhan klien. Misalnya, mereka mungkin mengirim seseorang berpura-pura menjadi orang tua untuk meletakkan aturan dan putus dengan kekasih manja yang tidak memahami pertanda yang kita tunjukkan. Mereka juga mungkin hanya menelepon ke kantor berpura-pura menjadi istri kita pada hari kita ingin bolos dan payah meniru suara orang sakit jika menelepon sendiri.
Beberapa agen maaf yang ada di internet:
  • Shazaiya Aiga Pro: 25,000 yen (US$240) untuk permintaan maaf tatap muka dan 10,000 yen ($96) untuk permintaan maaf melalui surat atau telepon; Buka 24 jam per hari, 7 hari seminggu.
  • Yokohama Benriya Natchan: Perkiraan harga disampaikan melalui konsultasi telepon dan mereka menawarkan permintaan maaf sambil menangis yang khususnya manjur terhadap orang marah.
  • Nihon Shazai Daikokao: Harga dasar 3,500 yen ($33) per jam.

Yang terakhir sepintas tampak cukup murah, tapi menurut wawancara NHK, satu sesi antara bakal mantan yang bertengkar dan pemeran orang tua pasangannya bisa berlangsung sampai 12 jam.
Bisnis alaminya mengundang kritik. Di luar fakta bahwa mereka memungkinkan orang untuk mengambil jalan pintas pengalaman manusia yang mendasar, mereka menganyam jaring kebohongan yang dapat mempersulit kehidupan seseorang di jalan. Walaupun demikian, sejauh pemantauan NHK belum ada keluhan terhadap dampak kegiatan tersebut. Menurut perusahaan, ini adalah karena pertimbangan yang matang terhadap situasi klien melalui konsultasi. Sekitar 40 persen dari basis pelanggan dikatakan perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun, dan alasan yang paling laris untuk menggunakan jasa lembaga ini adalah masalah uang dan/atau pasangan.
Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa layanan ini menggerogoti kelemahan kemanusiaan, tapi saya ingin berpikir mereka di luar sana berjuang melawan yang baik dan memikul beban dosa kita seperti juru selamat pribadi kita.
Ah, sesungguhnya saya mohon maaf ... Jika Anda tersinggung dengan komentar terakhir, saya berharap Anda dapat menemukan belas kasih dalam diri Anda untuk memaafkan saya.
Lebih penting lagi, jika menurut Anda permintaan maaf barusan sangat meyakinkan maka saya bermaksud menawarkan jasa saya untuk berperan sebagai orang tua atau atasan Anda. Upah akan dirundingkan setelah konsultasi tapi saya pastikan seseorang di dalam hidup Anda akhirnya akan jauh lebih membenci saya daripada mereka membenci Anda.

Senin, 21 Maret 2016

4G LTE: Gading² Ganesha garelo, Lulusan Teknik Elektro


Alkisah, tersebutlah seorang kawan seangkatan di EL96 yang juga suami dari teman sekelas saya SMA. Orang cerdas baik hati yang gemar menolong, walaupun enggak kalah narsis daripada saya sendiri. Beliau ke Tokyo saat saya menyelesaikan studi tahap akhir di Kyoto, dan setelah pulang saya masih sempat berlibur ke tempatnya sekeluarga di Nara.

Pada 2009, beliau turut mendirikan "Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional" (I4). Kegiatan tersebut menarik sorotan media massa sampai tampil di Kick Andy: Berjaya di Negeri Orang pada 2011, lalu tokoh penemu nasional versi majalah Tempo 2012, atas pencapaian beliau sebagai ilmuwan telekomunikasi.

Di usia 32 thn, Khoirul Anwar berhasil mematenkan sistem komunikasi 4G. Kuncinya? "Peneliti harus bisa kerja sama & saling percaya".
Dikirim oleh Kick Andy Magazine pada 7 Oktober 2011




Berbagai penghargaan nasional maupun internasional pun disabetnya. Secara pribadi, sebagai solidaritas terhadap korban Lapindo, saya menentang keras keputusannya untuk menerima penghargaan Achmad Bakrie dari Freedom Institute pada 2014, karena itu berarti membentuk jaringan dengan keluarga Bakrie. Namun, bagi beliau, itu adalah salah satu jalur dakwah dan syiar ilmiah yang patut ditempuh.


Masalah terjadi, ketika media massa semakin nyaman mengutipnya sebagai pakar "penemu" teknologi 4G LTE, tanpa penjelasan lebih dalam. Apalagi, pemberitaan tersebut tampaknya dimanfaatkan oleh mesin-mesin partai, berdasarkan fakta bahwa beliau dan istri adalah pegiat KAMMI.
Sebutan itu tidak tepat, demikian pernah beliau akui. Dalam blognya, beliau telah menolak disebut sebagai penemu 4G sedangkan patennya berurusan dengan standar ITU.


Sayangnya, barangkali karena ketidaktahuan tentang cara kerja media, kewajiban menerbitkan rilis untuk pengawaman ilmu malah terabaikan. Tenaga dan waktu luangnya lebih banyak dipakai untuk ceramah keliling tentang ilham dari anime Dragon Ball dalam temuan berikutnya, alih-alih menjelaskan dengan seksama duduk perkara politik perpatenan teknologi dunia.

Dahsyat!! Ternyata Penemu 4GT LTE Orang Indonesia Asli, Awalnya Dianggap Gila & Dicemooh Karena... Benarkah berita di atas ini? Saya kok mendapatkan versi yang berbeda ya Dikirim oleh Irman Gurmilang Lanti pada 6 Maret 2016
Seseorang mempertanyakan pencapaian beliau jika dibandingkan dengan Seniro dua tahun di atasnya, KOMPAS: Sinyal Digital Membawa Basuki Berkiprah di Eropa, yang akhir-akhir ini juga sempat ketiban gelar "Anak Bandung Penemu Teknologi 4G".
.


Hal ini memicu sang Seniro untuk melakukan klarifikasi tentang Juniro-nya: Apakah Penemu 4G LTE dari Indonesia?. Entah mengapa, tembak langsung melalui media massa adalah jalur yang beliau tempuh. Dan terbitlah rilis yang dibuat sang Seniro bersama seorang tokoh lagi.

Yang menarik, istri sang Seniro juga ikut bersuara (sampai mengutip Harry Potter segala).
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain dan seburuk-seburuknya manusia adalah manusia berilmu yang menggunakan ilmunya untuk memanipulasi orang lain untuk kepentingan pribadi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menjadi pencerahan.
Saya tahu betul pergulatan batin suami saya, Basuki Endah Priyanto, ketika membuat tulisan ini, karena walaupun ingin menyuarakan kebenaran, tulisan ini juga menyangkut kredibilitas orang lain. Tapi kebenaran tetaplah kebenaran dan diam tidak selamanya emas. Tidak mudah memang untuk menyuarakan kebenaran. As Dumbledore once said :) "Sometimes we have to choose between what is RIGHT and what is EASY."
http://inet.detik.com/read/2016/03/16/073649/3165775/328/apakah-penemu-4g-lte-dari-indonesia
Dikirim oleh Ihdina Sukma Dewi pada 15 Maret 2016

Kompas berupaya meliput pemberitaan tersebut secara cukup berimbang dari sudut pandang kedua belah pihak mempertanyakan dan meluruskan. Kawan saya pun menanggapi setelah diminta wartawan konfirmasi di detik.com. Namun, kalimat kutipan dari blog dipandang kurang menjelaskan oleh kaum yang haus kesimpulan instan ini.

Ketika berlatih menulis di forum lingkar pena cabang Jepang, semangat beliau menyusun cuplikan otobiografi yang berbau motivatif inspiratif menawarkan mimpi sebagai bentuk penyegaran di tengah kesibukan risetnya, tanpa lebih tekun mengasah kepiawaian tata bahasa, penghematan kalimat, dan kekayaan kosakata, sejujurnya mengesalkan. Bagi saya, seorang pakar teknologi lebih baik fokus dalam upaya menyederhanakan ilmunya yang rumit untuk konsumsi khalayak awam.

Yang jadi permasalahan itu sebenarnya statement ini "Jika ada 4G yang tidak memakai dua FFT, berarti bukan berdasar konsep yang saya kerjakan," kata Khoirul."
Padahal :
1. Patent ybs itu sangat spesific metoda 2FFT untuk satelite uplink
2. Misleading karena konsep dua FFT sudah diketahui jauh lebih dahulu dan ditetapkan utk 4G LTE sebelum paten ybs itu ada.
3. Kalau memang paten ybs dipakai tentu ada licensing deal dengan Nara University sebagai pemegang IP ybs. Tapi Nara University tidak disebut-sebut di dokumen analisis paten 4g LTE seperti di bawah ini.

Dikirim oleh Satrio Wicaksono pada 17 Maret 2016

Seorang kawan saya yang lain mengamati kerancuan bagaimana temuan teknologi telekomunikasi mutakhir justru menyibukkan kita sampai tak sempat bersilaturahmi secara pribadi. Sementara itu, gaya tulisan sang Seniro sesungguhnya sangat menyudutkan dan membahayakan, tanpa terlebih dulu membahas di forum alumni.

Tulisan Dr. Basuki E.P. (http://inet.detik.com/read/2016/03/16/073649/3165775/328/apakah-penemu-4g-lte-dari-indonesia) lebih dari sekadar "meluruskan misinformasi" tentang penemu 4G-LTE, tapi jelas sekali menduga Prof. Khoirul Anwar "fraud" (atas penyebutan media sebagai "penemu 4G-LTE" yang menurut Mas Basuki E.P. "tidak disangkal secara aktif [atau efektif?]" oleh Cak Khoirul)
Tuduhan personal yang serius untuk persoalan yang "relatif" sepele. Hanya masalah "sebutan", bukan karena penemuan Cak Khoirul itu jiplakan, misalnya. Sebutan "penemu 4G" itu pun berasal dari media, bukan klaim Cak Khoirul sendiri. Jadi "kesalahan" Cak Khoirul hanya karena beliau diduga (sengaja/tidak) mengarahkan terjadinya kesalahpahaman dan membiarkannya, sehingga beliau disebut "penemu 4G" oleh media.
Fakta bahwa di beberapa kesempatan Cak Khoirul berusaha menyangkal sebutan ini dan mengklarifikasinya, tidak berarti apa-apa buat Mas BEP, yang dalam artikelnya tetap menuntut supaya Cak Khoirul melakukan "klarifikasi aktif." Ini agak lebay menurut saya. Apalagi kalau baca status FB istri Mas BEP yang di-share teman2 EL-ITB, parah sekali tampaknya skandal "fraud" ini, seolah-olah Cak Khoirul ini orangnya manipulatif.
Cukuplah sekali Cak Khoirul memberikan klarifikasi ke media, artikel atau wawancara, toh semuanya tertulis, otentik, bisa jadi reference. Selebihnya bukan tanggung jawab beliau. Atau nggak cukup?
Saya nggak tahu, apakah sebelum tulisan itu keluar Mas BEP sempat melakukan pendekatan komunikasi personal ke Cak Khoirul terkait hal ini? Untuk mengklarifikasi dugaan "fraud" ini, dan mendorong Cak Khoirul membuat klarifikasi khusus ke media untuk "meluruskan misinformasi" ini? Seberapa aktif Mas BEP sendiri berkomunikasi dengan Cak Khoirul untuk memaksa beliau melakukan hal itu?
Atau, mungkin "personal communication approach" ini nggak penting sama sekali? Nggak ada artinya sama sekali bahwa Mas BEP dan Cak Khoirul ini seniro-juniro dari satu almamater, pernah berinteraksi di satu sub-jurusan, mungkin juga dulunya satu lab., atau at least sesama peneliti/penemu hebat yang sama-sama membuat bangga bangsa Indonesia?
Karikatur banget ini kan? Peneliti/penemu teknologi telekomunikasi mutakhir terlalu sibuk dan nggak sempat menggunakan teknologinya untuk saling berkomunikasi personal. Padahal semua just a phone call away, an e-mail away, just a text away! Akhirnya mereka malah jadi korban adu domba kepicikan media.
Sebagai orang awam yang sama-sama bangga terhadap prestasi serta potensi Mas BEP dan Cak Khoirul, yang berharap at least para pakar/peneliti/penemu kita bisa kompak, karikatur ini bikin sedih. Mungkin citra profesionalisme di mata komunitas pakar internasional lebih penting ketimbang menjalin silaturahim sesama bangsa Indonesia.
Tulisan Mas BEP itu sendiri bagus dan informatif, sukses mencapai tujuannya untuk "meluruskan misinformasi". Tapi lebih dari itu, baca sekali lagi dengan hati yang jernih, tone dari artikel itu (terutama paragraf-paragraf akhir) adalah subtle personal attack :(
Masyarakat akan mengambil banyak manfaat artikel informatif itu. Tentang "fraud" yang dipersoalkan, masyarakat nggak akan ambil pusing. Mas BEP dan Cak Khoirul tetap kebanggaan kita. Kekuatiran saya cuma satu, mudah-mudahan tulisan itu tidak membuat damage silaturahim Mas BEP dan Cak Khoirul, dan para pakar/peneliti/penemu hebat kita lainnya.
Dikirim oleh Lucky Ginanjar Adhipurna pada 17 Maret 2016


Berikutnya, muncullah pernyataan dari sang Seniro bahwa dia telah menghubungi secara pribadi, tetapi tidak digubris. Namun, ketika kawan saya mempertanyakan kapan upaya tersebut dilakukan dan melalui jalur apa, tidak ada pembuktian lebih lanjut, malah dituduh seolah-olah berkelit membelokkan masalah utama. Padahal, kunci dari kehebohan ini menurut saya ada pada fakta apakah kontak pribadi itu pernah terjadi atau tidak. Jika tidak, diamnya sang Seniro sekian lama adalah kesalahan fatal sebagai rekan sealmamater yang tidak ber-amar makruf nahi munkar.
Ketika berita penemu 4G LTE ini pertama kali mencuat di tanah air, saya menghubungi KA secara PRIBADI untuk klarifikasi misinformasi ini, karena bagaimanapun juga KA adalah rekan se-alamamater saya, kalau nama KA jelek, nama almamater saya juga ikut jelek. Tapi KA tidak mau meresponse/klarifikasi. SAYA DIAM.
Ketika briefing acara Kick Andy tentang paten-paten yang saya miliki di 4G LTE, Andy Noya dan tim nya mulai mencium keanehan kok ada yang punya 1 paten tetapi mengaku penemu 4G LTE, sedangkan yang punya puluhan paten tidak pernah meng-klaim nya. SAYA DIAM.
Ketika saya sebagai 1 dari dua putra Indonesia di delegasi 3GPP wireless communication yang merumuskan 3G, 4G dan 5G, mulai mendengar candaan, olok-olok, kalimat-kalimat yang mendiskreditkan bangsa saya di forum International karena adanya orang Indonesia yang mengaku-ngaku penemuannya menjadi dasar teknologi 4G LTE. SAYA TIDAK BISA TETAP DIAM.
SAYA TIDAK BISA TETAP DIAM.
Dikirim oleh Basuki Endah Priyanto pada 18 Maret 2016


Dan tentu saja, pengumuman tersebut dalam hitungan jam jauh lebih banyak tersebar luas daripada tulisan lengkapnya sendiri, karena demikianlah watak penghuni medsos Indonesia yang lebih mudah berbagi keluhan daripada berita ilmiah.

Waduh!
Dikirim oleh Hasanudin Abdurakhman pada 19 Maret 2016

*otaku mode on* Selain kekecewaan terhadap Bakrie, saya juga menentang penyelewengan kisah Dragon Ball. Seperti koran kemarin menambah karangan bahwa Bola Semangat dipakai Son Goku mengoyak perut Piccolo. Padahal, kita semua tahu bahwa Bola Semangat adalah jurus yang diperoleh di alam kematian setelah Son Goku beraliansi dengan Piccolo Majunior untuk melawan abangnya Son Goku, sehingga jurus tersebut tidak pernah diterapkan kepada Piccolo. Sebelum itu, Piccolo Daimaoh tua perutnya dikoyak oleh Goku menggunakan jurus Tsuranuke dengan propulsi jet Kameha-meha. Kesalahan wartawan tersebut tidak akan muncul jika beliau membatasi secara tegas bagian mana dari Dragon Ball yang sedang dia bahas.
Akhirnya setelah kerepotan berusaha tetap tenang dalam menjawab di sana-sini, beliau pun membuat penafian di status.

Untuk meluruskan informasi yang berpotensi makin salah dalam beberapa hari terakhir ini terutama terkait berita heboh di detik tentang "komplain" dari seorang senior, untuk kebaikan bersama, saya sengaja menyelesaikan lewat darat, kami satu almamater. Saya sengaja tidak ingin terpancing oleh orang2 yang berusaha memanfaatkan situasi ini dengan tidak melayani pertanyaan mereka. Kemudian terkait fitnah memanfaatkan kesalahan untuk ketenaran :D, ya tidak lah. Saya berprinsip bahwa "Pohon lebih utama daripada bayangannya. Pohon adalah diri kita sendiri, bayangan adalah popularitas". Saya sudah beberapa kali masuk media bukan karena 4G, misalnya dalam artikel Tarbawi ini. Sewaktu diberi penghargaan Bakrie, jika penghargaan diberikan karena dianggap penemu 4G, tidak akan saya terima. Semoga status ini bermanfaat dan membuat kita lebih bijaksana dalam bersikap ya :D.
Dikirim oleh Khoirul Anwar pada 19 Maret 2016


Dilanjutkan dengan pernyataan yang akhirnya diproofread terlebih dahulu oleh "Grand Seniro" mereka berdua.

Turut mendoakan selalu Mas Khoirul Anwar . Meninggalkan Polemik 'Penemu 4G', Menyongsong Era 5G dan 6G
Dikirim oleh 21 Maret 2016


Marilah melangkah bersama-sama menatap masa depan.

Rekan-rekan, terkait dengan generasi telekomunikasi 5G dan 6G, karena setiap generasi memiliki ciri khas, maka saya merasa perlu memberikan gambaran bedanya dengan 2G, 3G dan 4G. Saya berikan tanda tanya "?" karena standard 5G dan 6G belum ditentukan. Gambar ini mungkin tidak merepresentasikan struktur sebenarnya, akan tetapi saya berharap mampu membantu kita memahami secara sederhana struktur setiap generasi. Saya sangat welcome terhadap masukan terkait dengan gambar ini.
Dikirim oleh Khoirul Anwar pada 21 Maret 2016
Adapun tentang kontroversi ini, saya pribadi berpendapat bahwa pengakuan maupun penafian temuan adalah konsep barat modern, yang seharusnya tidak diserap oleh budaya Indonesia. Cukuplah seseorang berkarya sebagai anonim untuk digunakan secara gotong-royong untuk kemaslahatan umat manusia, dengan imbalan pahala surga atau sekadar balas budi oleh segelintir orang di lingkarannya, tanpa ada yang menyelewengkannya untuk kepentingan pribadi atau golongan. Utopia, memang. Tapi apakah yang lebih utopia daripada kesadaran berbangsa dengan masyarakat terbayang?

Bagaimanapun juga, saran saya, jika beliau belajar dari sosok Son Goku, selayaknya juga meneladani betapa Goku dihargai kehebatannya baik oleh kalangan kawan maupun lawan, tetapi sama sekali tidak perlu dikenali oleh khalayak awam
Tugas untuk tampil tenar sebagai tokoh masyarakat diserahkan kepada mantan pesaing yang kemudian menjadi besannya, yakni Mr Satan. 
Strategi tersebut semestinya fasih diterapkan oleh para penggemar sejati Dragon Ball. Sebaiknya meminta pendampingan humas dari pihak almamater atau tempat kerja; jangan bertindak sendiri dalam menghadapi media. Hindari taktik politik, kembalikan semuanya ke jalur akademik.

Rabu, 04 Agustus 2010

Beta Kanti, Rujak, wa, ne

... irama ganggang dan api membakar pulau...

Bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi kota-kota teluk yang daerahnya punya sejarah konflik: Ambon dan Palu, untuk proyek Literasi Media. Foto-fotonya bisa diintip di album BayWatch Ultimate Adventure.

Yang saya prihatin, adalah penyelenggaraan acara internasional Sail Banda. Dari posternya saja mereka menggunakan font comic sans gitu lho! Ban Comic Sans!
Belum lagi komposisi warna dan latar belakangnya. Benar-benar kegagalan fungsi, pengabaian desain.


Oh ya saya masuk televisi pas lagi makan nasi kelapa ikan bakar sambal colo-colo di pengkolan Batu Merah... Katanya ditayangkan kemarin di acara Koki Cilik. Gara-gara sedang berusaha melek media, saya mengomeli yang menyorot mengambil gambar para pelanggan tanpa permisi, ehhh ternyata orangnya kenal tim kami, karena dia pernah tugas meliput acara bincang-bincang. Supaya gak protes, malah diwawancara soal makanannya... Hahaha gak penting.

Senin, 17 Agustus 2009

Merdeka Merdeka Merdeka

Cuplikan kejadian tanggal 16 Agustus 1945 (youtube).
Iklan layanan masyarakat kali maksudnya ini? Menarik...


Belum sempat nonton film MERAH-PUTIH... Katanya trilogi, jadi tunggu keluar tiga-tiganya saja? Kayaknya bermaksud sarat muatan pluralisme ya.
Gosipnya sih dialog-dialognya aneh. Ada ucapan "Merindukanku?" dan meledek ibu pacaran dengan tukang susu...? Duh seharusnya kan aktornya boleh protes kenapa harus mengucapkan yang aneh begitu. Artinya tidak bersinergi untuk memuluskan peran tuh.

Dulu juga sempat ada film kontroversial MURUDEKA 17805 (2001)... yang dibuat oleh orang Jepang. Kayaknya tidak masuk Indonesia sih.


Propaganda "Saudara Tua" yang membebaskan Asia dari penjajahan itu begitu sukses sampai merasuk sedemikian rupa pada diri lapisan bawah tentara Jepang, sehingga mereka benar-benar tulus berjuang bahu-membahu dengan tentara Indonesia dalam perang kemerdekaan. Inilah yang diangkat dalam film tersebut. Nah masalahnya, lapisan atasnya padahal punya visi-misi lain lagi.

***

Kemarin ini ada satu penjelasan dari Prof. Kurasawa dari Keio, mengenai hal yang tidak dapat diabaikan dalam membahas hubungan Jepang dengan ASEAN, yakni sejarah "perang" dan invasi militer Jepang ke negara-negara tersebut. Orang Jepang tidak dapat melarikan diri dari masa lalu yang tidak menyenangkan ini dalam membina hubungan baru dengan negara-negara ASEAN.

Dalam halnya Indonesia, baru pada 1958 Indonesia dan Jepang membina hubungan diplomatik, setelah ditandatanganinya perjanjian pampasan perang. Jepang diperintah oleh Pakta Perdamaian San Francisco 1951 untuk membayar negara-negara yang telah dirusaknya selama masa perang, salah satunya adalah Indonesia. Negosiasi bilateral dimulai segera setelah Konferensi San Francisco, namun baru disetujui akhir 1957.

Alasan-alasan mengapa persetujuan tersebut butuh waktu lama, adalah:
  • Kesalahpahaman atau ilusi Tentara Jepang sekeluarga yang terdoktrin secara fanatik bahwa mereka berjuang demi membela kemerdekaan negara-negara Asia dari penjajah Barat. Apalagi doktrin tersebut seakan terbukti ketika di akhir masa perang Indonesia benar-benar berhasil memproklamasikan kemerdekaannya.
  • Jumlah yang diminta oleh pemerintah Indonesia terlalu besar untuk dibayar oleh Jepang masa itu.

Bagaimana sampai akhirnya perjanjian ini disetujui?

  • Pemerintah Jepang membujuk opini publik masyarakat Jepang dengan dalih bahwa pembayaran pampasan perang sesungguhnya adalah investasi untuk pasar baru Jepang di masa depan, sebagai alternatif ideal menggantikan pasar Cina yang hilang pascaperang.
  • Seiring waktu, Pemerintah Indonesia juga setuju mengurangi tuntutannya sampai jumlah yang disetujui hanya 3% dari yang aslinya. Sekecil itu??? Karena butuh dukungan finansial dan moral untuk segera mengambil alih aset Belanda. Dalam waktu yang bersamaan Indonesia tidak mau menerima bantuan atau utang luar negeri yang cenderung menciptakan ketergantungan negara. Pampasan perang adalah bentuk ideal dalam mendukung ekonomi Indonesia tanpa kehilangan kemerdekaannya. Indonesia sangat membutuhkannya secepat mungkin. Maka persetujuan dibuat akhir 1957, beberapa hari sebelum penyitaan aset-aset Belanda dilakukan.


Dengan demikianlah dimulai hubungan diplomatik kedua negara. Walaupun awalnya dihiasi beraneka ragam maksud dan tujuan tersembunyi dari kedua belah pihak, hubungan ini berkembang dengan lancar.

  • Dana pampasan perang tidak dibayarkan dengan uang, tetapi dengan bentuk layanan oleh orang Jepang, contohnya membangun bendungan, jembatan, hotel (a.l. HI) dll. Dalam konstruksinya, perusahaan Jepanglah yang ditugaskan. Curang ya? Dengan demikian, proyek perbaikan memang memberikan kesempatan bagus kepada perusahaan Jepang untuk mengolah keuntungan dan memantapkan landasan bagi ekspansi pasar mereka selanjutnya di Indonesia pada zaman orde baru.
  • Beasiswa Monbu(kagaku)sho yang saya peroleh dulu itu, selama tahun 1960an ternyata disebut sebagai “beasiswa pampasan perang” (hoaaa hahahaha hidup pampasan perang!)
    Tapi tentu saja beasiswa ini pada dasarnya juga adalah untuk mendidik putra (-putri) Indonesia sebagai pasukan dan agen-agen industri Jepang...


Pemahaman bahwa Jepang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia perlahan lenyap ketika generasi baru ahli sejarah Jepang muncul melakukan riset objektif, walaupun pemahaman tersebut kadang-kadang masih juga menyelinap dalam pidato dan makalah para politisi sayap kanan. Memang sangat sulit untuk menyingkirkannya sampai habis.

Pemahaman ini pada dasarnya mirip dengan penafian terhadap sejarah Korea di bawah koloni Jepang, bahwa Korea sukses dalam industrialisasi berkat kebijakan industri Jepang di sana memasok landasan untuk membangunnya. Yang mencemaskan adalah ketika pemahaman-pemahaman seperti ini tidak hanya dianut oleh veteran perang ataupun para penjajah praperang, tapi juga oleh generasi muda yang tidak mengalami masa tersebut sama sekali. JAS MERAH.

  • Kalau dikatakan bahwa Jepang-lah yang mendidik tentara nasional negara-negara ASEAN, bagaimana jika diperbandingkan dengan kenyataan bahwa Amerika-lah yang melatih tentara Mesir menggempur Israel, dan menggembleng tentara Afghanistan dan Al Qaeda ketika menggempur Uni Soviet? Hi hi hi hi hi.
  • Apalagi ketika mereka mengaku-aku Saudara Tua. Apakah teruji secara genetik bahwa ras mereka lebih dahulu muncul ke dunia dibandingkan dengan ras-ras Asia lainnya?
  • Sebaliknya, apakah Indonesia merasa masih berhak menuntut lebih banyak, menebus sisa yang 97% itu? Tidak juga. Keputusan saat itu telah bulat, dan salah kita sendiri tidak dapat memanfaatkan 3% yang kita peroleh dengan optimal: aset Belanda yang diambil alih tidak berhasil dikelola dengan baik, sementara infrastruktur yang dibangun justru mendukung perekonomian negara lain...


Novus Ordo Seclorum... (youtube)

Terkait:
50 Tahun (Emas) Indonesia-Jepang ・日本インドネシア友好年 2008
Normalisasi Jepang
Jepang-Jerman 2005-2006



Selasa, 11 September 2007

Taufiq Ismail dan Nasionalisme

taufiqMemang tahun ini tahun reuni. Minggu lalu saya menemui Taufiq Ismail (72), berlima dengan rekan kerja.
Sambutan yang cukup heboh bikin geer juga. Dahulu kala di masa balita saya memang sering ikut Ayah, teman seangkatan beliau, mampir meminjam komik Asterix dan majalah National Geographic ke rumah ini. Om Taufiq memperlihatkan kamar tempat saya menumpang dulu, kini telah dihuni oleh cucu pertama beliau.
Apa lagi ya... Oh ya! Chai-nya enak.

Tujuan utama sebenarnya adalah menemani bos melakukan wawancara bertema nasionalisme alias kebangsaan. Walah, PMP banget yah.

"Hmm, apa ya, sebagai anak usia 13 tahun, rasa kebangsaan itu tidak diajarkan di sekolah, tapi dialami langsung. Saat itu saya naik kapal bermuatan senjata selundupan dari Singapura, menerobos hutan bakau di perairan Sumatra... Begitu mencapai pelataran, terlihat Bendera Merah Putih di sana, rasa haru yang tercurah itulah nasionalisme bagi saya..." dan beliau pun menceritakan pengalamannya seputar masa agresi militer 1948, pengakuan kedaulatan 1949, dst.

Nah kalau pelajaran sejarah tidak mencukupi untuk membangkitkan nostalgia semacam itu di kalangan kaum muda, apakah kita sekarang perlu dijajah lagi, baru bisa nasionalime muncul di dalam kerangka berpikir kaum muda?

"Lho, penjajahan itu kan memang sudah berlangsung. Agen-agennya sangat ramah, penuh senyum menyapa, dan hadir di setiap rumah dalam bentuk kotak serba bisa. Televisi."

Lalu apa yang harus dilakukan agar kita kembali merdeka?

"Sudah banyak rekan-rekan yang bergerak dalam wacana itu, mungkin masih perlu mengerahkan lebih banyak orang lagi."

Bagaimana mengenai lagu kebangsaan yang relatif baru, seperti lagunya Cokelat, misalnya? Apakah rasa yang timbul dari sana bisa diasosiasikan dengan rasa kebangsaan yang dialami seputar perang kemerdekaan dulu?

"Wah, yang seperti apa ya? Saya tidak perhatikan. Nuansa rasa kaum muda memang berbeda dengan kaum tua. Tantangan yang dihadapi juga telah berbeda bentuk. Yah, daripada panjang berteori, mari kita simak apa kata si Toni..." dan mulailah beliau berpuisi.
Dikutip dari MAJOI, halaman 74.


KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,
LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,
Kata Si Toni (1998)
...
Kalian paksa-tekankan budaya berutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia

...
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya
Meminjam kepeng ke mancanegara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis
Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
...
dst (selengkapnya bisa digoogle sendiri tentu)


PS: Pesan sponsor: tolong dicamkan bahwa Taufiq Ismail itu ditulis dengan q seperti akyu, ya, jangan pakai k. Nah, lho, banyak kan yang sering salah?

Selasa, 23 Januari 2007

Ada-ada saja, Nattou Miihaa



Nattou bisa dibilang "Tempe Jepang", dibuat dari kacang kedelai yang dibusukkan dalam bungkusan jerami.
Bahan makanan ini memang yang paling mengundang reaksi ekstrem.
Nattou umumnya merupakan makan pagi rutin sebagai pengganti lauk orang Kantou (daerah timur Jepang: Tokyo dan sekitarnya) dan orang Hokkaido, bisa dirunut sejarahnya sejak sebelum zaman Edo.
Biasa diaduk dengan telur, mustard, shoyu, dan daun bawang untuk teman makan nasi, bisa juga dijadikan gunkanzushi (kapal perang) atau makizushi (gulung).

Namun, masyarakat di kampung halaman kedua saya, yaitu Kansai (daerah barat: Osaka, Kyoto dan sekitarnya), umumnya membenci nattou, mungkin karena sumber daya alam melimpah sehingga lebih banyak pilihan bahan makanan lain yang jauh lebih enak. Walaupun begitu mereka terkadang mengonsumsinya juga, karena dianjurkan sebagai menu makanan sekolah sesuai keputusan monbu(kagaku)sho (Kementerian Pendidikan Jepang).

Waktu saya di Kyoto, kebetulan ada pengrajin tempe profesional, menjual khusus di masjid dan tempat-tempat bahan makanan impor. Tapi karena repot memesan dan mengolah tempe, saya terpaksa mengganti menu dengan nattou, yah sekali seminggu dua minggu. Setidaknya nattou bukan berbau pesing seperti petai atau jengkol, sehingga saya masih bisa tahan walaupun sebenarnya tidak suka. Yang sulit hanyalah ketika meragukan apakah ada tambahan zat yang tidak halal sebagai pengawet atau pelembut.
Ternyata, bahkan Sensei (dosen) saya pun mengernyitkan dahi ketika memergoki saya sedang menyantapnya di kantin sekolah.
"Idih, kamu suka nattou? Dengan bau memuakkan begitu, mana benang-benang hifanya lengket menjuntai-juntai seperti ingus pula, menjijikkan! *Orang Jepang* saja benci, apalagi orang asing."
"Bukan begitu, sebenarnya tetap aneh sih terasa di lidah, tapi 'kan ini dibela-belain demi keseimbangan gizi, Sensei."


Awal 2007 ini, sebuah siaran televisi yang cukup ternama di Jepang, "Hakkutsu: Aru-aru Daijiten II" (Tergali: Ensiklopedia Ada-ada II) mengemukakan penelitian yang mencengangkan:
Bahwa dengan mengonsumsi nattou dua porsi setiap harinya setelah dikocok dan didiamkan selama 20 menit, zat-zat yang terkandung di dalamnya akan meningkatkan metabolisme tubuh sedemikian rupa, menurunkan berat badan 3-4 kilogram hanya dalam dua minggu, dan membuat awet muda!!!
Oh betapa idealnya.

It's smelly, slimy and Japan can't get enough...

Setahu saya program siaran ini memang banyak membual. Kalaupun penelitian yang dilakukan memang benar adanya, yang ditayangkan bukanlah dokumentasi kegiatan penelitian asli, melainkan rekonstruksi yang dibuat-buat khusus untuk acara ini. Saya juga menyangka itu sudah rahasia umum, semua orang tahu. Namun, ternyata sekian banyak khalayak percaya dan setia menjadikan siaran ini sebagai referensi.
Terbukti selama dua minggu setelah penayangan tersebut, penjualan nattou meningkat pesat laku keras dan dalam sekejap menghilang dari pasaran. Produsen pun pontang-panting tak mampu memenuhi permintaan masyarakat. Mereka berusaha mengingatkan berulang kali, bahwa memang nattou makanan yang sangat sehat, namun bukan merupakan elixir atau panacea yang menimbulkan keajaiban dalam sekejap.

Ternyata, sebelum minggu kedua berakhir, pihak produser, yaitu Kansai Terebi (saluran televisi dari... daerah pembenci nattou) menayangkan mengumumkan permintaan maaf terhadap adanya beberapa kebohongan dalam siaran tanggal 7 Januari tersebut:
  • bahwa komentar dari profesor asing ahli nutrisi yang dikutip dalam tayangan tersebut sebenarnya tidak secara spesifik merujuk pada nattou;
  • bahwa foto pengurusan badan "sebelum" dan "sesudah" sebenarnya menampilkan dua orang yang berbeda, bahwa eksperimen yang disebutkan belum pernah dilakukan; dan
  • bahwa angka-angka perubahan metabolisme yang dimunculkan hanyalah rekayasa.

Masyarakat (terutama orang gemuk yang tidak suka nattou tapi nekad bersusah payah mengikuti program diet ini tentunya) kecewa berat. Akhirnya pasaran kacau-balau, harga saham nattou anjlok, orang-orang kebingungan menghabiskan stok nattou yang sudah mereka sembunyikan di dalam kulkas selama beberapa hari terakhir, dan yang paling parah adalah hilangnya kredibilitas media televisi Jepang sebagai sumber informasi absah tepercaya.
Tentunya penayangan Aru-aru pun dihentikan, sponsor menarik dana.

(Wah kalau mengikuti alur 20th century boys jilid 18, hattori nattou yang sesungguhnya memang berkemampuan super bergizi tinggi, gara-gara *namanya tercemarkan akibat pembatalan siaran televisi*, akan dendam dan berencana menghancurkan dunia... hahaha arieru wa)

Ada-ada saja. Sudah jelas ARU-ARU itu artinya memang "ada-ada". Dasar para miihaa.
Yang jelas saya malah ingin makan nattou lagi! Siapa yang mau menemani???