Sabtu, 16 Oktober 2004

Kolak Campur di Cafe Peace

Sebuah restoran vegetarian dibuka di simpang Hyakumanben, seberang Kyoto Univ, pada akhir 2002.
Natural Healthy Organic Vegetarian Cuisine, Bistro Cafe Peace KyotoKetika aku mencoba mencicipi, sang pemilik restoran menyapa dengan ramah: "Dari Indonesia kan? Saya suka masakan Indonesia. Saya pernah mencoba kolak sewaktu ada festival di Kokusai Kouryuu Kaikan (International Community House)."

Hampir tiap tahun dalam acara Ifthar Party dari KMA, aku yang masak kolak, kebetulan. Tentu dia ikut serta dan ingat wajahku.

"Kami akan menyuguhkan Kolak sebagai menu musim dingin spesial percobaan untuk bulan depan. Itu kan makanan yang cocok untuk vegetarian. Bisakah memberikan tips mengenai cara memasaknya? Bagaimana mengejanya untuk ditampilkan di daftar menu?"

Aku mencoba menjelaskan setahuku saja. Bahwa karena tak ada gula jawa, kami di sini menggunakan brown sugar atau kibisatou, dan mengganti ubi jalar dengan kabocha (labu kuning) yang jauh lebih enak tapi juga mahal. Dan bahwa sebenarnya kolak juga bisa dihidangkan dingin, untuk musim panas, walaupun neng Lisa yang datang bersamaku bilang kalau dingin namanya jadi setup. Aku bahkan belum tahu saat itu, bahwa ada yang namanya kolak ayam.
Setelah mencoba mengeja k-o-l-a-k, ia menuliskannya dengan semena-mena dalam katakana 「コラック」,entah mengapa bukan 「コラク」 atau 「行楽」 (=pesiar; padahal, siapa tahu, tohoho). Mungkin maksud tersembunyinya, co-luck?

Ujung-ujungnya, dia sebenarnya sudah menyusun menu sendiri setelah beberapa kali mencicipi kolakku itu, dan inilah hasilnya: ditekankan sebagai hidangan khas Ramadhan Indonesia (padahal perasaan bukan lagi puasa pun disantap kok), tapi dicemplungkan juga kacang hijau dan tapioka... Gubrag deh... Harusnya sih, nama kolak diganti jadi bubur kampiun saja sekalian! Yahahahaha.

Makanya, aku gak dapat royalti... Yah, paling sekali-sekali ditraktir kolak gratis, soalnya harga di sana gak tanggung-tanggung, 680 yen! Sekitar Limapuluhribu Rupiah lebih!!!! Untuk secawan kecil kolak gitu loh!!! Coba aku yang jual, mungkin bisa kaya... Yahahahaha. Tapi bahan mentahnya juga mahal sih. Pisang sesisir saja 300 yen.

温かいデザートはいかがですか?イスラム教のラマダン明け(断食明け)にインドネシアで食べられているぜんざいです。バナナ、かぼちゃ、さつま芋、タピオカ、緑豆などをココナツミルクで煮込んでいます。PEACEのお勧めデザート。
An Indonesian sweet enjoyed by Muslims at the end of Ramadan. Banana, pumpkin, sweet potato, tapioca, and green peas simmered in coconut milk.
Café Peace's recommended hot dessert!


Vegetarian sebenarnya sudah berakar sejak lama di Jepang, berpedoman pada ajaran Buddha, bahkan Kyoto sebagai pusat pertapaan, terkenal dengan acar-acaran dari sayur-mayur khasnya Kyoyasai, dan toufu yang terkenal. Hidangan daging seperti Sukiyaki dan shabu-shabu yang kita nikmati di restoran-restoran Jepang justru termasuk baru, disantap sejak keterbukaan terhadap Eropa di zaman Meiji.

Berdiri di sudut manis di bangunan lantai tiga, Cafe ini tepat di atas restoran Yakiniku dan Gyudon. Katanya, sengaja, untuk memberi alternatif baru dan menarik pemakan daging agar pindah haluan menjadi vegetarian... Ditata dengan apik, berhias lampu nanas anyaman rotan, dan foto-foto para selebritis vegetarian. Menyediakan berbagai buku bacaan yang dapat kita baca sambil menunggu hidangan, seputar humor, kebudayaan, perjalanan keliling dunia, dan hak asasi hewan.
Menu, seputar vegetarian dan vegan, rata-rata dari bahan sayur-buah organik dan daging sintetis kacang kedelai. Tapi sebaiknya meminta khusus lagi untuk tidak memasukkan bumbu mirin dan sake.
Ada makanan khas Asia Tenggara seperti Vietnam, ada kari India/Thai, yang terasa lucu adalah sebuah menu Jepang: Avocado Sashimi, irisan alpukat pengganti ikan mentah, dicelup shouyu dan wasabi!

Bukan hanya untuk makan-makan, tapi di sini juga dijual segala macam sabun yang murni 100% bahan nabati, dan banyak kegiatan yang diselenggarakan di sana, pemutaran film anti peranglah, perencanaan demonstrasi lah; pertengahan September kemarin mereka menjadi panitia festival vegetarian segala, sebuah gerakan akar rumput dengan semboyan bahwa vegetarian adalah pintu perdamaian...

Mengutip kekesalan Kirsten Dunst terhadap kaum vegetarian:
"I understand if you really don't want to hurt the animal or if it really grosses you out. But then there are some who just like the fact that they're controlling something in their life."

Hmmm. Bagaimana menurut kalian?

1 komentar:

budibadabadu mengatakan...

waah ada kolak di kyoto! met puasa ya kan! gw dl wkt di tokyo kok bingung ya sholat subuhnya? eh selebritis vegetarian yg dipasang fotonya siapa aja sih? hehe, ada A. Whitney Brown gak? he's "Saturday Night Live" cast member, season 11-16, 1985-1991. doi pernah ngomong, "I'm not a vegetarian because I love animals. I'm a vegetarian because I hate plants." hehehe dasar pelawak!