Rabu, 11 Januari 2023

KangPisMan di Kosan

Sejak mengelola kos-kosan dan penginapan, saya memberlakukan peraturan pilah sampah yang wajib dipatuhi oleh semua penghuni dan tamu. Dari puluhan orang yang sudah lulus mengekos di sini, baru ada dua orang yang berani melanggar - dengan membuang sampah yang malas mereka pilah di lahan tetangga. Yang miris, salah satunya datang ke Bandung untuk magang dan merancang model bisnis di gerakan KangPisMan. Setelah saya hukum bukannya kapok dan introspeksi, malah sibuk berusaha kasih penilaian yang menjatuhkan reputasi kosan. Dasar anak zaman kekinian.  

Memang merepotkan, tapi mari kita penuhi tanggung jawab terhadap bumi 🌏♻️


PENGELOLAAN SAMPAH PRIBADI DI KOS SAUNG BAMBUMUDA


= Sampah makanan beli jadi 

PISAHKAN bungkus dari isi makanannya, keluarkan sisa sayuran, sambal, alas daun, dll DARI KANTONG PLASTIK/KOTAK KARDUSNYA 🍱🍽️ 

Sisihkan kotak/kantong yg bersih, cuci kotak/kantong kotor yg masih bisa dibersihkan. Buang hanya kotak/kantong yang sudah tidak dapat diselamatkan! 🎁🚿

Masukkan sisa makanan dan alas daun ke tempat sampah organik 🍕🍃

Jika tidak berminat menggunakan saos sambal merica, sendok garpu sumpit, ingatkan penjual/pengantar untuk tidak membekali pesanan dengan itu. Kalau masih telanjur dibawakan, jangan dibuang, taruh di rak dapur barangkali bermanfaat buat yang lain. 🍴🥢

Tusuk  sate, gelas plastik & sedotan dapat dimanfaatkan untuk alat menanam. Pisahkan dari sampah lain 🍡🍢🧋🥤

Kantong nonwoven semacam McD dirancang untuk daur ulang, jangan dikotori. Gunakan plastik sekali pakai untuk tempat sampah 🍟🍔

Sisa ayam/daging dapat diberikan kepada kucing asal tidak basi atau terlalu pedas 🍗🍖


= Sampah masakan

Minyak jelantah jangan dibuang di sink. Sediakan botol bekas untuk penampungan diberi label, pakai corong yang ada di gantungan sendok, kalau penuh ganti botol 🍾 

Kulit telur, kulit pisang, kulit kentang/ubi/empon2 taruh saja di pot kosong di belakang kulkas untuk pupuk instan 🥚🍌🥔🍠

kulit jeruk/lemon disuir-suir masukkan ke botol PET kosong untuk dipeuyeum dengan lerak dan molase sebagai disinfektan ekoenzim 🍊🍋

Kupasan sayur buah lainnya kumpulkan ke tempat sampah organik untuk dikubur jadi kompos 🍍🥭🥬🥦

Sebisa mungkin hindari belanja dengan keresek plastik, bawalah tas atau keranjang sendiri kalau ke swalayan, tolak jika disodorkan keresek oleh kasir walaupun dibilang diskon gratisan, atau pesan belanjaan daring yg melayani pengemasan bebas plastik 🚫🛒

Kotak/kantong

Kotak2 & kantong2 DILIPAT DITEKAN supaya tidak menggelembung menghabiskan ruang (baik yang kotor maupun yang bersih secara terpisah) 🥡💰

Kumpulkan bungkus plastik kotor yang sudah kosong dan tak dapat dicuci lagi ke dalam sebuah kantong plastik, bungkus kertas kotor/tisu ke dalam sebuah kantong kertas, dst. 🗑️🚮

Kantong plastik bersih jika masih utuh, lipat simpan di kolong dapur untuk digunakan kemudian. Jika sudah sobek/bolong, digulung/digunting padatkan masuk ke botol PET 🛍️🧼

Lipat kertas/kardus bersih dan rapikan di atas rak galon, Kertas/kardus kotor dicampur dengan sampah organik 🗞️📦 

Kalau sempat pisahkan juga dari selotipnya, buang selotip bekas sebagai plastik


Kaleng/botol kosong

Bersihkan dan kumpulkan di apartemen kucing di parkiran 🧴


Baju bekas 

Yang rusak digunting petak-petak untuk kain lap, yang masih utuh dikumpulkan di atas rak galon jika ada 👕👗👖


Alat sanitasi 

Buang pembalut, tisu, masker, korek kuping di tempat sampah depan kamar mandi. Kurangi penggunaan tisu, ganti dengan lap katun cuci pakai misalnya. Cobalah mulai beralih ke pembalut cuci ulang atau cari cara mengatasi datang bulan yg lebih ramah lingkungan 🧻😷


Untuk belanja bahan pangan organik bisa pesan di Warung Regasa (rereng suliga 1) juga satu belokan dari kosan, di seberang SD depan pos gojek. Telur, tempe, gula kelapa, pempek makanan olahan dll ada tiap hari. Sayur buah harus pesan sebelum Selasa sore untuk pengantaran tiap Kamis

Untuk menghemat sampah wadah, isi ulang sabun mandi/sabun cuci, gula, minyak dll bisa ke Toko Organis YPBB @tokoorganisypbb di Batik Uwit 1 Cikutra Baru 85B, hanya satu belokan dari kosan tapi karena pandemi harus lewat gerbang dekat SD https://instagram.com/tokoorganisypbb

Untuk keperluan sehari-hari ada warung kelontong Mang Udin di perempatan kedua, sebelum menyeberang ke Indomaret belok kanan

Sepatu dan sandal luar taruh di rak bawah jangan dibawa masuk. Masing-masing ambil satu slot rak sepatu yg kosong, sepanjang koridor dan kamar pakai sandal khusus dalam rumah. Untuk kamar mandi ganti dengan sandal khusus kamar mandi 🩴

Kalau sapu kamar dikumpulkan dengan pengki, langsung buang ke tempat sampah jangan ditinggal di koridor, jangan disapu ke taman/tangga 🧹

Sehabis mandi, cuci piring, atau cuci baju, bersihkan rambut/remah/debu masing-masing yang tersangkut di lubang air  🕳️🚰

Minggu, 30 Oktober 2022

Baca Komik Tibet

Ronde kedua belas (((detoks webtoon))) disela oleh berbagai peristiwa yang bikin senewen dari segala arah sepanjang Oktober. Namun, komik yang dibaca cukup istimewa, terjemahan dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia oleh salah seorang tamu penginapan #SaungBambuMuda 👩🏽‍💻

Agak tersendat menamatkan dan mengulasnya karena buku ini masuk kategori 21+ tahun ke atas sementara saya masih mentok di usia 18 menuju 55 👶
Pemandangan Himalaya digambarkan dengan menakjubkan penuh pengalaman mistis tapi sepertinya isi cerita punya misi meruntuhkan cara pandang masyarakat Barat terhadap kesucian negeri di atas awan yang tercitrakan melalui komik "Tintin di Tibet" atau film "seven years in Tibet" 🏔️
Perempuan jelata diremehkan, diperas, dan dilecehkan oleh pejabat, pendeta, maupun sesama masyarakat walaupun ada kesan bahwa keimanan membuat mereka tetap hidup taat gembira 😇
Betapa berbagai masalah praktis dianggap dapat terurai hanya dengan membaca mantra jutaan kali, bukan bertindak secara langsung 📿
Kepatuhan terhadap dogma agama mengenai kekosongan, kefanaan, dan takdir, menjadi alasan para petingginya menyangkal kemajuan iptek 🤖
Menjadi bahan renungan bagaimana agama yang seharusnya memerdekakan setiap diri dengan tunduk cukup hanya kepada Yang Maha Esa bisa sangat mudah disalahgunakan menjadi alat penindasan dan eksploitasi oleh sistem dan oknum tertentu 🕉️
Sebagai catatan, ini karya orang Barat tentang Tibet, bukan ditulis oleh orang asli daerahnya, bukan pula persaksian pribadi tokoh Barat tentang perubahan cara pandang mereka yang awalnya tersepona pada citra kepolosan luhur kemudian tercerahkan pada kenyataan setelah berkecimpung di lapangan atau semacamnya. Jadi terasa hanya rekaan fiktif tidak otentik tidak dianggap serius ✒️
Entah kenapa juga penerbitan terjemahan ini mendapatkan subsidi pemerintah Belanda, apakah ada maksud politis tertentu?🧧

#bacakomik
#dirumahaja
#danboard
#danbogram
#danbography

Minggu, 16 Oktober 2022

Darah itu Merah

Dua minggu lalu, saya ditolak.
Pedih walaupun hasilnya bisa ditebak. Sebenarnya saya sudah maklum tidak memenuhi syarat, dan hanya datang untuk cek kesehatan, sehingga tidak berencana mengajukan diri, tapi didorong oleh Ndew sebagai pejabat keluarga alumni untuk tetap mendaftar. "Yang penting ada niat berpartisipasi. Siapa tahu boleh. Kalau memang tidak layak nanti juga tidak bakal lolos penyaringan, saya pun lolos karena boosting bit, kurma, buah naga," katanya. Memang, begitu melihat pergelangan tangan saya yang terkena CTS memar-memar masih dibebat, Dokter melarang saya menambah pegal lengan. Cewek-cewek lain juga ditolak, antara lain karena kadar Hb rendah, atau dianggap kelelahan sehabis lari pagi ngos-ngosan.
Tapi Moskow diterima.
Dia menyatakan habis bergadang tapi sudah sempat tidur pagi sehingga masih jumawa. Padahal ternyata itu akibat jetlag sepulang mengantar misi perdamaian di Afrika. Di formulir donor darah, jelas-jelas ada pertanyaan apakah pernah keluar negeri dalam setahun terakhir, dan secara khusus ditanyakan juga apakah baru dari Afrika. Pastinya dia sengaja mencentang "tidak" di semua baris pada saat mengisi, karena tidak mungkin ada dokter yang mengizinkan dia lolos penyaringan jika centangnya berada di kotak "ya". Barangkali sengaja demi meramaikan kegiatan teman seangkatannya.
Donor darah di almamater.
Konon besoknya dia tumbang, masuk RS yang tidak terbiasa menangani kasus malaria ganas, dan tadi malam dia berpulang.


Menurut Selvy, pekerja yang pulang dari Afrika pasti dibekali test kit dan pil serta diberi cuti untuk karantina. Mereka dapat menguji sendiri sehingga jika ada indikasi penularan dapat mencegah dan mengobati sejak dini, begitu demam langsung minum pilnya. Apakah petugas logistik lalai membekali? Atau Moskow lalai melaksanakannya demi pulang ke Bandung menemui keluarga dan teman-teman? Seandainya dia tidak bergadang lalu donor darah, mungkinkah tubuhnya cukup bugar untuk melawan penyakit yang menggerogotinya?
Seandainya tidak mampir ke sekolahan, mungkin saya juga tidak akan sempat bertemu dia lagi. Dia masih sempat menyapa saya sebagai instruktur galak dalam kenangan (padahal saat diklat angkatan dia, saya hanya pelengkap penderita yang bertugas sebagai utusan danlap dan pengawal lari, tidak kebagian posko, tidak mengangkat suara sama sekali). Saya pun sempat menceritakan kedudulan tiga orang polisi milenial yang minggu sebelumnya membayar pesanan Airbnb ke rumah saya untuk dinas di Bandung tapi di hari H-1 disuruh atasan menginap di mess polisi.
Padahal kami semua tentu mengandalkan dan menaruh harapan kepadanya sebagai calon pemimpin polisi masa depan (?) Kami berkumpul tepat setelah tragedi Kanjuruhan bergulir, soal kasus Kadiv Propam masih menjadi topik yang tidak habis-habis dibahas.
Dan ketika tiba giliran dia donor darah, saya pun ikut yang lain, menyemangatinya tanpa menyadari konsekuensi yang menyertai. Sampai berfoto bersama!

Mungkin memang perilaku KKN ini perlu diredam selamanya. Kalau bukan teman sendiri, saya bakal curiga jangan-jangan dia juga merupakan bagian dari lingkaran kriminal terstruktur berkedok penegak hukum pengayom masyarakat. Secara dia sudah pernah menjabat Kapolres di pelosok dan sepulang dari Afrika bertugas di Mabes Polri.
Barangkali mampir ke sekolah dan berjumpa teman-teman lama membuat dia kembali ke masa-masa saat menjadi nakal, melanggar peraturan kaku tidak masuk akal, adalah suatu keniscayaan demi menempa pribadi yang kreatif.
Namun, kali ini yang dilanggar adalah prosedur operasi standar kesehatan dan keselamatan diri sendiri. Jika itu saja diabaikan, bagaimana kita berharap prosedur operasi standar untuk menjaga dan melindungi masyarakat bisa diterapkan?
Konon darahnya sudah ditarik dari peredaran, tapi bagaimana jika tertukar dan menularkan ke orang lain? Sepatutnya PMI memboikot sekolah kami sebagai putra-putri harapan bangsa yang nekad melakukan kelalaian berbahaya (?)

Tapi siapa tahu andaipun kelalaian itu tidak terjadi, maut tetap menjemput. Barangkali dia merasa ajal sudah dekat sehingga memilih mengucapkan perpisahan melalui tindakan gila yang tak dapat terlupakan. Barangkali kehendak Tuhan menghindarkan dia dari badai yang mengombangambingkan lembaganya.
Teman-teman seangkatannya mewanti-wanti saya bahwa tertular wabah dalam mengemban tugas negara berarti mati syahid. Semoga dia mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Ini adalah panggilan untuk bangun.

Semua kita perlu tekun mengawal revolusi mental kepolisian.

Sabtu, 01 Oktober 2022

Baca Komik Lagu

Ronde kesebelas

September ceria dipinjami sebuah komik berukuran raksasa, koleksi kebanggaan berisi antologi yang terilhami oleh lagu-lagu karya seorang penyanyi terkenal 👩🏻‍🎤

Kebetulan saya sedang mengerjakan tugas yang harus mengakses ponsel pintar genggam selama sekian jam tanpa henti, lalu berberes halaman mencangkul tanah. Tanpa sadar, pergelangan tangan saya memar gosong kena CTS sehingga memutakhirkan medsos saja kesulitan sampai catatan ini ketelingsut, apalagi membolak-balik halaman buku sebesar itu 📱

Tapi memang isinya banyak, kalau membaca satu bab sekali seminggu, bisa setahun tamat. Butuh waktu agak lama mengulik untuk memahami musik dan lirik serta keterkaitannya dengan masing-masing cerita yang dipersembahkan 🎧
Saya pribadi tidak akrab dengan lagu-lagu yang disajikan. Barangkali lewat zamannya. Liriknya agak bergaya bebas puisi modern, sementara saya biasa terpesona oleh lirik berima. Penuh kosakata sejarah/budaya Amerika pada masanya, yang saya tidak akrab karena belum pernah ke sana. Musiknya sih enak ya 🎹
Pada saat sang pemilik memesan komik berusia 15 tahun ini sekitar awal tahun lalu, ternyata semacam sekuelnya mulai dipromosikan, kemudian terbit di sekitar tanggal saya meminjam, memperingati 30 tahun peluncuran salah satu album karya sang penyanyi. Beberapa lagu yang sudah dikomikkan di buku ini sepertinya ada ditafsirkan ulang di buku yang terbaru. Kapan bisa baca ya, apakah 15 tahun lagi 🗓️

Sabtu, 17 September 2022

Tetaplah dalam jangkauan

Saya ingin melarang berangkat 
tapi saya tidak berhak mematahkan semangat. 
Semua harus punya kesempatan untuk melebarkan sayap. 
Saya hanya bisa berjanji untuk mempersiapkan tempat kembali. 
Agar ke mana pun terbang, kemarilah pulang. 
Saya ingin memiliki namun saya tidak boleh mengekang.