Senin, 14 Maret 2022

Meet Cute

Adegan perjumpaan pertama yang imut-imut adalah bahan pokok komedi roman. Seringnya mengarah pada bentrokan lucu antara kepribadian/keyakinan, situasi memalukan, atau kesalahpahaman menggelikan yang selanjutnya mendorong alur cerita.

Sebagai naskah untuk ditonton tentu menarik, tapi menempuhnya di kehidupan nyata pasti sangat melelahkan. Apalagi belum ada jaminan bahwa ini menuju akhir yang bahagia. Selisih jalan tiada ujung yang menjengkelkan, perseteruan yang berlarut-larut, timbul penasaran, curiga, cemburu tak berkejuntrungan ... Bagaimana kalau genre yang diterapkan ternyata bukan komedi roman melainkan kisah psikologis menegangkan?
Sang tokoh merasa tidak layak mengalami kejutan ini. Masa keemasan untuk benar-benar menikmati sudah lewat, dia telanjur amit-amit. Ini hanya siksaan yang wajib dilalui demi menebus karma yang mungkin ada.


遅すぎた出会い 胸にかみしめている 痛いほど
気付いたら 夜は終りはじめてる

もっと君のこと知りたいよ
悲しみも ささやきも 全部見てみたい
苦しいよ 今度はいつ逢える

むくわれない 束の間の夢ならば
せめて 偶然の時だけでも

Selasa, 08 Maret 2022

Bukan Saya Juga

Dulu ketika membahas topik *perempuan, pelawak, & politisi* beberapa kawan menegur,
"ah itu mah kamu saja yang bebal tidak peka jika dilecehkan kali, entah itu berkah atau musibah"

Yajugaya ...

Barangkali saya sempat terjebak dalam situasi, yang seandainya menimpa kawan lain, mereka akan mati gaya. Tapi rasanya saya selalu berada dalam lingkungan yang cukup kondusif sehingga belum kebagian peristiwa yang mengharuskan saya ikut gerakan macam #metoo
***

Paling parah waktu di lab, di suatu jam istirahat beredar tuh barisan foto gravure idol buat anak-anak lab pilih siapa yang paling cakep. Terus saya enggak dikasih hak suara dong. Tapi ya serba salah, masa saya ikutan memilih cewek-cewek seperti ayam.
Kali lain, habis ujian mereka kasak-kusuk pesan tempat nongkrong. Saya kira pada mau karaoke, minta ikut lah. Setelah bertatapan satu sama lain akhirnya mereka setuju saya mengekor. Ternyata pergi ke bar Heineken (semacam Hooters, tapi Hooters konon baru buka cabang di Jepang sekitar sepuluh tahun kemudian) untuk memandangi pelayan-pelayan dengan rok span yang panjangnya sipi sekali. Sialan mana saya rugi pula harga minuman yang boleh saya minum semua lebih murahan daripada iurannya.
"Bagaimana menurutmu? Cowok-cowok memang makhluk terdegradasi ya?" Tanya mereka sambil cengar-cengir.
Salah seorang Senpai mencoba memotret para pelayan diam-diam, ketahuan oleh pelayan yang lewat, gawainya diamankan dan ditegur panjang lebar tentang peraturan yang semestinya telah disepakati begitu masuk lewat pintu depan. Jadi konsepnya tegas sekali itu, boleh dipandang, difoto jangan, apalagi dipegang.
***

Suatu kali saya mendirikan ikatan alumni dan menjabat sekretaris, salah satu profesor yang terpilih jadi ketua sering membujuk saya mendaftar ke universitasnya untuk jadi sekretarisnya betulan. Saya tolak karena beda bidang minat.
Setelah itu di berbagai acara kami sering ketemu dan beliau main rangkul saja, rangkul pundak yang sepintas mungkin dianggap tak berbahaya, tapi bagi saya sudah pelanggaran privasi. Saya tegur di depan umum dong.
"Prof jangan main rangkul sembarangan begitu dong"
Matanya menyipit, "Ah, kamu itu 'kan sudah seperti cucu saya sendiri."
"Lah terus Prof senang kalau cucu Prof dirangkul aki-aki ganjen? Rangkul saja cucu Prof sendiri jangan urus cucu orang lain!"
Belakangan saya pindah kerjaan dan ternyata secara akademis Prof tersebut mengambil sikap yang berlawanan dengan visi misi pekerjaan baru saya.
***

Saya bisa menolak keras hal-hal macam begitu karena saya orang lepasan, tidak punya ketergantungan apa pun dengan si Prof eta atau siapa pun yang mungkin bertindak demikian. Tapi belum tentu teman lain.
Di kantor lama, saya pernah diceritakan bahwa staf lantai bawah pernah tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh manajernya. Manajer itu sebenarnya adalah suami dari staf kantor saya, entah hari itu ada juga di lantai atas atau sedang cuti/dinas ke mana, pastinya tidak jauh-jauh amat. Jika staf lantai bawah itu melapor, apakah itu bakal merusak rumah tangga teman kantor saya, atau dia akan dituduh menghalu yang bukan-bukan? Akhirnya sepertinya dia mendiamkan saja menganggap angin lalu.
Saya yang gemas kesal, karena tidak menyaksikan sendiri, juga tidak diceritakan langsung oleh korban, tidak bisa berbuat apa-apa.
***

Di kantor berikutnya, ada seorang mBak pegiat yang bercerita suatu kali dia punya acara konsultasi dengan pemerintah dan mitra global, menginap di hotel.
Suatu malam dia mengetuk pintu mentornya bermaksud membahas suatu hal yang dianggap darurat untuk rapat besok. Itu setelah makan malam, memang sudah mendekati pukul 9 malam. Sang mentor membuka pintu langsung menarik si mBak ke dalam pelukan. Si mBak berusaha melepaskan diri dan langsung mengirim pesan protes. Saya lupa jawaban sang mentor, sepertinya menyatakan kekecewaan, tapi kesannya ambigu antara merasa bersalah tidak mampu mengendalikan diri atau menyayangkan bahwa si mBak menolak beliau. Yang pasti beliau tidak minta maaf.
Masalahnya, beliau ini tokoh yang disegani sebagai teladan integritas. Gerakan si mBak sangat bergantung pada keterlibatan beliau dalam berjejaring dengan pemerintah dan mitra global. Jika si mbak mempermasalahkan kelancangan beliau, semua perjuangan dia sendiri ikut hangus belaka.
Suatu kali saya ikut atasan ketemuan dengan mentor si mBak ini, di tempat yang jual pisang goreng sepiring 45 ribu rupiah. Sepertinya beliau memang agak merayu atasan saya juga, bawaan mamang-mamang Sunda centil. Yang jelas beliau masih berkibar dengan nyaman.
***

Tapi ternyata pelecehan oleh pelaku perempuan memang ada.
Seorang yang saya kenal sebagai pekerja di sebuah yayasan pemberdayaan perempuan, suatu saat mau menikah dengan pacarnya. Mantan sang pacar entah cemburu tidak rela, membuat keributan di kantor sehingga sang pacar mau datang ke kontrakannya. Di sana sang pacar dikeroyok oleh sang mantan bersama teman-temannya, dan sang pacar sepertinya malah menikmati (?) Jadi ujungnya secara tidak langsung yang dilecehkan bukan sang pacar melainkan kenalan saya sebagai calonnya lah yah.
Saya sendiri heran tidak habis pikir kok kenalan saya itu malah marah kepada mantan sang pacar, bukan kepada sang pacar sendiri yang tidak mampu menjaga kehormatan diri sendiri sebagai seorang laki-laki (?)
Tapi sepuluh tahun berlalu, tampaknya mereka kini masih baik-baik saja sebagai suami-istri. Ajaib betul.

Kamis, 24 Februari 2022

Jambak

Jambu malaka/malay rose apple
(Syzygium malaccense) 🌹🖤🍎🌳

Semakin hitam semakin manis
Tanaman pribumi yang tersebar alami di Malesia dan Australia ini konon telah ribuan tahun lalu diangkut ke Oseania.
Di Jawa menurut @wintjescake dan @delajaskara disebut sebagai "jambu dersono". Tapi gara-gara sejak 1793 diperkenalkan ke Karibia, kini di lapak daring dijual sebagai "jambu bol Jamaika" 🤦🏾‍♀️

Kata @akumasjok, pada masanya djamboe bol sempat merupakan jenama rokok legendaris di Kudus. Namun karena tidak ada keturunan yang dipersiapkan mewarisi usaha ini, apalagi kalah saing dengan Djarum dkk, lambat laun bangkrut sampai menyisakan masalah perburuhan yang berlarut-larut.
Sebungkus rokok djamboe bol antik saat ini bisa mencapai Rp2,5 juta, orang-orang Kudus memang gila

#manzanadeagua #pomarosa #pomerac #jambubol #jambujamaika #malayapple #malayroseapple #otaheiteapple #pinksatinash #mountainapple #plumrose #syzygiummalaccense #ohiaai #indonesiamakanbuah
#マレーフトモモ #ヤマリンゴ #マウンテンアップル #フトモモ科 #フトモモ属 #インドネシア

Senin, 14 Februari 2022

Cari Nafkah


 

Ketika saya menyambi menerjemahkan Yotsuba&! di sela kegiatan yang melibatkan berbagai lapisan sosialita seputar Kemang Jakarta, sungguh kagum pada pola hidup seperti Pak Koiwai kok tampak nyaman ya. Saya pun kepingin berhenti mengantor, cukup duduk santai di rumah menerima pesanan terjemahan saja sambil menampung anak orang, lalu membiarkannya beredar (((cari nafkah))) sendiri ke rumah sebelah, diasuh para tetangga cantik ...  

Sayangnya tidak semudah itu Pulgoso!!! 
Anak-anak cepat sekali besar, belum apa-apa sudah menimbulkan masalah sebagai abege remaja, lebih baik segera dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing. Kalau begitu sih mendingan punya anak sendiri saja. 
Tidak seperti Yotsuba, yang dalam setiap tahun hidup kita, mungkin hanya menempuh rentang waktu tiga hari sampai seminggu ... sehingga nyaris selamanya berusia lima tahun ...

Siapa sangka, berkat pandemi, ternyata gaya hidup yang diidamkan bisa juga terkabul (???) 
Hanya saja anak-anak tampungan yang beredar (((cari nafkah))) ke rumah tetangga manis adalah ... UCING-UCING saya 

***

Kalau dipikir-pikir Yotsuba&! mengandung dilema. 
Rasanya ini kisah yang bagus tentang lingkungan RT/RW yang cocok dan aman untuk anak kecil. Namun, menurut latar belakang yang disusun, Yotsuba adalah anak adopsi. Keberadaan orang tua kandung tidak diketahui. Yotsuba berarti saat ini tinggal dengan *bukan mahram*. Lalu dia akan mengajak sesama anak-anak pergi jalan-jalan bersama oom-oom mencurigakan, teman ayah angkatnya ... Apalagi Jepang punya Hikayat Genji, jangan-jangan suatu saat begitu besar Yotsuba disetel menjadi kekasih Pak Koiwai?

Bagaimanapun juga, bukankah kebanyakan kisah kepahlawanan memang didominasi oleh anak yatim piatu. Situasi tersebut mungkin membuat mereka lebih tertempa untuk "nothing to lose & everything to gain" ... 
Berbeda dengan anak yang punya orang tua masih berpengharapan dipiara disayang dimanja dan sebaliknya jadi punya beban untuk balik memiara menyayangi memanjakan ortu yang beranjak lansia, sehingga kekurangan waktu luang untuk menaklukkan dunia. 

Kemarin ada rekan yang membahas tentang doa "Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku waktu kecil." 
Barangkali tak terelakkan lagi bahwa menjadi orang tua itu otomatis akan penuh kesalahan dan pelanggaran, sementara begitu anaknya besar, naluri kasih sayang malah lenyap. Seperti si Kumi tidak sungkan-sungkan menggeram dan menggaplok Graci atau Kunyil ketika mereka sendiri sudah beranak pinak. 
Anak yang menjadi dewasa, setara, adalah saingan baru dalam berebut jatah makan. 

***

Namun, semenjengkelkan apa pun, titah dan sabda orang tua tidak diragukan tetap masih bertuah. Kemarin Joenia cerita betapa ortunya ingin dia masuk FK Unpad, tidak usah jadi dokter kalau repot, cukup jadi dosen, tapi dia memilih masuk Farmasi ITB. Ternyata selesai S3 holondo dan masuk jajaran 500 ilmuwan produktif Indonesia, dapat juga dia posisi dosen di jurusan incaran ortunya. 

Sementara saya, setelah bersitegang soal konsentrasi kerja yang buyar gara-gara ricuh urusan penyortiran benda-benda dan berkas seloteng akibat pengabaian selama berabad-abad, ujug-ujug Ibu saya mengalihkan pembicaraan dengan berceletuk bahwa saya sebaiknya melukis saja. 
Lahhh terus melukis apa, memangnya siapa yang mau beli??? Para penggali harta karun SDA perusak lingkungan? Mana sudi. 

Tapi tiba-tiba dapat juga limpahan kerjaan gagambaran teknis entah-entah
walaupun sama sekali bukan melukis betulan

Semua ini berkat ucing-ucing yang (((cari nafkah)))
bisa-bisanya mereka membawa mata pencaharian baru, ajaib ya  


Kamis, 20 Januari 2022

Gusjigang

Ceritanya pada suatu pagi sebelum malam natal, geng Kinemala markipik markinon mengajak saya jalan-jalan ke Kudus tanggal 14. Sebenarnya mereka mengajak adik saya sih tapi karena beliau sibuk di awal tahun, mungkin saya hanya serep untuk melengkapi jumlah orang supaya lebih ringan berbagi biaya ahhaha hiks.

Sepertinya geng ini selalu berhasil mewujudkan acara sekadar kopdar sampai piknik jauh bukan sekadar wacana ya? Karena wacana yang belum kesampaian justru adalah menelurkan karya bersama.

***

Pesertanya beda angkatan semua, tapi sejak saya pulang kampung, ikut bergaul seolah-olah kita sudah melintasi benua mengarungi samudra bersama ...

R 97, pejabat ASN penggemar telur pecah yang haus cuti, ketua cewek membanggakan pada masanya, yang sepertinya masih bercita-cita menciptakan sebuah gebrakan komedi situasi
S 99, teman satu kemah waktu tanggap bencana, penulis naskah berbakat yang pernah menang piala citra
V 99, pegiat reuni di SMA, kohai andalan yang selalu siap sedia menyetir untuk blusukan ke berbagai pelosok tempat wisata
Disusul oleh I 00 yang pernah bantu saya bikin skenario animasi buat kantor, kemudian menyusun film buat mantan bos saya sampai menang citra. Dia membawa keluarga dan bergabung di jalur mendekati Demak
Teman-teman yang tidak bisa pergi selain adik saya adalah B 98, pengelola ruang baca/nonton yang baru menerbitkan buku-buku kumpulan tulisannya
W 96, mantan sekretaris ekskul kami yang punya berbagai sumber daya
Tujuan kami adalah mengunjungi J 98, seorang teman LFM angkatan adik saya yang mengalami sendiri kehidupan bak sinetron Indosiar dalam berbagai judul ajaib.

***


Kudus sebuah kota yang unik, dibangun dengan fondasi agama dan ekonomi yang saling berkelindan. Terobosan-terobosan usaha dagang dan periklanan ada semua di sini. Berbagai pengaruh dari luar diinternalisasi menjadi khas pribumi. Sepertinya sejak kembali ke kampung halamannya, J menyadari betapa hal-hal ini patut dibanggakan. Kapan-kapan perlu dijabarkan satu per satu. Kapan-kapan mungkin bisa menjadi bahan untuk digarap bersama geng KineMala.