Kamis, 09 November 2006

Suikinchikamoku Dottenkororin

suiseiDari sejak kemarin teringat untuk mengecek matahari yang sedang mengalami transit Merkurius alias Hermes sang Dewa Gesit (bukan ceweknya densha otoko) alias sang Bintang Air (hih, bukannya gak ada air di sana?). Nongkrong deh di lantai atas bersama rimbunan tanaman yang berembun oleh sisa hujan tadi malam. Untungnya matahari muncul di sela awan, tapi masih buram.

Hiks, gak punya teropong memang gak praktis, yang penting mengikuti tatacara yang dicontohkan...

Yang penting sih menikmati detik-detiknya, seperti saat oposisi Mars 2003 kebetulan bertepatan dengan kegiatan kunjungan lab ke kepulauan Shikoku, sengaja menginap ramai-ramai di pondokan pengamatan bintang di pegunungan. Saat transit Venus 2004, kebetulan sedang beredar dengan ibunda keliling kota, melewati para astronom amatiran.
Akhir-akhir ini agak sensitif terhadap kegiatan planet-planetan, gara-gara heboh Pluto dan para "planet kerdil" baru (Ceres, Eris dkk), kemudian pameran gambar-gambar menarik Saturnus dari ekspedisi Cassini-Huygens dengan cincin-cincin terbarunya...

dosei
Ngomong-ngomong, kan dalam astrologi (?!!?) sang Planet Tanah ini berpengaruh pada bulan Januari (Janus pun didaulat menjadi nama bulannya Saturnus), nah berdasarkan "rokuseisenjutsu" alias ramalan enam bintang, ternyata aku juga masuk kategori makhluk Saturnus!!!

Saturnus alias Cronos, lambang pembatasan dan keterbatasan...
Ciri-ciri makhluk Saturnus: tinggal dalam dunia pikiran dengan idealisme tinggi, bernasib tak mampu mengakrabkan dengan dunia nyata. Hidup bersih dan penuh rasa keadilan, dan lebih menghargai ketenaran daripada kepraktisan.
Istilah baiknya, risoushugisha alias "idealis".
Istilah buruknya, yuigadokuson alias "mau benar sendiri".


Entah bagaimana mencocokkannya, apakah dari perhitungan di atas atau melalui cara lain, ceritanya yang juga bernasib menjadi makhluk Saturnus itu kan duo unmeikyoudoutai Tsukushi dan Tsukasa. Kebetulan Hana yori Dango ternyata laris manis komiknya terutama dengan tambahan kesimpulan gak penting sebanyak 50 halaman, sementara Januari tahun depan bakal tayang sekuel dramanya, haaa kangen dan penasaran juga sama mereka, apalagi karena musim pertama ternyata jauh lebih menarik dari yang diperkirakan semula. Hmmm, MatsuJun memang lucu.
Tapi, ingat liontin Saturnus yang noraknya gak ketulungan itu? Seiring bom HyD, tampaknya mulai dijual juga. Walaupun sebagai sesama makhluk seplanet, diberi gratisan pun aku gak sudi. Mungkin masih mending kalung meteor yang versi Taiwan.
(Ngomong-ngomong soal meteor, hujan Leonid tahun ini gak kelihatan lagi dari sini ya. Huah sudah lama tidak menikmatinya...)

Keterangan judul:
Sui= Air (水星= Merkurius)
Kin= Emas (金星= Venus)
Chi= Bumi (地球= Bumi)
Ka= Api (火星= Mars)
Moku= Pohon (木星= Yupiter)
Do= Tanah (土星= Saturnus)
Tenkororin= apa ya? Bintik warna-warni? (点コロリン=...)
Lanjutan seharusnya:
TenOu= Raja Langit (天王星= Uranus)
KaiOu= Raja Laut (海王星= Neptunus)
MeiOu= Raja Bawah Tanah (冥王星= Pluto)

まあ、とにかく、寝言は寝ているときに言うもんであって、起きてる時に言うのは寝言じゃないわけだから、寝言なら、起きてる時に言ってもいいけど、寝言じゃないなら、起きてる時に言う。。。もんであって、起きてる時に言うことは、寝てないから。。。つまり、寝言はラム睡眠の最中に言うんだよ! (Masih ngantuk pun...)

Tidak ada komentar: