Kamis, 21 Januari 2021
Ruang Yotsuba @ Saung BambuMuda
Minggu, 20 Agustus 2017
Catatan Harian Angkot #1
Catatan ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk menjajaki usulan paling jitu demi menyelaraskan kebijakan angkot bagi para pengguna sejati dan para supir penyedia layanan. Tujuannya agar tercapai kenyamanan perjalanan sebelum impian para elite Bandung dalam membangun infrastruktur transportasi umum yang ajaib bisa betul-betul kesampaian.
Saya mulai deh dari pengalaman kemarin.
Sebagian besar jalur angkot Bandung sudah dapat dilacak melalui fitur transportasi umum google maps, walaupun kadang-kadang penomoran dan trayek angkot masih simpang siur antara versi lama dengan versi baru.
Angkot Abdul Muis Cicaheum via Aceh, angkutan kota yang menjadi andalan saya selama masa sekolah, berangkat pertama sekitar pukul 5.30 dan terakhir sekitar pukul 18.30 wib, demikian menurut informasi jalur angkot di google maps yang masih mungkin tepat mungkin juga ngarang.
Alternatifnya adalah angkot Stasiun-Sadang Serang yang dikabarkan berangkat pertama pukul 4.50 dan terakhir pukul 19.50 wib.
Bagi yang pulang di atas jam malam, harus cukup fasih melacak lokasi halteu perantara karena belum tersedia informasi ganti jalur yang lengkap.
Karena bubar ngopi cantik sudah lewat dari pukul 21.30 wib, dari jalan Sunda akhirnya naik Abdul Muis Dago untuk ganti arah ke Cicaheum di Simpang Dago. Angkot-angkot ini biasa beroperasi selama 24 jam sehari. Penumpang kali ini adalah serombongan muda-mudi NTT yang sedang mengunjungi temannya mahasiswi baru di Bandung. Obrolan mereka seputar lokasi misa pagi yang kecengabel.
#diaryangkot #angkotbandung
Senin, 18 Juli 2016
Ari anjeun saha, lain Nijinsky?
Sudah pada tau ngga patung di persimpangan Jalan Cihampelas dan Jalan Wastu kencana ini? #ILoveBDG pic.twitter.com/W3pK3xwV1B— I LOVE BANDUNG (@ilovebdg) July 16, 2014
Kesimpulan tersebut bukan tanpa alasan. Boleh dibilang, busananya mengingatkan kami pada Le Spectre de la Rose (pertunjukan yang musiknya menjadi lagu bangun tidur kami semasa kecil) sedangkan sosok tegaknya pada wujud beliau dalam L'après-midi d'un faune (koreografi inovatif kontroversial yang menampilkan kejeniusan sang penari) ...
Setelah dua tahun bertanya-tanya dalam kegelapan, akhirnya berhasil juga mencari jawabannya dengan kata kunci yang tepat:
Karya alumni FSRD ITB asal Bali yang diprakarsai oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) memperingati kota Bandung penghasil cendekiawan.
Nah, sebelah mananya yang tampak cendekiawan ya?
- mata terpejam tanda merenung (bandingkan raut wajah oom vaslav)
- api pelita ilmu (rada miriplah dengan anggur yang dipegang Pan)
- air kehidupan (mirip banget kan dengan selendang peri yang ditarik Pan)
- tanaman merambat berwawasan lingkungan (ai sugan teh kupu-kupu)
- piramida kontruksi kokoh (euh, bukannya lambang penindasan orde baru?)

Penempatan sang patung mungkin memang belum tepat sehingga wali kota mempertimbangkan relokasi.
Menurut beberapa warga Bandung patung ini sepintas seperti sosok cowok cosplay pakaian wanita yang tak punya unsur sejarah bermakna, sementara ada pula seniman yang sempat mengancam menumbangkannya jika karya seni Asia-Afrika diperlakukan semena-mena.
Bahkan di sebagian kalangan, perlambangan ini berkaitan dengan penggambaran dajjal dalam hadits-hadits: sebelah matanya buta, bersamanya sungai air dan sungai api yang tertukar, sedangkan piramida terkait dengan isu iluminati ahhhahahahahahahahah.
Namun, dapat diperbandingkan sendiri dengan dokumentasi Nijinsky, memang potongan tegakan badan dan kaki si patung cendekiawan yang kekar semampai ini sangat balet Eropah ukuran golden ratio.
Layaknya Ozymandias di komik Watchmen, atlet tercerdas sedunia.
Mengapa tidak merekayasa lambang cendekiawan Asiah yang sudah lama melekat di ITB, yakni si gendut buncit lembam dewa Ganesha?
Atau agar lebih adil, ungkapan budaya Sunda, Cepot Astrajingga misalnya?
Sekadar catatan, Nijinsky jarang dibahas di Indonesia tapi cukup terkenal di Jepang melalui manga, khususnya yang bertema balet.
- Bokushin no Gogo (2008 oleh Yamagishi Ryoko pengarang Arabesque)
- Nijinsky Guuwa (1993 oleh Ariyoshi Kyoko pengarang Swan)
- Eve no Musukotachi (1976 Aoike Yasuko pengarang Eroica Yori Ai wo Komete;
manga absurd menampilkan Nijinsky berkostum Swan Lake hahaha)
Sabtu, 29 November 2014
Semarak Minang Bersoda
Pasanglah sakalian tungku randang jo piriang2 dendeng balado ...
Kegagalan hreatipitas ... ??? OMGWTHDNA
NATIONAL COSTUME MISS EARTH INDONESIA 2014Kostum nasional “The Glory of Sparkling Minang” yang dikenakan oleh Annisa...
Dikirim oleh Indonesian Pageants pada Senin, 24 November 2014
KOMENTAR DUNSANAK SADONYO
- Puti nan baduri...???
- Iyo bana rang awak tu? ... Indak malu nyo?
- Seram ... Sieun ... Yaiks ... tatutt ...
- Kayak monster ... Maleficent atau Cruella de Vil versi minang
- Bisa buat kouhaku uta gassen iniii
- Indak barek jam gadang di kapalo?
- Bentar lagi jadi Leher beton.. Ngalahin mike tyson ...
- Mirip menara Sauron ya?
- Kayaknya bakal sakit ketusuk2 gonjongnya di sana sini :)))
- Kan gak mesti bagonjong, atap kajang padati lebih vernakular ...
- Songketnyo cabiak, tarompahnyo sirah, jam gadang batenggek
- Manga lo paha pamer2 cando iko. Mambangkik batang tarandam
- Benar-benar memahami spirite urang awak tuh designernya *sigh
- Duh... Arwah Tuanku Imam Bonjol bisa bangkit dari kubur nih
- Misi mendangkalkan filosofi baju kuruang padusi islami.
- Moderennyooo... iyo. Tapi ... Apo indak marah rang minang ??????
- Pakai istilah sekarang ... "gak segitunya kaleeeee ..."
- Kok urg kampuang pasti indak mangarati bantuak koh...
- Perancang tu ingin manunjuakkan rancaknyo tanun Silungkang ...
- Sayang kreativitas indak manenggang budaya urang Minang...
Kamis, 10 April 2014
Vandalisme Taman Vanda
![]() |
| Taman Vanda @ Jalan Merdeka, pascavandalisme |
Entah karena pitnah bahwa orang Sunda sentimen terhadap huruf V mewujud nyata, atau ada pejuang bahasa yang ingin menjunjung kosakata Indonesia, atau ada yang takut daerah ini salah disangka Kebun Binatang Langka...
Entah semata kegagalan konstruksi, atau ada yang bermaksud meloakkannya sebagai besi tua gara-gara kepepet secara ekonomi -sialnya hanya satu saja yang paling rapuh mudah tercerabut- atau sekadar alay-alay nekad pompa adrenalin dengan tantangan maksimal penggarongan terencana...
Entah barangkali memang kutukan nama bekas bioskop penuh kenangan itulah yang kebetulan terlalu mirip dengan istilah "vandal" (atau jangan-jangan tadinya di ujung memang ada huruf L yang juga ikut hilang)...
Ironis, letaknya tepat di pusat kota, delta pertigaan antara Bank Indonesia Jabar-Banten, Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, dan Balai Kota Bandung. Apalagi, taman ini direncanakan menjadi percontohan penataan taman Kota Bandung (PR) untuk dikelola oleh BI sebagai semacam taman tematik uang (Detik). Apakah ini pertanda dari apa yang akan terjadi dengan UANG RAKYAT Bandung, bisa raib tanpa jejak meskipun sudah berada dalam pengawasan segitiga strategis Bank Sentral, Polisi dan Pemda?
Yang mengherankan saya, kenapa sih semua taman harus dipasang judul mencrang berhuruf kapitalis begini? Menjiplak dari kota londo belah mananya hongkong tuh? Dan kenapa lebih heboh buang energi demi benda-benda pajangannya daripada mengatur jenis daun bunga umbi apa yang layak ditanam di sana? Saya sendiri diam-diam berharap ada yang mencabut semua judul taman di seluruh penjuru kota ini sekalian supaya dipertimbangkan ulang penataan dan perlambangannya. Masa orang Bandung ngga punya ide kreatif lain untuk menghias taman dengan sentuhan budaya khas milik sendiri?
Tampaknya warga Bandung masih salah kaprah dengan istilah "Kota Kreatif", sehingga yang ada malah menambah sampah bukannya menyelesaikan masalah (Baca: Kota Kreatif dan Ekonomi Kreatif -Marco Kusumawijaya). Beberapa bukti lain, walaupun meraih penghargaan Kemendagri sebagai kota terbaik sektor infrastruktur, masih banyak kebingungan seperti dalam pembangunan halteu-halteu di bawah ini.
Rabu, 28 Agustus 2013
Untel
"Demi pengabdian kepada bangsa dan negara," kata mereka. Lambang yang dulunya didominasi warna biru pun kini menjadi bendera merah putih. Nasionalis... Tapiiiii, kenapa namanya 'University' ya. Bukan 'Universitas'. Atau kenapa nggak sekalian ganti nama jadi 'Telecom' kalau mau go international...
***
Setelah menjadi "Teaching University", kini mereka memasuki tahap "Research University" yang akan mulai melakukan kegiatan penelitian multidisiplin. Itulah salah satu alasan penggabungan, supaya dapat peluang kucuran dana lebih banyak dan laboratoriumnya bisa lebih beragam, tidak usah dobel-dobel yang sama. Lalu di masa depan akan mengincar "Entrepreneur University" yang akan juga terlibat dalam bidang "Public Services" (hadeuh kenapa harus boso enggres semua istilahnya).
Komentar pihak industri (yang ternyata asal-usulnya beragam bukan hanya keluarga Telkom, melainkan ada yang dari bidang perkapalan, kehutanan, sampai satelit penginderaan jarak jauh), semoga tidak naik tingkat menjadi Entrepreneur University, karena kalau mahasiswanya siap merintis usaha sendiri, mereka akan kekurangan tenaga kerja. Haaaaaaaaaaaaaaa.
***
Juga ada yang mengeluh bahwa walaupun lulusan Telkom tidak diragukan kemampuan teknisnya, punya kelemahan di sisi psikologisnya. Mengatasi hal ini, menurut pihak TU, kini asrama yang disediakan untuk 2500an mahasiswa baru, sudah sepaket dengan kegiatan rutin peningkatan kemampuan hubungan antarmanusia dan kesiapan dunia kerja, katanya (yakin bukan plonco?)
Nah apakah kepercayaan diri untuk menggunakan jati diri kebudayaan sendiri termasuk bahasa asli atau yang dilokalkan, tidak termasuk dalam kegiatan itu? (Masih jengkel sama nama baru dan presentasi yang penuh bahasa londo hihihi.)
***
Oh ya, untuk program beasiswa jalur unggulan ada dibuka setiap bulan Maret tuh, bagi yang berminat.
***
Yang lucu adalah ketika mereka menyatakan bahwa walaupun kini telah berinduk ke Kemdiknas, bukan sebagai sekolah dinas di bawah Kemkominfo lagi, tapi mereka bertahan untuk tetap menjadi swasta, tanpa mengindahkan tawaran Pemda maupun Kemdiknas untuk beralih menjadi negeri. Guru-guru BK utusan SMA/SMK bersorak sorai, pertahankan saja sebagai swasta, soalnya universitas negeri tidak ada yang pernah mengundang kami diseminasi seperti ini (oooh ya? Kasihan juga atuh ya, pada kamarana eta nu negeri).
***
Mendukung MP3EI (kenapa nggak sebut MP3KI, MP3LI dan MP3 lainnya sekalian ya?) sasaran usahanya adalah Telematika, Pariwisata, Tekstil (kriya, bukan teknologinya biar ngga saingan sama IT Tekstil katanya) daaan... Pertambangan Energi, karena kebutuhan menambah nilai ekspor minerba melalui pengolahan, sebagai kekayaan alam Indonesia yang menjanjikan (Eeeeh? Yakin tuh cadangan masih tersisa begitu mahasiswanya berlulusan nanti? Secara kebijakan baru pemerintah memutuskan untuk tetap mengobralnya mentah-mentah saat ini juga?)
***
Faktor gegar budaya ini memang sungguh menyedihkan. Yang jelas, Dikti dan Kemhukham tidak mungkin mengizinkan lembaga bernama asing. Pasti nama resmi di akta notarisnya tetap "Universitas Telkom", sedangkan sebutan gaulnya ngga jauh-jauh dari "Untel".
Jumat, 17 Juni 2011
Barbie® Arsitek Ramah Lingkungan?
Berikut wawancara dan liputan eksklusifnya (youtube).
Ken Minta Putus Lagi
Versi Indonesia bisa ditonton di http://www.greenpeace.or.id/barbie
(silakan sekalian tanda tangani petisinya).
Ken® marah dan bersedia menjadi jubir Greenpeace di FB, sampai memanjat gedung untuk memasang spanduk di Mattel California dan Piccadily Circus London:"Barbie, kita putus! Aku nggak mau pacaran sama cewek yang merusak hutan! Cewek yang mengancam hewan unyu bikin aku sebal!"
Pertengkarannya bisa disimak via twitter @Ken_talks vs @Barbie.
...
Namun, muncul tanda tanya, bagaimana dengan Ken® sendiri? Mengapa mempermasalahkan kemasan pembungkus, sementara gaya hidup makhluk yang dibungkusnya jauh lebih tidak berkelanjutan? Padahal, baru saja dia berjuang merebut kembali hati Barbie® (setelah berkenalan 50 tahun dan sempat berpisah selama 7 tahun), buang energi demi berkampanye besar-besaran sambil melempar pernyataan gombal semacam "aku ingin kau kembali" "kaulah satu-satunya boneka untukku" "kita mungkin hanya plastik tapi cinta kita sejati!" cieee...
Walaupun mungkin tidak tepat sasaran, dan bisa membuat salah paham kalau tidak menelusuri masalahnya lebih dalam, jelas gembar-gembor ini sangat keren. Cukup menyentak perhatian orang, termasuk saya.
Mattel pun tampak berusaha turun tangan walaupun sambil protes bahwa mereka tidak secara langsung terlibat. Apa pengaruhnya terhadap pemerintah Indonesia, yang melaksanakan moratorium penebangan hutan dengan enggan, patut kita nantikan.
Karir Tahun Ini: Barbie® Arsitek
Kebetulan, musim panas tahun ini akan menandai pertama kalinya Barbie meniti karir arsitek dalam barisan "I Can Be..." setelah sekian lama ia terjun dalam beragam profesi mulai dari model, aktris, dokter, astronot, pembalap, tentara, kasir McD maupun pengantin (eh, lho, kenapa itu dihitung karir, bukan ibu rumah tangga?)
Arsitektur sempat terpilih oleh masyarakat sebagai cita-cita Barbie pada 2002, namun saat itu Mattel memutuskan bahwa profesi ini terlalu rumit untuk dipahami anak kecil. Tahun lalu ia kalah suara dari Insinyur Komputer, dan baru tahun ini diterima. Dua orang arsitek perempuan yang selama ini memperjuangkan Barbitect, diangkat sebagai penasihat untuk menjaga boneka ini otentik terhadap karirnya.
Ada yang bilang, mungkin sesungguhnya Barbie memang cocok menjadi seorang arsitek, karena boleh dikatakan dengan ukurannya yang tidak seimbang itu, wujudnya sendiri merupakan hasil penguasaan kemustahilan struktural.
Seperti Apa Sih Penampilan Arsitek Sejati?
Mattel menyebut penampilan Barbitect sebagai "gaya simetris dengan warna tegas dan garis bersih" dengan gaun biru dan pink bergambar gedung pencakar langit, sepatu bot hitam hak tinggi dan jaket hitam pendek. Dia memanggul tabung gambar pink untuk cetak biru, membawa serta helm pengaman, sementara kacamata berbingkai hitam bertengger di kepalanya.Bagaimana penampilan ini mewakili arsitek perempuan?
Arsitek-arsitek muda teladan pun turut berkomentar.
...
- Stereotip standar busana arsitek adalah celana panjang dan baju berkerah kura-kura berwarna hitam, selain kacamata berbingkai hitam yang kebetulan dia miliki.
- Warna pink pasti selayaknya dihindari karena cenderung menimbulkan kekacauan komunikasi di lokasi konstruksi. Sebab, pada umumnya para kontraktor membenci warna banci.
- Rambut pendek agar mudah disisir, wajah tanpa rias dan ada kantung mata dan kerutan kening sisa bergadang berhari-hari. Selalu siap dengan segelas kopi hangat.
- Pakaiannya perlu ditambah seragam olahraga pink kinclong yang adem ayem untuk bergaul bersama keluarga di hari libur. Juga harus ada scarf.
- Dan walaupun punya helm pengaman (yang kebetulan tidak pink!) sesuai pedoman pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku, rok pendek dan sepatu hak tinggi jelas belum memenuhi syarat karena menyulitkan naik tangga. Sayangnya, bentuk kaki Barbie tidak memungkinkan dia memakai sepatu bersol rata!
- Beberapa orang lain menyinggung bahwa tabung gambar cetak biru sudah ketinggalan zaman. Bukankah kini arsitek menggunakan iPad dan inFocus untuk menampilkan rancangannya?
Sebaliknya ada juga yang mengacungkan jempol, bahwa sudah saatnya citra arsitek perempuan yang selama ini seakan harus tunduk kepada gaya maskulin diberi sentuhan feminin. Dan bahwa selain di lapangan, banyak kok arsitek perempuan yang mengenakan sepatu hak tinggi dengan leluasa. Kenapa harus berbaju hitam kayak mau berkabung, siapa bilang arsitek tidak boleh pakai pink?
Kenyataannya, Barbitect bukanlah sebuah terobosan di dunia boneka. Sebagai tandingan Barbie, sepuluh tahun yang lalu, pada 2000, sebenarnya Smartees sudah memproduksi Amanda arsitek, dengan aksesori lengkap helm pengaman, kalkulator, penggaris, jangka, koper, bahkan ada meja gambarnya segala! Namun sayangnya proporsi sang boneka belum jauh dari Barbie, dan tentu saja Barbie sebagai ikon budaya pop yang mendunia dianggap akan berdampak lebih jauh terhadap pandangan masyarakat umum.
Kalau menurut pengalaman saya sendiri sih, aksesoris yang kurang pada Barbitect maupun Amanda adalah apa itu namanya pita pengukur/meteran gulung.
Anggota PCP (Perfect Crime Party, manga karya tokoh-tokoh utama Bakuman) saja selalu membawa meteran gulung itu ke mana-mana (jadi gantungan HP), adik saya sendiri bahkan menamai meteran gulungnya 'Legolas', masa si Barbitect ini tidak.
Yang lebih penting, apakah ketepatan gaya penampilan dan perlengkapan sang boneka akan mempengaruhi pandangan anak-anak terhadap profesi tersebut?
Pengaruh Budaya Pop terhadap Cita-cita Anak-anak
Patut dipertanyakan, seberapa besar sih peran Barbie terhadap kesempatan kerja di kehidupan nyata dan keputusan karir masa depan sang anak yang memainkannya, saat ia dewasa nanti?Adakah survei mengenai peran-peran Barbie sebelumnya, seperti astronot, yang membuktikan pengaruhnya terhadap cita-cita anak-anak generasi tersebut?
Apakah dengan memainkan Barbitect, anak-anak pasti akan senang membuat cetak biru bangunan?
Atau hanya sekadar menggonta-ganti baju tanpa tertarik pada aspek arsitekturalnya?
...
Lebih banyak lagi yang protes, bahwa Barbitect memberikan kesan yang salah kepada anak-anak, seakan-akan bukan otaklah yang diperlukan, melainkan tampang dan gaya yang utama. Seakan-akan kalau mau jadi profesional, intelektual, sarjana, pintar saja tidak cukup, kamu tetap harus cantik. Sejak insiden pengakuan Barbie kesulitan matematika 11 tahun berlalu, apakah kini Barbie terjamin telah lebih cerdas? Apakah dengan menyaksikan tokoh kecantikan ini tampil sebagai intelektual, anak kecil akan terberdayakan?
Untuk mendorong anak kecil jadi arsitek tentu lebih cocok main balok, lego, dll yang memberi sensasi desain dan konstruksi, mengasah kemampuan spasial, rasa estetik, keterampilan merencanakan, dan kebiasaan kerja sama. Namun mungkin, selama orang tua masih memilih mainan dengan bias gender, adanya Barbie arsitek sudah lumayan menguak pengalaman dunia alternatif dan penyelesaian masalah, dengan memilih apa yang akan dia pakai ke kantor, belanja di toko material, menyambangi tukang, menghadap klien, dll
(walaupun tentu lebih bagus lagi bila anak-anak perempuan mulai tertarik main balok).
Seseorang menyoroti bahwa sesungguhnya masalah yang dihadapi dunia arsitektur saat ini bukanlah dalam tahapan merayu para gadis agar tergiur menjadi arsitek, buktinya jumlah mahasiswi arsitektur cukup tinggi, melainkan dalam tahapan bagaimana membuat para arsitek perempuan bertahan di dalam profesinya dan mengambil izin arsitek.
Jika tujuannya promosi, sebenarnya yang harus jadi sasaran untuk membuat profesi ini tampak menarik adalah remaja.
Harus ada peringatan di kotaknya "mainan ini bagus untuk anak kecil tapi tidak dapat dijadikan gambaran akurat untuk remaja usia 16-22 yang sedang serius mempertimbangkan mengejar profesi ini."
Lomba Merancang Rumah Impian Ramah Lingkungan
Sorotan paling kritis adalah terhadap maket yang menyertai Barbitect. Dengan bahan plastik pink yang sedemikian, bagaimana Barbitect diandalkan merancang rumah masa depan berkelanjutan? Apalagi mengamati seleranya selama ini, dari rumah impian Ken® di Toy Story 3 yang bernuansa ungu, kuning krem dan biru muda elektrik, toko di Shanghai, sampai rancangan Jonathan Adler di Malibu menyambut ulang tahun ke-50 Barbie®, hanya lagak kemewahan pink norak dengan sentuhan dewasa narsis hedon hura-hura yang tampak, belum ada bayangan sosok perempuan mandiri yang tekun, apalagi konsep hijau sertifikasi LEED® (Leadership in Energy and Environmental Design).
AIA (Institut Arsitek Amerika) berusaha menengahi kontroversi ini dengan mencanangkan Lomba Merancang Rumah Impian Barbie Ramah Lingkungan sejak 16 Mei-27 Juni 2011, terbatas anggota AIA.
Mereka menekankan agar tidak terlalu serius menghadapi boneka ini, cukuplah sambil "bermain dan bersenang-senang" dan "think pink" sesuai dengan panduan dari Barbie sendiri:
- Sebuah rumah kantor yang rapi dan cerdas adalah penting untuk setiap boneka. Dengan lebih dari 125 karir, saya perlu kantor luas yang dapat menampung peralatan canggih saya untuk pertemuan, kunjungan klien dan presentasi.
- Saya suka menghibur maka saya perlu ruang duduk dan ruang makan yang terbuka dan terhubung, memungkinkan untuk berbaur dan mudah menghibur dari satu ruangan ke ruangan lain.
- Dapur harus fungsional dan keren dengan peralatan mutakhir, meja besar dan banyak ruang untuk memasak. Saya juga suka cahaya alami di dapur saya sehingga wajib ada jendela. Saya koki yang lumayan ahli, lho!
- Sebagai "fashionista" sejati, Anda bisa bayangkan perlu seberapa besar lemari saya! Saya memiliki busana dan perhiasan tak terbatas, maka saya perlu banyak ancak, rak sepatu dan kabinet yang dapat mudah diatur – berdandan setiap hari tidak boleh menjadi kerepotan.
- Kamar mandi impian: ruang yang besar dan bergaya, dapat diakses dari kamar tidur utama dan ruangan lainnya.
- Saya suka hewan dan saya memiliki lima ekor hewan peliharaan (termasuk jerapah) setiap saat. Sebuah halaman belakang yang luas sangat penting agar mereka dapat berkeliaran dan bermain!
- Sebagai "Gadis California" asal Malibu, saya mengutamakan lokasi, lokasi, lokasi! Rumah saya harus memiliki pemandangan yang menakjubkan di halaman belakang dan menghadap laut.
"Alangkah jarang seorang perempuan tahu apa yang dia inginkan!"
Apalagi sebagai klien!
Eh? Kok malah jadi klien?
Lho lho lho, Barbie, bukankah kamu tahun ini lulus ujian jadi Arsitek bersurat izin, kenapa tidak merancangnya sendiri???
Tentu banyak rumah boneka yang dikategorikan ramah lingkungan, seperti ini, ini dan ini, tapi pastilah tak ada yang sudi memenuhi syarat-syarat di atas.
Lomba Merancang Busana Barbie Perusak Hutan Hujan
(25/06/2011) Tambahan pilihan 126 profesi, Greenpeace menawarkan karir yang lebih tepat, yaitu Barbie "perusak hutan hujan", lengkap dengan aksesori gergaji mesin dan buldoser pink.
Tak kepalang tanggung menyaingi AIA, mereka juga membuka CONTEST: Design a Rainforest Destroyer look for Barbie.
Pemenang akan memperoleh hadiah selembar kaos pink "Barbaric", bergambar siluet Barbie memegang gergaji mesin...
Kelemahan lomba ini, untuk mengikutinya peserta harus punya Barbie dulu, dong... Atau mungkin memang sasarannya adalah meningkatkan kesadaran para pemilik Barbie. Yang jelas saya tidak bisa ikutan.
Arsitek (dan Boneka) Ramah Lingkungan?
Karena dulu sibuk mengurus adik (yang mengaku-aku arsitek), dan adik-adik sepupu (juga kuliah arsitektur), saya sebenarnya tidak terlalu peduli terhadap boneka, hanya kebetulan menikmati pemberitaannya saja.
Kalau anak-anak Anda membutuhkan teladan boneka, saya usulkan Yotsuba&! yang memang kisahnya beredar di seputar isu ramah lingkungan: - Pemanasan GlobalNyaris hanya dialah satu-satunya boneka yang saya rela beli sendiri.
- Daur Ulang
- Ruang Terbuka
- Penghijauan
- Hemat Energi
- Bebas Polusi...
...
Masalahnya, berdasarkan peringatan di kotaknya, Yotsuba&! ini mainan untuk usia 15 tahun ke atas walaupun aslinya berusia 5 (tepatnya 10) tahun, sementara Barbie tercantum untuk usia 3 tahun ke atas walaupun aslinya berusia 20an (tepatnya 52) tahun... Aneh ya?
Kalau teladan arsitek, selebritas Bandung yang dielu-elukan oleh ikatan alumni SMA saya kayaknya sih sering juga pakai kaos kerah kura-kura dan kacamata berbingkai hitam, tapi sayangnya ia juga menjadi bintang iklan rokok, hal yang menurut saya bertentangan dengan konsep ramah lingkungan. Yang jelas, belum ada yang saya kenal terpikir untuk merancang rumah boneka.
Saya pun ingin membangun rumah Yotsuba, dan saya rasa IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) perlu juga menyelenggarakan lomba merancang rumah Unyil, rumah Cepot atau rumah siapalah boneka lainnya yang akan lebih mendukung pelestarian hutan hujan Indonesia.
Minggu, 28 Maret 2010
Tugu Jemuran Terendam Comberan
For friends who love strolling around Bandung, we recommend you to visit this glorious landmark, at the elite intersection of the Jalan Pahlawan and Surapati - Hasan Mustafa (a.k.a. Suci, the primary artery road of Bandung). Emerged around new year 2010, its existence has since been competing with the statue of the notorious Barry Soetoro boy at Menteng Park.
Dikirim oleh Kanti pada 27 Maret 2010
But this monument is a lot more valuable so that it is heavily guarded by a police post and surrounded by strong barbed wire. No common people allowed to go near enough to touch it, so there are some assumptions that it's built from a very precious material that is rarely found on earth. It is also that important to replace some shading trees with tasteless garden and shove away creative public space for street musicians to make room for this thing.
There's no written explanation anywhere around the monument regarding the symbols that the local government or the unknown mysterious artist intended to display. Some debates already spread around among the citizens of Bandung about what this monument stands for and what kind of meaning or interpretation is to be communicated to the society through its unique shape. So there are some possibilities on how it is called.
(a) Monumen Cucian (Laundry)
(b) Monumen Jemuran (Hang & Dry)
(c) Monumen Kelantangan (The Bleach)
(d) Monumen Baju Loakan (Second-hand)
(e) Monumen Terendam Comberan (Submerged in Sewer)
(f) Monumen Korban Banjir (Flood Casualty)
(g) ...
You can suggest what title is most appropriate for this monument. We might even make a poll for it.
So, don't miss taking your photos with this important landmark of Bandung, before some people become sane enough to tear it down.
Bagi kawan-kawan yang gemar berjalan-jalan seputar Bandung, kami menganjurkan untuk menyambangi tugu megah ini, di perempatan teras Jalan Pahlawan dan Surapati - Hasan Mustafa (alias Suci, jalan arteri primer Bandung). Muncul di sekitar tahun baru 2010, keberadaannya telah menyaingi patung tenar bocah Barry Soetoro yang baru digusur dari Taman Menteng.
Namun, monumen ini jauh lebih bernilai sehingga diberi pengamanan penuh oleh pos polisi di sebelahnya dan dikelilingi oleh kawat berduri yang sangat kuat. Tidak ada khalayak umum yang diizinkan menyentuhnya, sampai beredar dugaan bahwa tugu keren ini dibangun dengan bahan amat berharga yang jarang ditemukan di bumi. Betapa pentingnya mengganti pohon peneduh dengan taman tak berselera dan menggusur ruang publik kreatif bagi pengamen demi memberi tempat bagi benda ini.
Tidak ada penjelasan tertulis di mana pun sekitarnya terkait perlambangan yang dimaksudkan oleh pemerintah daerah ataupun seniman misterius yang menciptakannya. Beberapa debat telah beredar di kalangan warga Bandung tentang untuk apa monumen ini didirikan serta apa makna atau penafsiran yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui keunikan bentuknya. Ada beberapa pilihan panggilan yang telah tersaring:
(a) Monumen Cucian (Laundry)
(b) Monumen Jemuran (Hang & Dry)
(c) Monumen Kelantangan (The Bleach)
(d) Monumen Baju Loakan (Second-hand)
(e) Monumen Terendam Comberan (Submerged in Sewer)
(f) Monumen Korban Banjir (Flood Casualty)
(g) ...
Anda dapat mengusulkan judul apa yang paling tepat bagi monumen ini. Kita akan mengumpulkan suara terbanyak. Jadi, jangan ketinggalan mengambil foto dengan tugu penting Bandung ini, sebelum datang orang yang cukup waras untuk membongkarnya.

Kamis, 07 Agustus 2008
50 Tahun (Emas) Indonesia-Jepang ・日本インドネシア友好年 2008
Hubungan diplomatik Indonesia-Jepang kembali dibuka sejak 20 Januari 1958, ditandai dengan pengiriman puluhan mahasiswa Indonesia dengan "beasiswa pampasan perang", yang dalam perjalanannya berganti nama menjadi beasiswa Monbu(kagaku)sho yang telah saya nikmati selama tujuh tahun di Jepang.
Kesan pertama: Logonya norak. Politis, simbolis, namun mengabaikan konsep desain dan estetika. Tidak ada unsur sentuhan seni-budaya khas masing-masing negara di dalamnya. Jenis lambang yang pantas diadukan dan diajukan kepada KDRI. Coba saja bandingkan dengan, "Deutschland in Japan" dulu, misalnya.
Berdasarkan pengalaman lambang Jerman-Jepang yang kompak dan indah tersebut, saya membayangkan seharusnya lambang ini menggunakan bentuk dasar yin-yang putih-merah, sehingga Sang Saka Merah-Putih terpadu dengan Hinomaru, berjabat erat dan saling mendukung. Sementara angka tahun dibuat seperti tarikan kanji, apalagi kebetulan angka 5 kanji mirip dengan 5 romaji.
Yin-yang dalam kebudayaan Jepang muncul dalam dongeng proses penciptaan Jepang yang dimulai dari pembentukan Pulau Awaji dan Danau Biwa oleh Izanagi dan Izanami.
Kuno kah? Maksa gak, sih?
Pada kali ini saya berkesempatan mampir di acara pertemuan antarparlemen kedua negara. Dan tahulah apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar istilah "parlemen Jepang" dan "tahun persahabatan" masa-masa ini... Yap, Manjoume Inshuu dari Yuumintou (Partai Persahabatan) dan gedung Diet yang dibom dalam 20th Century Boys...
Sementara dewan perwakilan rakyat RI menampilkan beberapa tokoh utama, salah satunya adalah Prof. DR yang berwajah mirip Sawung Kampret ketika sudah setengah baya dan agak membuncit.
Wakil rakyat satu ini mengajukan lima agenda ekonomi Indonesia-Jepang yang patut dibahas:
- Menggiatkan seluruh hubungan antara pemerintah-swasta-rakyat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara;
- Investasi luar negeri;
- Pasokan energi yang saling memperhatikan kebutuhan masing-masing;
- Perdagangan ekspor-impor;
- Kerja sama penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
Seorang lagi wakil rakyat kita menyarankan agar orang Jepang lebih proaktif menggunakan bahasa Inggris agar tercapai saling pengertian dengan orang Indonesia... Walah kok begitu. Bukannya membujuk mereka berbahasa Indonesia sekalian. Apa tidak tahu dia, masing-masing bahasa punya 'rasa' berbeda, dan juga akan membentuk pola pikir tersendiri dengan kelebihan (dan kekurangan) masing-masing. Kalau hubungan kita harus terus bergantung pada bahasa londo(n), kita tidak akan mampu menemukan kebijakan-kebijakan bilateral yang lebih serasi dengan kearifan lokal dan kebutuhan kita berinteraksi antara sesama Asia Timur Raya.
Menurut pihak Jepang, kebijakan peningkatan saling pengertian antara kedua negara telah dikembangkan dengan dibukanya kesempatan bagi 300 ribu pelajar asing untuk belajar di Jepang, didukung dengan standardisasi sekolah-sekolah bahasa Jepang di Indonesia. Kerja sama pemenuhan kebutuhan Jepang akan pengurus panti jompo dan pengasuh bayi juga telah dirintis, dan TKW Indonesia mulai diberangkatkan dalam jumlah yang signifikan... Dan sebuah pertemuan balasan yang mengundang DPR-RI ke parlemen Jepang pun direncanakan dalam jangka waktu dekat (jalan-jalan lagi dong, Pak, Bu...)
Senin, 17 April 2006
Pacar Ketinggalan Keretaaa

Mungkin umumnya anak-anak abad 20 mewarisi impian primordial sang Ikarus untuk dapat terbang menggapai langit biru, mengagumi sang burung besi. Entah mengapa, aku justru lebih memuja ular besi yang meliuk-liuk melata di atas bumi.
Sempat seurieus mau melamar menjadi pegawai PTKAI, jadi masinis kek, tukang periksa rel kek, apa pun semata demi memuaskan marontisme (tepatnya, train fetish) tersebut. Sayangnya tidak mendapat informasi lowongan kerja.
Terpikir untuk nekat sok kenal dengan Hatta Rajasa, namun urung begitu terjadi kecelakaan beruntun tahun lalu (dan oh, juga kini). Rasanya belum berani memikul tanggung jawab yang melibatkan sekian banyak nyawa manusia secara langsung.
***
Padahal tanpa perlu terlibat suspense di Trans Siberia, melangit bersama Metera di Ginga Tetsudou 999, bersembunyi di balik kekuatan magis Platform 9 1/4, ataupun melesat menjumpai santa di kutub utara, sosok kereta api itu sendiri memang sudah menakjubkan apa adanya. Terukir dalam sejarah sebagai penggebrak revolusi industri...
Shinkansen: Kereta Peluru, revolusi kedua
Menaiki kereta semacam ini memang terasa betapa cepatnya... Tapi entah mengapa sulit dinikmati. Setengah jam pertama terkagum-kagum memandang ke luar jendela, dua tiga jam berikutnya puyeng mata berputar tujuh keliling.
Sampai-sampai ada orang yang menerbitkan buku gak penting yang membahas segala macam lokasi bersejarah di sepanjang jalur, lengkap dengan jadwal dilalui masing-masing keberangkatan.
"Yak, saudara-saudara, saat ini di jendela sebelah kanan, kita bisa melihat sebuah warung mi kuah langganan juara sumo kelurahan. Dan tiga menit dua detik lagi di sebelah kiri, adalah pohon tempat menambatkan saudara sepupu dari kuda kesayangan kaisar..." Kira-kira semacam itu lah???
Maglev: Kereta Bersayap, revolusi ketiga.

Terangkat dengan teknologi magnet superkonduktor yang membuatnya bebas gesekan. Yang masih dalam tahap percobaan di Yamanashi dengan lokomotif dalam foto di atas telah menghasilkan rekor 581km/jam bermasinis. Tentunya hanya akan efektif untuk menghubungkan tempat yang sangat jauh, dan dianggap tidak aman untuk orang berpenyakit jantung.
Linimo (Toubu Kyuuryou sen) yang sudah dioperasikan secara komersial sejak Aichi Banpaku adalah maglev otomatis dengan kecepatan rendah 100km/jam, bebas polusi udara dan polusi suara... hening dan tenang. Tapi karena kunaiki di masa Expo, uwaah masuk keluarnya antre berjam-jam, sampai tiap stasiun perlu mengerahkan ratusan hansip dan satpam, payah. Dan masih harus berhenti kalau diterpa angin.
Sempat terpikir: Jangan-jangan segala semangat menantang percepatan itu adalah perwujudan "berjalan di muka bumi dengan angkuh" seperti yang terlarang dalam Al Quran. Sudah basikah pepatah "biar lambat asal selamat"? Bukannya berjalan kaki lebih hemat energi bebas polusi? Karena ketika kita menggapai kejauhan dengan percepatan sedemikian rupa, kita justru berpaling dari sepanjang jalan di antaranya...
Indonesia masih heboh menginginkan MRT. Tapi apakah dalam situasi dan kondisi perkeretaan seperti sekarang, MRT bisa jadi penyelesaian keruwetan lalu lintas Jakarta sebagaimana orang tua Bruce Wayne memajukan Gotham?
Baiklah sebagai pelarian, untuk melipur lara, singkirkan filosofi, mari wisata kereta (sisa draft Oktober lalu, tersia-siakan).
Stasiun Kyoto


Bangunan megah berarsitektur ultramodern, seakan pesawat alien interdimensional mendarat di antara kuil-kuil tradisional. Konsep ruang terbuka yang ditawarkan di sini memang sangat menarik untuk tempat nongkrong. Selain menampung segala macam jalur kereta Kyoto, stasiun utama ini juga berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan pertukaran kebudayaan. Di sayap kanan ada panggung teater yang menampilkan sandiwara broadway versi Jepang, serta bioskop kecil plus perpustakaan yang menayangkan karya-karya Osamu Tezuka.
Museum Lokomotif Uap Umekoji


Tempat berkerumunnya anak TK bergiliran dari berbagai sekolah seputar Kyoto.
Bekas stasiun kuno, satu setopan di belakang Stasiun Kyoto.
Kini beralih fungsi sebagai museum yang memarkirkan puluhan lokomotif uap bersejarah sejak satu setengah abad lalu. Ada lokomotif yang beroperasi pada jam-jam tertentu di siang hari, bisa dinaiki dengan tiket 200 yen. Ada beberapa peragaan diorama. Ada atraksi peluit uap dari lokomotif kecil yang berputar sebelum masuk hanggar berbentuk kipas. Tempat yang tepat untuk bernostalgia.
Romantic Train Torokko


Jalur sepanjang lebih dari 7 km, dari Sagano melalui Arashiyama sampai Kameoka, dengan beberapa gerbong terbuka untuk menikmati keindahan alam sepanjang sungai. Melalui hutan bambu, barisan pohon kaede dan sakura... Setiap musim menampilkan keindahannya masing-masing, dan untuk hari-hari pendek, ada light-up di keberangkatan sore. Kereta akan berhenti di titik-titik tertentu untuk memberi kesempatan penumpang mengintip jurang-jurang curam dan berarus deras.
Eizan Dentetsu
Selain tujuan Kurama yang diceritakan dulu, juga ada tujuan akhir gunung Hiei. Salah satu gunung sakral di Kyoto (markas rahasianya hmh, itu Shishio samurai yang dibalut perban itu, uh gak penting)
Keihanna
Keihan menghubungkan Kyoto Demachiyanagi dan Osaka Yodoyabashi (iklan tvnya sering lucu). Tapi Keihanna jalurnya kintetsu (huhuh lieur) bersambung ke arah Nara - Kansai Science City. Nama jalurnya terdengar seperti bidadari di pegunungan kaukasus sana...
Gerbong Merah Jambu
Gerbong yang disediakan khusus untuk perempuan pada jam-jam sibuk, demi menyelamatkan para office lady dari serangan chikan. Ya ya, negara paling sekuler justru lengkap dengan sarana pemisahan gender.
Yang paling mencolok mungkin gerbongnya Hankyu Kawaramachi-Umeda yang benar-benar serba merah jambu. Herannya, terkadang masih ada saja bapak-bapak yang menyelinap ke gerbong itu. Apa gak malu yah, ngepink gitu loh.
Densha Otoko
Fairy tales cowok yang diangkat dari kisah nyata pada messageboard internet selama tahun 2004 (yang mungkin juga sengaja diada-adakan). Laris manis sebagai film, drama, novel dan manga. Setidaknya patut dicatat di sini karena memang diawali pertemuan di atas kereta, walaupun keseluruhan cerita berfokus pada kehebohan bermessageboard di internet dan dunia otaku...
Umiressha
Ternyata masih ada mimpi yang belum terkabulkan oleh kereta api... Menempuh jalur air seperti dikhayalkan Sen to Chihiro no Kamikakushi atau OP episode Puffing Tom dan Rocketman menembus tsunami...
Pacar Ketinggalan Kereta
Ngomong-ngomong, pasang judul ini tapi tak paham maknanya. Sempat nonton waktu SD, tapi yang terkenang hanya Alex Komang berjingkrak a la Jacko. Ceritanya tentang apa ya? Lupa, gubrags deh...












