Rabu, 19 September 2007

Audisi-Audisi!

Audisi-audisi untuk para gadis manis penggemar manga.

Audisi Topeng Kaca


Bagi yang berminat menjadi tokoh utama (Maya atau Ayumi) dalam opera sandiwara musikal Garasu no Kamen (Topeng Kaca)...

Syarat: Pada bulan Agustus 2008 berusia sekitar 16-25 tahun, percaya diri dalam olah suara, siap latihan mulai Juni 2008 dan tampil di panggung mulai September 2008.

Batas waktu pendaftaran: 21 September 2007. Silakan klik di sini...
audisitopengkaca

Audisi 20th Century Boys


Bagi yang berminat menjadi tokoh utama Endou Kanna, sang primadona dalam film layar lebar 20th Century Boys...

Syarat: Usia berapa pun, asal mampu memerankan Kanna yang berusia sekitar 17-21 tahun. Bisa menyesuaikan jadwal pengambilan gambar sepanjang tahun 2008.

Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2007. Silakan klik di sini...

audisi20thcenturyboys

Mohon maklum kalau segenap proses penerimaan berlangsung dalam bahasa Jepang... heuheuheu heuheu heuheu!

Kamis, 13 September 2007

Normalisasi Jepang

Kebijakan LN Indonesia terhadap Jepang yang 'normal'



Diskusi JF

Banyak orang Jepang sendiri tidak menyadari bahwa Jepang selama ini adalah negara yang terlucuti. Mereka tidak punya tentara, namun dengan demikian mereka juga tidak perlu menanggung beban keamanan, dan dapat fokus terhadap pembangunan ekonomi secara maksimal.

Perubahan resmi Badan Pertahanan Jepang menjadi Kementerian Pertahanan Jepang pada Januari 2007 disebut oleh (mantan) Perdana Menteri Abe Shinzo sebagai "sebuah peristiwa yang menandai berakhirnya rezim pascaperang dan akan meletakkan dasar membangun negara baru."
Perubahan tersebut berlangsung nyaris tanpa sorotan dari Indonesia. Ini menandakan bahwa 'normalisasi' Jepang bukan menjadi masalah di kalangan orang Indonesia.

Walaupun merasakan kejamnya pendudukan militer Jepang 1942-1945, sikap Indonesia terhadap sejarah perang Jepang, jauh lebih lunak dibandingkan sikap China dan Korea. Misalnya, Indonesia tidak pernah mempermasalahkan kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Yasukuni.

Penyebabnya adalah:
  • Jepang mengakhiri kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia
  • Banyak pemuda dan pemimpin militer dilatih oleh Jepang
  • Sejak penegakan hubungan diplomatik pada tahun 1958, terbentuk hubungan ekonomi yang sangat dekat antara Indonesia dan Jepang: Jepang membayar perbaikan pascaperang, Jepang menjadi donor terbesar, investor utama, dan pasar penting bagi ekspor Indonesia.
  • Setelah 1965 sampai akhir Perang Dingin, Indonesia berada di kelompok antikomunis yang sama dengan Jepang, memandang China sebagai ancaman luar utama.

Indonesia menyambut hangat dan mendukung misi pertama Pasukan Perdamaian PBB Jepang. Walaupun begitu, Indonesia sebagaimana negara ASEAN lainnya menolak keras gerakan terhadap proyeksi kekuatan militer pertahanan agresif di pihak Jepang.

Indonesia menentang AS agar Jepang memikul sebagian beban keamanan dan meningkatkan patroli laut pada jarak 1000 nautikal mil, dan melawan keikutsertaan langsung Jepang dalam memastikan keamanan navigasi di Selat Malaka. Indonesia, Malaysia dan Singapura hanya akan menerima bantuan finansial dan teknis untuk meningkatkan kemampuan mereka masing-masing. Kekuatan Jepang diproyeksikan di atas pertahanan negaranya sendiri akan dipandang dengan kecurigaan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, hubungan segitiga China-Jepang-AS sangat penting untuk keamanan Asia-Pasifik yang lebih luas. Indonesia dan ASEAN sebagai satu kesatuan memilih keteraturan regional multipolar berdasarkan keseimbangan stabil ketiga struktur kekuatan. Jepang dapat bertindak sebagai pengimbang kebangkitan ekonomi militer China. Untuk itu, kebijakan luar negeri Jepang tidak boleh hanya didikte oleh Washington, melainkan harus siap menjadi penengah seandainya ada konflik antara AS dengan China.

Jepang harus memberitahukan negara tetangga termasuk Indonesia mengenai dampak perubahan nama Badan Pertahanan menjadi Kementerian Pertahanan, baik dalam doktrin, strategi dan sikap. Jepang perlu memastikan kepada negara tetangga bahwa menjadi 'normal' tidak berarti kembalinya ideologi militer, ekspansi dan agresi.

Selama Jepang berpegang pada komitmen perdamaian dan kerja sama, kebijakan luar negeri Indonesia tidak akan berubah. Jepang sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam bidang ekonomi, dan di masa depan terbuka kemungkinan kerja sama dalam bidang pertahanan, sebagai sumber alternatif perangkat militer yang canggih, apalagi bila ada prospek transfer teknologi.

Rabu, 12 September 2007

Panon Hideung (Rusia)

Setelah bulan lalu puas mengata-ngatai si
Mata Hijau, Hidung Pesek, Pipi Berbintik (dan Rambut Merah..).
Kini, menyambut oom Putin, giliran si
Panon Hideung, Irung Mancung, Pipi Koneng, Putri Bandung.

Ini lagu rakyat Ukraina yang diterjemahkan sebagai lagu Sunda.
Selain lagu ini, Katusha, Kalinka, dst lagu-lagu versi pasukan merah, lumayan asyik untuk menemani bangun tidur saya.

(Btw, sayang mata saya cokelat euy. Sementara soal hidung, teman-teman bilang "Hidung kamu bukannya gak mancung Kan, cuma ketilep pipi kamu yang juga mancung..." Demikianlah jadi tidak bisa mengaku-ngaku memiliki lagu ini. Wahhh kok jadi fisik banget yah bahasan akhir-akhir ini???)



Очи чёрные


blackeyesОчи чёрные, очи жгучие,
Очи страстные и прекрасные,
Как люблю я вас, как боюсь я вас,
Знать увидел вас я не в добрый час.

Очи чёрные, очи пламенны
И монят они в страны дальные,
Где царит любовь, где царит покой,
Где страданья нет, где вражды запрет.

Не встречал бы вас, не страдал бы так,
Я бы прожил жизнь улыбаючись,
Вы сгубили меня очи черные
Унесли на век моё счастье.



Ochi chyornye, ochi zhguchie,
Ochi strastnye i prekrasnye,
Kak lyublyu ya vas, kak boyus' ya vas,
Znat' uvidel vas ya ne v dobryy chas.

Ochi chyornye, ochi plamenny
I monyat oni v strany dal'nye,
Gde tsarit lyubov', gde tsarit pokoy,
Gde stradan'ya net, gde vrazhdy zapret.

Ne vstrechal by vas, ne stradal by tak,
Ya by prozhil zhizn' ulybayuchis',
Vy sgubili menya ochi chernye
Unesli na vek moyo schast'e.

Lay lay lay lay lay lala
Lala lalay lala, lala lalay lala
Lay lay lay lay lay lala
Lala lalay lala, lala lala

Selasa, 11 September 2007

Taufiq Ismail dan Nasionalisme

taufiqMemang tahun ini tahun reuni. Minggu lalu saya menemui Taufiq Ismail (72), berlima dengan rekan kerja.
Sambutan yang cukup heboh bikin geer juga. Dahulu kala di masa balita saya memang sering ikut Ayah, teman seangkatan beliau, mampir meminjam komik Asterix dan majalah National Geographic ke rumah ini. Om Taufiq memperlihatkan kamar tempat saya menumpang dulu, kini telah dihuni oleh cucu pertama beliau.
Apa lagi ya... Oh ya! Chai-nya enak.

Tujuan utama sebenarnya adalah menemani bos melakukan wawancara bertema nasionalisme alias kebangsaan. Walah, PMP banget yah.

"Hmm, apa ya, sebagai anak usia 13 tahun, rasa kebangsaan itu tidak diajarkan di sekolah, tapi dialami langsung. Saat itu saya naik kapal bermuatan senjata selundupan dari Singapura, menerobos hutan bakau di perairan Sumatra... Begitu mencapai pelataran, terlihat Bendera Merah Putih di sana, rasa haru yang tercurah itulah nasionalisme bagi saya..." dan beliau pun menceritakan pengalamannya seputar masa agresi militer 1948, pengakuan kedaulatan 1949, dst.

Nah kalau pelajaran sejarah tidak mencukupi untuk membangkitkan nostalgia semacam itu di kalangan kaum muda, apakah kita sekarang perlu dijajah lagi, baru bisa nasionalime muncul di dalam kerangka berpikir kaum muda?

"Lho, penjajahan itu kan memang sudah berlangsung. Agen-agennya sangat ramah, penuh senyum menyapa, dan hadir di setiap rumah dalam bentuk kotak serba bisa. Televisi."

Lalu apa yang harus dilakukan agar kita kembali merdeka?

"Sudah banyak rekan-rekan yang bergerak dalam wacana itu, mungkin masih perlu mengerahkan lebih banyak orang lagi."

Bagaimana mengenai lagu kebangsaan yang relatif baru, seperti lagunya Cokelat, misalnya? Apakah rasa yang timbul dari sana bisa diasosiasikan dengan rasa kebangsaan yang dialami seputar perang kemerdekaan dulu?

"Wah, yang seperti apa ya? Saya tidak perhatikan. Nuansa rasa kaum muda memang berbeda dengan kaum tua. Tantangan yang dihadapi juga telah berbeda bentuk. Yah, daripada panjang berteori, mari kita simak apa kata si Toni..." dan mulailah beliau berpuisi.
Dikutip dari MAJOI, halaman 74.


KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,
LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,
Kata Si Toni (1998)
...
Kalian paksa-tekankan budaya berutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia

...
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya
Meminjam kepeng ke mancanegara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis
Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
...
dst (selengkapnya bisa digoogle sendiri tentu)


PS: Pesan sponsor: tolong dicamkan bahwa Taufiq Ismail itu ditulis dengan q seperti akyu, ya, jangan pakai k. Nah, lho, banyak kan yang sering salah?

Rabu, 05 September 2007

Burqini™ dalam Komik

opus0826

Setelah segala masalah karikatur di tahun silam, kini media massa Amerika ceritanya berhati-hati terhadap political correctness dalam komik sehingga memutuskan untuk menarik dua strip Opus tertanggal 26 Agustus dan 3 September. Komik tersebut dianggap menyinggung secara gender dan keagamaan. Karena ingin tahu, saya baca juga. Ternyata salah satunya menyebut-nyebut tentang Burqini™.

opus0903

Baru tahu saya bahwa baju renang semacam itu diberi istilah burqini. Rasanya selama ini --saya juga pernah tulis sebelumnya tentang pakaian semacam itu-- sebutannya cukup baju renang muslimah.

Istilah Burqini™ menjadi tenar ketika muncul kontroversi penjaga pantai muslimah Australia yang mengenakan baju buatan Ahiida ini.
Burqini™ dan kawan-kawan mungkin masih banyak dikecam oleh orang-orang yang merasa bahwa perempuan memang sebaiknya benar-benar dipisahkan. Di sitkom Little Mosque dulu juga salah satu episodenya sempat menampilkan baju ini, sebagai alternatif terakhir tidak adanya kolam renang khusus perempuan.

Yah dari hasil saya menyimak isi kartun di atas, sebagai humor asyik-asyik saja dan cukup seimbang, karena gaya hidup Amerika pun dikecam. Produser Burqini™ sendiri menyukainya dan tidak menganggap komik ini sebagai serangan yang menyinggung. Apalagi dengan begini komik ini jadi promosi penjualan Burqini™ dalam jaringan, kan lumayan. Bagaimana menurut Anda?

Situs Turki: Hasema
Situs Indonesia:Samira, Rafayra
Jilbab khusus olah raga: capsters.com