Candy-Candy vs Harry Potter
Beberapa pengunjung pernah meminta pendapat saya tentang serial Candy. Setelah pusing merenungkannya, saya rasa akan lebih menarik ini: JK Rowling ternyata menulis Harry Potter terinspirasi dari Candy-Candy!!!
Gak percaya? Buktinya, Candice White Ardlay punya tiga persamaan dengan Harry James Potter.
- Mereka sama-sama anak yatim piatu.
- Mereka sama-sama bermata hijau.
- Mata hijau itulah yang membuat pangeran-pangeran melindungi mereka.
Candy bermata hijau seperti ibunya Anthony, Rosemary Brown, membuat "Prince of the Hill", sang paman, bersedia untuk selalu menyelamatkannya setiap saat, bahkan mengadopsinya.
Harpot bermata hijau seperti ibunya sendiri, Lily Evans, membuat "Half-Blood Prince", sang teman lama, bersedia untuk selalu menyelamatkannya setiap saat, bahkan mengorbankan nyawa.
Lalu apa dong yang membuat Harpot dan Candy jadi sama-sama yatim piatu, bermata hijau dan dilindungi sang "Prince"?Mungkin, jawabannya, Anne of Green Gables.
Anne seorang gadis yatim piatu yang ceria, berambut merah dan bermata hijau, pipinya berbintik-bintik, dan tinggal di "Prince Edward Island". Baik Candy maupun Harpot mengambil elemen penampilan tokoh dari kisah ini.
Pengarang Candy-Candy sendiri mengakui, bahwa Anne adalah sumber inspirasi dia. Dan tentu Harpot mereferensi dari sana juga. Sementara pipi Candy berbintik-bintik, ibu Harpot berambut merah. Ron Weasley berbintik-bintik dan berambut merah.
Anne si Rambut Merah, obsesi nasional Jepang
Anne of Green Gables adalah cerita Kanada yang sangat digemari oleh orang Jepang. Terjemahan buku ini menjadi bahan bacaan dalam kurikulum sekolah umum di masa setelah perang dunia kedua, sejak tahun 1952. Hampir tidak ada orang Jepang yang tidak kenal Anne. Bahkan 6 tahun sebelum kisah Anne diserialisasikan di drama televisi Kanada (1985, 1987), Jepang telah membuat serial animasi (1979) karya Takahata Isao (sutradara Kuburan Kunang-kunang, Ghibli). Latar dari beberapa episode awalnya dirancang oleh Miyazaki Hayao (sutradara Sen to Chihiro, Ghibli).
"Anne" ditulis pada awal abad 20 sebelum perang dunia I, mengambil masa penuh kedamaian dan kepolosan di pulau Prince Edward Kanada, di sebuah lahan pertanian di Cavendish. Banyak orang Jepang yang menggemari cerita ini, sampai bela-belain menikah di sana.
Menurut para pengamat, semangat dan sifat blak-blakan Anne menjadi daya tarik bagi perempuan Jepang yang berbudaya pendiam dan sok sopan.
Video dokumenter CBC, kegilaan fans Jepang terhadap Anne
Dua bersaudara petani lanjut usia bermaksud memungut seorang anak laki-laki, namun malah memperoleh Anne. Daya khayalnya yang tinggi penuh pesona, membuat mereka memutuskan untuk menerimanya.
Pada awalnya, Anne sangat benci dengan rambut merahnya. Setidaknya, menurutnya, mata hijau dan pipi berbintik (yang juga agak membuat dia merasa jelek) tak perlu dipedulikan karena dia sendiri tidak bisa melihatnya tanpa cermin. Tapi rambut merah itu setiap saat bisa terlihat. Dan dia marah besar ketika Gilbert, teman sekelasnya yang ganteng meledek rambutnya sebagai "wortel". Berbagai usaha Gilbert untuk meminta maaf selalu diabaikannya. Kemarahan itu dilampiaskan ke dalam persaingan nilai di sekolah, dan mereka berdua lulus menjadi nomor satu dengan nilai seri.
Kesetiaan Gilbert pada Anne yang "cerdas walaupun tidak cantik", dan kekeukeuhan hati Anne untuk tidak juga memaafkannya, menjadikan kisah cinta ini tetap digemari selama seabad, baik dalam bentuk sandiwara panggung maupun sinetron televisi. Kisah lengkap bisa diunduh melalui Project Gutenberg.
bersambung...
P.S.: Ngomong-ngomong kenapa ya mata hijau jadi khas untuk ketiga tokoh utama kita kali ini. Padahal dalam peribahasa Inggris, bermata hijau adalah istilah untuk orang tamak, rakus, seperti Shakespeare menuliskannya sebagai green-eyed monster. $-)
Budi Rahardjo membayangkan Gadis Bermata Hijau, Berambut Pirang sebagai Dewi Kematian. (Lho, Death itu kan kalau di komik Sandman, cewek keren bergaya gothic serba hitam?)
Kabarnya sih mata hijau adalah yang paling langka, dibandingkan dengan cokelat atau biru. Dewa-dewi Cina dan Yunani digambarkan bermata hijau saking langkanya. Kebanyakan orang bermata hijau adalah orang Keltik, Slav, Jerman, dan segelintir Turki atau Spanyol.





