Senin, 25 April 2005

KAA behind the scene


kaavvip






Lucu saja membaca plat nomor salah satu bis mewah yang dipakai sebagai kendaraan resmi KAA: KAAVVIP... Konperenshi Achia Aprika Pweri Pweri Imfortend Ferson.










athunasaf




Pantas tidak ketemu Athun di Puntang kemarin. Ternyata dia sibuk menyiapkan diri berguling-guling di pelataran Braga demi menyorot penyelenggaraan KAA. Sampai pakai helm begitu, sungguh siap tempur.







tenyearsago



Memang zaman sudah berubah. Waktu peringatan 1995, aku hanya memakai jas merah hati yang benang jahitannya terburai ke mana-mana, eh ini mereka pakai kain kebaya. Repot tapi kan anggun...



ciwalkaa

Sebagai atraksi untuk masyarakat Bandung, berbagai pameran digelar antara lain di Ciwalk dan Gasibu. Ciwalk mengkhususkan diri pada pameran kerajinan. Tegep yang bela-belain datang ke diklat II kemarin, ternyata punya satu gerai sepatu buts di sana.

arsipkaaDi gerai Badan Arsip Nasional, kita bisa memperoleh secara cuma-cuma katalog foto-foto kenangan Asia Afrika 1955. Lumayan. Tapi penjaganya pelit, dia pilih-pilih orang siapa yang diberi dan siapa yang ditolak...


gasibuyukata
Serombongan putra-putri berseragam yukata (pakaian musim panas Jepang) tampil di panggung berlatar belakang Gedung Sate:
Sebagian menyanyikan Kokoro no Tomo (atuh lah, lagu itu hanya beken di Indonesia, orang Jepang gak ada yang tahu pun) dan Furudokei (itu kan bukan lagu Jepang, hanya lagu folklore Inggris Grandfather's Clock yang dirilis oleh Hirai Ken) Dua-duanya tidak representatif ah...
Sebagian lagi menarikan tarian entah apa, dan yang ini koreografi mereka sendiri katanya, mengenai Hiroshima Nagasaki.

Berita seputar Gedung Merdeka akan disampaikan oleh adikku... Mana nih?

Sabtu, 23 April 2005

Puntang (panting)

puntangpanting

Hari Kartini. Hari Bumi. Maulud Nabi. 

Kulalui dengan bermalam gunung Puntang, menelusuri jejak-jejak kenangan masa muda (seakan sudah gaek saja, ohok ohok) bersama, siapa saja nih? Sebutlah Squarepants Squad... Dari kanan ke kiri, Meli Krabs viii, Squineward vii, Plankdul ix, Spongebondra viii, dan Hyoutrick vi... Yahaha.



panitiasmaMou juunen buri kanaa? Apa yang berbeda ya, swasta dan panitia kebanyakan sudah punya seragam angkatan lengkap kaos, sweater dan jaket (idih apa gak bosan hitam merah melulu???); pada diklat di sekolah, kompor dan ceret sudah digantikan dispenser; dan angkatan kali ini membuat gebrakan: bertahan 28 orang sampai babak ketiga. 

Mungkin salahku, karena di materi sejarah dan perkenalan, aku nimbrung menegaskan bahwa "Justru bukti dari keberhasilan diklat adalah ketika semua bisa bertahan bersama-sama, bukanlah karena menyisihkan teman. Selama program yang direncanakan panitia tetap menjamin kualitas lulusan, tentu siswa akan lebih nyaman ketika melaksanakannya dengan saling mendukung satu sama lain." Eh betul saja, meskipun acaranya sudah dipercepat ke Kamis/Jumat gara-gara menghindari KAA, mereka tetap keukeuh ramai-ramai. Yahaha selamat mampuslah kalian panitia... :)

nazikanztKarena demi KAA Bandung mengerahkan pawangnya agar Bandung cerah di hari Minggu, maka malam Jumat ini kami juga kebagian sialnya hujan deras di tengah malam. Aku memilih sepos dengan beberapa anak angkatan xii/xiv, tugas senyum ke siswa meminumkan bandrek dan nutrisari untuk memulihkan tenaga dan pikiran di tengah perjalanan malam mereka, lalu membuat suasana santai yang nyaman sehingga mereka bersedia berbicara menjawab wawancara, mengucapkan sandi dan membujuk teman berikutnya untuk mau melakukan yang sama... 
Dan iya lah, ember semua tohohohoho. 
Heran apa kami penjaga pos ini sedemikian ahli bersandiwara atau mereka yang terlalu mudah percaya saja. Rasanya aku dulu tidak sepolos itu dah. 


swastasiswaDan siapa bilang hak asasi manusia ditindas di sini? Mereka yang berkubang lumpur dan merunduk-runduk itu adalah anak-anak yang bersedia membayar tiga-puluh-lima-ribu rupiah per orang demi terselenggaranya acara ini.
Apa yang dicari yah? Sebuah prestise?
Mengapa aku sampai melaluinya dulu, jelas karena kurang kerjaan. Tapi mereka?


diklatdiklat
Ada siswa yang menjawab: Untuk membentuk pola pikir menjadi lebih baik... 
Yahaha pola pikir cemana yang terbentuk di sini? Yang jelas tak terkategorikan pada "lebih baik". Mungkin lebih tepat, "alternatif", yah? Dengan kemampuan menempatkan diri pada sudut pandang yang berbeda, kalian dapat memperluas wawasan dan merumuskan ulang pola pikir yang selama ini sudah terpatri di benak kalian. 
Demikianlah, siswa.

Seiring dengan mengalirnya kenangan ini, aku ucapkan selamat kepada beberapa orang di antara yang pernah terlibat: Enda yang baru jadi seorang ayah, Ncha yang seiring ultahnya lancar menerbitkan chicklit kedua... 

Dan yang lain, baik yang masih timbul maupun yang sudah tenggelam dalam arus lain, semoga berkah apa pun yang kalian lakukan di manapun kalian berada.

Selasa, 19 April 2005

Dasasila Bandung 1955

KAA50"Apabila Barong Liang Sai dari Tiongkok bekerjasama dengan Lembu Nandi dari India, dengan Sphinx dari Mesir, dengan Burung Merak dari Birma, dengan Gajah Putih dari Siam, dengan Ular Hydra dari Vietnam, dengan Harimau dari Philippine dan dengan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur lebur kolonialisme internasional" ... Ah, masa iya.

「バンドン10原則」「世界平和と協力の増進に関する宣言」

  1. 基本的人権と国連憲章の尊重
  2. 国家主権、領土保全の尊重
  3. 人種、諸国家の平等
  4. 内政不干渉
  5. 国連憲章に従い諸国民が個別的、集団的に自国を防衛する権利の尊重
  6. (a) 集団的防衛機構を大国の特定の利益に用いず、(b) 他国に圧力をかけない
  7. 領土保全、政治的独立への侵略、脅迫、力の行使をしない
  8. 国際紛争は国連憲章に従い、関係国が選択する平和的手段で解決
  9. 共通の利益と協力の増進
  10. 正義と国際的義務の尊重


The Ten Principles of Bandung:

  1. Respect for fundamental human rights and for the purposes and the principles of the Charter of the United Nations.
  2. Respect for the sovereignty and territorial integrity of all nations.
  3. Recognition of the equality of all races and of the equality of all nations large and small.
  4. Respect for the right of each nation to defend itself singly or collectively, in conformity with the Charter of the United Nations.
  5. Adoption of the Outcome of the Asian-African Summit.
  6. (a). Abstention from the use of arrangements of collective defence to serve the particular interests of any of the big powers. (b). Abstention by any country from exerting pressures on other countries.
  7. Refraining from acts or threats of aggression or the use of force against the territorial integrity or political independence of any country.
  8. Settlement of all international disputes by peaceful means, such as negotiation, conciliation, arbitration or judicial settlement as well as other peaceful means of the parties' own choice, in conformity with the Charter of the United Nations.
  9. Promotion of mutual interests and co-operation.
  10. Respect for justice and international obligations.


Dasasila Bandung:

  1. Menghargai prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan Piagam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  2. Menghormati kedaulatan dan kesatuan territorial dari semua bangsa
  3. Mengakui kesetaraan atas semua ras dan kesetaraan antar bangsa-bangsa besar maupun kecil.
  4. Menghindari segala bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Negara lain.
  5. Menghargai hak dari setiap bangsa untuk mempertahankan diri dengan sendirinya maupun secara kolektif dari dengan bersandarkan pada Piagam PBB.
  6. (a) Tidak mengadakan kerjasama pertahanan bersama yang secara khusus melayani kepentingan Negara-negara adidaya. (b) menghindari penggunaan tekanan terhadap sebuah Negara oleh Negara manapun.
  7. Menahan diri untuk tidak melakukan tindakan atau ancaman yang dapat mengganggu keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik sebuah Negara.
  8. Menyelesaikan segala bentuk perselisihan/ sengketa internasional dengan cara damai melalui negosiasi/ perundingan, konsiliasi, arbitrasi atau penyelesaian perselisihan secara hukum sebagaimana bentuk-bentuk cara penyelesaian damai lain yang didasarkan pada pilihan masing-masing dengan tetap berpegang pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  9. Mempromosikan kepentingan bersama dan kerjasama.
  10. Menghormati keadilan dan tanggungjawab internasional.


Halo-halo Bandung

Pahlawan Pejuang Bambu

Jumat, 15 April 2005

Kota Tepian

Samarinda adalah kota yang semrawut, namun bila menyusuri pinggir sungainya, anda akan menemukan keasrian yang takkan diperoleh di Bandung sekalipun. Fasilitas publik berupa lapangan olah raga, taman bermain anak-anak, tempat duduk-duduk bakar sate, tertata rapi di sepanjang Mahakam.

Terlihat juga Islamic Center megah yang sedang dalam pembangunan.



Beranjak ke tengah kota, ada Citra Niaga, peraih Aga Khan Award putaran keempat (1990). Daerah pemukiman kumuh penuh pedagang kakilima yang berhasil diperbaharui menjadi kompleks perdagangan melalui keterlibatan masyarakat dan swasta, tanpa dukungan finansial dan teknis dari pemerintah ataupun dana asing.


Lebih dari 200 gerai besar kecil dan fasilitas rekreasi, terintegrasi secara desain dengan atap tradisional khas Kalimantan. Teladan bagaimana minat komersial bisa diarahkan kepada keuntungan publik dalam proses pembangunan urban yang demokratis, sebagai hasil dari manajemen yang memadukan kerja sama antara pedagang kaki lima, pemilik toko, pemerintah daerah dan konsultan.