Tampilkan postingan dengan label layar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label layar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2022

Esok tak pernah Mati


Gambar ini saya corat-coret dengan bolpoin pilot biasa, seperempat abad yang lalu saat masih remaja culun galau, pelampiasan sehabis mampus ujian Matematika yang susah muntah di sekolah bahasa persiapan kuliah. Meniru foto yang kebetulan muncul di sampul majalah yang tersedia di ruang santai, lalu saya pajang di depan pintu kamar untuk menyombongkan ke teman-teman seasrama 🖊️🖼️ 
Bukan selera secara khusus, hanya saja waktu masih balita, saya sering dibangunkan nenek tengah malam untuk menemani beliau menonton serial yang dibintangi orang ini, katanya mirip dengan paman saya (mungkin karena televisinya buram bersemut di masa itu 🖥️🐜😹) 
Berhubung pemerannya sedang naik daun, wajahnya dianggap sebagai standar ras arus utama holiwut masa itu yang seputar WASP. Atas saran teman-teman asrama, selanjutnya saya berusaha menggambar tokoh-tokoh ras lain yang dari Asia-Afrika (tapi ujungnya masih arus utama juga 🙈🎦🎭)  (FB)

I doodled this with Pilot ballpoint pen a quarter-century ago, back when I was still an anxious innocent (?) teenager, to overcome an existensial crisis after a disastrous vomit-inducing Math exam just around summer solstice at the college preparatory Japanese language school. I imitated a photo on a magazine cover available in the lounge then installed the drawing at the door of my dormitory room to brag off to my neighbors 
He was a favorite of my grandmother who used to wake me up around midnight when I was still a toddler, to accompany her to watch the tv series starring this person as she thought his face was similar to my uncle (maybe because the television was blurry at that time) 
Move forward to my prep days his fame was on the rise, becoming standard of the mainstream WASP race, so on the suggestion of my dorm mates, the next project I tried to diverse by drawing other prominent figures from Asia-Africa background for a challenge (but in the end they were still mainstream too, weren't they) 


Hari berikutnya, seorang tetangga asrama dari Hungaria menyelipkan kliping koran bergambar orang ini dari dompetnya (?) meminta saya menggambarnya. Ukurannya lebih kecil dari telapak tangan saya ✋💂   
Kali ini, saya tidak akrab dengan raut wajahnya karena belum mengikuti serial televisi yang dia bintangi. Saya berjuang untuk menelusuri ikal rambut, lengkung alis, cibiran bibir, dan kemudian menyerah pada kerut dahi. Ternyata saya belum menguasai seni wajah cemberut 😾🎨 
Saya menganggap ini belum selesai karena saya hanya menggambarnya dengan pensil keras pucat dan masih belum puas dengan kerutannya. Sungguh tersiksa untuk mengakui kepada tetangga kamar saya bahwa saya tidak mampu memenuhi permintaannya 🙈😿  
Untungnya kamera masa kini membuat garisnya cukup gelap untuk terlihat rapi sekarang 📷📝  (FB) 

The next day, one dearly neighbor slipped a small newspaper clipping of this guy from her wallet (?) to my hand and asked me to draw him. The picture was smaller than my tiny palm 
This time, I was not familiar with his features since I have not watched any of his series at all. I struggled to comprehend the frizzy hair, the curly eyebrows, the sneering lips, and then gave up at the wrinkling forehead. Apparently I haven't mastered the art of frowning  
I considered this unfinished since I only drew it with a pale hard pencil and was still not satisfied with the frown. It was tormenting to admit to her that I could not fulfill her request  
Fortunately the camera made the lines dark enough to be presentable today 

Beberapa bulan kemudian, karena sudah mulai adaptasi menonton drama Jepang, saya mengenal yang ini. 
Menurut keluarga asuh saya saat itu, dia ini orang paling beken sekampung. Jadi terdorong untuk bikin ini buat pajangan pengusir nyamuk menggantikan babang jimbong di depan pintu asrama. 
Mengarsirnya jauh lebih santai, masih sempat hupas-hapus di tengah suasana syahdu menyambut musim gugur 🍁🍂 
Lalu pernah dipakai untuk pengamatan golden section di kelas pengantar gambar teknik ✍🏾📐 
Saya sangka ketinggalan di lab sebelum pulang, ternyata terselip belasan tahun di antara berkas-berkas administrasi. Sudah bulukan akibat panas dan lembap 😿🌦️ 
Gara-gara ucing saya si Kumi mau lahiran sebelum lebaran 2019 saya membongkar kardus, terpaksa isinya disortir, eh ketemu deh. Bayi-bayinya jadi harus dinamai Kimu, Muta, & Taku 🐈🌟 (IG)

A few months later, because I started watching Japanese drama adaptations, I got to know this one.
According to my host family at the time, he was the most famous person in the country. So I was compelled to make this for a mosquito repellent display to replace uncle jimbong in front of the dorm door. 
I was more relaxed hatching this, with enough time to erase and replace in the midst of the serene atmosphere of welcoming autumn   
Then it was used for observing the golden section in the introductory engineering drawing class  
I thought I left it in the lab before going home, but turned out it was tucked for a dozen years in between the administrative files, feathered due to heat and humidity   ️
Because my cat Kumi was about to give birth before Eid of 2019, I unpacked a cardboard box, I found this when sorting the contents. The babies then have to be named Kimu, Muta & Taku 


#ballpointpendrawing #gambarbolpen #pencildrawing #gambarpensil 
#piercebrosnan #jamesbond007 #remingtonsteele 
#theworldisnotenough #tomorrowneverdies
#willsmith #thefreshprinceofbelair #kimutaku #kimuratakuya #takuyakimura 
#collegeprep #sketsawajah #coratcoret #portraitsketch #sketsapotret
#スケッチ #ペンシルスケッチ #鉛筆画 #鉛筆スケッチ 
#ペンスケッチ #ボールペンスケッチ #筆画 #ボールペン画
 #顔でかい #似顔絵 #人物画 
#ピアースブロスナン #ウィル・スミス #キムタク #木村拓哉 

Senin, 14 Maret 2022

Meet Cute

Adegan perjumpaan pertama yang imut-imut adalah bahan pokok komedi roman. Seringnya mengarah pada bentrokan lucu antara kepribadian/keyakinan, situasi memalukan, atau kesalahpahaman menggelikan yang selanjutnya mendorong alur cerita.

Sebagai naskah untuk ditonton tentu menarik, tapi menempuhnya di kehidupan nyata pasti sangat melelahkan. Apalagi belum ada jaminan bahwa ini menuju akhir yang bahagia. Selisih jalan tiada ujung yang menjengkelkan, perseteruan yang berlarut-larut, timbul penasaran, curiga, cemburu tak berkejuntrungan ... Bagaimana kalau genre yang diterapkan ternyata bukan komedi roman melainkan kisah psikologis menegangkan?
Sang tokoh merasa tidak layak mengalami kejutan ini. Masa keemasan untuk benar-benar menikmati sudah lewat, dia telanjur amit-amit. Ini hanya siksaan yang wajib dilalui demi menebus karma yang mungkin ada.


遅すぎた出会い 胸にかみしめている 痛いほど
気付いたら 夜は終りはじめてる

もっと君のこと知りたいよ
悲しみも ささやきも 全部見てみたい
苦しいよ 今度はいつ逢える

むくわれない 束の間の夢ならば
せめて 偶然の時だけでも

Sabtu, 17 Desember 2016

Jangan Berkedip!

Cerita suatu akhir pekan, mampir menikmati kerindangan taman,
sedikit terpapar kilas balik sejarah, sekalian ziarah.
Tugu peringatan sosok yang bukunya menjadi tugas bacaan wajib diklat.


Konon sekitar setengah abad yang lalu, tokoh yang sempat diperankan NS ini, bersama AR seorang politisi gagal, bertiga dengan ayah saya mendapatkan penghargaan sebagai para penulis mahasiswa revolusioner berpengaruh pada masanya.


Yang terkenang sepanjang jalan, malah potongan adegan
serbuan patung malaikat
jangan berkedip jangan berpaling ahhahahahah
pencapaian sinema elektronik londo



Selasa, 01 November 2016

Pena, Buah, dan Catatan Kematian

Kegilaan PPAP, lagu absurd yang telah memecahkan rekor dunia sebagai lagu terpendek yang masuk 100 besar tangga billboard, rupanya menular ke tokoh shinigami satu ini ...



Entah apakah lagu ini terilhami pelajaran bahasa Inggris di Jepang, atau asli meledek Steve Jobs (yang katanya tidak merekomendasikan stylus tapi setelah kematiannya Apple Pencil diperkenalkan), atau ada muatan esek-esek yang hanya dapat dipahami kalangan tertentu, yang jelas nada dan tariannya telah menjangkau berbagai lapisan khalayak dengan beragam tanggapan, geli ataupun jengkel.

Kebetulan, Death Note memang sering bertemakan pena dan apel dalam ilustrasinya. Sementara nanas? Boleh dibilang pengejawantahan sosok Ryuuku. Hihihi. Kesempatan ini pun dipakai untuk memperkenalkan sekuel generasi baru Death Note: Light Up the New World.

Kabarnya DN versi holiwut ada pemutihan, cari Yagami Light dapat White Salami. Eh tapi yang jadi L orang negro, berarti bukan pemutihan juga sih ... Layakkah sebagai pilihan tontonan?

Saya belum menamatkan Death Note versi drama, dengan pendekatan baru watak Light dan L sebagai "manusia biasa" seorang wota (penggemar idola yang kena risak) dan seorang obosama (anak juragan yang manis manja)...

Kemarin dulu sempat menonton di pesawat Garuda manga dari pengarang yang sama, tampil sebagai film orang Bakuman (2015). Sayang, tokoh utama, Saiko dan Akito diperankan oleh pemeran Kenshin dan Sojiro dari Rurouni Kenshin! Seolah-olah tidak ada aktor lain saja yang bisa diandalkan. Entahlah rasanya peran Sato Takeru menjadi anak SMA terlalu tua walaupun saat sebagai Kenshin terlalu muda masih cukup berterima (seperti dulu itu, Fujiwara Tatsuya bagi saya tidak pantas memerankan Yagami Light walaupun juara saat memerankan Shishio).

Namun, seperti apa pun ceritanya, selama itu karya Jepang, mari kita coba hargai. Dan tidak terbayangkan juga bagaimana mengholiwutkan Bakuman, secara pertarungan bisnis manga, apalagi di lingkaran Shonen Jump, adalah tema yang sangat khas Jepang ... Kalau a la holiwut, pasti harus berubah menjadi pertarungan bisnis DC vs Marvel vs komik independen.

Masalahnya, kita kan masih trauma DB Evolution hiks. Walaupun penulis naskah setelah 7 tahun akhirnya minta maaf, produser tetap harus menebusnya dengan karya yang lebih baik! Karena semangat DB adalah pertumbuhan watak dan penemuan jati diri. Ahaha haha ... Sebagai hiburan, mari nikmati saja pilot episode Trunks karya adaptasi dari penggemar, "Dragon Ball Z: Light of Hope" (2015). Konon sekuel berikutnya kembali mengalami gangguan perubahan campur tangan produser ... lingkaran setan tak berujung.

Berhubung kita sudah membicarakan tiga manga Shonen Jump, kepalang tanggung sekalian saja lanjut ke yang lain.
Gosipnya One Piece film orang mulai digarap, Luffy diperankan oleh pemeran Yagami Light dari DN versi drama. Cari-cari berita, yang ketemu hanya iklan game One Piece (Ener dan Croc? Kekuatan petir dan pasir berbenturan menjadi kaca?)
Sementara itu, Naruto tampil di panggung Jepang, dan sudah mulai diolah Lionsgate untuk versi holiwut. cx ,xcy`.

Senin, 03 Oktober 2016

Champagne Supernova

How many special people change?
How many lives are living strange?
Where were you while we were getting high?

Slowly walking down the hall
Faster than a cannonball
Where were you while we were getting high?

Someday you will find me
Caught beneath the landslide
In a champagne supernova
A champagne supernova in the sky

Wake up the dawn and ask her why
A dreamer dreams she never dies
Wipe that tear away now from your eye

'Cause we don't believe
That they're gonna get away from the summer
But you and I will never die
The world's still spinning around we don't know why
Why-why-why-why-y-y


Sabtu, 08 November 2014

Ada Apa dengan Rangga?

Terus, salah LINE? Salah teman-teman LINE?
Ada apa dengan Rangga setelah 12 tahun berlalu?
Ada apa dengan banyaknya jam tangan, jam meja, dan jam dinding yang menumpuk di berbagai sudut kamarnya?
Lho, itu Rangga, Anis Matta, atau Moeldoko???



Cowok semacam Rangga berserakan di sekitar saya, walaupun bisa jadi makhluk langka di sekitar cewek sosialita semacam Cinta. Itulah sebabnya, jangan-jangan hanya saya yang menemukan perubahan watak dalam iklan ini. Bahkan, Cinta pun mungkin tidak menyadarinya.

Rangga kan tipe pujangga gaul jadul yang bakal rajin berkirim surat panjang bersambung mingguan, atau sekepepetnya tetaplah rutin melayangkan barang selembar kartu pos bergambar setiap bulan. Kalau gak sanggup telepon, masa sih gak sempat sekali pun menghubungi via irc, ym, fs, mp, fb, skype ...? Banyak cara untuk berhubungan jarak jauh, asal niat mah. Menonton kesehariannya, toh dia bukan cowok galau tak berdaya seperti tokoh-tokoh di film-film Wong Kar-wai atau Shinkai Makoto.

Andaipun hilang kontak, dibuat heboh dong latar belakangnya, misalkan sempat AWOL gara-gara blusukan ke pelosok Afrika, atau gak usah jauhlah, cukup kehabisan ongkos perahu di sungai rimba Kalimantan, secara lumayan nasionalis dia. Atau yang lebih ekstrem, diciduk gara-gara kegiatan politik seperti napak tilas jejak Saman, kek gitu. Ini kok malah kandas menjadi pebisnis global alay sok sibuk jeprat-jepret kamera géjé, yang entah bagaimana tetap terpenjara oleh ruang dan waktu???

Masa coba, sudah usia segitu (dengan asumsi jenjang karier segono) dia mampir ke Jakarta hanya dua hari, nggak ambil libur tambahan. Lalu, kok cuma kirim sebaris pesan, dan jinak menanti di bandara. Mana bandaranya malah di Korea pula??? Benarkah kecengannya telanjur pindah ke Bekasi, sampai segitu berat untuk langsung tancap naik ojeg ketok rumah, bawa sogokan oleh-oleh coklat bekal sungkem ke mantan bakal calon mertua? Apakah uang saku keburu habis buat koleksi aneka ragam jam di atas?

Bahwa si Cinta masih ngupi-ngupi cantik dengan teman SMA itu-itu juga, bisalah dimaklumi. Walaupun demikian, setidaknya saya sempat berharap agar pengalaman positif berekskul mading mengantarkannya bukan sekadar jadi pegawai kantoran chic yang duduk manis berdandan apik di balik meja, melainkan terjun ke kegiatan kreatif inovatif dinamis beredar menjangkau masyarakat di lapangan, dengan mobilitas yang jauh lebih tinggi daripada hak sepatunya.

Namun apa hendak dikata, dalam selisih satu purnama, Cinta kepalang jadi menantu keluarga mafia pengusaha konglomerat dan kini sudah beranak dua.
Sementara itu, Rangga menikah dengan anak seorang politisi gagal, mengambil gelar Doktor di Eropa, terus narsis-narsisan bikin film sama istrinya sebelum pulang ke Jogja, dan baru kemarin, mobil mertuanya ditembak?! #eh
(Ahaha paciweuh, memangnya ini film aksi mata-mata apa ya ...)

Terlepas dari sisi populer cerita cinta SMA, AADC adalah tonggak sejarah perfilman nasional berlatar semangat pascareformasi, yang berupaya menggugah remaja untuk lebih prihatin terhadap keadaan masyarakat sekeliling. Namun, melalui iklan ini, tampak jelas suatu kegagalan.
Betapa Rangga, mewakili generasi kita, generasi AADC, meninggalkan masa muda kekiri-kirian, terhempas menjadi sekadar kelas menengah ngéhé budak konsumtivisme... ??? MARI MELAWAN LUPA


Rabu, 02 Juli 2014

Tim Edward dan Tim Jacob

(1)
Dunia alay gonjang-ganjing oleh perseteruan antara dua tim fanatik.
Tim Edward mengagumi sosok penghisap darah berkepribadian misterius yang terkutuk namun gagah perkasa, cerdas, kaya-raya, dan mengendarai mobil mewah. Mereka tidak peduli ia pelaku KDRT atas nama cinta. Mereka percaya, sesungguhnya ia pemuda berhati mulia yang tabah menahan diri.
Tim Jacob meyakini bahwa pujaan mereka lebih hangat, lebih manusiawi daripada saingannya, dan membela kepentingan mereka tanpa pamrih sebagai sesama rakyat jelata. Mereka abai bahwa serigala sering dianggap rendah oleh sesama manusia sedangkan sejatinya adalah makhluk liar pengincar ternak yang tak bakal sanggup mereka jinakkan.
***
Selama kedua belah tim berseteru cakar-cakaran jambak-jambakan dengan sia-sia, tidak ada yang menyadari masalah paling mendasar, yakni bahwa sesungguhnya Bella itu hanyalah seorang cewek manja bodoh yang tidak terlalu penting untuk diperebutkan, sedangkan mereka telah terjebak dalam kisah rembang petang demokrasi omong kosong belaka.

Young Kim: New Moon


(2)
"Tapi Bella tidak bisa hidup tanpa Edward, masa kalian tega membiarkannya mati rindu, malah mendukung si anjing buduk?" tantang tim Edward kepada tim Jacob.
"Apa sih yang kalian lihat dalam diri lintah keparat itu? Makhluk gentayangan di balik kabut!" sanggah tim Jacob. "Mendekatinya berarti cari gara-gara dengan Volturi!"
Tim Edward terhenyak. Tidak ada seorang pun yang menyadari betapa Bella terpikat oleh Edward akibat hal remeh: menemukan suatu rahasia, bahwa sosoknya gemerlapan memantulkan pelangi jika terpapar sinar mentari.
***
Dan bumi pun perlahan ditelan kegelapan bulan baru.

(3)
Tim Edward menganggap Jacob sekadar keset kaki kumal yang terhampar di depan pintu untuk menjegalnya, sementara bagi tim Jacob, Edward bagaikan kucing porselin rapuh dengan cakar melambai-lambai yang dipajang di samping kasir, sekali tersenggol akan hancur berkeping-keping.
***
Dalam ketegangan yang semakin meningkat, tiba-tiba segelintir rombongan tim Jacob melolong-lolong menyayat hati ke arah sang rembulan jagung biru. Seakan-akan mereka juga turut menjelma menjadi gerombolan serigala yang terinjak-injak oleh ujung sepatu. Beberapa moncong yang paling bising di kalangan mereka menyenandungkan beredarnya desas-desus bahwa Jacob berbulu hitam, yang mereka tuduhkan dipicu oleh pihak tim Edward.
Para penonton pun saling berpandangan kebingungan... "Lho, lalu apa salahnya dia dibilang hitam? Bukankah namanya memang Jacob B-l-a-c-k?"
***
Suasana pun diperkeruh oleh gerhana yang dalam sesaat menelan sinar mentari ke dalam kelam yang mencekam.
(Catatan redaksi, untuk pengetahuan Anda: Berdasarkan bukti-bukti baik yang tercantum pada kartu jati diri kelompok serigala maupun pernyataan para saksi, warna bulu Jacob disebut sebagai cokelat karat.)


(4)
Menurut tim Jacob, Edward menyia-nyiakan seabad lebih keabadiannya hanya sebagai remaja kolot yang tidak pernah benar-benar beranjak dewasa. Dia hanya meniru-niru kharisma Gilbert Blythe, kebangsawanan Mr Darcy dan keangkuhan Mr Rochester, tanpa menebar daya tarik keCullenan yang asli.
Sementara bagi tim Edward, Jacob hanyalah domba karbitan agar menumbuhkan bulu-bulu serigala terlalu cepat dewasa akibat ancaman yang membayang-bayangi sukunya. Padahal, dia adalah bagian dari generasi yang kehilangan akar jati diri, buktinya namanya pun kebarat-baratan, bukan menggunakan bahasa Quileute lagi.
***
Diam-diam di pinggir tebing berbatu karang,
diiringi deburan ombak menggapai pantai,
Edward dan Jacob duduk bersulang,
memecahkan gelas biar ramai.
Mereka sepakat untuk mengambil dua jalan,
sebelah kanan dan sebelah kiri,
semata-mata demi mengecoh lawan,
menjaga Bella dari intaian Volturi.
Semua demi Bella, dan hanya Bella,
si cewek manja egois histeris tak tahu diri.
Tentang tingkah laku tim-tim masing-masing,
ternyata kedua alay itu sama sekali tidak peduli.
***
Dan fajar pun menyingsing menyibak hari.

(5)
Tim Jacob berlaku seolah-olah mereka telah menjadi bagian dari suku Quileute, memandang tim Edward sebagai pelanggar tapal batas yang harus segera diusir dari wilayah ini. Tim Edward pun berlaku layaknya keluarga Cullen, dengan serta-merta mengernyitkan hidung setiap ada tim Jacob lewat, seolah-olah mereka telah tertular bau khas yang menjijikkan. Apakah mereka siap berdamai ketika kisah ini tamat?
***
Dalam naskah aslinya, di akhir hayat Bella jelas-jelas memilih Edward sekaligus beserta keabadiannya. Kemudian, mereka berdua menerima Jacob sebagai calon menantu. Dari satu sisi, tampak semua berakhir bahagia. Namun belum tentu demikianlah pendapat pihak yang berada di sisi lain.
Jika sebaliknya Bella memutuskan untuk tidak tertarik menjadi bagian dari mayat hidup sehingga memilih Jacob, apakah mereka berdua bersedia menyambut Edward sebagai calon menantu?
Edward berumur panjang, namun apakah ia dapat hidup tanpa Bella? Apakah ia dapat menerima putri dari Jacob, dengan bau khas yang akan membuat hidungnya mengkerut, sebagai jodoh sepanjang hayat?
***
Berbagai pertanyaan akan muncul dari berbagai kemungkinan alur yang berbeda, selanjutnya terserah Anda. Kita hanya bisa menanti dan berharap agar karya para penggemar dapat menyinari kegelapan masa depan bagaikan mentari di tengah malam.

(Penafian: Untuk menghindari kesalahpahaman bahwa saya penggemar cerita sampah dengan tokoh bernama sama, dengan ini saya tegaskan bahwa judul di atas sesungguhnya dapat diganti dengan Tim Sasuke dan Tim Naruto.)

Sabtu, 29 Maret 2014

Angin Terbit

"... Jepang ketinggalan teknologi 20 tahun, bikin pesawat keren-keren tapi untuk turun ke lapangan masih harus ditarik lembu..." -suatu saat sebelum Perang Dunia II-



Karya Miyazaki Hayao yang (untuk kesekian kalinya diaku) terakhir, Kaze Tachinu 「風たちぬ」 (The Wind Rises), mengisahkan tokoh nyata teladan beliau, Horikoshi Jiro (1903-1978), seorang pendesain pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero yang membuat Jepang percaya diri terjun ke medan perang.

Boleh dibilang semacam 'Habibie-Ainun' Jepang, a la animasi Ghibli tentunya, dengan latar sekitar 30 tahun lebih jadul, lengkap babak pergi studi banding ke Jerman dan dibumbui sepintas kisah kasih dengan istri tabah yang jatuh sakit... Tapi penuh khayalan ajaib dan proses ngoprek pesawatnya lebih banyak disorot.
Suara-suara mesin dan deru api kabarnya diolah dari suara manusia, sehingga gemanya menggetarkan kalbu huhuhu.
Sedang diputar di Blitz dalam bahasa Jepang terjemahan Inggris dan Indonesia, berharap versi sulih suara Inggris bisa turun juga ke 21 suatu saat nanti.

Btw kayaknya jarang lihat Miyazaki mengambil sudut pandang melintas horizontal begini, tumben ikut-ikutan gaya anaknya (atau Wes Anderson?)
Jarang juga melihat film Ghibli yang tokoh utamanya cowok, cewek-cewek hanya sampingan, dan tidak memunculkan monster-monster lucu seperti biasa.

Pesawat buatan Indonesia sendiri, mungkin ketinggalan berpuluh tahun lagi karena untuk membeli materialnya harus ditukar dengan berkarung-karung beras, eeeh itu pun sudah impor pula.

Sabtu, 29 Desember 2012

Les Really Mis (PhDcomics)

Buat rekan-rekan yang kecewa Les Misérables (2012) baru masuk Indonesia tanggal 18 Januari, demi memberi ruang bagi film-film Indonesia yang sedang marak (Habibie Ainun, 5cm, dll). Sudahlah, tonton saja dulu aneka ragam film dan panggung sebelum ini sampai bosan. Kan ada banyak tuh. Atau kalau masih tetap penasaran, mungkin komik ini bisa melipur lara. Terutama bagi kalian yang masih kelimpungan sama riset dan tesis (PhD Comics).


Minggu, 02 Desember 2012

227 hari bersama Pi



Secara nenek moyang orang pelaut
patut kita lambaikan salut
dan segala sesuatu tentang harimau
pastinya bikin saya galau
Berhubung waktu ke Kalimantan
gak sempat menyambangi orangutan
apalagi nama kami punya lembaga
PI terlanjur berganti tiga-tiga

Menikmati Jakarta yang tersapu badai
Dan seribu satu alasan lainnya
Yuk kita nonton bareng Life of Pi
Di... errrr, mana ya, Kasablanka?



Yang sampai sekarang masih bikin jengkel
bukanlah Richard Parker ataupun Piscine Patel
Tapi nama kapal Jepang menjadi Tsim-tsum
Sungguh mengkhianati pengetahuan umum

Mengikuti Nipponmaru, Orochimaru, Hinomaru
Padahal bisa diberi nama Tsim-tsum-MARU
Atau sekalian resmikan saja sebagai kapal Yahudi
Agar tidak merumitkan teka-teki

Ya sudahlah
Terlepas dari bualan filsafat ketuhanan
Filmnya cukup indah
Pemainnya ganteng (walaupun harimaunya jauh lebih keren)

Jumat, 09 Desember 2011

Bajaj Transformers

Dapat viral dari laman Ekonomi Kreatif Indonesia:

Lakon Pada Suatu Ketika dari lakonanimasi di Vimeo.
Yang tidak bisa akses, silakan cek di youtube.


Bajaj-bajaj dan ojeg-ojeg menjadi Transformers. Wow!

Tapi kenapa Transformers? Bukan Gatotkaca, tulang baja otot kawat?
(Yea Gatotkaca gak mungkin berubah dari bajaj atau ojeglah, paling juga dari tiang jemuran...)

Soal perizinannya bagaimana? Apakah harus membayar royalti kepada pemilik hak cipta Transformers? Atau yang seperti ini tidak akan dianggap plagiat karena merupakan parodi? (Saya tidak menonton satu pun film Transformers jadi belum tahu bedanya.)

Ada yang bilang mirip sama animasi Malaysia dari produser Upin-Ipin juga, berjudul Zaman Dahulu Kala atau semacamnya...

Hebatnya adalah perincian latar belakang yang indah dan meriah tentang kehidupan sehari-hari di Indonesia... Bukan lagi masakan penuh bumbu rempah-rempah, dihidangkan di atas anyaman rotan dan daun pisang, aneka warna buah-buahan dan bunga-bungaan, pelepah bambu, hewan-hewan langka, harta karun emas permata... Tapi makan Indomie, minum kopi sasetan di kios pinggir jalan... Pokoknya segala yang cepat saji dan menyampah plastik...

Sebuah penggambaran rendahnya daya beli rakyat Indonesia, sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga harian, tidak bisa proyeksi secara bulanan dengan belanja borongan yang jatuhnya jauh lebih murah dan hemat daripada eceran...

Apa pun, semoga segera tayang.



 *** 
 Pemutakhiran 14 Desember:


Ini Dia Tanggapan Lakon Animasi Soal "Transformers Cap Bajaj"
KOMPAS.com - Video animasi "Pada Suatu Ketika" terlanjur menyebar luas dan diminati publik. Akibatnya, muncul seruan/ajakan untuk mendukung video itu agar menjadi sebuah film animasi layar lebar.

Sayangnya, seruan itu ternyata berbeda dengan misi yang diinginkan para pembuatnya. Berikut adalah tanggapan dari Lakon Animasi mengenai video itu yang ditayangkan di Facebook Page mereka: 

Menanggapi perkembangan yang terjadi pada terbitan video Lakon "Pada Suatu Ketika" ( LPSK ), kami merasa perlu menginformasikan kembali latar belakang pembuatan video dan mengembalikannya pada misi semula.

Pertama, LaKON animasi bukanlah Studio Produksi Animasi, melainkan lembaga/studi pelatihan animasi yang rencananya akan dilaksanakan di kota Solo. Kami berusaha ikut berpartisipasi, dalam kapasitas yang kami punya, untuk mendukung sektor industri yang kini sudah, sedang, dan akan lebih berkembang, seperti yang sudah dimulai oleh studio-studio animasi di Jakarta-Bandung-Jogja-Batam dll.

Sebagai lembaga penciptaan SDM, kami memposisikan diri sebagai pelengkap dari institusi-institusi pelatihan lain, yang sebelumnya sudah lebih dulu ada dan berjalan. Studio LaKON baru akan dimulai pada tahun 2012, dalam format uji coba.

Kedua, Video LPSK dibuat dalam rangka uji materi pembelajaran dan pelatihan. Reel tersebut dibuat untuk menemukan bugs (cacat, kelemahan, kekurangan) yang terdapat dalam program yang tengah kami susun, baik itu dalam kurikulum, modul dan wawasan pelaksana program.

LPSK pada awalnya ditujukan untuk pemirsa terbatas di forum LaKON FB dan di media publik yang menekankan pada diskusi dan apresiasi, dalam hal ini situs video-sharing vimeo.

Tanpa mengurangi rasa hormat atas atensi dan tanggapan dari publik yang lebih luas, bahwa pada akhirnya reel tersebut melebar ke media lain, adalah di luar tujuan penerbitan video.

Ketiga, tidak ada wacana dalam agenda kami untuk menjadikan reel/showcase kami untuk keperluan produksi komersial (film komersial, tv seri, dll). Showcase studi memang kami buat dalam kemasan 'film' (unsur cerita dan tokoh) dengan maksud untuk menghubungkan relevansi program pelatihan dengan kebutuhan industri.

Meski dalam kerangka non-komersial, kami akan tetap mempublikasikan showcase studi berikutnya ke depan, tentunya dalam forum yang lebih terbatas.

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk memperjelas status dan misi LaKON beserta showcase studi kami.
http://tekno.kompas.com/read/2011/12/14/13105034/ini.dia.tanggapan.lakon.animasi.soal.quottransformers.cap.bajajquot

Jumat, 11 November 2011

Dapunta

Tentu saja saya langsung memutuskan untuk menonton film "Pengejar Angin" begitu mendengar gosip ada adegan harimau di air terjun.

Begitu film dimulai, kesan pertama adalah film horor mistis atau thriller ketegangan penumpang bus yang melewati jalur lintas Sumatra. Ternyata oh ternyata, secara garis besar ini hanya film bergenre motivasi (menapaki langkah Laskar Pelangi dkk) sekaligus sebuah bentuk promosi provinsi Sumatra Selatan yang sedang menyambut perhelatan Sea Games. Bahkan gubernurnya pun pasang tampang dengan penuh kebanggaan, berhasil mencanangkan program sekolah gratis sampai ke pelosok-pelosok daerahnya.

Tersebutlah Dapunta, seorang siswa yang cukup cemerlang di kampungnya. Siapa sangka, ayahnya pentolan rampok Bajing Luncat. Sang ayah yang ganteng ini ingin sang putra mengikuti jejaknya. Dapunta yang terimbas angin modernisasi, memilih untuk melanjutkan kuliah, namun menghadapi diskriminasi dari teman-teman sekelas membuat dia mempertimbangkan lagi bahwa mungkin jalan hidup sang ayah lebih benar.

Guru Matematikanya yang simpatik, mendukungnya untuk tampil di pentas dunia, namun apa daya kendala keuangan menghalangi. Uluran sumbangan dari Nyimas, anak dokter yang menaksirnya, ditolak karena gengsi. Sang Guru tidak kehilangan akal, menyodorkan Dapunta kepada temannya pelatih lari dari Jakarta. Menanglah dia di stadion baru dan mendapat jalur atlit untuk masuk ke Universitas Indonesia (?)

Eh, jadi, pengejar angin itu apa? Di keterangan film, katanya itu julukan pelari tercepat di kelompok rampok. Tapi anehnya, tidak ada seorang pun yang membahas istilah ini di sepanjang film. Berbeda dengan, misalnya judul film dulu itu "Mengejar Matahari" yang disebut-sebut melulu dengan penjelasan membosankan setiap sekali 5 menit.

Sayang sekali, alur cerita tidak terjalin dengan rapi dan berkesinambungan. Padahal, para pemain berperan dengan mengungkapkan perasaan cukup baik.

Film ini juga kesempatan memamerkan keindahan Lahat dan Palembang, rumah-rumah panggung kuno yang tampak cukup nyaman dan asri, dibumbui sedikit tenunan dan alunan musik daerah sebagai tempelan di sana-sini. Dalam dialognya terselip beberapa kosakata khas, walaupun sebagai penonton kita tidak bisa tahu apakah itu diucapkan dengan baik dan benar, dan apakah itu peribahasa yang penting atau sekadar basa-basi. Juga beberapa adegan laga silat yang mantap (setidaknya karena situasi ceritanya lebih menarik daripada "Merantau").
Selain itu, sebenarnya film ini punya potensi menjadi kritik yang tajam. Antara lain,
  • Penerapan sekolah gratis tidak serta-merta menyelesaikan masalah, karena di satu sisi membuat orang tua murid tegas menolak permintaan sumbangan untuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya, sementara dana dari pusat tiba tersendat-sendat. Murid-murid pun terkungkung di kelas tanpa bisa mengembangkan bakatnya di bidang olahraga maupun seni. Guru-guru pun belum tentu terjamin digaji dengan lebih baik.
  • Rampok tetap jauh lebih berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan kampung daripada program pembangunan pemerintah. Biarpun perampok, sikap kesatria, mengutamakan keselamatan anak buah, nasionalisme dan kebanggaan akan daerahnya ternyata lebih mendarah daging daripada orang terpelajar lainnya.
  • Polisi tampak tidak berdaya membasmi kelompok rampok, sang Ayah kebetulan tertangkap hanya gara-gara dilaporkan dan dijebak oleh kelompok rampok saingannya.
  • Ibu Dapunta bisa dirawat dengan baik di rumah sakit kebetulan karena ada pengeceng Dapunta yang anak dokter. Artinya program Jamkesmas belum tercapai dengan baik.
  • Peran pelatih olahraga tidak tampak berpengaruh besar karena atlitnya sudah cukup terlatih selama magang di kelompok perampok. Peran sekolah dalam melatih pun tentunya jadi mengecil.
  • Kasus korupsi Stadion SEA Games-nya tidak diangkat ke permukaan... Padahal kan ini kesempatan untuk membahasnya juga.
  • Dapunta adalah nama raja Sriwijaya. Tapi apa kaitan kerajaan tersebut dengan kehidupan mereka masa kini? Apa iya Dapunta Hyang keturunan keling keriting hitam legam seperti si Dapunta yang ini, atau keturunan Cina sipit kuning? Seberapa jauh rasa memiliki masyarakat Sumsel terhadap sejarah masa lalu yang berjaya itu?


Eh eh eh, lalu, di mana sang harimau? Oh, itu, benar ada dia, melintas di depan air terjun!

Kamis, 10 November 2011

Pahlawan Muda Abad 20



Serial komik yang bertahan tenar dalam rentang waktu penerbitan yang lama, berkesempatan mengalami pendewasaan seiring dengan meluasnya wawasan sang pengarang (walaupun kadang-kadang juga semakin garing seiring dengan berkurangnya kesigapan sang pengarang yang bertambah usia). Tintin yang awalnya fasis, rasis, antisemit, eropasentris, mendukung monarki dan tega memasang dinamit di kulit badak, pun selama 50 tahun bergeser menjadi komunis orientalis pasivis egaliter berhati mulia, rela berkorban demi sesama manusia.
Di dunia global yang kini menuntut penerapan political correctness, tentu saja Tintin perlu dikemas ulang sebagai karya baru yang lebih menyoroti sisi kebijaksanaannya. Toh, Hergé juga menyerap berbagai pengaruh luar dalam menyusun sebuah petualangan yang utuh dalam 62 halaman. Maka bisa dimaklumi jika film terbarunya mencoba menggabungkan potongan-potongan campur aduk dari dua-tiga album sekaligus, apalagi memang ada alur yang nyaris berulang.
Untuk itu, saya sudah siap mental dengan konsekuensi perubahan cerita dan tokoh, jauuuh sejak awal beredar rumor film ini akan diproduksi, tapiii...

Trailer The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn (YouTube)


MATA!!!

Film dibuka dengan bayangan-bayangan sosok komik aslinya yang berlari-lari, terpeleset, dan --entah sebagai perlambang media audiovisual, atau mengenang salah satu album serial ini-- bergantian memegang bola-bola ajaib yang berpendar-pendar sepanjang jalan.
Beralih ke suasana 3D flea market Belgia yang memukau, dilengkapi rincian mobil kuno, batu jalan dan benda-benda antik di sekelilingnya, kita temukan Hergé duduk menggambar kartun untuk seorang pemuda berjambul berwajah imut tapi keriput yang mengelus-elus anjing bermata kancing...
Sebegitukah batasan artistik dari teknologi tercanggih masa kini? Bahkan mata berbentuk titik komik aslinya tampak lebih berbinar daripada hasil motion-capture yang terjerumus ke dalam "uncanny valley" (ketika tiruan manusia tampak dan bertindak hampir, tetapi tidak persis, sama dengan manusia yang sebenarnya, justru menimbulkan rasa muak bagi yang melihat).
Seharusnya Snowy sibuk menggaruk telinga saat beredar di pasar kutu, namun entah karena produser/sutradara tidak memahami humor halus ini, ataukah gerakannya sulit direkayasa, ataukah tidak dianggap penting, tidak diangkat ke film.



POLITIK!!!


Selain soal raut wajah yang aneh tapi nyata, beberapa adegan memang spektakuler, seperti fatamorgana padang pasir yang berubah menjadi pertempuran di tengah laut, tentu hanya bisa dicapai oleh teknologi secanggih ini. Namun kelemahan utama film ini bukanlah soal visualisasi, melainkan penekanan prioritas alur cerita yang memanjakan mata, mengabaikan hati.
Daya tarik komik Tintin yang tergolong mendidik adalah sudut pandangnya yang cenderung netral sebagai seorang wartawan investigasi dalam memantulkan latar belakang berbagai peristiwa abad 20 yang masih relevan untuk dikaitkan dengan percaturan kekuasaan dunia masa kini, layaknya Pengenalan 101 sejarah budaya politik dibumbui selera humor tinggi yang dapat dicerna oleh anak berusia tujuh tahun sekalipun.
Sayangnya, film ini mengesampingkan saripati utama ini demi mengusung polesan slapstik maupun aksi menggemparkan, seakan-akan sedang bermain game digital tanpa jiwa yang ujungnya hanya membosankan. Padahal, dengan sekadar gaya ligne claire komiknya sudah bisa langsung menghujam ke lubuk hati terdalam. Tintin tanpa muatan politik, serasa dikebiri...

KOLEKTOR!!!

Tema cerita asli Rahasia Kapal Unicorn adalah perbandingan tiga sisi kolektor: yang berani membayar seberapa pun juga hanya karena cinta (Ivan Ivanovitch Sakharine); yang berani melanggar norma-norma hanya karena gila/kleptomania (Aristides Silk); dan yang berani menculik membunuh hanya karena tergiur harta (Murai Bersaudara).
Sementara dalam cerita asli Kepiting Bercapit Emas, kita diperkenalkan pada sosok berpengaruh di Afrika Utara bernama Omar Ben Salaad, eksportir kepiting yang rajin shalat selalu mampir ke masjid tepat waktu, namun diam-diam munafik pentolan pedagang gelap candu internasional.
Dalam film, porsi Omar Ben Salaad tereduksi menjadi sekadar Seikh kaya-raya yang hobi koleksi model kapal dan mengundang rekan-rekan bulenya ke pesta pantai, menikmati pagelaran seni Kutilang dari Milan. Murai bersaudara hanya muncul dalam karikatur yang terpajang di lapakHergé di pasar kutu. Sedangkan peran mereka diambil alih oleh Sakharine yang aslinya tak bersalah. Menghindar dari stereotip penjahat Muslim, malah terjebak ke stereotip penjahat Rusia, apa bedanya?

JEPANG!!!

Di komik Kepiting, ada penyelidikan terhadap awak kapal yang tewas, Herbert Dawes, lalu muncul mata-mata Jepang yang diculik dari depan rumah Tintin sebelum sempat memberitahukan tentang kapal Karaboudjan, sementara Tintin ditangkap saat memeriksa kapal tersebut.
Di komik Unicorn, ada anak buah penjual barang antik, Barnabe, yang ikut menawar model kapal dan terpaksa mencurinya, lalu berubah pikiran ingin membocorkan rahasia kepada Tintin tapi malah tertembak di depan rumahnya, kemudian Tintin pun disekap di Moulinsart/Marlinspike.
Sedikit mirip, kan? Makanya di dalam film, ketiga orang (yang tewas, yang diculik dan yang tertembak) itu dihitung sebagai satu orang saja, Barnabe. Dari segi alur cerita, aman.
Sayangnya, ketika penyatuan itu terjadi, ada nilai yang hilang. Bahwa di komik Kepiting, yang ingin memperingatkan Tintin adalah agen rahasia Jepang yang telah melacak Karaboudjan dari pelabuhan Yokohama, Kuraki Bunji. Sekadar tempelan, namun inilah tindakan Hergé untuk menetralkan posisi orang Jepang setelah habis-habisan dieksploitasi sebagai penjahat di Lotus Biru.

LANUN!!!

Dalam komik Unicorn, muatan kapal Sir Francis Haddock sangat mencerminkan dirinya sebagai leluhur sejati Kapten Haddock... Berbotol-botol arak. Sementara harta karun sasaran cerita ini, hanyalah sepeti mungil hasil bajakan Rackham Merah terhadap armada Spanyol, yang ia pindahkan ke Unicorn karena kapalnya sendiri tenggelam akibat serangan Sir Francis. Dalam film, justru Sir Francis-lah yang ditugaskan sebagai "anjing" kerajaan (Perancis/Inggris?) untuk menyita harta armada Spanyol, dan Rackham Merah mengincarnya.
Ketika Unicorn diledakkan, Sir Francis hanya sempat menyelamatkan setangkup topi dari harta yang terserak. Anehnya di sepanjang film, harta ini tetap disebut sebagai "harta karun Rackham Merah". Padahal, sesuai perubahan alur cerita, secara hukum harta tersebut bukan milik Sir Francis, melainkan milik rakyat kerajaan yang dikawalnya, sehingga tidak selayaknya menjadi warisan untuk putra-putranya!
Dalam komik Kepiting, muatan kapal Karaboudjan adalah kepiting kalengan, yang ternyata dipakai menyelundupkan candu tanpa sepengetahuan sang Kapten. Dalam film, kepiting kalengan hanya muncul sebagai muatan yang terguling sepintas lalu.

PETA!!!

Untuk mempersingkat jam tayang film ini, dari hasil memecahkan teka-teki Unicorn, Tintin dan Kapten langsung menemukan bahwa ternyata Moulinsart/Marlinspike adalah tempat harta karun Rackham Merah disembunyikan, tanpa perlu berlayar melintas separuh bumi menuju laut Karibia dan menyelam bersama hiu terlebih dahulu.
Teori mengenai perbedaan penggunaan meridian Greenwich dan meridian Paris oleh Sir Francis Haddock, yang menambah pengetahuan saya bahwa garis bujur dan lintang bola bumi adalah semata hasil kompromi sesama manusia dan produk pemegang kewenangan saat itu, belum tentu merupakan suatu ukuran yang mutlak secara alami, juga jadi tidak disinggung.
Anehnya, tombol rahasia pada bola dunia di kaki Salib Elang adalah sebuah pulau tambahan di peta yang menurut sang Kapten -yang membual sudah mengenal seluk-beluk laut lebih daripada wajah ibunya sendiri- tidak pernah ada... Padahal, bukankah berdasarkan aktivitas vulkanik dan tektonik, bisa jadi sebuah pulau pernah ada tapi tenggelam karena gempa/tsunami, atau malah baru muncul karena letusan gunung bawah laut?

TOPI!!!

Dalam komik Kepiting, Kapten Haddock tidak mengenakan topi pelaut yang menjadi ciri khasnya. Apalagi dalam situasi melarikan diri, alangkah aneh jika topi tersebut tetap bersamanya.
Dalam komik Unicorn, ketika sadar sudah terikat oleh bajak laut, Sir Francis tidak mengenakan topi. Ketika menyelamatkan diri dari ledakan kapal, ia pun tidak tampak membawa topi. Namun ternyata topi tersebut masih ada dalam peti yang diwariskan kepada keturunannya, dan dipakai Haddock dalam memperagakan isi buku harian beliau kepada Tintin.
Dalam film, ketika sadar sudah terikat, topinya entah bagaimana tidak dilepas, dan ternyata di situlah dia menyembunyikan silet. Ketika kapal meledak, dia berhasil menampung secuil harta yang terserak dengan topi tersebut. Dan topi tersebut ditemukan masih menampung harta, tersembunyi di ruang bawah tanah di kolong Moulinsart/Marlinspike.
Dalam komik Unicorn, dendam terkait topi dialami oleh Dupont dan Dupond (Thomson dan Thompson) terhadap Murai bersaudara. Dan ketika Max Murai tertangkap, yang pertama kali mereka lakukan adalah membalasnya.

PEMABUK!!!

Dalam komik Kepiting, sang Kapten dibujuk supaya selalu mabuk sehingga tidak sadar bahwa dia sudah dikhianati oleh jurumudinya. Kalau saja dia tidak ketergantungan alkohol, dia tidak akan membiarkan tindak kejahatan penyelundupan candu dilakukan di atas kapalnya. Segala keonaran pemabuk yang muncul di komik ini tampak sangat membahayakan, sehingga cukup ampuh menempa saya pribadi untuk menjauh dari alkohol.
Dalam komik Unicorn, gerak-gerik sang Kapten menenggak alkohol sambil menceritakan isi buku harian kepada Tintin yang mendengarkan sambil berusaha menghalanginya minum, merupakan adegan yang sangat dinamis, sepadan dengan selingan rekonstruksi peristiwa perompakan Unicorn.
Dalam film, sang Kapten mabuk karena dia tidak percaya diri membawa nama Haddock, bahkan tak berdaya merasa dikurung oleh awak kapalnya yang telah direbut Sakharine... Tapi malah fase mabuk tersebut dibutuhkan oleh Tintin untuk menggali kenangan sang Kapten terhadap rahasia Unicorn. Dan entah bagaimana, kalimat-kalimat motivasi khas Hollywood justru meluncur dari mulut sang pemabuk ini, sungguh di luar watak khasnya!

KUTUKAN!!!


Dalam film, Kapten Haddock terkutuk oleh Racham Merah, dan dendam kesumat pribadi turun-temurun yang tidak mengakar dengan baik pada alur cerita inillah yang menjadi pencetus petualangan kali ini. Entah bagaimana, seorang Rusia(?) Ivan Ivanovitch Sakharine-lah yang menjadi pewaris Rackham Merah (padahal seharusnya kan dia bajak laut inggris sejati). Lalu bagaimana dia bisa tahu nenek moyangnya ingin balas dendam? Bukankah Rackham Merah sudah tenggelam, hanya Sir Francis satu-satunya yang selamat dari peristiwa tersebut?
Rasanya konsep ini sangat tidak khas Tintin, yang hampir semua komiknya berlatar belakang kerumitan situasi politik dunia, antara mafia narkoba dan pedagang senjata, antara gerilya dan pemerintah yang dikudeta.
Yah, bukan tidak mungkin ada dendam pribadi antara tokoh utama dengan penjahat yang pernah kalah berseteru di masa lalu, tapi rasanya tidak pantas kalau tiba-tiba tampil mengawali sebuah serial film yang sejatinya mengusung perdamaian.
Dalam komik Tintin yang lain, kutukan akan punya andil, tapi yang jelas bukan saat ini.

PRAMUKA!!!

Selain semangatnya sebagai wartawan sejati untuk menyelidiki suatu peristiwa secara mendalam agar dapat dijadikan berita yang bertanggung jawab, tindak-tanduk pemuda kita yang mengacu kepada dasa dharma pramuka yang dianutnya tidak terlalu tampak sebagaimana di komiknya.
Seperti dalam komik Kepiting, para pilot penembak dari Karaboudjan yang pesawatnya direbut Tintin pingsan ketika kemabukan sang Kapten membuat pesawat tak terkendalikan, dan tindakan Tintin menyelamatkan mereka dari pesawat yang terbakar setelah mendarat adalah suatu pelajaran moral yang diselipkan tanpa kesan menggurui. Namun dalam film, para pilot berhasil menyelamatkan diri sendiri dengan parasut ketika pesawat mulai jungkir balik, sementara sang Kapten yang masih mabuk berusaha menyelamatkan Tintin dengan manuver yang mustahil.
Tindakan-tindakan terampil a la Mac Gyver yang kreatif dan inovatif, yang biasa dilakukan Tintin untuk menyelamatkan diri, juga terlindas oleh aksi-aksi yang terlalu heboh tanpa makna. Kejar-kejaran di kota Afrika Utara dengan aliran air bendungan, perang katrol antara dua musuh bebuyutan, tidak terlalu berarti.

BROMANCE!!!

Alur cerita yang menjelaskan bagaimana masing-masing tokoh saling memperhatikan, tersisihkan dari film ini:
  • Tintin tertarik pada model kapal dan tak sudi menjualnya lebih mahal kepada penawar lain justru karena berniat menghadiahkannya pada sang Kapten.
    Di film, Tintin belum berkenalan dengan sang Kapten saat menemukan model kapal Unicorn.
  • Rackham Rouge menghukum Sir Francis terutama demi membalas kematian awak kepercayaannya, Diego.
    Di film, dia hanya ingin merebut harta karun Sir Francis.
  • Sang Kapten baru mengetahui tentang sejarah rumah nenek moyangnya dan dapat memperolehnya kembali semata berkat kebaikan Profesor Tournesol/Kalkulus/Lakmus yang meneliti berkas-berkas lusuh dari reruntuhan Kapal Unicorn dan merelakan uang hasil patennya untuk membeli Moulinsart/Marlinspike melalui lelang negara.
    Di film, mereka menemukan harta karun Moulinsart/Marlinspike sebelum berkenalan dengan Profesor, sebelum menjelajah dunia dan melakukan percobaan kapal selam hiu.
  • Nestor diampuni karena Tintin bersaksi atas kesetiaan terhadap tuannya, dan Kapten kehausan butuh dilayani. Nestor di film tampak bijaksana, berbeda watak dengan di komik, sehingga kelucuan yang timbul dari kepolosannya selama ini terancam lenyap. Nenek moyang Nestor diceritakan 400 tahun yang lalu menjadi awak kapal kepercayaan Sir Francis, masa keturunannya masih setia jadi pelayan rumah tangga Kapten Haddock... Artinya gak ada kemajuan ateuh...


Jika ingin melakukan percobaan teknologi dan artistik untuk sekadar hiburan, buat saja tokoh dan cerita lain yang sama sekali baru. Tapi jika ingin berpatokan pada tokoh dan cerita yang sudah ada, hargailah jati diri mereka dengan semangat yang sama.

Jumat, 17 Juni 2011

Barbie® Arsitek Ramah Lingkungan?

Ken®, yang baruuu saja awal tahun ini CLBK dengan Barbie®, panik ketika dihadapkan kepada bukti-bukti dari Greenpeace bahwa selama ini sang kekasih membungkus diri dengan kemasan kardus hasil penebangan hutan hujan tropis di Indonesia, yang artinya turut andil dalam merusak tempat kediaman satwa langka orangutan dan harimau Sumatera.
Berikut wawancara dan liputan eksklusifnya (youtube).


Ken Minta Putus Lagi


Versi Indonesia bisa ditonton di http://www.greenpeace.or.id/barbie
(silakan sekalian tanda tangani petisinya).

Ken Dumped BarbieKen® marah dan bersedia menjadi jubir Greenpeace di FB, sampai memanjat gedung untuk memasang spanduk di Mattel California dan Piccadily Circus London:

"Barbie, kita putus! Aku nggak mau pacaran sama cewek yang merusak hutan! Cewek yang mengancam hewan unyu bikin aku sebal!"

Pertengkarannya bisa disimak via twitter @Ken_talks vs @Barbie.
...

Namun, muncul tanda tanya, bagaimana dengan Ken® sendiri? Mengapa mempermasalahkan kemasan pembungkus, sementara gaya hidup makhluk yang dibungkusnya jauh lebih tidak berkelanjutan? Padahal, baru saja dia berjuang merebut kembali hati Barbie® (setelah berkenalan 50 tahun dan sempat berpisah selama 7 tahun), buang energi demi berkampanye besar-besaran sambil melempar pernyataan gombal semacam "aku ingin kau kembali" "kaulah satu-satunya boneka untukku" "kita mungkin hanya plastik tapi cinta kita sejati!" cieee...

We May Be Plastic but Our Love is RealWalaupun mungkin tidak tepat sasaran, dan bisa membuat salah paham kalau tidak menelusuri masalahnya lebih dalam, jelas gembar-gembor ini sangat keren.
Cukup menyentak perhatian orang, termasuk saya.

Mattel pun tampak berusaha turun tangan walaupun sambil protes bahwa mereka tidak secara langsung terlibat. Apa pengaruhnya terhadap pemerintah Indonesia, yang melaksanakan moratorium penebangan hutan dengan enggan, patut kita nantikan.


Karir Tahun Ini: Barbie® Arsitek


Kebetulan, musim panas tahun ini akan menandai pertama kalinya Barbie meniti karir arsitek dalam barisan "I Can Be..." setelah sekian lama ia terjun dalam beragam profesi mulai dari model, aktris, dokter, astronot, pembalap, tentara, kasir McD maupun pengantin (eh, lho, kenapa itu dihitung karir, bukan ibu rumah tangga?)

Arsitektur sempat terpilih oleh masyarakat sebagai cita-cita Barbie pada 2002, namun saat itu Mattel memutuskan bahwa profesi ini terlalu rumit untuk dipahami anak kecil. Tahun lalu ia kalah suara dari Insinyur Komputer, dan baru tahun ini diterima. Dua orang arsitek perempuan yang selama ini memperjuangkan Barbitect, diangkat sebagai penasihat untuk menjaga boneka ini otentik terhadap karirnya.

Ada yang bilang, mungkin sesungguhnya Barbie memang cocok menjadi seorang arsitek, karena boleh dikatakan dengan ukurannya yang tidak seimbang itu, wujudnya sendiri merupakan hasil penguasaan kemustahilan struktural.

Seperti Apa Sih Penampilan Arsitek Sejati?


architect barbieMattel menyebut penampilan Barbitect sebagai "gaya simetris dengan warna tegas dan garis bersih" dengan gaun biru dan pink bergambar gedung pencakar langit, sepatu bot hitam hak tinggi dan jaket hitam pendek. Dia memanggul tabung gambar pink untuk cetak biru, membawa serta helm pengaman, sementara kacamata berbingkai hitam bertengger di kepalanya.

Bagaimana penampilan ini mewakili arsitek perempuan?

Arsitek-arsitek muda teladan pun turut berkomentar.
...

  • Stereotip standar busana arsitek adalah celana panjang dan baju berkerah kura-kura berwarna hitam, selain kacamata berbingkai hitam yang kebetulan dia miliki.
  • Warna pink pasti selayaknya dihindari karena cenderung menimbulkan kekacauan komunikasi di lokasi konstruksi. Sebab, pada umumnya para kontraktor membenci warna banci.
  • Rambut pendek agar mudah disisir, wajah tanpa rias dan ada kantung mata dan kerutan kening sisa bergadang berhari-hari. Selalu siap dengan segelas kopi hangat.
  • Pakaiannya perlu ditambah seragam olahraga pink kinclong yang adem ayem untuk bergaul bersama keluarga di hari libur. Juga harus ada scarf.
  • Dan walaupun punya helm pengaman (yang kebetulan tidak pink!) sesuai pedoman pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku, rok pendek dan sepatu hak tinggi jelas belum memenuhi syarat karena menyulitkan naik tangga. Sayangnya, bentuk kaki Barbie tidak memungkinkan dia memakai sepatu bersol rata!
  • Beberapa orang lain menyinggung bahwa tabung gambar cetak biru sudah ketinggalan zaman. Bukankah kini arsitek menggunakan iPad dan inFocus untuk menampilkan rancangannya?

Stratigakos Barbitect

Sebaliknya ada juga yang mengacungkan jempol, bahwa sudah saatnya citra arsitek perempuan yang selama ini seakan harus tunduk kepada gaya maskulin diberi sentuhan feminin. Dan bahwa selain di lapangan, banyak kok arsitek perempuan yang mengenakan sepatu hak tinggi dengan leluasa. Kenapa harus berbaju hitam kayak mau berkabung, siapa bilang arsitek tidak boleh pakai pink?

Kenyataannya, Barbitect bukanlah sebuah terobosan di dunia boneka. Sebagai tandingan Barbie, sepuluh tahun yang lalu, pada 2000, sebenarnya Smartees sudah memproduksi Amanda arsitek, dengan aksesori lengkap helm pengaman, kalkulator, penggaris, jangka, koper, bahkan ada meja gambarnya segala! Namun sayangnya proporsi sang boneka belum jauh dari Barbie, dan tentu saja Barbie sebagai ikon budaya pop yang mendunia dianggap akan berdampak lebih jauh terhadap pandangan masyarakat umum.

Kalau menurut pengalaman saya sendiri sih, aksesoris yang kurang pada Barbitect maupun Amanda adalah apa itu namanya pita pengukur/meteran gulung.
Anggota PCP (Perfect Crime Party, manga karya tokoh-tokoh utama Bakuman) saja selalu membawa meteran gulung itu ke mana-mana (jadi gantungan HP), adik saya sendiri bahkan menamai meteran gulungnya 'Legolas', masa si Barbitect ini tidak.

Yang lebih penting, apakah ketepatan gaya penampilan dan perlengkapan sang boneka akan mempengaruhi pandangan anak-anak terhadap profesi tersebut?

Pengaruh Budaya Pop terhadap Cita-cita Anak-anak


barbitect mashablePatut dipertanyakan, seberapa besar sih peran Barbie terhadap kesempatan kerja di kehidupan nyata dan keputusan karir masa depan sang anak yang memainkannya, saat ia dewasa nanti?
Adakah survei mengenai peran-peran Barbie sebelumnya, seperti astronot, yang membuktikan pengaruhnya terhadap cita-cita anak-anak generasi tersebut?
Apakah dengan memainkan Barbitect, anak-anak pasti akan senang membuat cetak biru bangunan?
Atau hanya sekadar menggonta-ganti baju tanpa tertarik pada aspek arsitekturalnya?
...

Lebih banyak lagi yang protes, bahwa Barbitect memberikan kesan yang salah kepada anak-anak, seakan-akan bukan otaklah yang diperlukan, melainkan tampang dan gaya yang utama. Seakan-akan kalau mau jadi profesional, intelektual, sarjana, pintar saja tidak cukup, kamu tetap harus cantik. Sejak insiden pengakuan Barbie kesulitan matematika 11 tahun berlalu, apakah kini Barbie terjamin telah lebih cerdas? Apakah dengan menyaksikan tokoh kecantikan ini tampil sebagai intelektual, anak kecil akan terberdayakan?

barbie barbaricUntuk mendorong anak kecil jadi arsitek tentu lebih cocok main balok, lego, dll yang memberi sensasi desain dan konstruksi, mengasah kemampuan spasial, rasa estetik, keterampilan merencanakan, dan kebiasaan kerja sama.
Namun mungkin, selama orang tua masih memilih mainan dengan bias gender, adanya Barbie arsitek sudah lumayan menguak pengalaman dunia alternatif dan penyelesaian masalah, dengan memilih apa yang akan dia pakai ke kantor, belanja di toko material, menyambangi tukang, menghadap klien, dll
(walaupun tentu lebih bagus lagi bila anak-anak perempuan mulai tertarik main balok).

Seseorang menyoroti bahwa sesungguhnya masalah yang dihadapi dunia arsitektur saat ini bukanlah dalam tahapan merayu para gadis agar tergiur menjadi arsitek, buktinya jumlah mahasiswi arsitektur cukup tinggi, melainkan dalam tahapan bagaimana membuat para arsitek perempuan bertahan di dalam profesinya dan mengambil izin arsitek.
Jika tujuannya promosi, sebenarnya yang harus jadi sasaran untuk membuat profesi ini tampak menarik adalah remaja.
Harus ada peringatan di kotaknya "mainan ini bagus untuk anak kecil tapi tidak dapat dijadikan gambaran akurat untuk remaja usia 16-22 yang sedang serius mempertimbangkan mengejar profesi ini."


Lomba Merancang Rumah Impian Ramah Lingkungan


barbie's roomSorotan paling kritis adalah terhadap maket yang menyertai Barbitect. Dengan bahan plastik pink yang sedemikian, bagaimana Barbitect diandalkan merancang rumah masa depan berkelanjutan?
Apalagi mengamati seleranya selama ini, dari rumah impian Ken® di Toy Story 3 yang bernuansa ungu, kuning krem dan biru muda elektrik, toko di Shanghai, sampai rancangan Jonathan Adler di Malibu menyambut ulang tahun ke-50 Barbie®, hanya lagak kemewahan pink norak dengan sentuhan dewasa narsis hedon hura-hura yang tampak, belum ada bayangan sosok perempuan mandiri yang tekun, apalagi konsep hijau sertifikasi LEED® (Leadership in Energy and Environmental Design).

AIA (Institut Arsitek Amerika) berusaha menengahi kontroversi ini dengan mencanangkan Lomba Merancang Rumah Impian Barbie Ramah Lingkungan sejak 16 Mei-27 Juni 2011, terbatas anggota AIA.

Mereka menekankan agar tidak terlalu serius menghadapi boneka ini, cukuplah sambil "bermain dan bersenang-senang" dan "think pink" sesuai dengan panduan dari Barbie sendiri:
  • Sebuah rumah kantor yang rapi dan cerdas adalah penting untuk setiap boneka. Dengan lebih dari 125 karir, saya perlu kantor luas yang dapat menampung peralatan canggih saya untuk pertemuan, kunjungan klien dan presentasi.
  • Saya suka menghibur maka saya perlu ruang duduk dan ruang makan yang terbuka dan terhubung, memungkinkan untuk berbaur dan mudah menghibur dari satu ruangan ke ruangan lain.
  • Dapur harus fungsional dan keren dengan peralatan mutakhir, meja besar dan banyak ruang untuk memasak. Saya juga suka cahaya alami di dapur saya sehingga wajib ada jendela. Saya koki yang lumayan ahli, lho!
  • Sebagai "fashionista" sejati, Anda bisa bayangkan perlu seberapa besar lemari saya! Saya memiliki busana dan perhiasan tak terbatas, maka saya perlu banyak ancak, rak sepatu dan kabinet yang dapat mudah diatur – berdandan setiap hari tidak boleh menjadi kerepotan.
  • Kamar mandi impian: ruang yang besar dan bergaya, dapat diakses dari kamar tidur utama dan ruangan lainnya.
  • Saya suka hewan dan saya memiliki lima ekor hewan peliharaan (termasuk jerapah) setiap saat. Sebuah halaman belakang yang luas sangat penting agar mereka dapat berkeliaran dan bermain!
  • Sebagai "Gadis California" asal Malibu, saya mengutamakan lokasi, lokasi, lokasi! Rumah saya harus memiliki pemandangan yang menakjubkan di halaman belakang dan menghadap laut.

"Alangkah jarang seorang perempuan tahu apa yang dia inginkan!"
Apalagi sebagai klien!
Eh? Kok malah jadi klien?
Lho lho lho, Barbie, bukankah kamu tahun ini lulus ujian jadi Arsitek bersurat izin, kenapa tidak merancangnya sendiri???

Tentu banyak rumah boneka yang dikategorikan ramah lingkungan, seperti ini, ini dan ini, tapi pastilah tak ada yang sudi memenuhi syarat-syarat di atas.

Lomba Merancang Busana Barbie Perusak Hutan Hujan


barbie rainforest destroyer

(25/06/2011) Tambahan pilihan 126 profesi, Greenpeace menawarkan karir yang lebih tepat, yaitu Barbie "perusak hutan hujan", lengkap dengan aksesori gergaji mesin dan buldoser pink.
Tak kepalang tanggung menyaingi AIA, mereka juga membuka CONTEST: Design a Rainforest Destroyer look for Barbie.
Pemenang akan memperoleh hadiah selembar kaos pink "Barbaric", bergambar siluet Barbie memegang gergaji mesin...
Kelemahan lomba ini, untuk mengikutinya peserta harus punya Barbie dulu, dong... Atau mungkin memang sasarannya adalah meningkatkan kesadaran para pemilik Barbie. Yang jelas saya tidak bisa ikutan.

Arsitek (dan Boneka) Ramah Lingkungan?


Karena dulu sibuk mengurus adik (yang mengaku-aku arsitek), dan adik-adik sepupu (juga kuliah arsitektur), saya sebenarnya tidak terlalu peduli terhadap boneka, hanya kebetulan menikmati pemberitaannya saja.

yotsuba&sepeda!Kalau anak-anak Anda membutuhkan teladan boneka, saya usulkan Yotsuba&! yang memang kisahnya beredar di seputar isu ramah lingkungan:
- Pemanasan Global
- Daur Ulang
- Ruang Terbuka
- Penghijauan
- Hemat Energi
- Bebas Polusi...
Nyaris hanya dialah satu-satunya boneka yang saya rela beli sendiri.

...

Masalahnya, berdasarkan peringatan di kotaknya, Yotsuba&! ini mainan untuk usia 15 tahun ke atas walaupun aslinya berusia 5 (tepatnya 10) tahun, sementara Barbie tercantum untuk usia 3 tahun ke atas walaupun aslinya berusia 20an (tepatnya 52) tahun... Aneh ya?

Kalau teladan arsitek, selebritas Bandung yang dielu-elukan oleh ikatan alumni SMA saya kayaknya sih sering juga pakai kaos kerah kura-kura dan kacamata berbingkai hitam, tapi sayangnya ia juga menjadi bintang iklan rokok, hal yang menurut saya bertentangan dengan konsep ramah lingkungan. Yang jelas, belum ada yang saya kenal terpikir untuk merancang rumah boneka.

Saya pun ingin membangun rumah Yotsuba, dan saya rasa IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) perlu juga menyelenggarakan lomba merancang rumah Unyil, rumah Cepot atau rumah siapalah boneka lainnya yang akan lebih mendukung pelestarian hutan hujan Indonesia.

Jumat, 20 Mei 2011

20 Mei: Drama Dokter

Terlepas dari kontroversi apakah Boedi Oetomo benar layak dianggap sebagai tonggak kebangkitan nasional atau tidak (sementara banyak orang Indonesia yang belum bisa membedakan antara Bung Tomo dengan dr. Soetomo), ilmu kedokteran memang termasuk ilmu yang paling membuka wawasan kemanusiaan, globalisasi, kesetaraan dan perdamaian, dan menggerakkan roda sejarah.

dokter jawa

Dulu, pendidikan kedokteran modern di Indonesia diterapkan hanya sekadar untuk meluluskan tenaga Mantri Cacar yang dibutuhkan Belanda mengatasi wabah penyakit di daerah terpencil. Namun begitu memperoleh sedikit pencerahan, para ilmuwan Indonesia ini tentulah menuntut kesempatan menggapai cahaya yang lebih luas dan merata.
Sebagai golongan yang paling terdahulu bersentuhan dengan modernisasi, mereka pun berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat bukan hanya di bidang kesehatan, melainkan juga melalui jalur pendidikan dan politik.
Sedemikian mulianya tugas berat ini. Jangan sampai peristiwa seperti kasus Prita terulang lagi. Untuk menggalang kesadaran di kalangan masyarakat maupun profesi, tentulah sejarah dan sepak terjang kedokteran perlu mendapat sorotan khusus...

teknologi canggih

Seorang rekan dokter (Panji) kemarin mengusulkan sinetron tentang "dokter perempuan tanpa make up di puskesmas daerah terpencil dengan pasien tak beralas kaki, jangan dokter spesialis ganteng dan kaya yang pasiennya cantik pakai BMW."
Uh, rasanya sudah pernah ada sinetron TVRI di masa keemasannya tentang itu. Dokter Sartika, diperankan oleh Dewi Yul. Tapi saat itu Dokter Sartika masih hidup di dalam suasana ideal: menjalankan tugas dengan mulus, obat selalu tersedia, sarana dan prasarana puskesmas cukup memadai. Kisahnya juga mungkin lebih ke soal cinta, belum jauh merinci hambatan/tantangan yang dihadapi di tempat terpencil, bagaimana mengatasinya dengan jiwa petualang yang tahan banting, dst.

terdampar di edo

Untuk membuat komik/sinetron kedokteran Indonesia yang menarik, patutlah meneladani resep manga/drama medis Jepang yang sukses.
Salah satu yang naik daun, J I N. Diangkat dari 20 jilid manga karya Murakami Motoka (2001-2010) hanya dengan sedikit koreksi alur cerita, drama ini tayang seri pertama di musim gugur 2009 dan pada musim semi ini berlanjut ke seri kedua. Bisa dibilang gabungan antara drama sejarah (a la Indiana Jones), misteri sedikit horor, fiksi ilmiah, kedokteran, chanbara (film samurai), dan... dibumbui taktik penyelesaian masalah a la MacGyver!

Seorang dokter bedah otak yang sedang kehilangan kepercayaan diri, menemukan sebuah tumor misterius berbentuk janin di dalam kepala seorang pasien gawat darurat, membuatnya menyelinap melalui waktu mendarat di zaman Edo, (20 Mei) 1862-1868!!!

di bawah sinar lilin

Walaupun masih merasa aneh dengan lingkungan sekeliling, ia segera mengikuti nalurinya untuk menyelesaikan berbagai masalah medis penyakit, cedera dan wabah yang muncul di hadapannya dengan memanfaatkan segenap pengetahuan medis modern yang ia miliki dan menyesuaikan diri dengan keterbatasan peralatan. Dan kita pun dikejutkan dengan adegan-adegan penanganan medis yang ajaib, yang membuat kita penasaran akan kebenaran ilmiahnya (antara lain membuka batok kepala layaknya membuka batok kelapa...)

batok kepala

Tidak ketinggalan ia tekun berinovasi melakukan rekayasa alat infus dengan teknologi yang ada saat itu, maupun produksi penicillin sekian puluh tahun mendahului penemuan antibiotika tersebut di dalam sejarah kedokteran Eropa!
(Walaupun saya sendiri jadi bertanya-tanya, bukankah di satu sisi antibiotika justru menimbulkan berbagai masalah kesehatan? Seandainya antibiotika tak pernah ditemukan, misalnya langsung mengembangkan probiotika atau meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara lain, apakah kedokteran saat ini bisa mengatasi masalah yang dihadapi di masa itu?)

penemuan penicillin

Ketulusan hati dan kesungguhannya segera membuat warga kota Edo terutama kalangan dokter di sana memandangnya dengan rasa takjub dan hormat, dan ia pun mulai nyaman hidup di zaman itu.
Perkenalan dan persahabatannya dengan Sakamoto Ryoma, seorang tokoh revolusi Meiji, membuatnya semakin mempertanyakan, apa tujuan nasib mendamparkannya di masa ini, apakah pisau bedahnya mampu mengukir sejarah baru? Apa dampak terhadap hidupnya sendiri? Terhadap masa depan pelayanan kesehatan Jepang?
(Tentu saja, pertanyaan itu sebenarnya hanya penyederhanaan dari sebuah pertanyaan paling mendasar dalam sejarah umat manusia... Untuk apa kita menjalani hidup dan memutuskan berbagai pilihan, seandainya garis takdir ternyata sudah ditentukan sampai terperinci di langit ketujuh?)

foto bersejarah

Kisah cinta juga digarap dengan serius, walaupun hanya bumbu dari ketegangan kasus medis dan sejarah yang melingkupinya, namun menjadi bagian tak terpisahkan dari alur cerita pencarian jati diri...
(Seolah menyadarkan kita kembali, dokter yang tulus tidak akan hanya "bermain-main dengan pasien wanitanya sebagai pengisi waktu dan melakukan aborsi sebagai usaha mencari nafkah yang mudah" -pendapat Ikatan Dokter Eropa terhadap dokter akademis Indonesia zaman kolonial...)
Cinta segitiga platonik yang terjegal rentang waktu, antara sang dokter dengan sang tunangan di masa depan yang mati suri akibat kegagalannya mengoperasi, dan dengan sang asisten, seorang putri samurai yang setia membantu sambil belajar di sampingnya. Uuu mengharukan!

terbenam

Drama ini cukup indah dari segi artistik, sorotan yang menawan, musik yang sendu, cerita yang memukau... Para pemeran benar-benar tampil handal dan "alat peraga" operasi yang tampak sangat nyata berdarah-darah dan membuat kita turut merasakan ngilu-ngilu menontonnya.
Dokter Jin dalam manga sebenarnya brewokan, namun pemilihan Osawa Takao yang sudah cukup lihai memerankan tokoh semacam ini (lihat "Hoshi no Kinka" di bawah ;p), saya rasa adalah keputusan yang sangat tepat.

Kesimpulan dalam drama ini, "Tuhan hanya memberikan kepada manusia cobaan yang dapat diatasinya..." (#eh: jadi kalau tidak dapat diatasi, artinya bukan cobaan lagi, tapi azab kan ya heheheh.)

usus buntu

Di Jepang kisah medis sangat dinikmati dan menjadi genre standar budaya manga, kabarnya kurang lebih ada 173 judul manga yang menyoroti dokter dan pekerja medis lainnya, isu-isu malpraktik, dll. Alur cerita cukup nyata karena diproses melalui studi pustaka dan lapangan yang cermat, penggambaran terperinci dan hasilnya diperiksa oleh dokter asli. 10 persen telah diangkat sebagai drama, film dan animasi.
Orang pun berempati dan merasa dekat dengan dokter, tidak lagi memandang mereka sebagai ahli pekerjaan yang suci. Diharapkan juga kepopuleran karya semacam ini berpengaruh terhadap pilihan karir anak muda dan membantu mengisi kekurangan tenaga kedokteran. Karena mengagumi tokoh tertentu bisa mencetuskan ketertarikan terhadap profesi medis...

andonat

Seandainya bisa mengolah sejarah kedokteran Indonesia dijalin dengan pergerakan kebangsaan sumpah pemuda dan proklamasi kemerdekaan, dengan alur cerita semacam tetralogi Bumi Manusia (si Raden Mas Minke sempat sekolah di STOVIA juga kan?) melalui resep "an-donat"nya Jin (yang manjur menyembuhkan beriberi, wabah penyakit di Indonesia yang sempat mengantarkan Eijkman meraih Nobel) ini, hmmm... Alangkah...
***

Beberapa manga/drama kedokteran lain yang patut disebutkan:
Jin, Black Jack, Monster

Black Jack (Manga 1973-83, Anime 2004-06)

Karya fiksi ilmiah dewa manga Jepang, Tezuka Osamu, mencerminkan latar belakang pendidikan tingginya di bidang Kedokteran Universitas Osaka, dan impiannya untuk menjadi seorang dokter tanpa surat izin yang bebas menyembuhkan gratis dan menolong orang lain tanpa terikat pakem peraturan modern. Persaingannya dengan seorang dokter euthanasia menyampaikan bahasan menarik tentang pilihan hidup atau mati.

Black Jack ni Yoroshiku (Manga 2002-..., Drama 2003)

Saitou adalah seorang dokter muda yang baru lulus. Memulai karirnya sebagai seorang dokter ia menemukan ada lebih banyak hal di balik profesi ini daripada apa yang dikira orang. Sebuah drama yang menegangkan tentang sisi gelap dari dunia medis.

Iryu- Team Medical Dragon (Manga 2002-2011, Drama 2006, 07, 10)

Kisah ini menyelami kerja keras dokter bedah jenius, Asada Ryutaro, yang dianggap sebagai pembelot karena metodenya yang tidak biasa, dan perjuangannya merevolusi cacat cela pada sistem rumah sakit Jepang yang korup dan tidak efisien, tidak dirancang untuk benar-benar merawat pasien.

Code Blue (Drama 2008, 09, 10)

Sistem Dokter Helikopter telah diresmikan di Jepang bulan Juni 2007. Satu tim medis dikirim ke pasien dengan helikopter untuk memberikan perawatan di lapangan secepat mungkin. Empat dokter muda ditugaskan di sini dan mengalami situasi traumatis, menyaksikan kerapuhan hidup, dan tumbuh sebagai pribadi dan profesional.

Nurse no Oshigoto (Drama 1996, 97, 2000, 02)

Sebuah drama komedi tentang hubungan perawat ceroboh Asakura Izumi dengan senior pengawas dan rekan kerjanya. Kegagalan demi kegagalan dia alami, namun keceriaannya memberikan dorongan semangat hidup bagi para pasien (perwatakannya semacam Candy-candy lah kali ya.) Lambat laun Izumi semakin terbiasa dengan profesinya dan memperoleh kepercayaan diri.

Dr. Koto Shinryojo (Manga 2000-..., Drama 2003, 06)

Dokter bedah muda terkemuka meninggalkan rumah sakit bergengsi di Tokyo dan pindah ke klinik di pulau terpencil di selatan Jepang. Para penduduk desa punya pengalaman buruk dengan dokter-dokter sebelumnya sehingga tidak menyambutnya dengan baik. Namun dengan sikap tulus dan bertanggung jawab dia dapat menjalin hubungan baik dengan satu per satu pasiennya.

Hoshi no Kinka -Die Sterntaler- (Drama 1995, 96)

Di sini Osawa Takao muda juga berperan sebagai dokter bedah otak yang kehilangan ingatan ketika pulang ke Tokyo dari tempat kerjanya di desa terpencil. Tunangannya, seorang perawat tunarungu mencarinya dan malah berkenalan dengan adiknya (Takenouchi Yutaka), seorang dokter juga yang selama ini merasa tersaingi oleh sang abang. Intrik perebutan kepemimpinan rumah sakit dibalut pengkhianatan dan perselingkuhan mewarnai sinetron cengeng ini.

Shiroi Kyotō (Novel 1965, Film 1966, Drama 1978 & 2003)

Perbandingan kontras antara kehidupan dua dokter mantan teman sekelas yang kini bersaing sebagai asisten profesor di Rumah Sakit Universitas Naniwa Osaka. Dokter bedah brilian Zaizen Goro berambisi meraih jabatan kemahsyuran dan kewenangan, sementara Satomi Shuji yang ramah dan rendah hati menyibukkan diri dengan para pasien dan risetnya.

Monster (Manga 1994-2001, Anime 2004-05)

Kisah thriller seorang dokter bedah otak Jepang jenius yang meniti karir menjanjikan di Jerman. Ketika ia memilih untuk menyelamatkan nyawa seorang pemuda daripada sang walikota, ia kehilangan segalanya: reputasi, karir, tunangan, kehidupan normal, malah menjadi buronan tertuduh pelaku serangkaian pembunuhan misterius. Untuk menebus kebimbangan akan apakah keputusannya saat itu benar atau salah, ia mengikuti jejak sang pasien dan menyingkap rahasia konspirasi besar di balik runtuhnya tembok Berlin, sambil menemukan betapa diskriminasi SARA masih tegak di antara batas-batas kenegaraan di seluruh dunia.

infus
dst... Saya belum memperbandingkan dengan komik maupun serial televisi Amerika karena jam terbang menonton masih kurang. Tapi saya rasa setidaknya ini saja sudah cukup menjadi referensi yang bagus untuk *dijiplak* sebaik-baiknya...

Bagi peminat menonton JIN bisa unduh (musim 1 - 11 episode) dan (musim 2 - 11 episode).

NB. Tulisan ini disusun sekalian mengenang Alm. Dr. Saiful Anwar (1905-1976), Alm. Prof. MW Haznam (1924-2008), dan seluruh warga sekampung yang berdedikasi terhadap profesi kedokteran.
dokter-dokter KG