Jumat, 01 September 2006

20 Hal tentang Maut

Kita semua akan mati. Namun ada 20 hal yang mungkin tidak kau ketahui mengenai menjelang ajal...

Oleh LeeAundra Temescu (DISCOVER Vol. 27 No. 09 | September 2006)

  1. Praktik mengubur orang mati tertanggal 350 ribu tahun yang lalu, terbukti dengan lubang sedalam 45 kaki di Atapuerca, Spanyol, berisi fosil 27 hominid dari spesies Homo heidelbergensis, diperkirakan sebagai nenek moyang Neanderthal dan manusia moderen;
  2. Jangan pernah menyebut mati: Setidaknya ada 200 eufemisme untuk kata maut, termasuk to be in Abraham's bosom, just add maggots, dan sleep with the Tribbles (istilah Star Trek);
  3. Tidak ada orang Amerika yang meninggal pada usia tua sejak 1951;
  4. Itu adalah tahun pemerintah menghapus klasifikasi dalam sertifikat kematian
  5. Pencetus kematian, dalam semua kasus, adalah kekurangan oksigen. Kekurangan itu dapat membantu menegangnya otot-otot, atau "fase agonal", dari kata Yunani agon, atau cobaan;
  6. Dalam tiga hari kematian, enzim yang biasa mencernakan makanan Anda, mulai memakan diri Anda. Sel-sel yang pecah menjadi makanan untuk bakteri hidup dalam lambung, yang mengeluarkan gas berbahaya yang cukup untuk mengembungkan badan dan mendorong mata keluar.
  7. Terlalu banyak untuk daur ulang: Penguburan di Amerika membuang 827600 galon cairan balsam -formaldehida, metanol, etanol- ke tanah setiap tahun. Kremasi menghembuskan dioksin, asam hidroklorik, belerang dioksida, dan karbon dioksida ke udara.
  8. Perusahaan Swedia, Promessa, akan membekukeringkan tubuh Anda di dalam cairan nitrogen, menghancurkannya dengan getaran frekuensi tinggi, dan menyegel bubuk yang terjadi dalam peti dari pati jagung. Menurut mereka, "penguburan ekologis" ini akan terurai dalam 6-12 bulan.
  9. Kaum Zoroastrian di India meninggalkan mayat di luar untuk dikonsumsi oleh burung nazar.
  10. Burung-burung nazar kini banyak yang mati gara-gara memakan bangkai ternak yang mengandung diclofenac, obat penenang yang biasa dipakai meredakan demam pasokan hidup.
  11. Ratu Victoria memaksa untuk dikuburkan dengan jubah mandi suaminya yang telah lama meninggal, Pangeran Albert, dan sebuah patung tangannya.
  12. Kalau ini tidak berjalan, kita berusaha in vitro!
    Di Madagaskar, keluarga menggali tulang-tulang saudara yang mati dan mengaraknya keliling kampung dalam sebuah upacara bernama famadihana. Sisa-sisa tubuh ini kemudian dibungkus dalam kain kafan baru dan dikuburkan ulang. Kain kafan lama diberikan kepada pasangan yang baru menikah atau belum punya anak untuk menjadi seprai ranjang pengantin.
  13. Dalam ekspansi jalur rel kereta di Mesir abad 19, perusahaan konstruksi menggali begitu banyak mumi, sehingga digunakan sebagai bahan bakar lokomotif.
  14. Yah, ada kemungkinan akan meletus: Filosof Inggris Francis Bakon, peletak dasar metode ilmiah, meninggal pada 1626 oleh Pneumonia setelah mencekoki ayam dengan salju untuk melihat apakah dingin bisa mengawetkannya.
  15. Demi organ-organ yang terbentuk selama perkembangan embrio, beberapa sel harus melakukan bunuh diri. Tanpa kematian sel yang terprogram sedemikian rupa, kita semua akan lahir dengan kaki berjala, seperti bebek.
  16. Menanti menghembuskan napas: Pada 1907, seorang doktor Massachussetts melakukan percobaan dengan ranjang kematian yang didesain khusus dan melaporkan bahwa tubuh manusia kehilangan 21 gram ketika mati. Hal ini dipegang secara luas sebagai fakta sejak saat itu, padahal tidak.
  17. Dikubur hidup-hidup: Di Eropa abad 19, ada sangat banyak bukti anekdot bahwa manusia hidup dinyatakan mati secara silap, sehingga mayat dibaringkan di "rumah sakit orang mati" sementara para penunggunya menanti tanda-tanda pembusukan.
  18. 80 persen rakyat AS mati di rumah sakit.
  19. Jika kamu tak bisa melakukannya di sini...
    Lebih banyak orang melakukan bunuh diri di kota New York daripada dibunuh.
  20. Diperkirakan bahwa telah meninggal 10 biliun nyawa sejak awal kehidupan manusia.

1 komentar:

Sakura mengatakan...

Ooh!Japan offers a shopping service which buy Japanese products and ship them for all who live in oversea.
You can get any Japanese products through this service without coming to Japan.

Ooh!Japan provides not only the shopping service, but also full information about Japanese culture and its lifestyle. Check out more:
http://oohjapan.com/