Jumat, 03 Februari 2006

Setsunai Setsubun

Entah mengapa kali ini segala macam tahun baru terlewat begitu saja. Yang Masehi, Hijriah, dan Imlek...
Toh aku bukan orang yang mematok tahun baru menjadi titik tolak rencana hidup.
Tapi setidaknya di perayaan Setsubun masih beredar toshi-koshi soba, semacam mi untuk merayakan tahun baru, jadi masih bisa merasa heboh tahun baruan.

Kebetulan pamanku suami-istri baru studi banding ke Hongkong, Idul Adha di sana segala. Iseng menitip oleh-oleh, ternyata benar-benar dibawakan: sebuah benda gak penting, kantung hp yang lebih mirip amplop angpau --- hihihi, abg. Si Tante agak merenung, wah ini mungkin terlalu biasa ya? Di Chukagai belahan dunia manapun pasti ada. Bahkan di Indonesia pun Imlek sedang ramai-ramainya, karena masih "baru"... Tapi lumayan juga, beruntung: Akhirnya ada satu benda yang bisa menimpali retorika: "Ti mana, ti Hongkong???" "Heueuh, ti Hongkong pisaaan" (^_^;
...
Tahun ini jatuh pada shio anjing, tapi produksi AIBO oleh SONY malah dihentikan katanya.
Sementara keluarga di rumah malah tiba-tiba memelihara kelinci.
"Wah, kenapa kok bisa? Terimbas majalah Playboy, atau terpengaruh film Wallace and Gromit: Curse of the Were Rabbit?"
"Bukan, itu malah belum nonton. Ini, supaya balita di rumah gak bosan nonton Lion King dan Two Brothers melulu tiap hari pagi siang sore, baru diputarkan Bambi. Kan ada si Thumper itu, dia suka sekali. Jadilah dibelikan kelinci. Lucu-lucu loh, ada yang bercelak matanya seperti Cleopatra."
"Achso. Tapi kelinci kan jarang berbunyi, jadi serasa mudah tertukar sama selop..."
"Eh tahu-tahu sudah begitu dia malah minta rusa! Apalagi sudah pernah melihat foto-foto mesramu dengan rusa-rusa Nara. Mungkin kapan-kapan harus pelesiran ke Istana Bogor..."
"Yah masih untung atuh, dia belum minta Simba atau Sangha... Payah aw kalau aku punya anak kapan-kapan, gak bakalan kutitipkan pada neneknya, takut jadi manja!"

Tidak ada komentar: