Tampilkan postingan dengan label tualang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tualang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2022

Baca Komik Koleksionista

Setelah (((detoks webtoon))) ronde 1-4 dan ronde 5-7 yang lumayan lancar, kasus buku ronde 8 membuat peminjaman berikutnya diwarnai drama, tapi tidak sia-sia karena ini karya bergambar menakjubkan.

Ronde kesembilan

Semacam koleksi sketsa masyarakat adat berbagai pelosok dunia yang dimeriahkan oleh arsiran kusut masai terpelintir ✏️

Karya komikus Italia panutan abad lalu, alur ceritanya seperti pas-pasan hanya untuk mengantar kita ke tempat dan adat yang eksotik, kurang gamblang dalam meluncurkan kritik. Tapi mungkin saja memang disengaja untuk memicu pembaca berpikir 📜

Tokoh utamanya makhluk misterius yang menyebalkan. Bertekad kuat, berani menempuh marabahaya asal menang dalam segala cara demi mencapai keinginannya. Entah bagaimana dia merasa berhak mengumpulkan pernak-pernik aneh bin ajaib bekas pakai tokoh-tokoh sejarah raja/panglima/kepala suku berpengaruh sepanjang zaman. Sekali incaran diperoleh, akan disembunyikan untuk kepuasan pribadi tidak untuk dipajang atau dipamerkan kepada siapa pun. Terkadang benda itu dapat memberinya kekuatan magis 🧿

Biaya untuk berburu koleksi didanai melalui pengerukan sumber daya alam kehutanan, peternakan, perkebunan, dan jasa transportasi. Bisa-bisanya dia punya banyak kawan suku terasing, pasti karena tebar pamrih obral senjata. Dia membantu beberapa pihak dalam melawan penjajahan, tapi bertindak dalam pola penjajah juga, orang-orang romawi memang gila 🎩

Nyaris satu-satunya wanita yang muncul adalah tokoh antagonis pada Bab 3, keturunan orang Indonesia yang berebut air mata Timur Lenk dengan sang koleksionista. Pada bab ini, sang koleksionista dipandu orang Bugis melacak hutan belantara sekitar Pulau Morotai, tertangkap oleh orang Dayak upahan, nyaris ditelan komodo, lalu menjegal lawannya ke Afganistan. Pada bab-bab lain, dia beredar ke Amerika, Afrika, Irlandia, Selandia Baru, dan Himalaya 🏯

Pada bab 5, sang koleksionista memutuskan hubungan yang membahayakan nyawanya dengan si wanita untuk selama-lamanya, membuat saya agak kalang-kabut dihantui kecemasan jangan-jangan buku ini juga menjadi ronde terakhir 🙀

#bacakomik #dirumahaja #danboard #danbogram #danbography

Rabu, 06 Juli 2022

Hosteladan Rumah Yotsuba

Setelah tertatih-tatih menjalankan bisnis ini di tengah pandemi, akhirnya kami mendapatkan medali kebanggaan HosTeladan 🏅
Terima kasih kepada para tamu yang memberi ulasan bagus, serta kepada para keluarga, tetangga, maupun kolega yang turut wara-wara tentang penginapan kami kepada rekan-rekan masing-masing 😽

Banyak cerita kalang-kabutnya pindahan gusuran setiap ada tamu keluar-masuk, kami cenderung tetap bermarkas di sini karena rumah ini masih paling strategis untuk bekerja, letak persis di belakang kantor dan mudah akses ke tengah kota. Kucing-kucing pun masih merasa ini daerah kekuasaan mereka, sehingga walaupun diajak ke tempat lain akan selalu mencari peluang untuk kembali ke dalam. Untuk itu, sejak awal ada peringatan bahwa rumah kami terjajah kucing. Untungnya banyak juga tamu yang senang dengan keberadaan mereka.
Ada pula cerita menolak-nolak calon tamu yang berencana datang bersama pacar. Walaupun ada ketentuan indiskriminasi, kami bisa berpegang pada peraturan kota yang melarangnya.

Tamu terakhir, Dewi, kebetulan adalah anak LFM sahabat dari rekan-rekan geng KineMala. Dia sekeluarga menjadikan rumah kami sebagai pengalaman pertama menggunakan AirBnB. Anak-anaknya sangat menikmati membaca koleksi komik kami terutama Yotsuba&! lalu penasaran ingin ikut mencoba menyapu jalan sehingga kami menyelenggarakan AirBnB experience baru: sweep away.
Sebelumnya di tahun lalu ada juga Angga sekeluarga, adik angkatan di KANST, untuk berlebaran tanpa terlalu merepotkan orang tua. Mulanya sulit mengenali karena dia memesan dengan nama aslinya yang panjang a la bangsawan.
Semuanya hanya kebetulan menemukan rumah ini lewat pencarian dan mengenali kami sebagai tuan rumah. Berarti sudah saatnya lebih mengiklankan rumah ini ke lingkaran-lingkaran dekat yang barangkali berminat, karena tentunya ada perasaan lebih aman menitipkan barang pribadi kita kepada teman sendiri.
Sebenarnya ini juga merupakan kesempatan bagus untuk menambah kenalan baru, namun karena pandemi kami meminimalkan interaksi, dan masih ada perasaan bahwa seharusnya saya mencurahkan perhatian lebih banyak kepada kenalan yang sudah lebih akrab ...

Kamis, 24 Februari 2022

Jambak

Jambu malaka/malay rose apple
(Syzygium malaccense) 🌹🖤🍎🌳

Semakin hitam semakin manis
Tanaman pribumi yang tersebar alami di Malesia dan Australia ini konon telah ribuan tahun lalu diangkut ke Oseania.
Di Jawa menurut @wintjescake dan @delajaskara disebut sebagai "jambu dersono". Tapi gara-gara sejak 1793 diperkenalkan ke Karibia, kini di lapak daring dijual sebagai "jambu bol Jamaika" 🤦🏾‍♀️

Kata @akumasjok, pada masanya djamboe bol sempat merupakan jenama rokok legendaris di Kudus. Namun karena tidak ada keturunan yang dipersiapkan mewarisi usaha ini, apalagi kalah saing dengan Djarum dkk, lambat laun bangkrut sampai menyisakan masalah perburuhan yang berlarut-larut.
Sebungkus rokok djamboe bol antik saat ini bisa mencapai Rp2,5 juta, orang-orang Kudus memang gila

#manzanadeagua #pomarosa #pomerac #jambubol #jambujamaika #malayapple #malayroseapple #otaheiteapple #pinksatinash #mountainapple #plumrose #syzygiummalaccense #ohiaai #indonesiamakanbuah
#マレーフトモモ #ヤマリンゴ #マウンテンアップル #フトモモ科 #フトモモ属 #インドネシア

Kamis, 20 Januari 2022

Gusjigang

Ceritanya pada suatu pagi sebelum malam natal, geng Kinemala markipik markinon mengajak saya jalan-jalan ke Kudus tanggal 14. Sebenarnya mereka mengajak adik saya sih tapi karena beliau sibuk di awal tahun, mungkin saya hanya serep untuk melengkapi jumlah orang supaya lebih ringan berbagi biaya ahhaha hiks.

Sepertinya geng ini selalu berhasil mewujudkan acara sekadar kopdar sampai piknik jauh bukan sekadar wacana ya? Karena wacana yang belum kesampaian justru adalah menelurkan karya bersama.

***

Pesertanya beda angkatan semua, tapi sejak saya pulang kampung, ikut bergaul seolah-olah kita sudah melintasi benua mengarungi samudra bersama ...

R 97, pejabat ASN penggemar telur pecah yang haus cuti, ketua cewek membanggakan pada masanya, yang sepertinya masih bercita-cita menciptakan sebuah gebrakan komedi situasi
S 99, teman satu kemah waktu tanggap bencana, penulis naskah berbakat yang pernah menang piala citra
V 99, pegiat reuni di SMA, kohai andalan yang selalu siap sedia menyetir untuk blusukan ke berbagai pelosok tempat wisata
Disusul oleh I 00 yang pernah bantu saya bikin skenario animasi buat kantor, kemudian menyusun film buat mantan bos saya sampai menang citra. Dia membawa keluarga dan bergabung di jalur mendekati Demak
Teman-teman yang tidak bisa pergi selain adik saya adalah B 98, pengelola ruang baca/nonton yang baru menerbitkan buku-buku kumpulan tulisannya
W 96, mantan sekretaris ekskul kami yang punya berbagai sumber daya
Tujuan kami adalah mengunjungi J 98, seorang teman LFM angkatan adik saya yang mengalami sendiri kehidupan bak sinetron Indosiar dalam berbagai judul ajaib.

***


Kudus sebuah kota yang unik, dibangun dengan fondasi agama dan ekonomi yang saling berkelindan. Terobosan-terobosan usaha dagang dan periklanan ada semua di sini. Berbagai pengaruh dari luar diinternalisasi menjadi khas pribumi. Sepertinya sejak kembali ke kampung halamannya, J menyadari betapa hal-hal ini patut dibanggakan. Kapan-kapan perlu dijabarkan satu per satu. Kapan-kapan mungkin bisa menjadi bahan untuk digarap bersama geng KineMala.





Minggu, 30 September 2018

Prasasti Tiga Bahasa

2500 tahun lalu, para penakluk dunia sudah menulis prasasti dalam tiga bahasa berjajar sekaligus ... namun 25 abad kemudian, manusia masih tak sudi saling memahami
二千五百年前、世界の征服者たちはすでに碑文を3つの言語で並べて書きました ... しかし、二十五世紀を過ぎて、人々はまだお互いを理解したくない
2500 years ago the conquerors of the world had written inscriptions in three languages in a row ... yet 25 centuries passed, people were still unwilling to understand each other
📚📜🖋️📍
#aksarapaku #cuneiform #楔形 #internationaltranslationday #haripenerjemahaninternasional #国際翻訳日 #penerjemah #jurubahasa #translator #interpreter #翻訳者 #通訳者

Dikirim oleh Kanti Anwar pada Sabtu, 29 September 2018

Minggu, 17 Juni 2018

Sajak Utas Kantih


yang kapas mari dipintal,
yang benang mari dirajut,
yang silang mari ditenun,
yang polos mari disulam,
yang lepas mari disimpul,
yang putus mari disambung,
yang kusut mari diurai,
yang burai mari diikat,
yang rumbai mari diobras,
yang cabik mari dijahit,
yang aus mari ditisik,
yang bolong mari ditambal,
🍀👘🎀😇🙏


© Idulfitri 1439 H BambuMuda

Sabtu, 08 April 2017

Kuartet Petrushka

Petrushka sisihkan hasrat cemburu
Kasihmu pilih moro berlagu
Damaikan kalbu abaikan seteru
Duduk termangu bertopang dagu

= penggal kuartet
Soneta Astrajingga
@bambumuda 2015

Mengenang Vaslav Fomitch Nijinski
(12 Maret 1889 - 8 April 1950)
💃 🎭 🃏

: sosok yg kami curigai sebagai ilham patung monumen cendekiawan Bandung itu lho
...

http://bambumuda.blogspot.co.id/2016/07/ari-anjeun-saha-lain-nijinsky.html

Sabtu, 17 Desember 2016

Jangan Berkedip!

Cerita suatu akhir pekan, mampir menikmati kerindangan taman,
sedikit terpapar kilas balik sejarah, sekalian ziarah.
Tugu peringatan sosok yang bukunya menjadi tugas bacaan wajib diklat.


Konon sekitar setengah abad yang lalu, tokoh yang sempat diperankan NS ini, bersama AR seorang politisi gagal, bertiga dengan ayah saya mendapatkan penghargaan sebagai para penulis mahasiswa revolusioner berpengaruh pada masanya.


Yang terkenang sepanjang jalan, malah potongan adegan
serbuan patung malaikat
jangan berkedip jangan berpaling ahhahahahah
pencapaian sinema elektronik londo



Jumat, 27 November 2015

Minas Tirith


Peristiwa jebolnya waduk di Minas Gerais awal bulan ini otomatis menjadi salah satu bahan obrolan basa-basi sepanjang jalan di Rio, antara lain bersama teman lama (alumni Gaidai), aki-aki supir taksi (yang mengantar berkeliling), tanteu-tanteu keturunan Isaura (yang tiba-tiba mengagumi model sepatu saya saat berpapasan di jalan), dan abang-abang bermata elang (yang menawarkan diri untuk membantu jepretkan kamera karena ngga tega melihat gaya selfie saya yang menyalahi gravitasi).

"Vale dan BHP Billiton beroperasi di Indonesia juga 'kan, ya?" Demikian rata-rata tanggapan mereka, memicu pembicaraan sedikit lebih panjang lagi, berselang-seling dengan kisah kasus hukuman mati warganegara Brasil penyelundup narkoba awal tahun ini yang menyebabkan bekunya hubungan diplomatik kedua negara, Dubes Indonesia ditolak di sana sedangkan Dubes Brasil ditarik dari Jakarta (syukurlah visa saya tetap terbit dengan lancar).

Air limbah lumpur beracun yang tertumpah tanpa mekanisme peringatan apa pun, akibat jebolnya dua bendungan tambang di bawah perusahaan patungan antara kedua perusahaan tersebut, telah memusnahkan satu kota, menewaskan 9, menghilangkan 19, mengungsikan 600, dan menghilangkan sumber air bagi 250 ribu warga, membasmi ikan sungai Doce, dan kini telah mengalir ke muara, mulai mengeruhkan Samudera Atlantik.

Sebelumnya, perkebunan kopi, peternakan susu, dan wisata air panas di daerah tersebut juga sudah lama terganggu akibat banjir dan kekeringan ekstrem yang merupakan dampak kegiatan pertambangan. Padahal, dewan perwakilan rakyat Brasil saat itu malah sibuk memperdebatkan undang-undang untuk memberi keringanan penerapan peraturan lingkungan terhadap "proyek-proyek infrastruktur strategis demi kepentingan nasional" termasuk pertambangan!!!

Brasil mendapatkan pengalaman yang menyakitkan akan perlunya revisi UU Minerba yang memperketat peraturan lingkungan. Selama ini, usulan revisi masih berkutat tentang bagaimana meningkatkan penerimaan negara, mengundang banyak investasi, pemotongan birokrasi prosedur untuk keberlangsungan produksi; pelelangan lahan, pembentukan badan regulator independen ... Tidak jauh beda dari Indonesia.

Semoga ini menjadi cermin penyadaran bagi Indonesia yang di satu sisi sedang menata ulang peraturan pertambangan dan di sisi lain menggenjot proyek pembangunan 49 waduk di seputar Indonesia.

Vale, salah satu perusahaan yang terlibat (yang dalam sejarah asal-usulnya justru mengambil nama dari lembah Rio Doce yang kini tercemar tersebut), adalah kontrak karya pertama di Indonesia yang telah sukses renegosiasi pasca UU Minerba 2009 dan tampak cukup mengambil hati rakyat sekitar tambang-tambangnya di Sulawesi, walaupun menurut kesan pemda yang pernah saya wawancarai, Vale sekadar pengusaha properti yang dicurigai akan menyewakan kembali tambangnya ke pihak-pihak lain.

Sementara yang satunya lagi, BHP Billiton, perusahaan tambang terbesar di dunia (yang dalam sejarah asal-usulnya dari perusahaan timah Belanda di pulau Belitung kita, sebelum menjangkau berbagai penjuru dunia dan bergabung dengan perusahaan Australia) kini sedang kencang menggenjot pertambangan batubara di Kalimantan Tengah, mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologi jantung Borneo.

Tentulah perlu kajian ulang lebih mendalam terhadap izin dan kontrak mereka dan segenap perusahaan tambang lainnya di sini, apakah ada jaminan pengaman yang memadai, apakah studi kelayakan sudah memperhitungkan mahalnya potensi kerugian akibat dampak sosial dan lingkungan sebelum memutuskan untuk menambang.

Satu catatan lain, Presiden Brasil kabarnya menandatangani keputusan penetapan bencana alam agar dapat mengakses dana tanggap darurat, namun pengusutan hukum tetap dapat berjalan terhadap perusahaan tambang yang bertanggung jawab (lah lalu apa masalahnya dengan pemerintah Indonesia yang menahan-nahan dalam kasus asap, tapi ceroboh dalam kasus Lapindo, kemarin dulu itu dong, ya?)

PENAFIAN:
- Gambar di atas itu tidak ada hubungannya dengan Minas. Itu pemandangan yang terbentang di hadapan saya selama empat petang di Niterói, dengan cuaca yang sedikit berubah tiap harinya.
- Informasi yang terkandung dalam catatan ini hanya berdasarkan obrolan ngalor-ngidul saya dengan orang-orang ga penting numpang lewat tersebut di atas. Belum menyelidiki lebih lanjut. Barangkali bisa dicocokkan dengan berita-berita media massa.


BBC Indonesia majalah: 2015/11/15 Lumpur Racun Brasil
smh.com.au: BHP says Indonesia wants Borneo coal to be mined
Beritasatu: Ekspansi mundur, serapan capex Vale Indonesia rendah
Deutsche Welle: Bendungan Raksasa dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat
Tempo: 2010/08/09 Ratusan warga Pesawaran Lampung keracunan merkuri
OHCHR: Brazilian mine disaster: “not the time for defensive posturing”
BBC.com: 2015/11/28 Brazil to sue Samarco mining firm for $5.2bn 


3 weeks ago, a mining disaster in Brazil resulted in a massive mudslide that dumped 50 million tons of toxic waste into...
Posted by United Nations Human Rights on Wednesday, 25 November 2015


Brazil's Doce River Is Full of Dead Fish
Dead fish and devastated fishermen: Brazil's Doce River after one of the worst mining disasters in the country's history.
Posted by AJ+ on Wednesday, 25 November 2015

Kamis, 19 November 2015

Meu Rio

Mampir di kantor LSM imut Meu Rio, staf-stafnya muda-mudi keren ke kantor bersepeda, dengan bangga memperkenalkan jati diri sebagai "generasi milenium" usia 18-30 tahun yang walaupun sléngéan tetaplah lebih cerdas canggih berwawasan daripada pendahulunya.



Mereka memahami kesetaraan hak dan kewajiban, dan sudah tercerahkan bahwa dalam menghadapi keterbatasan sumber daya, tersedianya akses publik jauh lebih penting daripada kepemilikan. Mereka menyadari betapa demokrasi harus ditegakkan bukan sekadar dengan memberi suara di pemilu sekali lima tahun, melainkan melalui keterlibatan sehari-hari dalam memperkecil kesenjangan sosial.

Satu hal lagi yang mengagumkan, mereka dengan terbuka tidak hanya menceritakan kesuksesan, tetapi juga becermin dari kegagalan, misalnya upaya melakukan konferensi pers yang cukup didengar oleh para pengambil kebijakan, tetapi sama sekali tidak menggugah masyarakat untuk berpartisipasi. Mereka segera menyadari bahwa media konvensional tidak mendapat tempat di khalayak umum, sehingga media sosial lebih layak diandalkan.

Mereka pun mengembangkan perangkat media sosial untuk menggalang gerakan masyarakat, yang kini telah ampuh mendorong sekitar 200 ribu anggota berbagai kalangan turut mengawal aneka aspek urban perkotaan: sanitasi, transportasi, penyelamatan bangunan bersejarah, pencegahan kekerasan polisi terhadap warga, dll.

Setiap warga dapat proaktif mengajukan suatu masalah yang sedang dihadapi, yang lain mengerubungi untuk membahas dan membantu secara interaktif, kalau ada isu yang sama bisa menggabungkan kekuatan menggalang massa. Isu yang paling mendesak didahulukan agar dapat dengan kekuatan penuh menekan pemerintah untuk mendukung atau mengubah suatu kebijakan. Hanya satu pantangannya, yakni dilarang memakai perangkat ini untuk mengusung kampanye yang bersifat SARA.

Perangkat ini tersedia open source, terbuka untuk dioprek oleh siapa pun yang ingin menerapkan gerakan semacamnya di kota masing-masing. Meu Rio menyediakan pelatihan dan berbagai dukungan profesional, sebagaimana dijelaskan melalui situs di bawah ini.

Mungkin di Indonesia juga sudah banyak prakarsa serupa, mari berbagi pengalaman, gagasan, peluang, tantangan, keberhasilan maupun kegagalan, supaya selalu ada perbaikan dan perluasan jejaring pergerakan.

http://ourcities.org/
http://www.nossascidades.org/en/founders

Jumat, 17 April 2015

Sepeda Tambora

Letusan Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, 5-17 April 1815, 200 tahun lalu, adalah salah satu bencana terbesar yang tercatat dalam sejarah. Letusan ini memusnahkan peradaban kerajaan-kerajaan di sekitar, menelan puluhan ribu korban, serta berdampak pada perubahan iklim global, wabah penyakit, dan gagal panen.

Peristiwa "Tahun tanpa Musim Panas" yang mendung, gelap, lembap berkepanjangan di Eropa akibat letusan tersebut menggugah Mary Shelley mengarang "Frankenstein" sementara Polidori menulis "The Vampyre", acuan genre sastra gothik horror modern yang berkembang biak sampai menjadi Sookie atau Twilight.

Kerajaan-kerajaan Nusantara pun sibuk menghadapi Belanda yang kembali setelah Inggris angkat kaki akibat kekalahan perang di Waterloo.

Teman saya Djatjk mencolek juga bahwa sepeda pun tercipta akibat peristiwa ini. Kuda-kuda mati kelaparan, sehingga umat manusia terdesak untuk merekayasa mesin penggantinya.



Minggu, 15 Maret 2015

Kilometer 0 NKRI

Ini pemandangan di depan monumen "kilometer nol" palsu, untuk menandai titik paling barat laut Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didirikan di Pulau Weh untuk keperluan wisata. Aslinya masih ada lagi pulau terluar bernama Pulo Rondo sekitar 25 kilometer dari tempat ini. Namun, pulau tersebut juga terletak di bawah administrasi yang sama, yakni Kota Sabang.


Kilometer 0 NKRI
Posted by Kanti Anwar on Day o' the Sun, Marrrch 15, 2015

Senin, 03 Maret 2014

Lahong dan Elai

Akhirnya jumpa lagi, buah langka yang didamba.
久しぶりに幻の珍果物。
At last I found the desired rare fruits once again.


Sepupu Durian. Ketika matang jalur belahan muncul sehingga mudah dibuka tanpa menggunakan pisau.
ドリアンの従弟達。成熟すると切断経路は表れて、ナイフも使用せずに簡単に開けることができる。
Cousins of Durian. When mature some pathway appears so that it is easily opened without a knife.

Lahong: kulit merah gelap, duri panjang runcing. Daging tipis tapi wanginya agak khas, eksotis. Tidak dibudidayakan, tumbuh liar di hutan.

ラホン:赤黒い皮、長くて尖った刺。果肉は薄いが、香りは典型的エキゾチックなもの。あまり耕作されなく、森の中に自生。

Lahong: Dark red skin, long pointed spines. The meat is thin but with more exotic fragrance. Not cultivated, grows wild in the forest.

...

Elai: warna daging jingga, duri kecil. Rasanya ajaib, manis sedikit asam, entah kenapa mengingatkan pada rasa dodol buah kesemek jepang.

ライ:果肉は橙色、刺が小さく。甘くて少し酸っぱい、不思議な味で、何となく日本の干柿を連想させる。

Elai: orange meat, small spines. Wonderful taste, slightly sour sweet, somehow remind me of the flavor of dried Japanese persimmon fruit.

...

Minggu, 26 Mei 2013

Pasar Terapung

Pasar terapung yang meriah, tujuan wisata wajib di Kalimantan Selatan. Mendorong kita untuk merenungkan kembali, mengapa kita mengabaikan adat-istiadat kuno yang membanggakan sebagai putra samudra dan putri sungai, kini malah memuja jalan beton membosankan yang melindas kura-kura menyeberang.
*Belasungkawa atas gepengnya kura-kura di tengah jalan (;_;)

The wonderful Floating Market. A definite must see in South Kalimantan. Makes us ponder on why we have since neglected...
Posted by Kanti Anwar on Satarrrday, Month o' May 25, 2013

Selasa, 17 Juli 2012

Diet Kantong Plastik

Setelah tas jala kesayangannya suatu saat jebol, Ayah saya beredar ke mana-mana sampai akhir hayatnya menggunakan kantong plastik yang dia kumpulkan bekas belanja dari berbagai sumber ("departement store" dan "supermarket"), berlapis-lapis agar tidak basah membawa kertas-kertas kerjanya. Hanya diganti kalau sudah sobek atau pegangannya sudah terlalu menghitam oleh daki. Mungkin itu adalah bentuk usahanya menghemat barang dan mendaur ulang.

Kini, dengan semangat ramah lingkungan (tapi tetap konsumtif???) saya justru berusaha mati-matian menghindari penggunaan kantong plastik, dan mencemplungkan belanjaan langsung ke ransel (berhubung untuk menyediakan tas belanja khusus pun nggak ngemodal, sementara sarung buat gembolan sedang saya pakai sebagai pengganti rok menutupi celana panjang). Hal ini sehari-hari berjalan cukup lancar, sampai suatu saat saya mengunjungi daerah Jawa Timur.

Di tiga dari empat kota yang saya singgahi berturut-turut (Bojonegoro, Gresik, dan Surabaya) setiap kali saya membeli sesuatu untuk keperluan pribadi ataupun oleh-oleh, dan menolak kantong plastik yang disodorkan, entah kenapa para penjaga warung selalu panik (???)
...
Kurang lebih mereka mengucapkan alasan yang sama:

"Pamali mBak, nanti susah jodoh!"

Setelah misuh-misuh tidak rela dipanggil mBak-mBak dengan sia-sia secara ini di Jawa Timur, beberapa hal terpikirkan:

  1. Apakah tabu ini sudah ada dari zaman dahulu kala, tapi yang disodorkan adalah NOKEN, bukan kantong plastik misalnya? Atau baru ada sejak benda bernama kantong plastik tercipta?

  2. Apakah tabu ini mendunia, atau hanya berlaku di Jawa Timur sebagai salah satu sentra industri plastik? Rasanya selama di peredaran Bandung-Jakarta gak pernah ada yang sedemikian tegasnya memaksa.

  3. Apakah saya tampak begitu awet muda, atau ternyata ada cap jomblo di dahi, sehingga mereka langsung hantam menakut-nakuti dengan ancaman itu? Padahal saya sedang pakai baju a-la bu hajjah ...

  4. Kalau memang ancaman ini benar-benar berlaku, jadi apakah sesungguhnya selama ini kejombloan saya adalah harga tebusan demi keteguhan bergaya hidup ramah lingkungan??? #eeaaa

Kampanye Greeneration, Epicentrum Walk, Oktober 2010

Minggu, 01 April 2012

Fire Boys Hyper Rescue 「め組の大吾」

Yang jadi bintang iklan adalah anggota tim hyper rescue Tokyo, Matsuda-san yang biasa dipanggil Nihon-no Naryo-san oleh rekan-rekan Indonesia karena mengambil peran Pak Naryo yang melatih di Ciracas.

Rabu, 04 Agustus 2010

Beta Kanti, Rujak, wa, ne

... irama ganggang dan api membakar pulau...

Bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi kota-kota teluk yang daerahnya punya sejarah konflik: Ambon dan Palu, untuk proyek Literasi Media. Foto-fotonya bisa diintip di album BayWatch Ultimate Adventure.

Yang saya prihatin, adalah penyelenggaraan acara internasional Sail Banda. Dari posternya saja mereka menggunakan font comic sans gitu lho! Ban Comic Sans!
Belum lagi komposisi warna dan latar belakangnya. Benar-benar kegagalan fungsi, pengabaian desain.


Oh ya saya masuk televisi pas lagi makan nasi kelapa ikan bakar sambal colo-colo di pengkolan Batu Merah... Katanya ditayangkan kemarin di acara Koki Cilik. Gara-gara sedang berusaha melek media, saya mengomeli yang menyorot mengambil gambar para pelanggan tanpa permisi, ehhh ternyata orangnya kenal tim kami, karena dia pernah tugas meliput acara bincang-bincang. Supaya gak protes, malah diwawancara soal makanannya... Hahaha gak penting.

Jumat, 19 Maret 2010

Kisah Kain Pengantin 「乙嫁語り・布支度」

Mengunduh episode sepuluh Otoyomegatari karya Mori Kaoru, tiba-tiba bangkitlah kembali rangkaian kenangan masa lalu.

persiapan kain pengantin
"Trousseau" - scanlation read online chapter 10 (via MangaReader)


Suatu sore yang cerah ketika menghabiskan liburan di Indonesia dengan mampir nongkrong di pelataran LFM-ITB, Bang Tegar pentolan kineklub saat itu menyodorkan kepada saya sebuah kaset VHS berisi film dokumenter berbahasa Jepang. Katanya ini adalah jatah pembagian dari Departemen Penerangan untuk unit kegiatan mahasiswa.

Isi film hitam-putih itu mengenai suatu desa di pelosok Jawa yang mandiri dalam memproduksi kain batik, mulai dari menanam kapas dan nila, memintal benang, menenun kain, merancang gambarnya, mencanting dan mencelup, sampai menjadi siap pakai. Masing-masing anak gadis melakukan hal itu sendiri, untuk kemudian dipakai sendiri sebagai kain pengantin mereka.

Semangat yang seirama dengan adegan menyulam yang saya baca dalam manga di atas. Hmmm sejak kapankah semangat mengerjakan keterampilan hastakarya seperti itu mulai luntur di kebudayaan kita, tereduksi menjadi selera untuk sekadar "berbelanja" pilih sana-sini tunjuk sana-sini pesan sana-sini tahu beres dan bayar dengan uang?

pola-pola sulam jalur sutra

Menurut kabar berita, tante-tante saya masih rajin menyulam selendang pengantin mereka masing-masing. Ibu saya sendiri tidak, tampaknya sih bukan karena sudah termodernisasikan atau kenapa, melainkan karena kepepet tidak punya uang modal membeli benangnya, hihihi. Lalu bagaimana dengan saya? Setelah menonton film dokumenter itu terpikir juga untuk melakukannya tapi tidak pernah sempat. Seandainya memulai sekarang, mungkin tidak akan keburu waktu, huh. Yang jelas, saya ingiiiiiiin sekali bisa membuat komik kebudayaan Indonesia seperti buku ini. Atau kalau ada siapa pun juga yang bersedia, saya berjanji akan mendukung sekuat tenaga... :p

otoyomegatari

Otoyomegatari (Kisah Pengantin Muda)



Saat adik sepupu menyodorkan Emma, romantika "maid" Inggris abad 19, saya hanya memandang sebelah mata pada Mori Kaoru. Okelah, renda-renda dan pita-pitanya digambar dengan indah, tapi bukankah alur novel-novel Jane Austen, bahkan drama Shakespeare sekian abad sebelumnya, jauh lebih rumit daripada cerita ini. Mana ada manusia yang sesederhana dan sepolos tokoh-tokoh utama manga ini? Raut wajah mereka membosankan. Dan huh, lagi-lagi berlatar belakang Eropa. (Walaupun, diam-diam dalam hati saya mengagumi cara dia menggambar BAJING yang menjadi figuran cerita tersebut.)

Otoyomegatari, dalam hal kesederhanaan dan kepolosan secara garis besar masih sejajar dengan pola pikir dalam "Emma". Namun, entah mengapa, kenyataan bahwa kali ini latar belakang yang diangkat bukan Eropa melainkan Asia Tengah sepanjang jalur sutra, dengan nama-nama tokohnya yang eksotik, adalah suatu daya tarik tersendiri. Berbagai kekeliruan sejarah dan budaya seperti pencampuradukan gaya pakaian, penggunaan busana istimewa dalam kegiatan sehari-hari, menarik panah tanpa pelindung jari (sementara sang pengarang menggambar komik saja jelas-jelas menggunakan pelindung jari), dan kesalahan penafsiran lainnya, semua termaafkan!

penunggang kudaSeorang gadis usia 20 dari suku pemburu yang berpindah-pindah, Amiru Hergal, berjumpa untuk pertama kalinya dengan bujang usia 12 dari suku petani yang menetap, Karluk Ayhan, tepat pada hari upacara pernikahan mereka.
Ada "kesenjangan yang lebih lebar daripada sekadar perbedaan potongan baju", namun mereka tulus berusaha menjembataninya agar pernikahan ini berhasil. Apakah dunia membiarkan?

Episode sebelumnya yang paling menarik bagi saya:
"Jimat" (ep. 2) tentang ukiran kayu...

***

Beberapa contoh keanggunan busana jalur sutra ada di sini:
http://www.chinahush.com/2009/12/06/family-portraits-of-all-56-ethnic-groups-in-china/

Proses Menggambar Manga a la Mori Kaoru (via YouTube)


Ini sudah lama beredar, tapi siapa tahu ada yang belum sempat menonton...


http://natalie.mu/comic/pp/otoyomegatari

  • Saat menggambar sketsa, perhatikan bahan-bahan dengan baik, supaya tidak menyimpang.
  • Jangan terlalu banyak garis dalam sketsa, nanti sulit memberi tinta.
  • Tata letak, besar tokoh, sudut pandang, termasuk balon suara, sudah diputuskan secara terperinci sebelum mulai ditinta.
  • Ketika konsentrasi pada gambar, cenderung hening. Hanya kalau dekat tenggat waktu, terpaksa memutar musik agar tidak panik.
  • Mengerjakan satu bingkai jangan lebih dari 15 menit. Kalau tersangkut di satu bingkai saja gambar itu tak ada artinya.
  • Garis yang digambar, disesuaikan tergantung adegannya.
  • Alat: Pensil cetet 0.3 mm dan 0.5 mm. Untuk penamaan dengan 0.9 mm. Kehitaman 2B agar cukup lunak bisa dihapus dalam sekejap, tidak terlalu diserap oleh kertas.
    Penintaan terutama dengan pena Cabra (Sazhidov), lalu pena bulat. Akhir-akhir ini untuk gambar yang besar menggunakan pena G. Pena kuas untuk sketsa luar. Spidol biasa dengan tiga jenis ketebalan. Tinta gambar Pilot. Sarung tangan yang dipotong jarinya. Gradasi.

meja gambar

Senin, 05 Oktober 2009

Kompas, Balon, dan Rossiya Matushka

Entah kenapa, déjà vu berturut-turut dengan kompas dan balon. Selalu muncul dalam apa yang aku baca, aku tonton, dan aku mainkan dalam beberapa hari terakhir. Heh, sedang ngetrend kah kompas dan balon sebagai elemen dalam komik, film dan game minggu ini?


Little Mosque on the Prairie musim 4
28 September = Hadiah pernikahan anonim kompas plastik murahan;
5 Oktober = Balon-balon dalam acara kerja sama masjid-gereja...

hiro

Heroes musim 4
21 September = kompas rusak, tatoo kompas, dan balon karnaval.

yotu1yotu2

Yotsuba&! babak 61
31 Agustus - 29 September = kegiatan menghadiri festival balon udara
yotu3yotu4



Farmville up, up and away
19 September 2009 = balon udara warna pelangi
farmvillelitefb


Facebook lite yang dipakai di kantor
pertengahan September = berlogo balon udara biru muda...


pixarup

Up animasi 3D pixar
yang dipasang si Danu berulang-ulang di DVD...

captjack


Pirates of the Caribbean yang tertonton di televisi pada sekitar libur lebaran, dengan kompas ajaib Kapten Jack...

Lalu karena sebulan ini sering mampir berbuka di Indische Tafel, restoran tetangga bergaya kuno yang baru buka, terkenang komik Jo Zette & Jocko seri penerbangan stratosfer, si Jocko tersangkut di penunjuk arah angin berbentuk ayam, karena terbawa balon pengukur cuaca...

Bahkan beus antarkota memutar karaoke Iwan Fals, berlatar belakang cuplikan bajakan video National Geographic meliput Greenland dari balon udara! dst...

Selain itu, tentu saja yang ini merupakan pilihan, pikiran juga sedang disesaki oleh Rusia. Sebenarnya sekitar dua tahun yang lalu sempat juga terkena "Russia Rush" ini, ketika tiba-tiba kangen mendengar musik/lagu seperti Ochi Chornie dan Hymn to Red October... Tapi rasanya belum separah sekarang.

Sejak wara-wiri Mafia Wars: Moscow, ingatan melayang ke manga Eroica yori Ai wo Komete yang kental dengan suasana Rusia masa perang dingin sampai postglasnost & perestroika: Major Klaus Heinz von dem Eberbach vs. Mikhail Potapych Toptygin, berhadap-hadapan di lapangan merah...

Apalagi kebetulan juga baru sempat membaca Superman: Red Son dan baru mulai mengumpulkan scanlation Yotsuba&! berbahasa Rusia...

Mari kita hubung-hubungkan kembali dengan kompas dan balon. Tentu ini pertanda, saya harus segera mengarahkan diri mengapung melayang-layang ke Rusia?! p(^o^)q







redson

Superman: Red Son


Karya apik Mark Millar (pencipta tokoh yg bisa mengeras sekeras s@mb@lit dan mencair seencer m@ncr@t itu lhooo... pengarang "Wanted" yang akhirnya difilmkan dengan alur berbeda oleh seorang sutradara Rusia...)
Kisah ini mengandaikan apa yang terjadi ketika ada selisih waktu, sehinga pesawat yang membawa bayi Kal El ke bumi jatuh di pedalaman Rusia:

Lambang yang diusung sang manusia super di dadanya pun menjadi bentuk Palu dan Arit. Wonder Woman adalah mitra kerjanya yang memperjuangkan feminisme ke seluruh penjuru dunia. Lois Lane menjadi istri setia Lex Luthor, sedangkan Batman muncul sebagai anarki berjubah hitam yang memilih mati demi membela kekacauan daripada hidup bosan dalam keteraturan otoriter di bawah perintah sang Putra Merah.

Lucu juga.

Jumat, 14 Oktober 2005

Yamabushi Tengu ・「山伏天狗」

kuramatengukakugoKebetulan karena penasaran sama si Kaku di komik OP yang dicurigai akan berubah menjadi Tengu, dan sementara ini ceritanya diperkirakan belum bakal maju-maju (yahaha gak penting yah alasannya?), maka acara ngabuburbeurit girlsdayout kali ini diarahkan menjadi lintas alam ke Gunung Kurama 「鞍馬山」 di utara kota Kyoto, menyeret t-Widya yang dipaksa melajang sesaat.

Tengu, 「天狗」 artinya anjing angkasa, kosakata yang di Cina dipakai untuk menyebut bintang jatuh berekor, dalam pengertian bahasa Jepangnya malah sama sekali tidak berhubungan dengan anjing.
Tengu dianggap sebagai utusan dewa yang bertugas meredam kekuasaan manusia agar tidak merajalela dan mengendalikan dengan kekuatan angin, terbagi menjadi dua macam:

* Karasu Tengu 「鴉天狗」 yang berbentuk burung gagak, itu lho yang muncul di lakon bidadari merah. Bentuk ini terpengaruh oleh Garuda, burung ajaib dalam kisah-kisah Hindu.

* Dalam peringkat yang lebih tinggi ada Konoha Tengu 「木の葉天狗」 yang dikaitkan dengan dewa monyet Shinto, Sarudahiko, atau mungkin Hanuman putra Bayu (tapi Hanuman kan putih ya). Tengu yang satu ini saya kenal pertama kali dari dongeng anak-anak (tashikani satu buku dengan kisah momotaro dan tanuki bunbukuchagama) mengenai hidungnya yang memanjang melampaui gunung dan lembah demi mengendus-endus harum makanan, tapi di desa yang dilaluinya malah dipakai orang menggantung baju dengan jepitan, aw kasihan... Kisah kuno yang mendahului Pinocchio tuh.

Mereka ini sering digambarkan mengambil bentuk dan busana Yamabushi, 「山伏」 pertapa gunung. Hidung panjang, badan besar, wajah merah dan segenap keajaibannya, mungkin karena sebenarnya mereka adalah bangsa dari luar Jepang yang berperadaban lebih tinggi pada masa itu. Saya rasa kalau mulai terkenal sejak abad ketujuh, paling-paling orang India yang datang khusus menyebarkan agama Buddha atau sekedar terdampar ketika melarikan diri karena satu dan lain hal.
Di kemudian hari pada zaman Edo, kabarnya istilah Yamabushi Tengu dijadikan olok-olokan untuk bule Belanda yang diizinkan berdagang saat itu.


|.+.+#
|.i.|
#+...|
If I were a NetHack monster, I would be a tengu. I'm always in the right place at the right time, and am quick to avoid people that I'd rather not be with.
Which NetHack Monster Are You?


kuramayoshitsuneSebenarnya Tengu memang sedang kembali naik daun karena terbawa heboh taiga drama tahun ini, Yoshitsune 「義経」.
Saya sendiri belum menyempatkan diri mengikutinya, apakah di sana Tengu dimunculkan atau tidak, dan seperti apa, apalagi karena tokoh utamanya diperankan oleh si Takizawa Hideaki alias Tackey yang terlalu cantik sebagai seorang cowok... (sirik aw, para penggemar Tackey harap maklum <;^P).
Menurut eposnya, Ushiwakamaru 「牛若丸」 (nama masa kecil dari Minamoto no Yoshitsune) ini digembleng bela diri dan ilmu senjata oleh Soujoubou, 「僧正坊」 raja Tengu di gunung Kurama.
Maka pencarian Tengu ke Gunung Kurama pun dimulai...

kuramarailkuramakereta

Untuk mencapainya, ada jalur praktis kereta Eizan Dentetsu yang menghubungkan Demachiyanagi dengan Kurama, via Chayama tempat vila bambumuda, seharga 410 yen. Beberapa gerbong kereta memang ditujukan untuk wisata, dengan posisi tempat duduk yang menghadap ke jendela... Saat musim gugur, pemandangan di luar dimeriahkan oleh warna-warni momiji.
Turun dari stasiun, kami langsung disambut sederet replika lukisan, dan wajah merah Yamabushi Tengu, yang saking besarnya butuh kawat besi untuk menahan hidung agar tak patah...

kuramaukiyoe

Memasuki gerbang kuil Kurama, ada beberapa jalur hiking yang bisa dilalui. Kalau rajin bisa meniti jejak para pujangga melalui jalur berliku yang sering diumpamakan dalam puisi, melalui Yuki Jinja, sebuah karya seni modern dan sebuah tugu Yoshitsune,
sedangkan kalau malas boleh mengambil jalan pintas dengan kereta kabel bertiket seharga 200 yen langsung mencapai pagoda.
Untuk menikmati keseluruhan kompleks, perlulah mengalokasikan waktu minimal sekitar 3 jam jalan kaki.

Beberapa langkah melalui hutan lagi, kami mencapai bangunan utama kuil, yang setiap tanggal 14 Oktober diadakan upacara memperingati berdirinya sekte shingon yang dianut di sini. Berbagai dekorasi berlambang kipas sang Tengu dapat diamati di sekitar.

kuramawidyakuramabangsal

Ke belakang kuil ada jalur menuju puncak gunung, melalui sebuah musium alam yang musim ini menggelar juga pameran mengenai Yoshitsune, pondok tempat seorang pengarang perempuan merenung kan karyanya, dan beberapa tempat kenangan Ushiwakamaru lagi: bekas tempat pertapaan, tempat minum, tempat latihannya...

kuramahikinkuramasugi

Jalur bercabang ketika mendekati puncak. Kali ini, kami memilih jalur yang terkenal dengan akar berpilin pohon Sugi yang menghiasi jalan setapak.

kuramamaousonMengamati suasana sekitar, rasanya sih setiap saat Tengu bisa saja muncul.
"Tengu sama, orite kite kudasaaaai!"
Di penghujung jalan ini, ada lagi sebuah kuil mengenang turunnya Maooson 「魔王孫」 duapuluhribuan tahun yang lalu menumpang meteorit, yang kemudian dikalahkan oleh pahlawan setempat menurut kepercayaan sekte di sini. Maooson itu, uhm, raja iblis???
Piccolo dong, heuheuheu.

Keluar dari jalur gerak jalan, kita akan mencapai gerbang Kibune Jinja yang terkenal dengan deretan lenteranya yang dinyalakan setiap malam musim gugur. Untuk pulang, kita bisa menyusuri pinggir sungai atau naik beus di tempat parkir beberapa langkah dari sana, ke stasiun Kibuneguchi (satu stop di bawah stasiun Kurama).

Gunung Kurama juga terkenal dengan festival Api 「鞍馬の火祭り」 setiap tanggal 22 Oktober yang saya liput tahun lalu. Lalu ada onsen, mata air tempat pemandian yang cukup terkenal tapi agak kotor kabarnya sih. Setiap bulan Juni bahkan ada upacara penghancuran batangan bambu yang dianggap sebagai simbol ular dan kejahatan (wah, gak rela!). Di musim panas ada hidangan nagashisoumen, mi dingin yang dialirkan di talang bambu, tapi sayangnya karena selalu hiking ke sini di musim gugur atau bulan ramadhan, saya sendiri belum pernah coba ataupun mempertanyakan kehalalannya.
Uhm, pokoknya enak deh main ke Kurama. Sejuk, udaranya segar, sehat, nyaman untuk olahraga. Selamat mengikuti jejak kami.

Catatan tambahan:
Minamoto no Yoshitsune adalah tokoh sejarah paling selebritis di Jepang karena hidupnya yang singkat dan tragis dan kejeniusannya dalam ilmu perang (yang kabarnya diperoleh dari gemblengan sang Tengu itu), sehingga tak bosan-bosan ditampilkan dalam berbagai karya seni lukis, patung dan sandiwara panggung dari masa ke masa.
Taiga drama kali ini merupakan versi yang kedua setelah pernah ditampilkan juga secara hitam-putih di NHK selama tahun 1966. Selain itu beliau bahkan muncul di game PS2 dan Animatrix.
Beberapa episode penting yang sering diagungkan berkaitan dengan Musashibou Benkei, prajurit pendeta yang berhasil dikalahkannya hanya dengan sebatang seruling di jembatan Gojou Kyoto.
Sejak saat itu Benkei tunduk dan menjadi pendamping setianya sampai ketika terkepung tentara yang dikirim abangnya sendiri, demi memberi kesempatan majikannya melakukan seppuku alias harakiri daripada menanggung malu tertangkap, sang Benkei menjaga pintu dengan tegar sampai mati berdiri (penjelasan ilmiah dari peristiwa ini pernah dibahas dalam salah satu episode Detektif Conan).
Namun tidak ada bukti sejarah yang mantap mengenai apakah Yoshitsune tertangkap atau melakukan seppuku, bahkan ada versi yang menganggap beliau berhasil melarikan diri ke Mongolia dan menjadi Jenghis Khan!
Beberapa orang lebih menyukai figur sang lawan yaitu Minamoto no Yoshinaka, saudara sepupu yang digempur di Shiga ketika melawan kekuasaan abangnya, karena romantisme selir tercinta Yoshinaka, yaitu Tomoe Gozen yang menemani sehidup semati sampai gugur di medan pertempuran. Ia nyaris merupakan satu-satunya samurai perempuan yang tercantum dalam sejarah masa itu.