Kamis, 30 November 2006

Museum Peradaban Manga

Universitas Seika di Kyoto, pelopor berdirinya fakultas khusus manga (Fakultas Seni Komik dan Kartun) pada awal tahun ajaran 2006, kini meluncurkan gebrakan baru: Kyoto Kokusai Manga Myuujiam... alias Museum Internasional Manga Kyoto.

kyotommMuseum ini didirikan di belakang Balai Kota Kyoto, di atas bekas SD Tatsuike, dan diresmikan sejak beberapa hari yang lalu.
Sebagai pembuka, kini sedang diselenggarakan Pameran Manga Dunia: Terjemahan berbagai bahasa tampil di sana.

Kemudian, pada akhir tahun akan diadakan simposium kolaborasi mengenai "manga dan antropologi"...

Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo pun, memandang manga sebagai media komunikasi yang efektif terhadap anak-anak Jepang, sehingga minggu ini beliau memutuskan untuk segera menyebarluaskan kampanye anti penggencetan (ijime/bullying) melalui iklan layanan masyarakat di majalah-majalah shonen/shojo manga.

Manga kini tak sudi dianggap sekadar subkultur (budaya sampingan).
Manga sudah menjadi suatu peradaban tersendiri, peradaban manga.
Agama baru...
Tapi kalau menenggelamkan diri ke sana, kantung duit pun apes, hiks. Terasa betul bagi saya jaring candu yang disebarkan oleh mereka. Tapi yah, seni mana sih sebenarnya yang tidak komersial?


Kyoto Seika telah lama menjadi deret terdepan riset manga di lingkungan akademis. Pada tahun 1973 didirikan kelas manga di dalam sekolah desainnya, dan sejak tahun 2000 dibuka jurusan khusus manga yang kini berkembang menjadi fakultas tersendiri. Fakultas Seni Komik dan Kartun di Kyoto Seika memiliki tiga sekolah. Jurusan Manga akan melatih mahasiswa menciptakan manga dengan satu cerita dan kerangka, mengamati ide satir, humor dan hiperbola. Jurusan Produksi Manga akan berfokus pada penulisan cerita asli untuk manga dan teori manga. Yang terakhir adalah Jurusan Animasi.
Menurut Rektor Kyoto Seika, Prof. Nakao Hajime, sangat perlu
"melawan asumsi bahwa manga itu bersifat anti-intelektual."

Beberapa universitas lain kini juga menyusul membahas manga secara sistematis dan akademis:
Universitas Seni Osaka membuka Jurusan Seni Penokohan Kreatif dengan profesor Koike Kazuo, Go Nagai pencipta Mazinger Z, dan Satonaka Machiko pengarang shojo manga tahun 70-an.
April 2005 Universitas Desain Takara membentuk Sekolah Muatan Media dengan fokus film, animasi, dan game. Profesornya adalah Matsumoto Reiji pengarang Uchuu Senkan Yamato/Ginga Tetsudo 999 yang juga membuat animasi untuk band perancis Daftpunk.
Lalu Universitas Otemae meluncurkan mata kuliah manga&animasi, dengan profesor Monkey Punch, pencipta "Lupin generasi III"
yang sempat saya ikuti dialognya mengenai manga digital, dan cara kreatif pengambilan komposisi melalui jiplakan foto awan...


Beberapa museum manga yang tersebar di Jepang:
Dunia Tezuka Osamu (Perpustakaan dan Teater) di Kyoto
Museum Igarashi Yumiko (pengarang Candy-Candy) di Kurashiki
Museum Mizuki Shigeru di Sakaiminato
Museum Seni Manga di Akita
Gedung Akatsuka Fujio
Museum Memorial Yokoyama di Kochi
Museum Anpanman di Kochi
Museum Ghibli di Mitaka
Museum Animasi Suginami
Museum Gundam Bandai
Museum Ishinomori Shotaro di Miyagi

Selasa, 14 November 2006

Manga Musikal (Nodame, Nana)

Bagaimana dari orat-oret dua dimensi, lantunan bisa terdengar jelas?
Ternyata, cukup banyak juga manga yang berhasil mengangkat tema musik dengan baik dan menarik.

Nodame Cantabile

nodame
Shojo manga karya Ninomiya Tomoko yang sedang melambung saat ini. Telah terbit jilid 16.

chiakishinichiBerhubung desain grafisnya yang sepintas tampak cenderung biasa, saya belum pernah berminat menyentuhnya sampai sejak akhir tahun ini dihebohkan dalam drama musim gugur (Senin, 21.00, Fuji TV) dan animasi noitamina (Rabu, 24.45, Fuji TV).
Seluruh jilid masuk 25 besar buku terlaris di Jepang saat ini.

Menurut adik sepupu yang sangat menggemarinya, manga inilah yang mendorong dia berjuang untuk bisa memainkan piano dengan baik.

Karena penasaran terhadap manga ini, anak-anak muda pun kembali menyimak musik klasik, sehingga cd koleksi dari musik-musik klasik yang disebut di dalamnya turut ketiban rezeki.
Dan setelah saya baca-baca, hihihi memang lucu juga.
Chiaki Shinichi adalah seorang mahasiswa piano tahun terakhir yang berbakat luar biasa, ahli biola, dan bercita-cita menjadi konduktor kelas dunia, namun terpuruk suntuk di Jepang karena terhalang phobia pesawat dan laut. Selain itu, sikap egois dan sok pintar sendiri, membuatnya bermasalah dengan dosen dan rekan-rekannya.
Suatu peristiwa dalam keputusasaan membuatnya dikejar-kejar oleh Noda Megumi, seorang gadis aneh dan jorok yang selalu mencuri makanan teman. Kamar kosnya yang kebetulan bertetangga dengan Chiaki, penuh timbunan sampah dan barang rongsokan tidak jelas. Jarang mandi pula...
Dia belum mampu membaca not balok langsung, namun dapat segera meniru musik yang ia dengar. Kekhasannya dalam memainkan piano membuat Chiaki terjerat tanpa dapat melepaskan diri...
Dimulai dari melakukan kegiatan relawan membersihkan kamar Nodame, berlanjut dengan memasakkan makan setiap malam...
Sepintas lalu terlihat rugi, namun justru berkat keterlibatannya dengan Nodamelah, Chiaki berhasil menyusun masa depannya, memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia, dan melawan phobianya menyeberang samudra...
Chiaki pun mengajak Nodame pergi menuntut ilmu bersama menggapai cita-cita ke pusat-pusat musik klasik Eropa.
Dan berkat Chiaki, Nodame pun mulai berdisiplin untuk menghadapi musik dengan sesungguhnya, menyelami pikiran masing-masing komponis, mempelajari harmoni alam semesta.
(Notabene, tokoh yang menarik di komik ini bagi saya tuh Kuroki-kun, pemain oboe yang seorkes dengan Chiaki dan sempat naksir Nodame. hanya saja, pakaiannya sehari-hari tidak keren...)

Kalau dipikir-pikir, masa sih bisa menampilkan musik sedemikian indah, jarang mandi? Tapi tampaknya itu normal, karena pernah saya ketemu kakek-kakek guru biola lulusan Jerman, hih dari jarak dua meter saja baunya berhembus... Jangan-jangan gaya seniman Eropa memang begitu???


NANA


nanahachiKarya Yazawa Ai ini juga telah terbit jilid 16.
Kalau Nodame adalah hit tahun ini, NANA adalah hit tahun lalu, dengan diluncurkannya film layar lebar pertama di musim panas. Eh, besok-besok (12/9) bakal ada film keduanya ding... Animasinya sedang diputar di NTV setiap Rabu pukul 23.55 (dakke?). Dan kini bahkan ada game PSP juga.

Dua gadis bernama sama dari latar belakang yang berbeda, bertemu di kereta menuju ibu kota, dan akhirnya menyewa kamar yang sama dibagi dua.

Ozaki Nana, cewek kewl yang betah bergaya Vivienne Westwood, turun mengadu nasib ke Tokyo demi menyetarakan harga dirinya di hadapan mantan kekasih yang telah terlebih dahulu tenar di belantika musik populer Jepang. Sesampainya di sana, ia menemukan dirinya terjerumus kembali pada sang kekasih sebelum meraih cita-cita, dan mulai terbayang-bayangi masa lalu keluarganya yang suram.
Komatsu Nana yang ceria tapi tak berpendirian, turun ke Tokyo demi mengejar kekasihnya yang akhirnya putus di tengah jalan. Ia pun mulai menjalani petualangan jatuh cinta dan patah hati susul-menyusul, sambil terlibat mendukung Nana yang satu lagi membangun kembali grup band punknya, Black Stones alias Blast, dan menemani mereka berlatih. Dengan sekejap ia menjadi favorit anggota grup tersebut yang mulai memanggilnya sebagai piaraan mereka, "Hachi".
Lika-liku komersialisasi dan birokrasi ternyata mulai memisahkan jalan hidup mereka satu sama lain, sampai akhirnya terjadi sebuah peristiwa pahit yang sangat menyedihkan...

(Nana = tujuh, Hachi = delapan)
Kalau Nodame menyorot musik klasik, NANA menyorot musik popular. Tapi inti ceritanya lebih ke masalah segala macam jenis saling ketergantungan antartokoh yang amat rumit, yang ternyata merupakan "candu"... Berkembang menjadi keinginan memiliki, kecemburuan yang berlebihan, persaingan ketat, pelampiasan dendam masa kecil, dan perasaan-perasaan tidak jelas lainnya. Bagaimana pengaruh semua ini terhadap lagu yang mereka luncurkan?


Das Fenster von Orpheus

(Orpheus no Mado - Jendela Orpheus)

orpheus no madoIni mah komik jadoel, tapi favorit banget.
Beberapa orang siswa sekolah musik Regensburg di pelosok Austria, saling berjumpa di sebuah jendela yang terkutuk Legenda Orpheus.
Mereka pun terlibat kasih tak sampai bersegi sekian belas dan peristiwa berdarah dalam sebuah keluarga ningrat Jerman yang ternyata berlanjut pada revolusi Rusia dan tragedi Romanov.

Dalam cerita dramatis karya Ikeda Riyoko (yang juga pengarang Rose of Versailles) ini, musik klasik menjadi latar belakang yang mengakar pada kehidupan para tokohnya, namun sorotan utamanya sih sejarah Eropa seputar awal abad 20.
(NB, Saya sempat cukup kecewa begitu menemukan kenyataan bahwa Jenderal Leonid Yuspov yang klimis tampan itu tokoh fiktif belaka, sedangkan pembunuh Rasputin sebenarnya adalah Alexandr Yuspov seorang bangsawan keren tapi brewokan...)


Itsumo Pocket ni Chopin


Ini komik jadoel juga, saya sendiri belum pernah lihat, tapi pernah disebutkan bahwa penggambaran adegan-adegannya membuat kita seakan mendengarkan Chopin secara langsung ketika membacanya.


BECK


Belum pernah baca, tampaknya tentang band juga.
Berhubung jilidnya sudah sekian puluh, dan banyak yang bilang bagus, barangkali patut dibaca.


20th Century Boys


endoukenjiHahaha, terlalu sempit kalau manga ini digolongkan ke dalam sekadar manga musikal, namun patut disebutkan karena judulnya saja jelas mengambil lagu rock T-Rex tahun 70an, dan dalam alurnya, sering muncul perumpamaan berbagai kejadian dengan sejarah musik rock. Woodstock, Janis Joplin, Jimi Hendrix, CSN&Y, CCR, The Rolling Stones, The Doors/Jim Morrison, Eric Clapton, Robert Johnson...

Tokoh utama komik ini adalah seorang satria bergitar Endou Kenji... Lagunya yang meniru Bob Dylan dan John Lennon sebagai Bob Lennon (via cesspit, versi sebelum gutalala sudalala):
Chikyuu no ue ni yoru ga kuru
Boku wa ima ieji wo isogu
Rainen no koto wo iu to oni ga warau tte iu nara
Waraitai dake warawasetokeba ii
Boku wa iitsuzukeru yo gonen saki juunen saki no koto wo
Gojuunen go mo kimi to koushite iru darou to


Apa tuh, katanya kebanyakan rocker meninggal pada usia 27?
Seandainya saya rocker, saya mati tahun ini dong... Haduh...

Friends says it's fine, friends says it's good
Everybody says it's just like Robin Hood
Fly like a plane, drive like a car, hold out your hand
Babe i'm gonna be your man
And it's plain to see you were meant for me, yeah
I'm your boy
Your twentieth century toy


Angklung


Kalau ini, proyek pencarian jati diri komik musik Indonesia.
Berminat membantu? Segera hubungi saya di bambumuda v(^-^)v



Kamis, 09 November 2006

Suikinchikamoku Dottenkororin

Dari sejak kemarin teringat untuk mengecek matahari yang sedang mengalami transit Merkurius alias Hermes sang Dewa Gesit (bukan ceweknya densha otoko) alias sang Bintang Air (hih, bukannya gak ada air di sana?). Nongkrong deh di lantai atas bersama rimbunan tanaman yang berembun oleh sisa hujan tadi malam. Untungnya matahari muncul di sela awan, tapi masih buram.

Hiks, gak punya teropong memang gak praktis, yang penting mengikuti tatacara yang dicontohkan...

Yang penting sih menikmati detik-detiknya, seperti saat oposisi Mars 2003 kebetulan bertepatan dengan kegiatan kunjungan lab ke kepulauan Shikoku, sengaja menginap ramai-ramai di pondokan pengamatan bintang di pegunungan. Saat transit Venus 2004, kebetulan sedang beredar dengan ibunda keliling kota, melewati para astronom amatiran.
Akhir-akhir ini agak sensitif terhadap kegiatan planet-planetan, gara-gara heboh Pluto dan para "planet kerdil" baru (Ceres, Eris dkk), kemudian pameran gambar-gambar menarik Saturnus dari ekspedisi Cassini-Huygens dengan cincin-cincin terbarunya...


Ngomong-ngomong, kan dalam astrologi (?!!?) sang Planet Tanah ini berpengaruh pada bulan Januari (Janus pun didaulat menjadi nama bulannya Saturnus), nah berdasarkan "rokuseisenjutsu" alias ramalan enam bintang, ternyata aku juga masuk kategori makhluk Saturnus!!!

Saturnus alias Cronos, lambang pembatasan dan keterbatasan...
Ciri-ciri makhluk Saturnus: tinggal dalam dunia pikiran dengan idealisme tinggi, bernasib tak mampu mengakrabkan dengan dunia nyata. Hidup bersih dan penuh rasa keadilan, dan lebih menghargai ketenaran daripada kepraktisan.
Istilah baiknya, risoushugisha alias "idealis".
Istilah buruknya, yuigadokuson alias "mau benar sendiri".


Entah bagaimana mencocokkannya, apakah dari perhitungan di atas atau melalui cara lain, ceritanya yang juga bernasib menjadi makhluk Saturnus itu kan duo unmeikyoudoutai Tsukushi dan Tsukasa. Kebetulan Hana yori Dango ternyata laris manis komiknya terutama dengan tambahan kesimpulan gak penting sebanyak 50 halaman, sementara Januari tahun depan bakal tayang sekuel dramanya, haaa kangen dan penasaran juga sama mereka, apalagi karena musim pertama ternyata jauh lebih menarik dari yang diperkirakan semula. Hmmm, MatsuJun memang lucu.
Tapi, ingat liontin Saturnus yang noraknya gak ketulungan itu? Seiring bom HyD, tampaknya mulai dijual juga. Walaupun sebagai sesama makhluk seplanet, diberi gratisan pun aku gak sudi. Mungkin masih mending kalung meteor yang versi Taiwan.
(Ngomong-ngomong soal meteor, hujan Leonid tahun ini gak kelihatan lagi dari sini ya. Huah sudah lama tidak menikmatinya...)

Keterangan judul:
Sui= Air (水星= Merkurius)
Kin= Emas (金星= Venus)
Chi= Bumi (地球= Bumi)
Ka= Api (火星= Mars)
Moku= Pohon (木星= Yupiter)
Do= Tanah (土星= Saturnus)
Tenkororin= apa ya? Bintik warna-warni? (点コロリン=...)
Lanjutan seharusnya:
TenOu= Raja Langit (天王星= Uranus)
KaiOu= Raja Laut (海王星= Neptunus)
MeiOu= Raja Bawah Tanah (冥王星= Pluto)

まあ、とにかく、寝言は寝ているときに言うもんであって、起きてる時に言うのは寝言じゃないわけだから、寝言なら、起きてる時に言ってもいいけど、寝言じゃないなら、起きてる時に言う。。。もんであって、起きてる時に言うことは、寝てないから。。。つまり、寝言はラム睡眠の最中に言うんだよ! (Masih ngantuk pun...)