Album selengkapnya di Multiply dan Facebook...
Senin, 21 April 2008
Kusare-en Karaoke ・腐れ縁カラオケ
Album selengkapnya di Multiply dan Facebook...
Kamis, 10 April 2008
Sakura 「桜」

「さくら」 森山直太朗 Sakura (Moriyama Naotarou)僕らはきっと待ってる kami semua pasti menantikan
Terjemahan © BambuMuda
君とまた会える日々を saat berjumpa kembali denganmu
さくら並木の道の上で di atas jalan berjajar pohon sakura
手を振り 叫ぶよ lambaikan tangan, memanggilmu
どんなに苦しい時も betapa pun saat-saat sengsara
君は笑っているから kau tetap selalu tertawa
挫けそうになりかけても walau sempat nyaris putus asa
頑張れる気がしたよ kembali semangat berusaha
霞みゆく景色の中に di dalam pemandangan berkabut remang-remang
あの日の歌が聴こえる terdengar lagu kenangan kita
さくら さくら 今、咲き誇る sakura, sakura, mekarlah dengan bangga
刹那に散りゆく運命と知って tahu takdirmu akan segera layu berguguran
さらば友よ旅立ちの時 selamat jalan sahabat, saatnya berangkat pergi
変わらないその 思いを 今 dengan perasaan yang takkan berubah, kini
今なら言えるだろうか saat ini, dapatkah terucapkan
偽りのない言葉 kata-kata tanpa kepalsuan
輝ける君の未来を mengharapkan masa depanmu cemerlang
願う本当の言葉 dari lubuk hati yang terdalam
移りゆく街はまるで kota yang bergerak seakan-akan
僕らを急かすように memaksa kita tergesa-gesa
さくら さくら ただ舞い落ちる sakura, sakura, jatuhlah berserakan
いつか生まれ変わる時を信じ yakini suatu saat nanti terlahir kembali
泣くな友よ今惜別の時 jangan menangis, sahabat, saat perpisahan
飾らないあの笑顔で さあ berikanlah senyuman tulus, mari
さくら さくら いざ舞い上がれ sakura, sakura, terbanglah di udara
永久にさんざめく光を浴びて bermandikan cahaya yang terpancar selamanya
さらば友よまたこの場所で會おう selamat jalan sahabat, janjilah kembali jumpa
さくら舞い散る道の 上で di atas jalan bertebaran kelopak sakura
Playlist
| い | Sakura (Moriyama Naotaro) | ||
| ろ | Sakura Drops (Utada Hikaru) | Deep River | |
| は | Sakura (Kawaguchi Kyogo) | ||
| に | Sakurazaka (Fukuyama Masaharu) | ||
| ほ | Sakura (Kobukuro) | N's Aoi OST | |
| へ | Sakura Iro (Angela Aki) | Unfair The Movie OST | |
| と | Sakura ( ) | Sakura OST | |
| ち | SAKURA (Rossa) | Fariz RM | |
| り | Sakura (xiongmao) | Elite Yankee Saburo OST | |
| い | SAKURA (folklore) | ||
Selasa, 01 April 2008
Hujan Es (It's Raining Ice!)


I was sittin' here in the boring room
Just another rainy Sunday afternoon around 1.30 pm.
Mungkin ini jawaban Tuhan atas doaku meminta salju.
Sekitar pukul satu lebih tiga puluh. Aku sedang duduk termangu.
Awan mendung sendu kelabu. Angin bertiup menggebu.
Kusangka hanya sekadar hujan di hari Minggu.
Namun tiba-tiba kerikil-kerikil es bergelutukan menyerbu.
Memecahkan beberapa genting kacaku.
Kumohon Tuhan, aku tidak ingin berselancar es.
Aku ingin main skiiiii.
Jumat, 21 Maret 2008
Makan ini, Makan itu, Kumpul
Kamis, 20 Maret 2008
Mana Ayatnya?
Acaraku menonton A2C apes banget. Pak Bos heboh mentraktir anak sekantor Jumat malam, padahal itu jadwal saya pulang kampung. Gak kebagian deh. Besok-besoknya saya mengajak neng Ang sama-sama mentraktir anak magang. Karena tertunda oleh kesibukan gak jelas, kena jalanan macet dan antrian panjang. Neng Ang yang super nekat menyelap-nyelip antrian berhasil beli empat tiket, padahal saat itu kami berlima. Nomornya terpisah-pisah pula. Jadwalnya pun bentrok dua waktu shalat. Masa saya mentraktir orang untuk menonton film islami dengan pelanggaran dan penuh rasa tidak aman begini. Menyerahlah saya meninggalkan mereka untuk kembali pulang kampung. Niat mengajak ibunda atau adinda, eh ternyata orang serumah sudah menonton semua, termasuk anak-anak kecil. Menonton sendiri? Uh, malas betul. Menonton berkas bajakannya? Kok gak semangat ya. Untunglah muncul ceesan adikku si neng Ar yang merasa gengsi menonton bersama pacarnya karena takut sang pacar bakal nangis bombay (halah). Kok jadi harus ribet begini, ilfil deh.
Filmnya: Secara artistik, film ini menampilkan kelebihan dan kekurangan khas sutradaranya banget: gambar asyiklah, tapi tata suara bising.
Sebagai hiburan, yah lumayan kali, daripada nggak? Kapan lagi menampilkan cewek-cewek cakep berjilbab di film Indonesia kalau bukan sekarang. Tapi belum bisa dianggap sebagai dakwah yang dikemas dalam bentuk film. Lebih tepatnya ini kisah-kisah cinta klise, yang dikemas dalam polesan Islam di sana-sini.
Cowok yang ketemu jodoh karena nekat pasang badan membela cewek di kereta api? Ikut-ikut trend Densha Otoko banget!!!
Cewek yang memendam cinta hanya dalam catatan harian sampai ke hari kematian? Rasanya kok mirip film Cinta Pertama.
Cowok yang terbelah dua di rumah sakit antara kamar ceweknya yang satu dengan ceweknya yang lain, yah sudah ada film Liver, eh Heart.
(Densha Otoko adalah fenomena internet Jepang yang telah diangkat menjadi novel, film, drama dan komik, sedangkan dua terakhir adalah film-film Indonesia hasil jiplakan yang amit-amit dah, kalau bukan karena gak sengaja, gak bakal sudi menontonnya)
Yang jelas jilbab-jilbabnya cukup bagus, jangan lupa mengecek model seperti itu kalau nanti mampir ke Pasar Baru, Kosambi, atau Tanah Abang! (Sayangnya cuma jilbab; kalau soal pakaian cowoknya, sorban dan gamis teroris-teroris Asia Tenggara dalam film Long Road to Heaven masih jauh lebih bergaya sih)
Yang mengherankan: kenapa cadarnya warna hitam semua?
Baju merah, cadar hitam, masih oke.
Baju biru, cadar hitam, hmmm...
Baju kuning muda dan krem, cadar hitam... Ya ampun!
Maksa betul, kayak gak ada lain saja! Petugas tatabusananya pelit amat sih! Jangan-jangan tuh cadar gak pernah dicuci! Kalau memang harus warna gelap, kan masih ada biru atau hijau tua, cokelat misalnya! Atau sekalian pakai jubah warna hitam jugalah setiap saat!
Kesimpulannya, bukan selera saya, mana terlalu seurieus pula. Beberapa adegan yang mungkin diniatkan oleh sutradara sebagai humor, malah membuat suasana canggung.
Tapi yang paling bikin penasaran sampai akhir tayangan...
Syair Cinta, berkumandang.
Surat Cinta, dilayangkan.
Lagu Cinta, melantun.
Pernyataan Cinta, terucapkan.
Ayat-ayat Cemburu, dirapalkan.
Ayat-ayat Cinta-nya sendiri, MANNNAAAAA??? Terlewatkan?
Moral of the story:
(1) Makanya jadi cowok gak usah sok alim, sudahlah biarkan saja cewek-cewek mengurus dirinya sendiri. Untung pas kebetulan dapat istri cantik pintar kaya, lah pas ketiban sial, terancam hukuman mati pula...
(2) Kalau memang mau poligami, pilih-pilih saja cewek cakep yang sudah mau mati, jadi masalah segera berakhir, nggak berkelanjutan terlalu lama... (halah)
Btw, mengenai dakwah dan cinta (dan parade jilbab keren), sitkom Little Mosque on the Prairie mengakhiri musim keduanya dengan episode-episode yang menyentuh permasalahan kisah cinta islami. Saksikan di BambuMuda: Masjid Mungil Musim Dua
Langganan:
Postingan (Atom)




