Jumat, 25 Februari 2005

Terpenjara Wisata Kemanusiaan

"Terpenjara Wisata Kemanusiaan"
"Membiayai Humanisme"
"Untuk kita ke Tuhan" (???)
"IIII IIII hari sudah aku di sini"
"Sedia nazi goreng/uduk/rames"
"Tsunami Award untuk Tenda Terapih"
"Aku suka Bandung tapi lebih cinta kamu"
...
...
Demikianlah bunyi corat-coret di langit-langit tenda yang kami tatap setiap saat, dihiasi juga dengan aneka karikatur dan nama-nama alias.
Tampaknya tim perintis sebelum ini pujangga semua...
Tapi memang berada di sini seakan berwisata. Terbebas dari suatu rutinitas yang mungkin ada dalam hidup selama ini, dan terperangkap di sebuah lingkungan baru.
Hari-hari berlalu dalam siklus yang nyaris tetap, namun dengan corak yang beragam dan penuh tantangan:
0600 Shubuh, piket masak mulai menanak nasi
0700 Sirine "nguiiiik, nguiiiik" dikumandangkan melalui toa...
- - Karena banyak yang protes, setelah beberapa hari diganti menjadi
- - himne Indonesia Raya.
0800 Makan pagi, berberes-beres, belanja ke pasar
0900 Berangkat ke tujuan masing-masing:
- - Menemui pejabat-pejabat berwenang;
- - menyelenggarakan permainan di SD;
- - berbelanja bahan bangunan; mengukur-ukur;
- - foto-foto; turun ke lapangan...
1200 Kembali ke tenda, piket masak, mandi, bergolek di rerumputan...
1300 Shalat Dhuhur, makan siang
1400 Bergerak kembali ke pekerjaan
- - Diiringi alunan lagu "Rumah Kita" dari BigMama FM radio:
- - memasang pipa-pipa; mengajar SMP; mengatur tukang;
- - mengangkut barang; membuat program; survei keliling...
1700 Pulang mandi, piket masak, bakar-bakar sampah,
- - bermain origami dengan anak-anak sekitar
1800 Jalan-jalan sore ke pantai
1900 Maghrib, makan
2000 Dantim dan beberapa orang ke Kompi C
- - untuk rakor dengan Satkorlak dan numpang buka internet
- - mumpung sepi tak perlu antri dengan tentara

- - Yang ditinggal akan kasak-kusuk menggelar Stupid Conversation pembicaraan gak penting
- - atau bergitar-gitar memandang bulan
2300 Briefing, evaluasi dan penyusunan rencana esok hari

2400 Piket jaga malam giliran I: hihi, buat apa?
- - Masih pada bangun semua...
- - anak arsitek mulai menggambar
0200 Piket jaga malam giliran II: main kartu... Beberapa orang sudah tumbang.
- - Saat yang paling tepat untuk mengamati fenomena MENGIGAU
- - yang menimpa beberapa orang tertentu: terutama si KaSep
- - yang paling terbebani sampai bisa memberikan perintah
- - dan berdialog rapat dalam lelapnya.
- - anak arsitek main game komputer
0400 Piket jaga malam giliran III: hening... (ketiduran semua?)
- - anak arsitek sudah terkapar
0600 Shubuh, piket masak mulai menanak nasi

Tidak ada komentar: