Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2024

Gangguan Penimbunan

Ibu saya ternyata adalah hoarder bipolar sementara anaknya mengidap obsessive compulsive disorder. 

Awalnya beliau ketiban titipan barang dari para anggota keluarga sampai puluhan tahun. Kebanyakan berbentuk buku dan album foto, tapi tidak mampu mengelolanya, hanya bisa menggusur pindahan ke sana kemari di loteng maupun bawah tanah tanpa sempat tersusun rapi. 

Palak dengan keadaan tersebut, lama-lama beliau sendiri yang menambah barang bekas dari loakan. Belanja sekali banyak murah meriah, satu dua yang diperbaiki menjadi layak pakai memang menggembirakan, padahal selebihnya nyaris tidak ada satu pun yang layak pakai. Mending kalau hanya pakaian, seolah-olah cukup dikarungi, ini yang dikoleksi balok kayu, meja kursi lemari yang segede gavan sharivan shaider menyempitkan ruang gerak sehari-hari. 

Tapi timbunan selanjutnya menjelma menjadi ukuran rumah. Beliau membongkar ruangan untuk diperbesar, bukan demi kenyamanan hidup, melainkan untuk merasakan kebanggaan menjadi mandor abal-abal. Bertahun-tahun beliau memelihara dan menggaji 4-6 orang tukang berkeahlian pas-pasan yang menurut saja tiap disuruh apa pun tanpa kemampuan berbagi pengalaman bahwa arahan beliau salah. Tahu-tahu kehabisan dana. Dengan demikian, semakin ada alasan untuk tidak mengemas barang berantakan yang telantar karena ruangannya belum tuntas direnovasi, hasilnya sekadar perluasan gudang tak terhingga. 

Suatu hari malah ada rumah yang setelah mangkrak empat lantai harus dilelang, diruntuhkan oleh pembelinya. Sungguh sia-sia.  

Begitu anak-anaknya berusaha membantu mengembalikan manfaat dari ruangan-ruangan tersebut, beliau merasa kewenangannya tercerabut. Kadang-kadang maklum manggut-manggut, tapi lebih sering melawan dan tidak mau mengaku salah dan mendengar masukan. Berhubung anak-anaknya telanjur terdidik untuk tidak mengiyakan yang enggak-enggak, yang terjadi adalah perdebatan tiada akhir, menguras tenaga dan pikiran. 

Ibu saya ternyata bercita-cita membuat penginapan untuk bisnis wisata yang dia khayalkan, tapi tidak mampu memulai secara terintegrasi dari awal sehingga belum ada pergerakan. Suatu hari kami sepakat menerima anak kos pertama, teman masa bayi saya dengan putrinya yang sudah SMA persiapan masuk kuliah. Dia kerja keliling mengelola distribusi kosmetik SA. Entah bagaimana terjebak tunggakan kredit yang berlebihan padahal seharusnya dibatasi berdasarkan slip gaji, sehingga potongan langsungnya tidak lagi manusiawi. Saat dia mohon izin untuk menunda pembayaran kos, Ibu saya langsung memintanya pindah dengan alasan keberatan membawa kucing. Padahal dia cukup bisa diandalkan untuk berberes-beres saat tamu ibu saya dari Asia Tenggara akhirnya mampir juga, sekali seumur hidup.  

Walhasil kosong lagilah kos-kosan itu menganggur selama setahun, sementara itu ibu saya kualat terdiagnosis mengidap kanker kelenjar getah bening. Saya yang awam pun mulai berusaha mengambil alih upaya menyiapkan kamar-kamar agar layak huni. Saya mencoba membuka laman berbagi kamar sebagai tuan rumah teladan, ternyata lokasi strategis membuatnya cukup laris juga. Namun, bentuk kamar-kamar pribadi tanpa kamar mandi dalam ternyata membuat bisnis penginapan tidak bisa selancar yang dikira, sehingga diputuskan untuk mencari yang aliran dana lebih terjamin, yakni kos-kosan. 

Belum lama berselang tibalah bencana pandemi. Bisnis penginapan tiarap dan rentan penularan, beruntung mulai ada beberapa kamar terisi untuk kos jangka panjang. Anak-anak kosnya juga karyawan semua, sehingga lebih nyaman bekerja di kosan daripada pulang kampung ke rumah masing-masing seperti mahasiswa-mahasiswa tetangga. 

Penghasilan yang mulai masuk ternyata masih perlu dikelola untuk melakukan renovasi dan membayarkan iuran seluruh rumah dan lahan, yang selama ini diabaikan oleh ibu saya sehingga sering terkena denda keterlambatan. Ibu saya sudah tidak dapat diandalkan untuk urusan ini, otaknya selalu melayang berloncatan ke sana kemari. 

Sementara itu, atap untuk pelebaran ruangan-ruangan rumah mulai menampakkan masalah, bocor lagi di sana-sini. Tidak ada perancangan yang direnungkan baik-baik dalam kegiatan pembangunannya, padahal sebagai arsitek interior yang lama kuliah merentang 13 tahun, seharusnya ada ilmu yang bisa diterapkan. Adik saya sebagai arsitek bersertifikat saja tidak diperhatikan gagasannya. Tapi ibu saya ternyata belum kapok bongkaran. Dihabiskannya lagi dana untuk merapikan plafon yang hanya menjadi penampung bocoran, memperluas kamar balkon dan dapur di bawah dak jemuran untuk hal yang sia-sia, sementara masalah yang ada belum ditangani. 

Letak dapur ini terlalu jauh dari kamar, dan perlu menempuh halaman penuh serangga untuk mencapainya. Akhirnya di hari-hari cuaca dingin, makanan dibawa ke kamar menjadikannya seperti kandang hewan. Tidak sekali dua kali, berkas-berkas penting akan ketumpahan kuah gulai ikan, komputer tersumbat kulit ari kacang. 

Terlalu banyak yang harus diperbaiki, sehingga urutan prioritas semakin kabur. Akhirnya apa yang tampak di depan mata saja diselesaikan satu per satu. Dan di antara puncak kesenewenan mengerjakannya, yang paling belum bisa diatasi adalah ledakan emosi ibu saya yang terkadang dipengaruhi kecemasan yang tidak-tidak. Suatu saat ada ular masuk disangkanya ada yang menenungkan sihir kepadanya. Semua orang dicurigainya punya niat buruk untuk menyakiti. Dan di antara itu ada pula anak-anaknya yang tidak habis pikir mengapa ibu mereka yang seharusnya beriman dan altruis, menjadi sedemikian materialistis dan paranoid begini. 

Sampai di titik keringat darah dan air mata penghabisan adalah, begitu mengetahui bahwa beliau telah meminjamkan uang ke mantan tukang-tukangnya dengan harapan akan terus bekerja dipotong gaji (yang tentu menjadi beban biaya berkesinambungan) tapi yang dipinjamkan ternyata sudah bukan modal sendiri melainkan merupakan hasil gadaian emas maupun kredit bank, sehingga bunga penebusannya ditanggung oleh ibu saya lagi. Intinya, semua rencana berberes buyar karena kami bokek sebokek-bokeknya. 

Mengubah pola pikir bahwa upaya pengelolaan ini bukan lagi untuk dinikmati bersama sebagai kebebasan finansial melainkan untuk menebus beban jerat utang riba, cukup menyakitkan dan perlu waktu. Ketidakpuasan dan kekecewaan yang timbul tenggelam, di titik ini mentok menjadi ketidakterimaan. Tidak boleh seperti ini terus. Tapi belum ada titik terang. 


Senin, 11 September 2023

Yogurt Persik cap Karbol Sereh

Walaupun kini harus ngesot berjarak lebih jauh ke @tokoorganisypbb mantan tetangga yang tadinya tinggal ngagulutuk mencapainya (cek IG saya akhir tahun lalu), saya masih berusaha konsisten menerapkan belanja sasabunan curah dengan wadah sendiri dari barang daur ulang 🚯♻️ 

Mungkin ini hanya pembenaran untuk tetap mengonsumsi bahan-bahan berbahaya yang jadi limbah cair, kalau dibilang zero waste belum sampai ke situ juga lah kali ya. Apalagi ada modus, ternyata kalau belanja di sini dapat bonus layanan jeprat-jepret oleh orang toko lalu dijadikan instastory dong 📸📱 

Nah demi menghemat waktu, saya memborong segala macam di galon/botol air mineral besar untuk kemudian dibagi-bagi lagi ke wadah bekas sabun atau bahkan bekas jus/soda yang lebih mini buat kosan putri, kosan putra, dan rumah ibu saya. Biasanya saya beri nama dengan stiker atau spidol, wadah yang tandanya copot atau terhapus saya tukar untuk pemakaian sendiri sebelum ditandai lagi 🔖🖍️ 

Tahu-tahu kemarin karbol sereh dimasukin ke kulkas dong sama ibu saya ... 

Secara yang terlihat label @bmc1928 

Pastilah disangka yogurt persik 🥛🍑

Selasa, 26 Juli 2022

Fatamorgana

Pemandangan ini akan buyar seketika jika mendekat satu langkah lagi
Laksana pasir dalam genggaman, meluncur melalui celah jari.
Namun mata air itu tampak terlalu teduh dan indah untuk berpaling darinya
Relung yang mengisap segala angkuh dan keluh kesah yang tersisa.
Demi sekadar pembayangan fana yang melayang di udara
kau pun menyangkal kebekuan hakiki atau terik tak terkira

Sabtu, 24 Oktober 2020

Hellokiti Hell

Saya biasa dijajah ucing dengan sukacita. Tapi ucing antrofomorfik yang tidak punya mulut yang mampu memerahjambukan berbagai gawai elektronik, apa yang bisa disukai dari makhluk macam tu?

Minggu, 10 Februari 2013

Tiwikrama


Sandal kiri menginjak tahi ayam, sandal kanan menginjak mengkudu penyek.
Ini pasti konspirasi!
... Tapi serasa sudah menginjak dua dunia.
Kalau langkah berikutnya bisa menginjak kepala orang pasti saya TIWIKRAMA. Dikirim oleh Kanti pada 12 Februari 2013

Sabtu, 25 Februari 2012

Beri Aku 10 Pemuda


Puas ngakak ini

Seandainya saja yang 7 enggak alay 'kan bisa main Putri Salju-Putri Saljuan

Yang menyedihkan adalah bahwa ternyata yang 3 lagi adalah Trio Libels

Senin, 10 Januari 2011

Rubicon

Hearing and seeing the word "RUBICON" all over the place...
In movies. Advertising.
It's even written in a car parked around the neighborhood!

Is it a sign?
取り返しのつかない事をしちゃったか? やれというのか?
Did I, or do I have to, cross something???
Up to the point of no return? Hyaaa...
Or... whether it's kinda new breed of lolicon!?
Or... a particular conference, such as Comicon?

Rabu, 23 September 2009

The Anwars (we are not related!)

No, I am not related to a Joko Anwar.

... except that we ingloriously shared the same birthdays, I guess.

(I only go to Circle K for some exclusive crispy seaweed snack.)




(And in fact, I am not related to most of the Anwars in this whole small world after all).

Minggu, 20 September 2009

Gomen de Sundara Keisatsu Iranee

御免で済んだら警察要らねえ。。。 だから「済みません」と言うんだろうが p(^o^)q

Rabu, 14 Maret 2007

Pac-Man, π, Pi, dan The Missing Piece

Karena kebetulan sedang dikelilingi oleh dua makhluk ekonomi yang sibuk berkutat dengan ukuran juring diagram lingkaran semacam ini, jadi geli sendiri mengenang lelucon yang muncul akhir tahun lalu:

pacmanpie

Pac-Man adalah permainan mengumpulkan sumber daya sebanyak mungkin sambil menghindar dari musuh. Mengingatkan kembali DNA kita akan senangnya menjadi makhluk kecil namun cerdas, dikelilingi ancaman mematikan dari hewan pemangsa yang tak terlampau pandai, yang tak memegang rahasia senjata tongkat atau batu. Walaupun belum tentu lapar, tetap harus makan sampai habis demi mempertahankan permainan agar tetap berlanjut.
Ini adalah permainan konsumerisme pamungkas, diciptakan di Jepang dan meledak di Amerika, dua pusat kapitalisme.
Bandingkan dengan Tetris dari Uni Soviet, yang menekankan pemilihan dan pengaturan sumber daya secara menyebar, ketika memperoleh banyak tanpa membagikannya secara tepat dan merata akan mengarah kepada kekalahan.


Apa ada hubungan keluarga antara Pac-Man dan Mr. Smiley (dan Anpanman) ya?


Bentuknya mengingatkan pula pada buku cergam apik kegemaranku, karya Shel Silverstein: "The Missing Piece" dan "... Meets the Big O".
Ada sebuah bundaran yang kehilangan satu juring potongannya, dia pun bernyanyi-nyanyi sedih sambil mencari belahan jiwanya......
Di buku selanjutnya, sang potongan berusaha mencocokkan diri dengan benda-benda lain, sampai suatu saat ia bertemu dengan sebuah bundaran utuh yang tak butuh dilengkapi......


Kelompok yang menyanyikan lagu "El Corazón" yang kubahas kemarin itu ternyata juga pernah menurunkan satu lagu tentang π (youtube) ala square-one (atau sesame street?)

When ink and pen in hands of men, inscribe your form, bipedal Pi
They draw an altar on which God has slaughtered all stability
No eyes could ever soak in all the places you anoint
And yet to see you all at once we only need the point
Flirting with infinity, your geometric progeny
That fit inside you oh so tight with triangles that feel so right
(3.14159265358979323846264338327950288419716939937510582097494459)
Your ever-constant homily says flaw is discipline
The patron saint of imperfection frees us from our sin
And if our transcendental lift shall find a final floor
Then Man will know the death of God where wonder was before


safariPi Patel adalah tokoh dalam novel petualangan yang memenangkan Booker Prize 2002, mengiaskan makna keyakinan beragama.
Alkisah suatu saat si Pi terpaksa hanyut di laut, bertahan hidup bersama hewan-hewan langka, antara lain orangutan dan harimau...... (Ngomong-ngomong jadi ingin mengunjungi taman safari untuk menjenguk bayi-bayi yang akrab itu sebelum mereka terpisahkan)


Lah kalau Pi yang ini???

...

Kon-kon!!!

...

Kamis, 15 Februari 2007

Debar Jantungku

Gebrakan buat para penggemar telenovelalalala.
(Eh, masih berjaya gak ya? Serasa ditenggelamkan sinemasia)
Ingat-ingat lagi, di Jepang gak pernah lihat telenovelatina...
Makhluk-makhluk latin asli dan campuran sih beredar di asrama.

Día y noche en ritmo constante ... siang dan malam dengan irama teratur
opera dentro del cuerpo humano ... bekerja di dalam tubuh manusia
una maquina maravillosa: ... sebuah mesin yang hebat:
el corazón ... jantung




El corazón humano, ... jantung manusia
un órgano hueco de cuatro cámaras ... adalah alat tubuh beruang empat
La sangre desoxigenado entra ... darah yang terdeoksidasi masuk
la aurícula derecha del cava venae ... ke serambi kanan melalui pem vena

Cuando la aurícula se contrae ... ketika serambi berkontraksi
sangre fluye en el ventrículo derecha ... darah mengalir ke dalam bilik kanan
Y ... a los pulmones ... lalu menuju ke paru-paru
para purificación ... untuk dibersihkan
Mientras sangre purificada es desalojara ... darah yang telah bersih dialirkan
por el ventrículo izquierdo a los extremos ... oleh bilik kiri ke anggota tubuh

El corazón es una pompa muscular ... jantung adalah pompa berotot
que mantiene circulación ... yang mengatur peredaran
de la sangre de nuestra vida ... darah dalam hidup kita

Lube-dub, lube-dub, lube-dub, ... dagdigdug dagdigdug dagdigdug,
lube-dub, ¿Suena familiar? ... dagdigdug, kenalkah pada bunyi ini?
Estos son los sonidos de las válvulas ... ini adalah bunyi katup-katup
se abriendo y se cerrando ... membuka dan menutup
de corazón ... Jantung

¡Aorta! ... Aorta!
Tú eres la artería más grande ... kau adalah arteri paling besar
en el cuerpo ... di dalam tubuh
¡Aorta! ... Aorta!
Tú eres de la misma anchura ... kau adalah selebar
que una manguera de jardín ... selang air yang ada di kebun

El corazón es una pompa muscular ... jantung adalah pompa berotot
que mantiene circulación ... yang mengatur peredaran
de la sangre de nuestra vida ... darah dalam hidup kita

Puede continuar a latir ... dia bisa berdetak lama
después de su eliminación del cuerpo ... setelah dilepaskan dari tubuh
como vemos en ... seperti kita lihat pada
el corazón de esta tortuga ... jantung kura-kura ini

El conjunto rock de arena Corazón ... Band rock arena, Heart,
tuvo un éxito número uno ... punya hit nomor satu
en '87 con la canción ... pada tahun 1987 dengan lagunya
"Sola" ... "Alone" (Sendiri)
"Sola" ... "Alone" (Sendiri)

Desde acciones animados de nuestro niñez ... dari gerakan bayi yang bersemangat
a el paso sentando de la vejez ... sampai ke gerak tenang lanjut usia
el corazón late dos mil millones y medio veces ... jantung berdetak 2,5 miliun kali
(aproximadamente) ... (kira-kira)
Entonces... ¡está muerto! ... dan kemudian... kau mati!
*****

Konsep jantung/hati entah kenapa dari dulu selalu tercampur aduk antara biologi dan sastra, terutama dalam kata-kata cinta.
Kalau empedu, lambung, paru dan sumsum di mana wewenangnya?
Kasihan kalau mereka tersia-siakan.
*****
Yang jelas, anak yang berkecimpung dalam fisika atau elektronika, perlu mencoba menerapkan sistem hubungan seri dan paralel di kehidupan nyata.

Jumat, 01 September 2006

20 Hal tentang Maut

Kita semua akan mati. Namun ada 20 hal yang mungkin tidak kau ketahui mengenai menjelang ajal...

Oleh LeeAundra Temescu (DISCOVER Vol. 27 No. 09 | September 2006)

  1. Praktik mengubur orang mati tertanggal 350 ribu tahun yang lalu, terbukti dengan lubang sedalam 45 kaki di Atapuerca, Spanyol, berisi fosil 27 hominid dari spesies Homo heidelbergensis, diperkirakan sebagai nenek moyang Neanderthal dan manusia moderen;
  2. Jangan pernah menyebut mati: Setidaknya ada 200 eufemisme untuk kata maut, termasuk to be in Abraham's bosom, just add maggots, dan sleep with the Tribbles (istilah Star Trek);
  3. Tidak ada orang Amerika yang meninggal pada usia tua sejak 1951;
  4. Itu adalah tahun pemerintah menghapus klasifikasi dalam sertifikat kematian
  5. Pencetus kematian, dalam semua kasus, adalah kekurangan oksigen. Kekurangan itu dapat membantu menegangnya otot-otot, atau "fase agonal", dari kata Yunani agon, atau cobaan;
  6. Dalam tiga hari kematian, enzim yang biasa mencernakan makanan Anda, mulai memakan diri Anda. Sel-sel yang pecah menjadi makanan untuk bakteri hidup dalam lambung, yang mengeluarkan gas berbahaya yang cukup untuk mengembungkan badan dan mendorong mata keluar.
  7. Terlalu banyak untuk daur ulang: Penguburan di Amerika membuang 827600 galon cairan balsam -formaldehida, metanol, etanol- ke tanah setiap tahun. Kremasi menghembuskan dioksin, asam hidroklorik, belerang dioksida, dan karbon dioksida ke udara.
  8. Perusahaan Swedia, Promessa, akan membekukeringkan tubuh Anda di dalam cairan nitrogen, menghancurkannya dengan getaran frekuensi tinggi, dan menyegel bubuk yang terjadi dalam peti dari pati jagung. Menurut mereka, "penguburan ekologis" ini akan terurai dalam 6-12 bulan.
  9. Kaum Zoroastrian di India meninggalkan mayat di luar untuk dikonsumsi oleh burung nazar.
  10. Burung-burung nazar kini banyak yang mati gara-gara memakan bangkai ternak yang mengandung diclofenac, obat penenang yang biasa dipakai meredakan demam pasokan hidup.
  11. Ratu Victoria memaksa untuk dikuburkan dengan jubah mandi suaminya yang telah lama meninggal, Pangeran Albert, dan sebuah patung tangannya.
  12. Kalau ini tidak berjalan, kita berusaha in vitro!
    Di Madagaskar, keluarga menggali tulang-tulang saudara yang mati dan mengaraknya keliling kampung dalam sebuah upacara bernama famadihana. Sisa-sisa tubuh ini kemudian dibungkus dalam kain kafan baru dan dikuburkan ulang. Kain kafan lama diberikan kepada pasangan yang baru menikah atau belum punya anak untuk menjadi seprai ranjang pengantin.
  13. Dalam ekspansi jalur rel kereta di Mesir abad 19, perusahaan konstruksi menggali begitu banyak mumi, sehingga digunakan sebagai bahan bakar lokomotif.
  14. Yah, ada kemungkinan akan meletus: Filosof Inggris Francis Bakon, peletak dasar metode ilmiah, meninggal pada 1626 oleh Pneumonia setelah mencekoki ayam dengan salju untuk melihat apakah dingin bisa mengawetkannya.
  15. Demi organ-organ yang terbentuk selama perkembangan embrio, beberapa sel harus melakukan bunuh diri. Tanpa kematian sel yang terprogram sedemikian rupa, kita semua akan lahir dengan kaki berjala, seperti bebek.
  16. Menanti menghembuskan napas: Pada 1907, seorang doktor Massachussetts melakukan percobaan dengan ranjang kematian yang didesain khusus dan melaporkan bahwa tubuh manusia kehilangan 21 gram ketika mati. Hal ini dipegang secara luas sebagai fakta sejak saat itu, padahal tidak.
  17. Dikubur hidup-hidup: Di Eropa abad 19, ada sangat banyak bukti anekdot bahwa manusia hidup dinyatakan mati secara silap, sehingga mayat dibaringkan di "rumah sakit orang mati" sementara para penunggunya menanti tanda-tanda pembusukan.
  18. 80 persen rakyat AS mati di rumah sakit.
  19. Jika kamu tak bisa melakukannya di sini...
    Lebih banyak orang melakukan bunuh diri di kota New York daripada dibunuh.
  20. Diperkirakan bahwa telah meninggal 10 biliun nyawa sejak awal kehidupan manusia.

Kamis, 24 Agustus 2006

You Only Live Twice

Kalau gak salah sih (berhubung gak pernah baca, dan gak nonton dengan seksama), ceritanya pada suatu hari Oom Jimbong terimbas kebudayaan Jepang dan mau belagak ikut-ikutan Matsuo Basho, mengarang haiku tapi rada-rada gagal begitu.

You only live twice:
Once when you were born,
And once when you look death on your face.


Kalau di lirik lagu OSTnya, sedikit berubah.
(Walaupun gak suka filmnya, rata-rata lagunya terasa keren sih)

You Only Live Twice or so it seems,
One life for yourself and one for your dreams.
You drift through the years and life seems tame,
Till one dream appears and love is its name.

And love is a stranger who'll beckon you on,
Don't think of the danger or the stranger is gone.
This dream is for you, so pay the price.
Make one dream come true, you only live twice.


Minggu kemarin beredar isu kiamat sehabis Isra'Mi'raj.
Dini hari tanggal 22, saya naik kereta api tercinta.
Namun baru kali ini mengamati mentari terbit berwarna jingga.

Utsukushii... jinsei tte sou kantan ni suteru mon janai naa.

Ternyata isunya diundur jadi tanggal 12 September? Hahaha.

Terpaksa lebih perhatian juga terhadap hidup. Gara-gara sehabis semangat baca cerita rekaan Death Note, ternyata malah menemukan kenyataan Dying Message teman sendiri.

Jumat, 30 Juni 2006

Biar Lambat Asal Selamat

Sebagaimana kata isogashii, dalam huruf kanji digambarkan dengan hati dan lupa: "sibuk" = "melupakan hati".

Ketika mulai merasakan kelelahan, dan berhenti sesaat mempertanyakan untuk siapa kita bekerja? Untuk diri sendiri, atau uang? Walaupun memiliki uang untuk membeli kebahagiaan, disadari bahwa keluangan waktu untuk berbahagia tak dapat dibeli dengan uang...
Konsep Slow Life memperoleh semakin banyak perhatian di kalangan masyarakat negara maju yang kapok melalui hari-hari dengan kecepatan tinggi yang memusingkan dan semakin meningkat, dunia yang meletakkan perolehan keuntungan di atas kelestarian alam, kesejahteraan material di atas kesehatan lingkungan, kerja daripada keluarga, dan kesuksesan finansial di atas ketenteraman jiwa.

KIPA (Kansai International Photographers Association) telah memilih "Slow" sebagai tema pameran Kyoto mereka berikutnya untuk menyediakan gambar-gambar yang menantang pemikiran mengenai pace keseharian. Pameran ini diselenggarakan di Prinz Gallery Kyoto (uhm, beberapa langkah dari vila bambumuda) dari 10 Juni sampai 9 Juli 2006.

Di akhir abad 20, Jepang menjunjung tinggi dan menggapai gaya hidup "cepat, murah, mudah, sangkil" yang membawa mereka pada kesejahteraan ekonomi. Namun, itu juga menimbulkan masalah seperti ketidakmanusiawian, penyakit masyarakat, dan pencemaran lingkungan. Beberapa dari mereka pun berusaha maju dengan semboyan "Hidup Lambat" untuk meraih gaya hidup "lambat, tenang dan nyaman", dan berubah dari masyarakat produksi-dan-konsumsi-massa ke masyarakat yang tidak hectic, dan mengagumi apa yang kita miliki dan hati.

Manusia hidup sekitar 700800 jam (dengan memperkirakan usia rata-rata 80 tahun), yang kita habiskan 70000 jam untuk bekerja (memperkirakan kita bekerja selama 40 tahun). Sisa 630000 jam dihabiskan untuk aktivitas lain, seperti makan, belajar, dan bersantai, termasuk 230000 jam tidur. Sampai sekarang, orang Jepang biasa memfokuskan hidup mereka pada 70000 jam kerja ini, mencurahkan hidup mereka pada perusahaan. Namun, dengan asas "Slow Life", kita akan memberi perhatian lebih pada 630000 jam di luar kerja untuk memperoleh kebahagiaan sejati dan kedamaian pikiran.

Praktek "Slow Life" juga dijadikan kebanggaan oleh beberapa pemda/pemkot setempat, sebagai program kerja mereka, mempromosikan daerah masing-masing sebagai tempat yang mengusung gaya hidup nyaman dan pikiran yang tenang, menggapai kepuasan dan mutu kehidupan.

Terkandung delapan gatra garis besar perencanaan kota dan gaya hidup abad 21.

SLOW PACE: menghargai budaya berjalan kaki dan bersepeda, agar bisa bugar, menekan kecelakaan lalu lintas dan menghemat bahan bakar.
SLOW WEAR: menghargai dan mengagumi busana adat yang indah, termasuk kain tenun dan celup, kimono dan yukata.
SLOW FOOD: menikmati budaya boga, makanan khas Jepang dan upacara minum teh, dan menyelamatkan bahan makanan lokal.
SLOW HOUSE: menghargai rumah yang dibangun dengan kayu, bambu, dan kertas, bertahan dua ratusan tahun, dan berhati-hati membuat benda tahan banting dan sebaik mungkin demi melestarikan lingkungan.
SLOW INDUSTRY: Merawat tumbuhan melalui pertanian dan kehutanan, melakukan pertanian yang dapat diperbaharui dengan tenaga manusia, dan menyebarkan pertanian urban dan wisata hijau.
SLOW EDUCATION: Memberi perhatian yang lebih rendah untuk pencapaian akademis, namun membentuk masyarakat yang bisa menikmati seni, kegemaran, dan olah raga sepanjang hidup, tempat semua lapisan usia dapat berkomunikasi dengan baik satu sama lain.
SLOW AGING: Menuju penuaan dengan anggun dan percaya diri.
SLOW LIFE: Berdasarkan filosofi kehidupan yang dinyatakan di atas, hidup dengan alam dan musim, hemat sumber daya dan tenaga.


-(alasan yang bagus untuk tukang telat)-

Selasa, 02 Mei 2006

Penghardikan Nasional

Kalau dipikir-pikir lagi, memang sebenarnya aku tak begitu setuju dengan pendidikan dan latihan yang menggunakan kekerasan dan teriakan. Terutama karena, aku pun tak merasa itu mempan bagiku sendiri. Tapi, dalam beberapa hal ternyata memang itu satu-satunya jalan penempaan? Bak bik buk gubras gabrus breeeeng.

***
Pesan sponsor: Pustakalana bekerja sama dengan 1001 buku, Bicons dan Ultimus membuka pojok baca dan pameran poster di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Bandung, dalam acara yang diselenggarakan oleh koalisi pendidikan 2 - 9 Mei 2006.

Selasa, 21 Desember 2004

Zeitaku-na Meiwaku

Zeitaku-na Meiwaku: Susah yang Mewah
Kunjungan kali ini dilingkupi suasana salju, pita dan pohon cemara.
Dan yap, tanda "jangan ganggu" itu telah turun.
Klik sana-sini, pintu terbuka, dan enam teka-teki dalam bungkusan kado menanti di bawah pohon.
Seperti biasa, satu persatu diselesaikan dengan mudah...
otter
Tiga di antaranya adalah kata-kata yang sudah sejak lama mengendap di benak para pembaca. Yang dua lagi, tentang trivia tokoh utama.
Sampai pertanyaan ke-enam, terakhir... Gedubrag breng pyang!!!!! Apa-apaan iniiiiiiiiyyyyy?
"What is Ronald Weasley's least favourite sandwich filling?"
Idih mana tauuuuuu...
Ternyata saya bukan HP freak, tentu masih lebih fasih DBZ atau OP, buktinya tidak ada sama sekali ingatanku mengenai hal ini...
Atau itu karena lebih cenderung menghayati trivia yang berkenaan dengan Snape daripada si Ronald?
Tapi akhirnya setelah beberapa kali coba-coba mencocokkan huruf, terjawab secara tebak tepat dah, banzai, banzai, banzai...
Bintang di puncak menyala, kartu ucapan selamat pun didapat.
Isinya? Membuat gemas menghitung hari sampai Juli 2005.
Benar-benar kegiatan gak penting kayak kurang kerjaan saja...

card

Selasa, 27 Juli 2004

Minamata ke Minahasa

Seorang utusan Depperindag yang mengambil program master di Kyodai, GES (yang baru berdiri terpisah dari Fakultas Teknik), meneliti pengaruh polusi terhadap perubahan jenis kelamin secara hormonal (dan mungkin suatu saat membuktikan bahwa fenomena Waria terjadi akibat pencemaran lingkungan!!!). Ia turut menjadi panitia seksi sibuk World Water Forum di Kyoto tahun 2003 lalu.
Kyoto, sebagai kota yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengolah danau dan sungainya kembali menjadi tujuan wisata yang bersih teratur dan indah, mendapat kehormatan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Entahlah hanya sebatas perayaan meriah saja, atau memang ada hasil nyata?
Berbagai sudut pandang mengenai air dibahas di sana, dari Alam, Kesehatan, Ekonomi, Budaya, Transportasi, Perdamaian, Anak-anak, dst. Sebagai monumen kegiatan ini, didirikan air mancur dengan patung Hi no Tori (Phoenix karya Osamu Tezuka) di stasiun Kyoto. Pakar-pakar dan pejabat dari seluruh penjuru dunia berdatangan, termasuk Indonesia.
Dalam rangkaian acara ini diselenggarakan juga pemutaran berbagai film dokumenter mengenai perairan dan pengairan di seluruh dunia. Komentar yang menusuk hati adalah, bahwa seorang utusan dari sebuah negara sangat-sangat-sangat terbelakang nun jauh di Afrika, begitu mencapai aula tempat beramah tamah, langsung bertanya kepada para pribumi: "Di mana saya bisa membeli TV flat tipis yang seperti itu?" Aaaaaaaaarrrrrggggggghhhhh! Ga nyambunggggg!

Juli 2004, Penyakit Minamata dilaporkan terjangkit juga di Minahasa. Perusahaan penambangan di sana masih menyangkal tuduhan bertanggung jawab. Itu juga sejarah yang dialami oleh masyarakat Minamata sekitar setengah abad yang lalu, ketika terjadi penumpukan logam berat Merkuri pada rantai makanan yang berakibat fatal, dan selama 12 tahun kasus tersebut tidak ditanggapi oleh pihak-pihak yang berwenang... Sampai akhirnya tuntutan berhasil tembus ke pengadilan dan para pejabat yang bertanggung jawab harus melaksanakan dogeza dengan seluruh harkat dan martabatnya... Siapa tahu pemerintah Indonesia juga sedang bersiap-siap untuk sungkem di depan publik beberapa tahun lagi, tunggu keadaannya semakin genting.

Pencemaran air, apa pun asal-usulnya, merupakan masalah yang vital, namun sering hanya menjadi bahan pembicaraan politis pihak-pihak yang terlibat dalam perebutan kekuasaan, tanpa mendapat perhatian dan tanggapan yang menyelesaikan masalah.

Rabu, 30 Juni 2004

Meja Kerja seorang Pencipta

Meja yang berantakan inilah satu contoh, bahwa untuk menjadi seorang penulis besar tak perlu harus terorganisasi dengan rapi... Yahahahaha.
Tak mau kalah dengan situs-situs karya penggemarnya yang semakin canggih, desainnya diupgrade menjadi bagus, manis, penuh misteri dan penuh bungkus permen karet.

jkr-official

Menyambut film ketiga HP, J.K.Rowling Official Site menyediakan belantara menantang bagi para petualang internet, dan sedikit menghibur (kalau bukan menambah) rasa penasaran menanti buku selanjutnya.
Saya baru mengumpulkan harta tersembunyi berupa 4 macam coretan. Bagi yang bukan fanatik mungkin tak penting sih, tapi lumayan menarik memecahkan rahasia permainannya. Kalau ada yang menemukan lebih, atau bertambah lagi, tolong beritahu yah. Kabarnya diupdate sekali sebulan, setidaknya kita akan punya kenalan baru di "Wizard of the Month"... :)

*Warning: Spoiler, highlight daftar di bawah*

*Petunjuk bagi pemula:

Awasi tanda tanya dan angka-angka.
Penghapus akan berfungsi terbalik.
Bedakan laba-laba dengan lalat.
Cobalah menelepon.
Geser semua yang bisa digerakkan.
Letakkan segala sesuatu pada tempatnya.
Biasakan meraba tempat gelap.


*Judul buku keenam =


HP and the Half-Blood Prince.

Tebak siapa? Saya pikir Godric Gryffindor (@a@)...



Selamat menikmati.

Jumat, 25 Juni 2004

Hooli-kanst


Bagi masyarakat Jepang, di antara siaran olahraga favorit yang bakal mereka bela-belain nonton:
Sedemikian cintanya kah orang Jepang menikmati kekerasan?

Sepak bola ternyata belum termasuk di dalamnya.
soccerPadahal, struktur sepak bola itu sendiri, punya makna yang sangat dalam: fullerene, yang nyaris menambah deretan pemenang nobel orang Jepang, seandainya penelitiannya terbit tidak dalam huruf keriting. Struktur ini adalah cikal bakal struktur carbon nanotube.

Bahkan walaupun ada Kapten Tsubasa, dan si Conan sedemikian tergila-gila, mereka juga setia mendukung Nakata keliling Eropa, namun sampai detik FIFA 02 digelar, rata-rata khalayak Jepang masih memandang sepakbola (dan Korea) dengan sebelah mata.

Barulah setelah itu para Office-Lady mulai mempergosipkan, "Wah, ternyata si Beckham sama si Ilhan itu ganteng juga yah," walaupun belum sampai ke perincian permainan itu sebagaimana mereka bisa membahas Baseball. Sejak itu pula lah berbagai produk komersial dari cokelat, mie instant sampai ke salon kecantikan mulai memasang wajah para pebola domestik dan internasional.

Yeah kali ini aku sama sekali tak punya akses untuk ikut heboh di Euro sebagaimana di FIFA World Cup dulu. Waktu itu sih mii-haa mii-haa.
Apapun,
terinspirasi Bend it like Beckham,
I can't stand only being the watcher,
I'm rather the playmaker goalkeeper.

Tohoho... Willkommen, Olliver Kant!



Mii-haa = sebuah istilah untuk orang yang terbawa trend.
Ada berbagai macam penjelasan yang tidak pasti mengenai asal-usulnya, mencakup:
- sandi dalam kegiatan sumo
- nama anak putri yang booming zaman meiji
- tangga nada antara *dore* dan *sora*


Selasa, 11 Mei 2004

The Big Durian

durianmovieAmuk...
Bisa dikatakan satu tonggak budaya Melayu sejajar dengan bambu atau batik, yang dikenal oleh masyarakat dunia melalui terdaftarnya kata ini ke dalam kamus bahasa Inggris.
The Big Durian, film dokumenter semacam Bowling for Columbine versi Melayu, mengangkat peristiwa amuk Private Adam yang menggemparkan Kuala Lumpur Oktober 1987. Karena kegentingan waktu dan tempat yang tepat, peristiwa ini menimbulkan panik seluruh kota dan beredar desas-desus kekacauan rasial.
Saatnya politik memberi dampak langsung pada kehidupan sehari-hari terhadap sang Sutradara yang masih remaja. Saat itu, timbul kesadaran untuk mempertanyakan situasi dan kondisi negara, dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap media massa.

amukPergunjingan dan bualan-bualan yang beredar di masyarakat mengenai peristiwa tersebut dianggap sama (kalau tidak lebih) penting dengan yang dikemukakan dalam media nasional, maka demi penyusunan film ini ratusan orang diajak audisi, mengenang kembali pengalaman (dan kecurigaan) mereka saat itu, baik yang berkaitan masalah intrik politik, pendidikan kaum etnis, korupsi, kebebasan pers, hukuman tanpa pengadilanbahkan kritik terhadap keluarga kerajaan, berbagai isu ketegangan rasial lainnya.
Hasil wawancara dikompilasi sehingga beberapa rekaman komentar asli diambil, sementara sebagian lainnya diperankan oleh aktor dan aktris veteran atas izin yang diwawancara. Pendekatan eksentrik campuran fakta dan fiksi terhadap isu-isu yang sangat sensitif ini terlihat santai, lucu tapi cerdas dan persuasif, diharapkan bisa menggapai pemirsa muda Malaysia.