Selasa, 17 Juli 2012

Diet Kantong Plastik

Setelah tas jala kesayangannya suatu saat jebol, Ayah saya beredar ke mana-mana sampai akhir hayatnya menggunakan kantong plastik yang dia kumpulkan bekas belanja dari berbagai sumber ("departement store" dan "supermarket"), berlapis-lapis agar tidak basah membawa kertas-kertas kerjanya. Hanya diganti kalau sudah sobek atau pegangannya sudah terlalu menghitam oleh daki. Mungkin itu adalah bentuk usahanya menghemat barang dan mendaur ulang.

Kini, dengan semangat ramah lingkungan (tapi tetap konsumtif???) saya justru berusaha mati-matian menghindari penggunaan kantong plastik, dan mencemplungkan belanjaan langsung ke ransel (berhubung untuk menyediakan tas belanja khusus pun nggak ngemodal, sementara sarung buat gembolan sedang saya pakai sebagai pengganti rok menutupi celana panjang). Hal ini sehari-hari berjalan cukup lancar, sampai suatu saat saya mengunjungi daerah Jawa Timur.

Di tiga dari empat kota yang saya singgahi berturut-turut (Bojonegoro, Gresik, dan Surabaya) setiap kali saya membeli sesuatu untuk keperluan pribadi ataupun oleh-oleh, dan menolak kantong plastik yang disodorkan, entah kenapa para penjaga warung selalu panik (???)
...
Kurang lebih mereka mengucapkan alasan yang sama:

"Pamali mBak, nanti susah jodoh!"

Setelah misuh-misuh tidak rela dipanggil mBak-mBak dengan sia-sia secara ini di Jawa Timur, beberapa hal terpikirkan:

  1. Apakah tabu ini sudah ada dari zaman dahulu kala, tapi yang disodorkan adalah NOKEN, bukan kantong plastik misalnya? Atau baru ada sejak benda bernama kantong plastik tercipta?

  2. Apakah tabu ini mendunia, atau hanya berlaku di Jawa Timur sebagai salah satu sentra industri plastik? Rasanya selama di peredaran Bandung-Jakarta gak pernah ada yang sedemikian tegasnya memaksa.

  3. Apakah saya tampak begitu awet muda, atau ternyata ada cap jomblo di dahi, sehingga mereka langsung hantam menakut-nakuti dengan ancaman itu? Padahal saya sedang pakai baju a-la bu hajjah ...

  4. Kalau memang ancaman ini benar-benar berlaku, jadi apakah sesungguhnya selama ini kejombloan saya adalah harga tebusan demi keteguhan bergaya hidup ramah lingkungan??? #eeaaa

Kampanye Greeneration, Epicentrum Walk, Oktober 2010

Minggu, 01 April 2012

Fire Boys Hyper Rescue 「め組の大吾」

Yang jadi bintang iklan adalah anggota tim hyper rescue Tokyo, Matsuda-san yang biasa dipanggil Nihon-no Naryo-san oleh rekan-rekan Indonesia karena mengambil peran Pak Naryo yang melatih di Ciracas.

Sabtu, 25 Februari 2012

Beri Aku 10 Pemuda


Puas ngakak ini

Seandainya saja yang 7 enggak alay 'kan bisa main Putri Salju-Putri Saljuan

Yang menyedihkan adalah bahwa ternyata yang 3 lagi adalah Trio Libels

Minggu, 12 Februari 2012

Sajak Perubahan Iklim

Senin yang dingin
Selasa lembap terasa
Rabu mendung kelabu
Kamis tepercik gerimis
Jumat hujan lebat
Sabtu ditimpuk es batu
Minggu kutunggu-tungguuuuu... salju...
*kok malah panas terik siang bolong* (;_;)

Selasa, 03 Januari 2012

Tumpeng Awug

Sebenarnya sih lebih menantang ulang tahun penanggalan bulan, karena berubah terus musimnya setiap tahun. Apalagi tahun 2011 lalu jadinya saya berulang tahun dua kali, hahaha.
Tapi kenapa ya yang dipakai buat berkas-berkas resmi (Akte, KTP, Paspor, Rapor, SIM dll) dan yang dirujuk untuk layanan gratisan hari ulang tahun, semua memakai penanggalan matahari.



Saya tidak pernah merayakan ulang tahun dengan kue tart dan lilin. Apalagi karena perlu mendukung ketahanan pangan nasional (terigu bahan kue itu impor, bo! Mari dukung petani lokal!) Kecuali kalau ada yang bela-belain membuatkan atau membelikan ya apa boleh buat terpaksa dinikmati juga tentunya.
Biasanya sih ibu saya membuatkan ketan durian, tapi berhubung usia sudah bertambah, perlu hati-hati terhadap gangguan kolesterol hiks... Maka kali ini mari kita memotong tumpeng awug dari tetangga sebelah.

Selamat ulang tahun juga buat JRR Tolkien... Kami sangat menantikan film Hobbit-nya tapi masih lama banget ya...