Kamis, 13 September 2007

Normalisasi Jepang

Kebijakan LN Indonesia terhadap Jepang yang 'normal'



Diskusi JF

Banyak orang Jepang sendiri tidak menyadari bahwa Jepang selama ini adalah negara yang terlucuti. Mereka tidak punya tentara, namun dengan demikian mereka juga tidak perlu menanggung beban keamanan, dan dapat fokus terhadap pembangunan ekonomi secara maksimal.

Perubahan resmi Badan Pertahanan Jepang menjadi Kementerian Pertahanan Jepang pada Januari 2007 disebut oleh (mantan) Perdana Menteri Abe Shinzo sebagai "sebuah peristiwa yang menandai berakhirnya rezim pascaperang dan akan meletakkan dasar membangun negara baru."
Perubahan tersebut berlangsung nyaris tanpa sorotan dari Indonesia. Ini menandakan bahwa 'normalisasi' Jepang bukan menjadi masalah di kalangan orang Indonesia.

Walaupun merasakan kejamnya pendudukan militer Jepang 1942-1945, sikap Indonesia terhadap sejarah perang Jepang, jauh lebih lunak dibandingkan sikap China dan Korea. Misalnya, Indonesia tidak pernah mempermasalahkan kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Yasukuni.

Penyebabnya adalah:
  • Jepang mengakhiri kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia
  • Banyak pemuda dan pemimpin militer dilatih oleh Jepang
  • Sejak penegakan hubungan diplomatik pada tahun 1958, terbentuk hubungan ekonomi yang sangat dekat antara Indonesia dan Jepang: Jepang membayar perbaikan pascaperang, Jepang menjadi donor terbesar, investor utama, dan pasar penting bagi ekspor Indonesia.
  • Setelah 1965 sampai akhir Perang Dingin, Indonesia berada di kelompok antikomunis yang sama dengan Jepang, memandang China sebagai ancaman luar utama.

Indonesia menyambut hangat dan mendukung misi pertama Pasukan Perdamaian PBB Jepang. Walaupun begitu, Indonesia sebagaimana negara ASEAN lainnya menolak keras gerakan terhadap proyeksi kekuatan militer pertahanan agresif di pihak Jepang.

Indonesia menentang AS agar Jepang memikul sebagian beban keamanan dan meningkatkan patroli laut pada jarak 1000 nautikal mil, dan melawan keikutsertaan langsung Jepang dalam memastikan keamanan navigasi di Selat Malaka. Indonesia, Malaysia dan Singapura hanya akan menerima bantuan finansial dan teknis untuk meningkatkan kemampuan mereka masing-masing. Kekuatan Jepang diproyeksikan di atas pertahanan negaranya sendiri akan dipandang dengan kecurigaan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, hubungan segitiga China-Jepang-AS sangat penting untuk keamanan Asia-Pasifik yang lebih luas. Indonesia dan ASEAN sebagai satu kesatuan memilih keteraturan regional multipolar berdasarkan keseimbangan stabil ketiga struktur kekuatan. Jepang dapat bertindak sebagai pengimbang kebangkitan ekonomi militer China. Untuk itu, kebijakan luar negeri Jepang tidak boleh hanya didikte oleh Washington, melainkan harus siap menjadi penengah seandainya ada konflik antara AS dengan China.

Jepang harus memberitahukan negara tetangga termasuk Indonesia mengenai dampak perubahan nama Badan Pertahanan menjadi Kementerian Pertahanan, baik dalam doktrin, strategi dan sikap. Jepang perlu memastikan kepada negara tetangga bahwa menjadi 'normal' tidak berarti kembalinya ideologi militer, ekspansi dan agresi.

Selama Jepang berpegang pada komitmen perdamaian dan kerja sama, kebijakan luar negeri Indonesia tidak akan berubah. Jepang sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam bidang ekonomi, dan di masa depan terbuka kemungkinan kerja sama dalam bidang pertahanan, sebagai sumber alternatif perangkat militer yang canggih, apalagi bila ada prospek transfer teknologi.

Rabu, 12 September 2007

Panon Hideung (Rusia)

Setelah bulan lalu puas mengata-ngatai si
Mata Hijau, Hidung Pesek, Pipi Berbintik (dan Rambut Merah..).
Kini, menyambut oom Putin, giliran si
Panon Hideung, Irung Mancung, Pipi Koneng, Putri Bandung.

Ini lagu rakyat Ukraina yang diterjemahkan sebagai lagu Sunda.
Selain lagu ini, Katusha, Kalinka, dst lagu-lagu versi pasukan merah, lumayan asyik untuk menemani bangun tidur saya.

(Btw, sayang mata saya cokelat euy. Sementara soal hidung, teman-teman bilang "Hidung kamu bukannya gak mancung Kan, cuma ketilep pipi kamu yang juga mancung..." Demikianlah jadi tidak bisa mengaku-ngaku memiliki lagu ini. Wahhh kok jadi fisik banget yah bahasan akhir-akhir ini???)



Очи чёрные


blackeyesОчи чёрные, очи жгучие,
Очи страстные и прекрасные,
Как люблю я вас, как боюсь я вас,
Знать увидел вас я не в добрый час.

Очи чёрные, очи пламенны
И монят они в страны дальные,
Где царит любовь, где царит покой,
Где страданья нет, где вражды запрет.

Не встречал бы вас, не страдал бы так,
Я бы прожил жизнь улыбаючись,
Вы сгубили меня очи черные
Унесли на век моё счастье.



Ochi chyornye, ochi zhguchie,
Ochi strastnye i prekrasnye,
Kak lyublyu ya vas, kak boyus' ya vas,
Znat' uvidel vas ya ne v dobryy chas.

Ochi chyornye, ochi plamenny
I monyat oni v strany dal'nye,
Gde tsarit lyubov', gde tsarit pokoy,
Gde stradan'ya net, gde vrazhdy zapret.

Ne vstrechal by vas, ne stradal by tak,
Ya by prozhil zhizn' ulybayuchis',
Vy sgubili menya ochi chernye
Unesli na vek moyo schast'e.

Lay lay lay lay lay lala
Lala lalay lala, lala lalay lala
Lay lay lay lay lay lala
Lala lalay lala, lala lala

Selasa, 11 September 2007

Taufiq Ismail dan Nasionalisme

taufiqMemang tahun ini tahun reuni. Minggu lalu saya menemui Taufiq Ismail (72), berlima dengan rekan kerja.
Sambutan yang cukup heboh bikin geer juga. Dahulu kala di masa balita saya memang sering ikut Ayah, teman seangkatan beliau, mampir meminjam komik Asterix dan majalah National Geographic ke rumah ini. Om Taufiq memperlihatkan kamar tempat saya menumpang dulu, kini telah dihuni oleh cucu pertama beliau.
Apa lagi ya... Oh ya! Chai-nya enak.

Tujuan utama sebenarnya adalah menemani bos melakukan wawancara bertema nasionalisme alias kebangsaan. Walah, PMP banget yah.

"Hmm, apa ya, sebagai anak usia 13 tahun, rasa kebangsaan itu tidak diajarkan di sekolah, tapi dialami langsung. Saat itu saya naik kapal bermuatan senjata selundupan dari Singapura, menerobos hutan bakau di perairan Sumatra... Begitu mencapai pelataran, terlihat Bendera Merah Putih di sana, rasa haru yang tercurah itulah nasionalisme bagi saya..." dan beliau pun menceritakan pengalamannya seputar masa agresi militer 1948, pengakuan kedaulatan 1949, dst.

Nah kalau pelajaran sejarah tidak mencukupi untuk membangkitkan nostalgia semacam itu di kalangan kaum muda, apakah kita sekarang perlu dijajah lagi, baru bisa nasionalime muncul di dalam kerangka berpikir kaum muda?

"Lho, penjajahan itu kan memang sudah berlangsung. Agen-agennya sangat ramah, penuh senyum menyapa, dan hadir di setiap rumah dalam bentuk kotak serba bisa. Televisi."

Lalu apa yang harus dilakukan agar kita kembali merdeka?

"Sudah banyak rekan-rekan yang bergerak dalam wacana itu, mungkin masih perlu mengerahkan lebih banyak orang lagi."

Bagaimana mengenai lagu kebangsaan yang relatif baru, seperti lagunya Cokelat, misalnya? Apakah rasa yang timbul dari sana bisa diasosiasikan dengan rasa kebangsaan yang dialami seputar perang kemerdekaan dulu?

"Wah, yang seperti apa ya? Saya tidak perhatikan. Nuansa rasa kaum muda memang berbeda dengan kaum tua. Tantangan yang dihadapi juga telah berbeda bentuk. Yah, daripada panjang berteori, mari kita simak apa kata si Toni..." dan mulailah beliau berpuisi.
Dikutip dari MAJOI, halaman 74.


KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,
LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,
Kata Si Toni (1998)
...
Kalian paksa-tekankan budaya berutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia

...
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya
Meminjam kepeng ke mancanegara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis
Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
...
dst (selengkapnya bisa digoogle sendiri tentu)


PS: Pesan sponsor: tolong dicamkan bahwa Taufiq Ismail itu ditulis dengan q seperti akyu, ya, jangan pakai k. Nah, lho, banyak kan yang sering salah?

Rabu, 05 September 2007

Burqini™ dalam Komik

opus0826

Setelah segala masalah karikatur di tahun silam, kini media massa Amerika ceritanya berhati-hati terhadap political correctness dalam komik sehingga memutuskan untuk menarik dua strip Opus tertanggal 26 Agustus dan 3 September. Komik tersebut dianggap menyinggung secara gender dan keagamaan. Karena ingin tahu, saya baca juga. Ternyata salah satunya menyebut-nyebut tentang Burqini™.

opus0903

Baru tahu saya bahwa baju renang semacam itu diberi istilah burqini. Rasanya selama ini --saya juga pernah tulis sebelumnya tentang pakaian semacam itu-- sebutannya cukup baju renang muslimah.

Istilah Burqini™ menjadi tenar ketika muncul kontroversi penjaga pantai muslimah Australia yang mengenakan baju buatan Ahiida ini.
Burqini™ dan kawan-kawan mungkin masih banyak dikecam oleh orang-orang yang merasa bahwa perempuan memang sebaiknya benar-benar dipisahkan. Di sitkom Little Mosque dulu juga salah satu episodenya sempat menampilkan baju ini, sebagai alternatif terakhir tidak adanya kolam renang khusus perempuan.

Yah dari hasil saya menyimak isi kartun di atas, sebagai humor asyik-asyik saja dan cukup seimbang, karena gaya hidup Amerika pun dikecam. Produser Burqini™ sendiri menyukainya dan tidak menganggap komik ini sebagai serangan yang menyinggung. Apalagi dengan begini komik ini jadi promosi penjualan Burqini™ dalam jaringan, kan lumayan. Bagaimana menurut Anda?

Situs Turki: Hasema
Situs Indonesia:Samira, Rafayra
Jilbab khusus olah raga: capsters.com

Kamis, 30 Agustus 2007

Bunga Satu-satunya di Dunia ・世界に一つだけの花

Setelah mengeluhkan mawar Ungu dan Merah Jambu di balik horor Ketika Bambu Berbunga, beberapa minggu ini saya malah terdampar di seberang pasar bunga. Setiap pagi dan petang, saya harus melalui kerumunan bunga. Dan lagu lucu itu pun berputar di kepala:
SMAP, Sekai ni Hitotsu dake no Hana.

Maka rasanya ini saat tepat untuk berbagi saduran Indonesia yang pernah saya kerjakan. Liriknya saya terjemahkan secara harfiah, mungkin masih butuh sentuhan puitis lagi, namun setidaknya saya sudah menyesuaikan suku kata agar dapat dinyanyikan selaras dengan alunan nada (telah teruji di kamar mandi!!!) Silakan diperbandingkan. Bagaimana menurut Anda?

BUNGA SATU-SATUNYA DI DUNIA


(Opening)
number one ni naranakutemo ii || tak perlu berebut jadi nomor satu
moto-moto tokubetsu na only one || sejak awal sudah istimewa only one

(instrumental)

hanaya no mise saki ni naranda || kulihat bunga beraneka warna
ironna hana wo mite ita || berjajar di depan pasar bunga
hito sore-zore konomi ha aru kedo || memenuhi selera yang berbeda-beda
dore mo minna kirei da ne || ada beragam, indah semua

kono naka de dare ga ichiban da nante || tanpa pernah mempertengkarkan
arasou koto mo shinai de || siapakah yang paling hebat
baketsu no naka hokorashige ni || di dalam keranjang dengan bangganya
shan to mune wo hatte iru || mereka membusungkan dada

sore nanoni bokura ningen ha || akan tetapi kita manusia
doushite kou mo kurabetagaru || mengapa ingin membandingkan selalu?
hitori-hitori chigau noni sono naka de || di dalam perbedaan masing-masing
ichi ban ni naritagaru? || ingin jadi nomor satu?

(Reff.)
sou sa bokura ha || ya memang kita semua
sekai ni hitotsu dake no hana || bunga satu-satunya di dunia
hitori-hitori chigau tane wo motsu || masing-masing punya benih berbeda
sono hana wo sakaseru koto dake ni || cukuplah kita bersungguh-sungguh
isshoukenmei ni nareba ii || untuk memekarkan bunga itu

komatta youni warainagara || ada saja orang yang datang
zutto mayotteru hito ga iru || sambil tertawa kebingungan
ganbatte saita hana ha dore mo || bunga-bunga yang sedang berjuang mekar
kirei dakara shikata nai ne || semua indah, pilih yang mana

yatto mise kara dete kita || akhirnya keluar dari pasar
sono hito ga kakaete ita || dengan wajah berseri-seri
iro toridori no hana taba to || dia mendekap seikat bunga
ureshisouna yokogao || indah meriah warna-warni

namae mo shiranakatta keredo || walaupun tak tahu namanya siapa
ano hi boku ni egao wo kureta || hari itu dia tersenyum padaku
dare mo kidzukanai youna basho de || bagai mekarnya bunga di suatu tempat
saiteta hana no youni || yang tak disadari siapa pun

(kembali ke Reff.)

chiisai hana ya ookina hana || bunga yang besar, bunga yang kecil
hitotsu toshite onaji mono ha nai kara || tak ada satu pun benda yang persis sama

(Kembali ke opening)

La la lala lalala lalala la
la la lala la la lala
La la lala lalala lalala la
La la lala la lala la la


2003 紅白初大とり oleh shinjyu_char

Catatan:

  • Lagu ini pernah jadi favorit nomor satu sekian tahun berturut-turut di Jepang, dan ketika memperoleh penghargaan, SMAP Shingo Katori mengakui, "Padahal kami tak pandai menyanyi, tapi beruntung, banyak lagu yang kami nyanyikan mengena di hati semuanya..."
  • Seorang teman 'feminis' menafsirkan satu nuansa yang agak menjatuhkan perempuan. Bahwa di lagu ini perempuan diandaikan bunga yang dipajang di toko, sementara para pembelinya (laki-laki) terserah mau pilih yang manaa... Tapi bunga kan ada juga yang berjenis kelamin jantan. Rasanya tak perlu ada isu gender di sini.
  • Hanya karena yang menyanyi adalah SMAP, lagu ini dianggap ditujukan untuk perempuan. Tapi kini anak TK seluruh Jepang menyanyikannya pun. Ada yang pakai bahasa isyarat pula. Lirik dan nadanya memang cukup mudah dipahami. Mungkin sudah bisa dibilang 'lagu rakyat' lah.
  • Seorang rekan lagi menginfokan bahwa lagu ini pernah jadi pengiring pertandingan voli 2004 (?) dan dikecam karena liriknya malah tidak mendorong masing-masing tim untuk berusaha menang. Tapi yaaa, kenapa kalau untuk jadi lagu olahraga harus ada pesan menjadi nomor satu? Bukankah tujuan utama dari olahraga adalah bermain dengan jujur dan adil. Kemenangan hanyalah sekadar efek samping.
  • Kesimpulannya sih yang pasti lagu ini mengimbau untuk tidak perlu iri, agar bangga atas kelebihan dan kekurangan, keberuntungan dan kemalangan masing-masing. Mari nikmati keindahan rumput liar.