Menurut sebuah sumber yang tak dapat dipercaya, ternyata mainan satu ini punya sejarah berdarah juga, bahwa 'Jack' adalah istilah untuk budak kulit hitam, ketika melarikan diri, ditangkap ke dalam kotak. Anak-anak nakal akan menusuk-nusukkan kayu ke celahnya, mengganggu sang budak sehingga berteriak meloncat keluar kotak.
Nah karena penggambaran budak kulit hitam punya masalah politik, maka dalam produksi mainannya diganti dengan badut lucu.
Ngomong-ngomong soal hitam, istilah yang cukup populer, selain permainan kartu bernilai 21 dan alias untuk tokoh sejarah tertentu, yang teringat adalah Black Jack, manga mengenai Hazama Kuroo si "bajak dokter", adikarya Tezuka Osamu. Dilanjutkan oleh putra beliau, tayangan animasi versi abad 21-nya baru berakhir bulan lalu.
Kembali ke jack-in-the-box, Ada lagi teori bahwa yang meloncat ke luar kotak adalah kelinci liar (Jack and Jill up in the hill).
Mungkin juga berhubungan dengan kisah nabi Zakharia yang bersembunyi di batang pohon ketika dikejar tentara Romawi, namun justru sebaliknya beliau malah diam-diam saja tabah tak bersuara bahkan ketika batang pohon itu digergaji, dan tak jelas juga apakah mayat beliau terbelah dua atau lenyap begitu saja.
Kenangan pribadi yang menyeramkan tentang Jack ini bukan pada kejutannya yang membuat jantung copot, melainkan ketika kecil membaca salah satu dongeng H.C. Andersen, ketika si Jack ini cemburu dan berusaha menghalangi kisah cinta Prajurit Timah pemberani berkaki satu dengan sang Balerina pujaannya.
Ngomong-ngomong soal seram, ternyata Jack-o-Lantern yang dipakai untuk hiasan lentera Haloween ternyata aslinya bukan dari labu, melainkan seharusnya dari lobak, dihubung-hubungkan dengan orang suci yang berhasil menangkap setan ke dalam sepatu bot, yah seperti pemburu hantu menangkap jin ke dalam botol pet.Jack-o-lantern itu sendiri aslinya adalah sebutan untuk ignis fatuus, yang istilah lainnya foxfire, dan juga kebetulan FireFox2 sudah dirilis dua minggu lalu.
Dan ngomong-ngomong soal kotak, ganti ke soal tabung...
Beberapa hari sebelum lebaran kemarin, pihak media massa Jepang menuntut YouTube menghapus banyak tayangan bajakan yang melanggar hak cipta...
Hasilnya, video-video kegemaran, terutama parodi mBahJack tercerabut juga, dan balik dari liburan aku hanya bisa ternganga...
Et tu, YouTube?
Lalu apa hubungannya antara Jack-in-the-box, Jack-o-lantern, Black Jack dan mBahJack Sparrow? Entahlah.
Cuma kebetulan "bikkuribako" menjadi judul episode OP terbaru yang isinya memang mengejutkan, secara bertepatan tanggal Haloween, dan secara mBahJack adalah sesama pembajak yang baru dapat tempat di kotak kejutan berbentuk tong kayu.
Gaaah, yang jelas aku sedang perlu membahjack internet lagi.


Cerita berhadap-hadapannya dua tokoh kucing-kucingan seperti ini, mengingatkan kembali kepada manga
Es cendol yang asalnya parkir di depan toko sepatu Elizabeth di Otista, kini beredar di setiap pelosok bandung dengan 'waralaba' yang sama: sebenarnya sih gak perlu waralaba resmi, cukup penyetaraan mutu saja. Dengan pewarna hijau daun suji asli, gula aren yang mantap, santan yang segar, dan dibubuhi sedikit serpihan buah nangka matang sebagai pewangi. Harganya Rp5000 (lima ribu rupiah) sekantung, bisa untuk 3 gelas.
Bahasa Inggrisnya, "agar rumput". Lebih senang menyebutnya dalam bahasa Sunda, dengan g: "cingcau". Berbeda dari cingcau hitam, yang hijau ini dibuat cukup dari rendaman daun cingcau hijau, tidak perlu ditambah kanji dan abu. Tapi, karena tidak tahan lama, dan kekenyalannya mudah mencair kembali, cincau hijau ini jarang diperjualbelikan secara umum, hanya secara musiman bisa diperoleh di gerobak kaki lima yang parkir di pinggir jalan atau sekitar pasar.
Biasa dicampur dengan pulut hitam, dimasak dengan gula merah, santan, dan daun pandan.
Yang penting alpukatnya sendiri harus matang, empuk dan manis. Akhir-akhir ini sulit menemukan restoran yang menjual jus alpukat yang enak. Kebanyakan mereka menutup-nutupi keenceran atau kepahitan alpukat dengan menambahkan gula ataupun susu kental manis putih/coklat sebanyak-banyaknya. Yang bisa direkomendasikan, mungkin di kantin Seruni di RS Hasan Sadikin, diseruput setiap menjenguk siapa pun kenalan yang dirawat di sana.
Kemunculannya tuh cukup misterius, karena disertai peluit uap tungku. Dibuat dari tepung dan gula jawa dijejalkan ke tabung bambu, dikukus di atas lubang uap dari kotak kaleng, lalu ditekan keluar dan ditimbuni kelapa parut di atas daun pisang.
Kue kering, dari adonan tipis digulung atau dilipat-lipat, dengan bumbu pisang dan wijen, biasa dijual di toko keripik berjajar dengan pisang sale.
Yang satu ini sih khas Jepang, terutama Kyoto-Uji. Teh hijau, bubuk. Pengalaman yang menarik mengenai
Ngomong-ngomong ternyata bulan-bulanan bumi yang alami ada lagi satu, asteroid yang dinamakan
Kini giliran bang 



Bagaimanapun juga, Asterix adalah karya seni dengan kekhasan tersendiri. Belum bisa terbayangkan bila ia tampil dalam format yang berbeda. Dan ia masih tetap berjaya di kandang sendiri, menang dari 


