Minggu, 15 Maret 2015

Kilometer 0 NKRI

Ini pemandangan di depan monumen "kilometer nol" palsu, untuk menandai titik paling barat laut Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didirikan di Pulau Weh untuk keperluan wisata. Aslinya masih ada lagi pulau terluar bernama Pulo Rondo sekitar 25 kilometer dari tempat ini. Namun, pulau tersebut juga terletak di bawah administrasi yang sama, yakni Kota Sabang.


Kilometer 0 NKRI
Posted by Kanti Anwar on Day o' the Sun, Marrrch 15, 2015

Sabtu, 29 November 2014

Semarak Minang Bersoda

Onde mandeh ... Baa pulo rang awak ko ...
Pasanglah sakalian tungku randang jo piriang2 dendeng balado ...
Kegagalan hreatipitas ... ??? OMGWTHDNA


NATIONAL COSTUME MISS EARTH INDONESIA 2014Kostum nasional “The Glory of Sparkling Minang” yang dikenakan oleh Annisa...
Dikirim oleh Indonesian Pageants pada Senin, 24 November 2014


KOMENTAR DUNSANAK SADONYO

  • Puti nan baduri...???
  • Iyo bana rang awak tu? ... Indak malu nyo?
  • Seram ... Sieun ... Yaiks ... tatutt ...
  • Kayak monster ... Maleficent atau Cruella de Vil versi minang
  • Bisa buat kouhaku uta gassen iniii

  • Indak barek jam gadang di kapalo?
  • Bentar lagi jadi Leher beton.. Ngalahin mike tyson ...
  • Mirip menara Sauron ya?
  • Kayaknya bakal sakit ketusuk2 gonjongnya di sana sini :)))
  • Kan gak mesti bagonjong, atap kajang padati lebih vernakular ...

  • Songketnyo cabiak, tarompahnyo sirah, jam gadang batenggek
  • Manga lo paha pamer2 cando iko. Mambangkik batang tarandam
  • Benar-benar memahami spirite urang awak tuh designernya *sigh
  • Duh... Arwah Tuanku Imam Bonjol bisa bangkit dari kubur nih
  • Misi mendangkalkan filosofi baju kuruang padusi islami.

  • Moderennyooo... iyo. Tapi ... Apo indak marah rang minang ??????
  • Pakai istilah sekarang ... "gak segitunya kaleeeee ..."
  • Kok urg kampuang pasti indak mangarati bantuak koh...
  • Perancang tu ingin manunjuakkan rancaknyo tanun Silungkang ...
  • Sayang kreativitas indak manenggang budaya urang Minang...

Sabtu, 08 November 2014

Ada Apa dengan Rangga?

Terus, salah LINE? Salah teman-teman LINE?
Ada apa dengan Rangga setelah 12 tahun berlalu?
Ada apa dengan banyaknya jam tangan, jam meja, dan jam dinding yang menumpuk di berbagai sudut kamarnya?
Lho, itu Rangga, Anis Matta, atau Moeldoko???



Cowok semacam Rangga berserakan di sekitar saya, walaupun bisa jadi makhluk langka di sekitar cewek sosialita semacam Cinta. Itulah sebabnya, jangan-jangan hanya saya yang menemukan perubahan watak dalam iklan ini. Bahkan, Cinta pun mungkin tidak menyadarinya.

Rangga kan tipe pujangga gaul jadul yang bakal rajin berkirim surat panjang bersambung mingguan, atau sekepepetnya tetaplah rutin melayangkan barang selembar kartu pos bergambar setiap bulan. Kalau gak sanggup telepon, masa sih gak sempat sekali pun menghubungi via irc, ym, fs, mp, fb, skype ...? Banyak cara untuk berhubungan jarak jauh, asal niat mah. Menonton kesehariannya, toh dia bukan cowok galau tak berdaya seperti tokoh-tokoh di film-film Wong Kar-wai atau Shinkai Makoto.

Andaipun hilang kontak, dibuat heboh dong latar belakangnya, misalkan sempat AWOL gara-gara blusukan ke pelosok Afrika, atau gak usah jauhlah, cukup kehabisan ongkos perahu di sungai rimba Kalimantan, secara lumayan nasionalis dia. Atau yang lebih ekstrem, diciduk gara-gara kegiatan politik seperti napak tilas jejak Saman, kek gitu. Ini kok malah kandas menjadi pebisnis global alay sok sibuk jeprat-jepret kamera géjé, yang entah bagaimana tetap terpenjara oleh ruang dan waktu???

Masa coba, sudah usia segitu (dengan asumsi jenjang karier segono) dia mampir ke Jakarta hanya dua hari, nggak ambil libur tambahan. Lalu, kok cuma kirim sebaris pesan, dan jinak menanti di bandara. Mana bandaranya malah di Korea pula??? Benarkah kecengannya telanjur pindah ke Bekasi, sampai segitu berat untuk langsung tancap naik ojeg ketok rumah, bawa sogokan oleh-oleh coklat bekal sungkem ke mantan bakal calon mertua? Apakah uang saku keburu habis buat koleksi aneka ragam jam di atas?

Bahwa si Cinta masih ngupi-ngupi cantik dengan teman SMA itu-itu juga, bisalah dimaklumi. Walaupun demikian, setidaknya saya sempat berharap agar pengalaman positif berekskul mading mengantarkannya bukan sekadar jadi pegawai kantoran chic yang duduk manis berdandan apik di balik meja, melainkan terjun ke kegiatan kreatif inovatif dinamis beredar menjangkau masyarakat di lapangan, dengan mobilitas yang jauh lebih tinggi daripada hak sepatunya.

Namun apa hendak dikata, dalam selisih satu purnama, Cinta kepalang jadi menantu keluarga mafia pengusaha konglomerat dan kini sudah beranak dua.
Sementara itu, Rangga menikah dengan anak seorang politisi gagal, mengambil gelar Doktor di Eropa, terus narsis-narsisan bikin film sama istrinya sebelum pulang ke Jogja, dan baru kemarin, mobil mertuanya ditembak?! #eh
(Ahaha paciweuh, memangnya ini film aksi mata-mata apa ya ...)

Terlepas dari sisi populer cerita cinta SMA, AADC adalah tonggak sejarah perfilman nasional berlatar semangat pascareformasi, yang berupaya menggugah remaja untuk lebih prihatin terhadap keadaan masyarakat sekeliling. Namun, melalui iklan ini, tampak jelas suatu kegagalan.
Betapa Rangga, mewakili generasi kita, generasi AADC, meninggalkan masa muda kekiri-kirian, terhempas menjadi sekadar kelas menengah ngéhé budak konsumtivisme... ??? MARI MELAWAN LUPA


Rabu, 27 Agustus 2014

Tiga kesempatan, tiga perjumpaan ・「三期三会」

(Maksudnya pelesetan Ichi Go, Ichi E ...
Euh tapi dibaca apa ya? mitsugo mitsue atau sanki sankai? 8|)

Kebetulan kemarin ini kebagian jadwal mengamen di tiga sesi, kepergok tiga kenalan lama yang tidak disangka-sangka.


  1. Pagi-pagi di antara tamu-tamu, kok ada yang cengar-cengir menyapa. Saya melongo saja, lah siapa pula ini? Padahal, dia ternyata senior yang memang sudah lama saya kontak melalui FB kalau-kalau suatu saat punya kegiatan yang nyambung. Sialnya, saya sama sekali gak hafal tampangnya karena orangnya jarang pasang foto narsis. Baru menyadari setelah pembawa acara menyebutkan namanya. Duh, sungguh malu banget.
    Ah, baiklah perlu dicatat... JANGAN sekali-kali lagi SKSD sok kenal sok dekat sebelum sempat ngopi darat. Atau setidaknya, kebagian pas foto dulu lah ya.

  2. Siang-siang pindah ke tujuan berikutnya, melewati segerombolan makhluk berseragam yang sedang bersandar di pagar beranda. Ujug-ujug ada yang menyapa lirih, "MBAK Kanti?" Lah siapa pula anak sekolahan berondong di pelosok kota ini yang bisa-bisanya mengenal saya? Eeeh bayi tetangga semasa kuliah yang dulu saya asuh, cubit-cubit, kejar-kejar, keloni, kini telah menjadi seorang remaja SMA ganteng! Dan bisa-bisanya berpapasan tanpa sengaja! Waaah...
    Tapi hei ujang, jang, coba itu ya, secara saya sama sekali bukan mbak-mbak, tapi BIBI KANTI gitu loh! Tanteu! XD

  3. Keesokan harinya, salah satu pendamping tamu ternyata adalah teman nongkrong bergadangan minum kopi nonton bioskop 10 tahun yang lalu! Tapi saya salami senyumi colek-colek di sela acara, kok dia malah kabur menghindar? Menghilang pula di setiap acara istirahat! Salah apa saya ya? Tanya teman-teman nongkrong yang lain yang masih terdampar di belahan bumi lain, katanya memang terakhir tiba-tiba dia menarik diri dari pergaulan, gak sudi lagi beramah-tamah. Berarti bukan persoalan pribadi dengan saya? Semoga tidak ada masalah khusus, yang penting syukurlah dia tampak sehat-sehat saja.


Rasanya, jadi ingin menyanyi ...
wasure nai yo tooku hanare te mo 忘れないよ 遠く離れても
mijikai hibi mo asai enishi mo 短い日々も 浅い縁も
wasure nai de watashi no koto yori 忘れないで 私のことより
anata no egao wo wasure nai de ... あなたの笑顔を 忘れないで

Tak akan kulupakan, walau jauh terpisah
hari-hari yang singkat pun, ikatan yang dangkal pun
janganlah kaulupakan, daripada diriku
senyumanmu itu tolong, janganlah kaulupakan

Rabu, 02 Juli 2014

Tim Edward dan Tim Jacob

(1)
Dunia alay gonjang-ganjing oleh perseteruan antara dua tim fanatik.
Tim Edward mengagumi sosok penghisap darah berkepribadian misterius yang terkutuk namun gagah perkasa, cerdas, kaya-raya, dan mengendarai mobil mewah. Mereka tidak peduli ia pelaku KDRT atas nama cinta. Mereka percaya, sesungguhnya ia pemuda berhati mulia yang tabah menahan diri.
Tim Jacob meyakini bahwa pujaan mereka lebih hangat, lebih manusiawi daripada saingannya, dan membela kepentingan mereka tanpa pamrih sebagai sesama rakyat jelata. Mereka abai bahwa serigala sering dianggap rendah oleh sesama manusia sedangkan sejatinya adalah makhluk liar pengincar ternak yang tak bakal sanggup mereka jinakkan.
***
Selama kedua belah tim berseteru cakar-cakaran jambak-jambakan dengan sia-sia, tidak ada yang menyadari masalah paling mendasar, yakni bahwa sesungguhnya Bella itu hanyalah seorang cewek manja bodoh yang tidak terlalu penting untuk diperebutkan, sedangkan mereka telah terjebak dalam kisah rembang petang demokrasi omong kosong belaka.

Young Kim: New Moon


(2)
"Tapi Bella tidak bisa hidup tanpa Edward, masa kalian tega membiarkannya mati rindu, malah mendukung si anjing buduk?" tantang tim Edward kepada tim Jacob.
"Apa sih yang kalian lihat dalam diri lintah keparat itu? Makhluk gentayangan di balik kabut!" sanggah tim Jacob. "Mendekatinya berarti cari gara-gara dengan Volturi!"
Tim Edward terhenyak. Tidak ada seorang pun yang menyadari betapa Bella terpikat oleh Edward akibat hal remeh: menemukan suatu rahasia, bahwa sosoknya gemerlapan memantulkan pelangi jika terpapar sinar mentari.
***
Dan bumi pun perlahan ditelan kegelapan bulan baru.

(3)
Tim Edward menganggap Jacob sekadar keset kaki kumal yang terhampar di depan pintu untuk menjegalnya, sementara bagi tim Jacob, Edward bagaikan kucing porselin rapuh dengan cakar melambai-lambai yang dipajang di samping kasir, sekali tersenggol akan hancur berkeping-keping.
***
Dalam ketegangan yang semakin meningkat, tiba-tiba segelintir rombongan tim Jacob melolong-lolong menyayat hati ke arah sang rembulan jagung biru. Seakan-akan mereka juga turut menjelma menjadi gerombolan serigala yang terinjak-injak oleh ujung sepatu. Beberapa moncong yang paling bising di kalangan mereka menyenandungkan beredarnya desas-desus bahwa Jacob berbulu hitam, yang mereka tuduhkan dipicu oleh pihak tim Edward.
Para penonton pun saling berpandangan kebingungan... "Lho, lalu apa salahnya dia dibilang hitam? Bukankah namanya memang Jacob B-l-a-c-k?"
***
Suasana pun diperkeruh oleh gerhana yang dalam sesaat menelan sinar mentari ke dalam kelam yang mencekam.
(Catatan redaksi, untuk pengetahuan Anda: Berdasarkan bukti-bukti baik yang tercantum pada kartu jati diri kelompok serigala maupun pernyataan para saksi, warna bulu Jacob disebut sebagai cokelat karat.)


(4)
Menurut tim Jacob, Edward menyia-nyiakan seabad lebih keabadiannya hanya sebagai remaja kolot yang tidak pernah benar-benar beranjak dewasa. Dia hanya meniru-niru kharisma Gilbert Blythe, kebangsawanan Mr Darcy dan keangkuhan Mr Rochester, tanpa menebar daya tarik keCullenan yang asli.
Sementara bagi tim Edward, Jacob hanyalah domba karbitan agar menumbuhkan bulu-bulu serigala terlalu cepat dewasa akibat ancaman yang membayang-bayangi sukunya. Padahal, dia adalah bagian dari generasi yang kehilangan akar jati diri, buktinya namanya pun kebarat-baratan, bukan menggunakan bahasa Quileute lagi.
***
Diam-diam di pinggir tebing berbatu karang,
diiringi deburan ombak menggapai pantai,
Edward dan Jacob duduk bersulang,
memecahkan gelas biar ramai.
Mereka sepakat untuk mengambil dua jalan,
sebelah kanan dan sebelah kiri,
semata-mata demi mengecoh lawan,
menjaga Bella dari intaian Volturi.
Semua demi Bella, dan hanya Bella,
si cewek manja egois histeris tak tahu diri.
Tentang tingkah laku tim-tim masing-masing,
ternyata kedua alay itu sama sekali tidak peduli.
***
Dan fajar pun menyingsing menyibak hari.

(5)
Tim Jacob berlaku seolah-olah mereka telah menjadi bagian dari suku Quileute, memandang tim Edward sebagai pelanggar tapal batas yang harus segera diusir dari wilayah ini. Tim Edward pun berlaku layaknya keluarga Cullen, dengan serta-merta mengernyitkan hidung setiap ada tim Jacob lewat, seolah-olah mereka telah tertular bau khas yang menjijikkan. Apakah mereka siap berdamai ketika kisah ini tamat?
***
Dalam naskah aslinya, di akhir hayat Bella jelas-jelas memilih Edward sekaligus beserta keabadiannya. Kemudian, mereka berdua menerima Jacob sebagai calon menantu. Dari satu sisi, tampak semua berakhir bahagia. Namun belum tentu demikianlah pendapat pihak yang berada di sisi lain.
Jika sebaliknya Bella memutuskan untuk tidak tertarik menjadi bagian dari mayat hidup sehingga memilih Jacob, apakah mereka berdua bersedia menyambut Edward sebagai calon menantu?
Edward berumur panjang, namun apakah ia dapat hidup tanpa Bella? Apakah ia dapat menerima putri dari Jacob, dengan bau khas yang akan membuat hidungnya mengkerut, sebagai jodoh sepanjang hayat?
***
Berbagai pertanyaan akan muncul dari berbagai kemungkinan alur yang berbeda, selanjutnya terserah Anda. Kita hanya bisa menanti dan berharap agar karya para penggemar dapat menyinari kegelapan masa depan bagaikan mentari di tengah malam.

(Penafian: Untuk menghindari kesalahpahaman bahwa saya penggemar cerita sampah dengan tokoh bernama sama, dengan ini saya tegaskan bahwa judul di atas sesungguhnya dapat diganti dengan Tim Sasuke dan Tim Naruto.)